Dear Good Readers and Weirdos,
Setelah saya ingat-ingat kembali ternyata banyak bahan-bahan tulisan yang pernah saya janjikan buat ditulis di blog ini tapi belum sempat terlaksana, jadi daripada makin lupa nih ya, mending saya catat sekalian disini dalam bentuk list, biar bisa jadi pengingat saya.
Seingat saya ada delapan postingan yang saya janjikan akan saya tulis. Ini daftarnya dari yang paling baru sampai yang paling lama:
1. Cara mengembangkan Se inferior
2. Review tentang Stairway to Heaven, Marrying the Mafia, Cain and Abel, Gu Family Book, The King 2 Hearts, Oh My Ghostess, Coffee Prince
3. Pendapat tentang poligami
4. Label "I can Relate to This" yang masih kosong
5. What my biggest dreams are
6. Bahasan tentang INFJ and ESTP
7. Kupas tuntas INFJ
8. Cerita Antara Kamu dan Sahabatku
Entahlah yang mana dulu yang akan saya bahas, mungkin dari yang paling lama sampai yang paling baru.. Semoga satu persatu bisa saya selesaikan sebelum ide-ide lain menumpuk lagi.
Weird Love,
Friday, 27 November 2015
Thursday, 26 November 2015
Rak Kaset Saya: OST The King 2 Hearts
Dear Good Readers and Weirdos,
Barusan baca lagi tulisan-tulisan yang ada di blog ini.. Baru tersadar kalau saya punya label yang namanya "Rak Kaset Saya" yang isinya tentang lagu-lagu yang lagi sering saya dengarkan dan terakhir posting itu bulan Mei yang lalu tentang lagu Yovie and Nuno.. Wooow.. Lama banget.. Padahal lagu-lagu yang saya dengar sudah berkali-kali ganti, maklum hobi saya memang nyanyi..
Okay, saya akan ceritakan tentang lagu yang sedang sering saya dengar dan nyanyikan akhir-akhir ini. Kalau kalian mengikuti isi blog saya ini kalian akan menemukan post tentang Drama Korea ini linknya Ini Menurut Saya: Drama Korea | Our Life Journey, nah, karena tontonan saya drama Korea yang jadul otomatis lagu yang terngiang di telinga saya ya lagu drama Korea yang jadul itu. Kenapa lagu jadul bukan yang baru? Karena saya suka drama Korea yang jadul. Kenapa? Bisa ketemu jawabannya di link tentang drama Korea yang saya berikankan tadi..
Ada dua lagu dari satu drama yang ceritanya nancep banget di kepala saya, dua pemerannya juga lagi nancep banget diingatan. Drama ini bergenre action dan tetap romansa, tentang kerajaan di Korea Selatan. Yup, The King 2 Hearts. Dua Original Sound Track (OST) nya bikin saya bela-belain menghapal romanisasi korea yang tulisan dan pengucapannya sedikit berbeda.. Haaaaah.. Demi..
Yang pertama adalah Missing You Like Crazy yang dinyanyikan oleh Taeyeon nya Girls' Generation. Saya suka musik dan liriknya, ceritanya tentang seseorang yang merasa bertepuk sebelah tangan karena dia sendiri yang merindu tanpa balasan. Ini videonya..
Buat yang pingin tahu liriknya, Eko Eriyanah punya lirik lengkap mulai dari romanisasinya buat yang mau ikut nyanyi, buat yang pingin tau artinya dalam bahasa Inggris juga ada.. Buat yang udah jago baca Hangul juga ada tuh liriknya.. Lengkap pokoknya, klik link ini >> Eko Eriyanah
Yang kedua adalah First Love, dalam TK2H lagu ini dinyanyikan oleh salah satu pemainnya yang juga penyanyi aslinya yaitu Lee Yoon Ji disatu scene di episode 7 saat dia berdua dengan kepala pengawal kerajaan, Eun Shi Kyung yang diperankan oleh Jo Jung Suk, my favourite.
Ceritanya saat itu mereka sedang duduk di atas sebuah jembatan, kemudian Lee Jae Shin sang putri kerajaan menyanyikan lagu itu. Eun Shi Kyung mendengarkan sambil memandang wajah gadis itu, buat saya itu romantis, suka banget sama scene ini. Dan liriknya adalah tentang cinta pertama yang berawal dari sahabat. Waaah, tambah melting saya.. Ini videonya..
Lagu ini juga dinyanyiin lagi di salah satu scene dimana si Eun Shi Kyung dan Lee Jae shin berdua dengan kekakuan yang terjadi antara pengawal dan seorang putri kerajaan. Tapi kali ini yang menyanyikan adalah Eun Kyung, disitu saya baru sadar kalau suara Jo Jung Suk bagus banget.. Kalian boleh gak sependapat kok tapi buat saya suaranya benar-benar natural dan sepertinya take langsung disitu.. Entahlah..
Yang jelas suaranya itu yang bikin saya makin menghayati drama ini.. Sayangnya memang cuma awal lagu saja yang dinyanyikan karena setelah itu muncul lagi kekakuan diantara keduanya dalam scene itu.. Suka deh kisah cinta sejenis ini.. ^_^
Buat yang mau tau liriknya disini ya.. >>bbjack, di blog ini ada terjemahan dalam bahasa Indonesianya, bahasa Inggrisnya dan romanisasinya, minus Hangul..
Okay, jadi dua lagu itu tadi yang akhir-akhir ini bergema di telinga saya dan mengalun dari bibir saya, kadang keras kadang pelan.. Next kalau ada lagu lain lahi yang terngiang dikepala saya dan mengalun dibibir saya akan saya beri kabar.. Sekian..
Weird Love,
Barusan baca lagi tulisan-tulisan yang ada di blog ini.. Baru tersadar kalau saya punya label yang namanya "Rak Kaset Saya" yang isinya tentang lagu-lagu yang lagi sering saya dengarkan dan terakhir posting itu bulan Mei yang lalu tentang lagu Yovie and Nuno.. Wooow.. Lama banget.. Padahal lagu-lagu yang saya dengar sudah berkali-kali ganti, maklum hobi saya memang nyanyi..
Okay, saya akan ceritakan tentang lagu yang sedang sering saya dengar dan nyanyikan akhir-akhir ini. Kalau kalian mengikuti isi blog saya ini kalian akan menemukan post tentang Drama Korea ini linknya Ini Menurut Saya: Drama Korea | Our Life Journey, nah, karena tontonan saya drama Korea yang jadul otomatis lagu yang terngiang di telinga saya ya lagu drama Korea yang jadul itu. Kenapa lagu jadul bukan yang baru? Karena saya suka drama Korea yang jadul. Kenapa? Bisa ketemu jawabannya di link tentang drama Korea yang saya berikankan tadi..
Ada dua lagu dari satu drama yang ceritanya nancep banget di kepala saya, dua pemerannya juga lagi nancep banget diingatan. Drama ini bergenre action dan tetap romansa, tentang kerajaan di Korea Selatan. Yup, The King 2 Hearts. Dua Original Sound Track (OST) nya bikin saya bela-belain menghapal romanisasi korea yang tulisan dan pengucapannya sedikit berbeda.. Haaaaah.. Demi..
Yang pertama adalah Missing You Like Crazy yang dinyanyikan oleh Taeyeon nya Girls' Generation. Saya suka musik dan liriknya, ceritanya tentang seseorang yang merasa bertepuk sebelah tangan karena dia sendiri yang merindu tanpa balasan. Ini videonya..
Buat yang pingin tahu liriknya, Eko Eriyanah punya lirik lengkap mulai dari romanisasinya buat yang mau ikut nyanyi, buat yang pingin tau artinya dalam bahasa Inggris juga ada.. Buat yang udah jago baca Hangul juga ada tuh liriknya.. Lengkap pokoknya, klik link ini >> Eko Eriyanah
Yang kedua adalah First Love, dalam TK2H lagu ini dinyanyikan oleh salah satu pemainnya yang juga penyanyi aslinya yaitu Lee Yoon Ji disatu scene di episode 7 saat dia berdua dengan kepala pengawal kerajaan, Eun Shi Kyung yang diperankan oleh Jo Jung Suk, my favourite.
Ceritanya saat itu mereka sedang duduk di atas sebuah jembatan, kemudian Lee Jae Shin sang putri kerajaan menyanyikan lagu itu. Eun Shi Kyung mendengarkan sambil memandang wajah gadis itu, buat saya itu romantis, suka banget sama scene ini. Dan liriknya adalah tentang cinta pertama yang berawal dari sahabat. Waaah, tambah melting saya.. Ini videonya..
Lagu ini juga dinyanyiin lagi di salah satu scene dimana si Eun Shi Kyung dan Lee Jae shin berdua dengan kekakuan yang terjadi antara pengawal dan seorang putri kerajaan. Tapi kali ini yang menyanyikan adalah Eun Kyung, disitu saya baru sadar kalau suara Jo Jung Suk bagus banget.. Kalian boleh gak sependapat kok tapi buat saya suaranya benar-benar natural dan sepertinya take langsung disitu.. Entahlah..
Yang jelas suaranya itu yang bikin saya makin menghayati drama ini.. Sayangnya memang cuma awal lagu saja yang dinyanyikan karena setelah itu muncul lagi kekakuan diantara keduanya dalam scene itu.. Suka deh kisah cinta sejenis ini.. ^_^
Buat yang mau tau liriknya disini ya.. >>bbjack, di blog ini ada terjemahan dalam bahasa Indonesianya, bahasa Inggrisnya dan romanisasinya, minus Hangul..
Okay, jadi dua lagu itu tadi yang akhir-akhir ini bergema di telinga saya dan mengalun dari bibir saya, kadang keras kadang pelan.. Next kalau ada lagu lain lahi yang terngiang dikepala saya dan mengalun dibibir saya akan saya beri kabar.. Sekian..
Weird Love,
Wednesday, 25 November 2015
Ini Menurut Saya: Luwak White Coffee - Review | Our Life Journey
Dear good readers and weirdos,
Saya lagi rajin banget bikin review nih akhir-akhir ini, karena lagi melatih Se dengan lima indera. INFJ kan inferior di Se, jadi bikin panas kalo udah ada hubungannya sama Se. Setelah googling dan youtubing #apaansih saya nemu cara sederhana buat ngembangin Se dengan gak fokus pada Se tapi tetap ngikutin Ni dom kita, nah lho.. Penjelasan macam apa ini? Diposting lain deh jelasinnya yah.. Yang ini tentang LuWak White Coffee..
Saya gak dibayar ya guys buat bikin review ini, lagian siapa saya sampe Luwak White Coffee mau meng-endorse? Hahaha..
Ceritanya dimulai dari saya yang dulu suka banget kopi susu, tapi entah kenapa setelah jaman kuliah perut ini rasanya gak kuat nahan kopi, mungkin saking menyedihkannya kehidupan anak kuliah yang waktu makannya gak tentu dan lebih banyak makan materi kuliah #eaaa, jadi berkenalanlah saya dengan penyakit MAAG..
Penyakit ini bikin saya gak bisa bersentuhan lagi dengan yang namanya kopi.. Aaaah.. Si hitam manis.. Pernah suatu saat saking kangennya sama kopi saya nekat minum, gak banyak, cuma satu mug ukuran 500ml.. Hehehe.. Becanda, yang bener saya cuma minum satu sruputan dan efeknya.. Wooow.. Bikin saya guling-guling dikasur karena kesakitan..
Saya berobat kemana aja buat nyembuhin maag ini, mulai dari obat kimia, sampe obat-obatan herbal dan pijatan.. Sembuh, tapi tetap harus menghindari kopi.. Untung gak harus mengindari sambel, bisa hancur selera makan saya. Sampe akhirnya saya benar-benar anti sama yang namanya kopi..
Beberapa hari yang lalu saya ada projek pribadi buat bikin cerita tentang seorang penggemar kopi yang memaksa saya untuk googling buat cari tahu lebih banyak istilah-istilah perkopian karena saya awam sama hal itu tapi pingin banget cerita yang saya buat benar-benar nyata seolah saya sebagai penulis adalah kopiholik. Jadilah saya bertemu istilah-istilah di dunia perkopian dan jenis-jenis kopi.
Dari sini saya juga ketemu sama white coffee, baca punya baca white coffee adalah istilah untuk kopi yang sudah diolah sedemikian rupa dengan campuran krimer nabati yang biasanya jumlahnya lebih banyak dari kopinya yang otomatis aman bagi lambung. Woow..
Hasrat ingin minum kopi belum muncul saat itu, tapi ketika teringat solusi untuk mengembangkan Se adalah dengan melatih kelima indera termasuk didalamnya adalah indera pengecap maka saya memutuskan untuk mencoba minum kopi lagi.. Ya, white coffee. Pilihan saya jatuh pada Luwak White Coffee.. Entahlah kenapa Luwak White Coffee, mungkin memang sudah jodoh.. #NiModeOn
Awalnya ada rasa antara takut penyakit maag bakal kambuh lagi dan keinginan untuk break the fear untuk melatih Se. Dan pemenangnya adalah break the fear factor, saya bikinlah dua cangkir.. Satu untuk saya dan satu untuk suami.. Sakit sakit deh..
Sruput sekali kemudian berhenti sebentar.. Sambil melihat reaksi di perut.. Sruput dua kali, berhenti lagi, nunggu reaksi lagi.. Terus sampe beberapa kali dan masih belum ada reaksi dari perut.. Akhirnya saya minum sedikit-sedikit sampe habis dan.. Ajaiiib.. Gak ada reaksi apa-apa, bahkan sampai malamnya dan hari-hari berikutnya..
Sampai akhirnya pagi tadi saya pingin banget minum Luwak White Coffee tapi saya malas sarapan, maka saya jadikan percobaanlah perut saya pagi tadi, kalau gak gitu saya gak tau seberapa pengaruhnya ke lambung saya kalau gak didahului sarapan.. Saya buat dua cangkir lagi, sama seperti beberapa hari lalu satu buat saya dan satu buat suami. Saya sruput sampai hampir habis dan saya minum sisanya, sampai sekarang gak ada reaksi apapun..
Jadi kesimpulan yang bisa saya kasih adalah bahwa Luwak White Coffee recomended untuk orang-orang yang doyan kopi tapi punya masalah maag akut seperti saya, bahkan sebelum sarapan sekalipin, saat perut masih kosong. Rasanya enak di lidah, jadi akan terasa seperti ada selaput tipis yang tetinggal di lidah ketika menghabiskan satu tegukan, apalagi kalau menggunakan sendok, padahal jika dicari tak ada selaput sama sekali, mungkin itu adalah efek dari krimer yang komposisinya lebih banyak ketimbang kopinya.
Pelajaran yang bisa dipetik adalah cari tau sesuatu lebih dalam lagi, dan jangan takut untuk mencoba hal yang gak pernah kamu coba (selama itu hal yang tidak melanggar aturan dan norma) atau yang sudah gak pernah kamu lakukan lagi karena takut atau trauma terhadap suatu kejadian.. Tapi ada baiknya dicoba sedikit-sedikit dulu seperti apa yang saya lakukan terhadap Luwak White Coffee, jadi bisa tau Good Readers dan Weirdos cocok gak dengan kopi ini.. Begitu..
Sekian dulu, ya.. Tunggu postingan saya tentang Langkah-langkah mengembangkan Se inferior untuk INFJ dan mari kita coba bersama.. Thanks for stopping by and reading..
Weirds Love,
Saya lagi rajin banget bikin review nih akhir-akhir ini, karena lagi melatih Se dengan lima indera. INFJ kan inferior di Se, jadi bikin panas kalo udah ada hubungannya sama Se. Setelah googling dan youtubing #apaansih saya nemu cara sederhana buat ngembangin Se dengan gak fokus pada Se tapi tetap ngikutin Ni dom kita, nah lho.. Penjelasan macam apa ini? Diposting lain deh jelasinnya yah.. Yang ini tentang LuWak White Coffee..
Saya gak dibayar ya guys buat bikin review ini, lagian siapa saya sampe Luwak White Coffee mau meng-endorse? Hahaha..
Ceritanya dimulai dari saya yang dulu suka banget kopi susu, tapi entah kenapa setelah jaman kuliah perut ini rasanya gak kuat nahan kopi, mungkin saking menyedihkannya kehidupan anak kuliah yang waktu makannya gak tentu dan lebih banyak makan materi kuliah #eaaa, jadi berkenalanlah saya dengan penyakit MAAG..
Penyakit ini bikin saya gak bisa bersentuhan lagi dengan yang namanya kopi.. Aaaah.. Si hitam manis.. Pernah suatu saat saking kangennya sama kopi saya nekat minum, gak banyak, cuma satu mug ukuran 500ml.. Hehehe.. Becanda, yang bener saya cuma minum satu sruputan dan efeknya.. Wooow.. Bikin saya guling-guling dikasur karena kesakitan..
Saya berobat kemana aja buat nyembuhin maag ini, mulai dari obat kimia, sampe obat-obatan herbal dan pijatan.. Sembuh, tapi tetap harus menghindari kopi.. Untung gak harus mengindari sambel, bisa hancur selera makan saya. Sampe akhirnya saya benar-benar anti sama yang namanya kopi..
Beberapa hari yang lalu saya ada projek pribadi buat bikin cerita tentang seorang penggemar kopi yang memaksa saya untuk googling buat cari tahu lebih banyak istilah-istilah perkopian karena saya awam sama hal itu tapi pingin banget cerita yang saya buat benar-benar nyata seolah saya sebagai penulis adalah kopiholik. Jadilah saya bertemu istilah-istilah di dunia perkopian dan jenis-jenis kopi.
Dari sini saya juga ketemu sama white coffee, baca punya baca white coffee adalah istilah untuk kopi yang sudah diolah sedemikian rupa dengan campuran krimer nabati yang biasanya jumlahnya lebih banyak dari kopinya yang otomatis aman bagi lambung. Woow..
Hasrat ingin minum kopi belum muncul saat itu, tapi ketika teringat solusi untuk mengembangkan Se adalah dengan melatih kelima indera termasuk didalamnya adalah indera pengecap maka saya memutuskan untuk mencoba minum kopi lagi.. Ya, white coffee. Pilihan saya jatuh pada Luwak White Coffee.. Entahlah kenapa Luwak White Coffee, mungkin memang sudah jodoh.. #NiModeOn
Awalnya ada rasa antara takut penyakit maag bakal kambuh lagi dan keinginan untuk break the fear untuk melatih Se. Dan pemenangnya adalah break the fear factor, saya bikinlah dua cangkir.. Satu untuk saya dan satu untuk suami.. Sakit sakit deh..
Sruput sekali kemudian berhenti sebentar.. Sambil melihat reaksi di perut.. Sruput dua kali, berhenti lagi, nunggu reaksi lagi.. Terus sampe beberapa kali dan masih belum ada reaksi dari perut.. Akhirnya saya minum sedikit-sedikit sampe habis dan.. Ajaiiib.. Gak ada reaksi apa-apa, bahkan sampai malamnya dan hari-hari berikutnya..
Sampai akhirnya pagi tadi saya pingin banget minum Luwak White Coffee tapi saya malas sarapan, maka saya jadikan percobaanlah perut saya pagi tadi, kalau gak gitu saya gak tau seberapa pengaruhnya ke lambung saya kalau gak didahului sarapan.. Saya buat dua cangkir lagi, sama seperti beberapa hari lalu satu buat saya dan satu buat suami. Saya sruput sampai hampir habis dan saya minum sisanya, sampai sekarang gak ada reaksi apapun..
Jadi kesimpulan yang bisa saya kasih adalah bahwa Luwak White Coffee recomended untuk orang-orang yang doyan kopi tapi punya masalah maag akut seperti saya, bahkan sebelum sarapan sekalipin, saat perut masih kosong. Rasanya enak di lidah, jadi akan terasa seperti ada selaput tipis yang tetinggal di lidah ketika menghabiskan satu tegukan, apalagi kalau menggunakan sendok, padahal jika dicari tak ada selaput sama sekali, mungkin itu adalah efek dari krimer yang komposisinya lebih banyak ketimbang kopinya.
Pelajaran yang bisa dipetik adalah cari tau sesuatu lebih dalam lagi, dan jangan takut untuk mencoba hal yang gak pernah kamu coba (selama itu hal yang tidak melanggar aturan dan norma) atau yang sudah gak pernah kamu lakukan lagi karena takut atau trauma terhadap suatu kejadian.. Tapi ada baiknya dicoba sedikit-sedikit dulu seperti apa yang saya lakukan terhadap Luwak White Coffee, jadi bisa tau Good Readers dan Weirdos cocok gak dengan kopi ini.. Begitu..
Sekian dulu, ya.. Tunggu postingan saya tentang Langkah-langkah mengembangkan Se inferior untuk INFJ dan mari kita coba bersama.. Thanks for stopping by and reading..
Weirds Love,
Subscribe to:
Posts (Atom)
Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari
Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...
-
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Dear Weirdos, Hari ini adalah hari minggu yang berarti kemarin sore jam 6 Stereo main di Net TV , emang kenapa? Kali ini saya mau review s...
