Kemarin sore saya mencoba merapikan Journal di Notion dan membaca kembali The Great Reset 2026-2031 yang saya buat akhir tahun lalu. Saya kembali diingatkan pada tumpukan harapan yang coba saya susun itu.
Tulisan di awalnya berbunyi, "Dalam lima tahun, aku hidup dengan ibadah sebagai pusat langkahku—tenang, teratur, dan penuh kesadaran."
Kemudian saya menuliskan 9 kategori di kanvas. Saya menggunakan kategori-kategori tersebut sebagai cabang untuk memudahkan kerangka berpikir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari Spiritual Life hingga Integrated Life.
Sekitar beberapa jam kemudian saat sedang menonton video di sosial media, ketika dalam keadaan yang benar-benar santai, saya seperti diingatkan kembali pada tulisan di tengah kanvas Canva tadi: Ibadah.
Sebuah video berputar. Isinya menunjukkan bahwa betapa ketika kita mendahulukan Allah maka semua yang kita inginkan dan butuhkan akan datang, bahkan sebelum diminta. Yang intinya: habiskan lebih banyak waktu untuk Allah, bukan hanya kuantitas, tapi juga kualitas.
Ah, saya jadi tersadar bahwa selama ini mungkin saja saya lebih memprioritaskan kuantitas dan mengesampingkan kualitas. Ya, terkadang saya memang merasa seperti dikejar-kejar sesuatu ketika sholat, seperti terburu-buru mengerjakannya. Seperti ada perasaan "Yang penting selesai." Terasa kurang meresapi dan menikmati.
Saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, bahkan sebuah video datang pada saya pasti bukan karena kebetulan. Seperti Allah sedang menggerakkan semesta untuk mengarahkan apa yang perlu saya tonton, renungkan, dan lakukan. Mungkin saya bisa mulai lagi dari sisi itu untuk memperbaiki hubungan saya dengan Allah, dengan memperbaiki Sholat saya. Dan jika kamu baca hingga bagian ini, bisa jadi Allah ingin kita bergerak bersama.
"Allah, Allah lagi, Allah terus, Allah aja."

.png)






