Wednesday, 30 June 2021

Cerita di balik "Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu?" | ig: @niek_2116 | Our Life Journey

Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kenapa muncul cerita itu adalah karena saya ingin mengirim foto gunung Arjuno yang saya ambil saat menaiki kereta Penataran Malang - Surabaya, tapi ingin ada cerita yang bisa jadi bahan di caption. Fyi, itu kali pertama setelah terakhir kali saya naik kereta.

Dalam benak muncul ide bagaimana jika dibuat cerita seorang kekasih yang sedang menunggu kekasihnya? "Klise!" Batin saya. Apa yang lebih tidak klise dari itu? Muncullah kalimat tanya "Kau yang menungguku atau aku yang menunggumu?" Kalimat yang terasa sedikit membingungkan buat saya.

Bisa saja diganti dengan kalimat lain yang lebih simple yang mewakili cerita seperti, "Aku Menunggumu" atau lainnya, tapi agak kurang menantang. Jadi saya putuskan judulnya tetap seperti itu.

Kenapa saling menunggu? Seharusnya ada yang menunggu dan ada yang ditunggu, seseorang yang naik kereta seharusnya ditunggu tapi kenapa dia menunggu? Nah, ini tantangannya, bagaimana bikin cerita ini menarik dan logis.

Sejujurnya di benak, saya membayangkan dua orang di jaman tahunan lalu ketika ponsel masih merupakan barang istimewa. Keduanya berjanji untuk bertemu di stasiun tapi si penjemput salah lokasi. Lucu sebetulnya, tapi saya inginnya cerita itu jadi tragis. Bagaimana caranya? Ya seperti yang kalian baca di ig saya: @rani_niek

Tragis, ya, hanya karena kekeliruan membaca pesan.

Love,

Niek

Monday, 28 December 2020

Tips Menentukan Goals 2021 | Our Life Journey

Kemarin-kemarin saya sempat kebingungan untuk menentukan goal apa aja yang perlu dicapai tahun 2021. Itu semua karena terlalu banyak yang ingin diraih, brainstorming-nya terlalu lama. 🤭

Setelah membaca beberapa artikel, saya mencoba merangkuman tips untuk mempermudah menentukan goals.



Ini seperti membuat peta konsep/mindmap ketika masih sekolah dan kuliah - belasan tahun lalu. (Umur jadi ketahuan, deh 🤭)

Pertama, bagi dulu goals kita dalam 5 aspek besar agar tidak ada yang terlewat. Kelima aspek itu adalah aspek Spiritual, Personal, Professional, Keuangan dan Sosial-keluarga.



Dari 5 aspek tersebut, kembangkan menjadi beberapa hal yang ingin kita raih. Misalnya dalam aspek Spiritual, apa yang ingin Manteman capai tahun depan? Ingin lebih rajin puasa sunnah? Maka tuliskan "Rajin puasa sunnah"



Setelahnya, kembangkan lagi menjadi lebih detail agar lebih mudah mengaplikasikannya. Seperti contoh tadi, puasa sunnah banyak macamnya mau yang mana dulu, nih, yang dilaksanakan?



Misalnya, puasa sunnah Ayyamul Bidh sebagai permulaan, hanya tiga hari dalam satu bulan. Ini bisa jadi awal memulai puasa sunnah lagi setelah lama sekali tidak puasa.

Jangan lupa juga sertakan detail kegiatan atau langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut.



Untuk puasa Manteman perlu tahu jam berapa harus sahur, mau makan apa saat sahur, apa yang harus disiapkan di hari sebelumnya.

Biasanya, nih, ketidak-siapan itu jadi alasan kita untuk menunda-nunda, ujung-ujungnya goal tidak tercapai. Kalau sudah disiapkan dari awal, mau alasan apa lagi coba? 🤭

Alasan lupa? Nah, ini nggak boleh banget. Biasakan untuk meluangkan waktu melihat rencana yang kita buat sebelum tidur dan saat bangun pagi, setidaknya 10-15 menit.

Oh, iya ... semakin rinci goals Manteman, ditambah penyertaan langkah-langkahnya, semakin mudah dan terarah pelaksanaan goals tersebut.

Sesuaikan goals dengan kemampuan Manteman, meski jangan juga bikin target terlalu mudah yang sama persis dengan goals yang bisa kalian capai tahun ini. Dimana kaizen-nya? 🤭



Apalagi, ya? Oh ... ini, nih, yang biasanya sering terjadi ... saking semangatnya ingin berubah, Manteman buat terlalu banyak goals dalam setiap aspek. Jangan!



Kenapa jangan? Udah pada tahu pasti alasannya. Pssst .... Terlalu banyak goals bisa memberi efek buruk, seperti: kepala terasa mendidih, hati bergemuruh, perut panas dan perih .... Hehehe .... 😂😂😂 Overwhelmed gitu deh ....

Ada yang pernah ngerasain hal serupa? 😅😅😅





Friday, 14 August 2020

Kecemasan, Wajar atau Tidak? | Our Life Journey

Kecemasan : Wajar atau Tidak?

Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan atau anxiety, terlebih jika tekanan yang membuat kita cemas memang begitu besar dan mempengaruhi masa depan kita. Seperti mahasiswa tingkat akhir yang cemas saat akan menghadapi sidang skripsi, karena ternyata mahasiswa tersebut meminta bantuan jasa penulisan skripsi. 🤭 Bukan hasil pemikiran sendiri.

Kecemasan adalah sesuatu yang wajar jika ada penyebab yang jelas, yang membuat rasa cemas itu muncul. Namun, jika intensitasnya berlebihan, menjadi tidak terkendali dan mengganggu kegiatan sehari-hari, ini merupakan gejala Gangguan Kecemasan Umum.

Gejala Gangguan Kecemasan Umum diantaranya :

1. Rasa cemas tanpa penyebab yang jelas.

2. Memikirkan secara berlebihan solusi atas keadaan buruk yang belum tentu terjadi.

3. Mudah gelisah, tersinggung dan gugup.

4. Sulit mengambil keputusan.

5. Sulit berkonsentrasi.

Gejala fisik yang ditimbulkan oleh Gangguan Kecemasan Umum, diantaranya :

1. Kelelahan berlebih

2. Insomnia / gangguan tidur

3. Sakit kepala

4. Gemetar

5. Keringat berlebihan

6. Mual

7. Sakit perut

8. Diare yang berulang

Jika mengalami kondisi-kondisi di atas, ada baiknya mengunjungi dokter untuk penanganan yang lebih baik.

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...