The Second Strike!
Hantaman kedua datang ketika saya memikirkan tentang segala kebetulan yang terasa seperti bukan kebetulan di The First Strike! Menghubungkan kembali benang merah antara dimensi Allah, dimensi manusia sebagai makhluk dalam console game yang punya kebebasan untuk memilih.
Kalau kamu pernah tahu game The Sims atau mungkin memainkannya, kamu akan paham bagaimana otak saya tiba-tiba memakainya sebagai contoh.
Sedikit tentang The Sims untuk kamu yang belum tahu permainan seperti apa ini.
Singkatnya The Sims adalah permainan simulasi kehidupan yang memberikan kamu kebebasan untuk menciptakan, mengelola, dan menceritakan kehidupan karakter virtual sesuai imajinasimu sendiri. Semua karakter punya karakterisasi dan personaliti yang bisa kamu atur di awal permainan, bisa kamu pilih. Pun jika kamu tidak memainkannya (misal, kamu memainkan kehidupan karakter lain) dalam satu 'dunia' yang sama, waktu di permainanmu yang sedang tidak kamu mainkan akan tetap berjalan. Bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka? Karakter di permainan yang tidak sedang kamu mainkan itu menjalani kehidupan sesuai dengan pilihan mereka masing-masing berdasarkan personaliti yang kamu pilih untuk karakter tersebut di awal.
Saya yakin sampai sini kamu mulai paham.
Jika kita adalah makhluk dalam console game, berarti dulu kita juga memilih karakter dan personaliti seperti apa yang kita inginkan. Berarti juga kita punya mode otomatis atau auto-pilot yang bisa jalan sendiri yang biasa kita sebut sifat bawaan. Dan berarti benar bahwa, tubuh kita memang makhluk bumi seperti karakter yang kita pilih dalam game The Sims, tapi jiwa kita bukan. Roh yang memainkan karakter 'Saya' bukan makhluk bumi. Seperti pemain The Sims yang bukan makhluk console dalam console game. ia hanya sedang memainkan sebuah karakter dalam console game.
Saya sampai pada pemahaman, oh ... ternyata benar, dunia ini memang cuma permainan dan senda gurau belaka. Sama seperti ketika kita memainkan game simulasi kehidupan seperti The Sims. Tapi ... apa itu pahala dan dosa? Kalau kamu bilang, "Harusnya jika ini sebuah permainan, ya main aja."
Next kita lanjut ke The Third Strike!
Lanjut ke The Third Strike!>>>


No comments:
Post a Comment