Friday, 23 May 2025

Ketika Passion-mu Nggak Cuma Satu dan Susah Cari Niche Untuk Fokus: Mungkin Kamu Multipotentialite | Our Life Journey

Ketika Passion-mu Nggak Cuma Satu dan Susah Cari Niche Untuk Fokus: Mungkin Kamu Multipotentialite



Pernah nggak sih kamu merasa tertarik pada banyak hal dalam waktu bersamaan? Hari ini semangat nulis, besok pingin coba bikin video, lusa pingin buka bisnis makanan, dan minggu depan udah nyemplung di dunia parenting atau self-development. Rasanya semuanya menarik, semuanya penting, semuanya pengin dicoba. Tapi... kamu jadi bingung sendiri: "Aku ini maunya apa sih sebenarnya?"


Kalau kamu sering ada di fase itu, tenang. Bisa jadi kamu bukan “gagal fokus”, tapi justru seorang multipotentialite.




Apa Itu Multipotentialite?


Multipotentialite adalah sebutan untuk orang yang punya banyak minat di berbagai bidang. Mereka suka banget belajar hal baru, cepat nangkep ide, dan kadang merasa cepat bosan setelah “paham” satu hal karena otaknya udah siap eksplor hal baru lagi. Bukan karena nggak konsisten, tapi karena mereka memang punya “potensi ganda” yang nggak bisa disempitkan dalam satu label aja.


Ciri-Ciri Utama Multipotentialite:


Minat luas dan menyebar – Kamu bisa suka desain, nulis, psikologi, bisnis, bahkan dunia kuliner dalam waktu bersamaan.


Cepat belajar hal baru – Belajar jadi menyenangkan karena kamu benar-benar menikmati prosesnya.


Cepat bosan setelah ‘menguasai’ – Setelah merasa cukup ngerti, kamu terdorong untuk pindah ke hal lain.


Suka menggabungkan berbagai bidang – Kamu bisa nemu ide-ide unik dari hal-hal yang terlihat nggak nyambung.


Bingung mau pilih fokus – Semua tampak menarik, jadi memilih satu untuk jadi “niche utama” itu bikin galau.


Kenapa Ini Bukan Masalah?


Karena dunia butuh pemikir lintas bidang. Butuh penghubung, penjelajah, dan penggabung ide. Kamu bukan “terlalu banyak mau”, tapi kamu sedang berjalan di jalur yang unik, yang bisa membuka peluang lebih luas. Kamu nggak harus jadi satu hal aja. Justru kamu bisa menciptakan niche campuran yang hanya kamu yang bisa jalani.


Jadi, Harus Gimana?


Mulai dari mengenali semua potensi dan minatmu. Pilah yang paling kamu sukai dan bisa kamu eksplor untuk jangka panjang. Lalu, cari benang merahnya—tema besar yang bisa menaungi semuanya. Misalnya: belajar dan berkembang, cerita dan makna hidup, atau membantu orang lain lewat tulisan. Ini bisa jadi dasar untuk personal brand kamu—termasuk blog, konten, dan karya-karya lainnya.



Kalau passion-mu nggak cuma satu, jangan panik. Mungkin kamu cuma belum tahu cara menyatukan semuanya. Dan itu bukan kelemahan, tapi kekuatan.


Karena kamu bukan terlalu banyak mau, kamu cuma punya terlalu banyak potensi.

Thursday, 16 January 2025

Intuitive Writing: Cara Menulis Pakai Rasa, Bukan Logika

Intuitive Writing: Cara Menulis Pakai Rasa, Bukan Logika


Pernah nggak sih merasa stuck saat mau nulis? Atau bingung mau mulai nulis dari mana? Nah, ada teknik keren yang bisa bantu kamu nulis dengan lebih lepas dan santai. Namanya Intuitive Writing alias menulis pakai intuisi. Intinya, kamu tinggal menuangkan apa pun yang ada di kepala tanpa ribet mikirin aturan atau struktur.

Yuk, kita bahas lebih dalam sambil santai! Siapin minuman dan snack-nya biar lebih santai!


☆ Apa itu Intuitive Writing?

Intuitive Writing adalah cara nulis yang nggak ribet, lebih ngikutin alur pikiran dan perasaan kamu. Jadi, nggak perlu takut salah grammar atau struktur. Fokusnya adalah pada apa yang kamu rasain dan pengen tuangkan. Cocok banget buat kamu yang sering ngalamin writer's block atau pengen nemuin gaya nulis yang unik.


☆ Prinsip Dasar Intuitive Writing

1. Biarkan Mengalir

Nulis aja tanpa mikir. Jangan kebanyakan berhenti buat edit atau revisi. Tulisin dulu semuanya.

2. Tulis Apa yang Kamu Rasain

Koneksi sama emosi itu penting. Apa pun yang lagi kamu rasain, coba tuangkan ke tulisan. Semakin jujur, semakin keren hasilnya.

3. Bebas Topik dan Waktu

Nggak ada aturan. Kamu mau nulis tentang hujan, kenangan lama, atau resep masak nggak apa-apa. Bebasin pikiran kamu.

4. Cobain Teknik Free Writing

Ini seru! Set timer 10–15 menit, terus nulis tanpa henti. Jangan pikirin bagus atau nggaknya, yang penting lancar aja.

5. Percaya Diri Sama Intuisi

Intuisi kamu lebih tahu dari yang kamu kira. Jangan kebanyakan dianalisis, biarin semuanya mengalir.


☆ Manfaat Intuitive Writing

1. Bye-bye Writer’s Block

Nggak ada lagi momen bengong depan kertas kosong. Dengan teknik ini, ide bakal ngalir lebih gampang.

2. Creativity Booster

Kadang pikiran logis malah nahan ide keren. Intuitive Writing bantu kamu nemuin ide segar.

3. Self-Reflection & Healing

Nulis begini bisa jadi terapi lho. Cocok buat mengurai perasaan atau pengalaman yang mengganjal.

4. Gaya Nulis yang Unik

Kamu bisa nemuin “suara” khas kamu sebagai penulis. Gaya yang beda dari orang lain.

5. Menulis Jadi Menyenangkan

Nggak ada tekanan, nggak ada ekspektasi. Cuma kamu, kata-kata, dan kebebasan.


☆ Tips Simpel untuk Mulai Intuitive Writing

1. Cari Tempat Nyaman

Pilih waktu dan tempat yang bikin kamu rileks. Misalnya pagi hari sambil ngopi.

2. Siapkan Alat Favorit

Tulis di jurnal, laptop, atau bahkan aplikasi notes di HP. Apa pun yang bikin kamu nyaman.

3. Pasang Timer (Opsional)

Cobain tulis tanpa henti selama 10–15 menit. Kalau nggak pakai timer juga nggak apa-apa.

4. Mulai dengan Kata atau Frasa

Misalnya: “Hari ini aku ngerasa…”, atau “Kenapa ya, aku selalu…” Ini bantu kamu buat mulai lebih gampang.

5. Jangan Edit atau Kritik Tulisan

Biarkan semuanya keluar. Ngedit itu nanti aja, pas udah selesai.

6. Baca Ulang Pelan-pelan

Hasilnya nggak usah dihakimi. Nikmati proses dan refleksikan apa yang kamu tulis.


☆ Siapa yang Cocok Pakai Teknik Ini?

Penulis Fiksi

Mau bikin karakter lebih hidup? Nulis pakai intuisi bisa bantu kamu memahami emosi mereka.

Jurnalis atau Penulis Konten

Buat draft awal secara bebas, baru nanti edit supaya lebih rapi dan enak dibaca.

Terapi Menulis

Kalau lagi banyak pikiran atau emosi yang numpuk, teknik ini bisa jadi outlet buat lega.


Intinya, Intuitive Writing itu bikin nulis terasa lebih personal, menyenangkan, dan nggak ribet. Jadi, kalau kamu pengen eksplorasi sisi kreatif atau sekadar nulis tanpa beban, teknik ini layak banget dicoba. Selamat menulis!



Saturday, 1 July 2023

Bukan cuma Skripsi, Target Tahunanmu juga Perlu Direvisi! Ini 3 Langkah Mudahnya! | Our Life Journey

Bukan cuma Skripsi, Target Tahunanmu juga Perlu Direvisi! Ini 3 Langkah Mudahnya!


Sudah pertengahan tahun 2023, nih. Buat kamu yang suka menulis planner dan mulai belajar produktif, saat inilah waktunya untuk me-review dan me-revisi goals-mu. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk melihat kembali apa saja targetmu, apa saja yang tercapai, apa yang masih belum, habit mana yang bisa dilanjutkan dan mana yang bikin kamu overwhelmed karena ternyata ritmenya terlalu cepat dan terburu-buru. Atau mungkin ada yang perlu di akselerasi karena ternyata kamu mampu menyelesaikannya dengan mudah.

Bingung mau mulai dari mana? Yuuk cek langkah-langkah berikut:


1. Buka Catatan Goals 2023-mu

Langkah awal yang harus kamu lakukan adalah membuka kembali catatan target tahun 2023 yang sudah kamu tulis akhir tahun lalu. Dari situ kamu bisa tahu, sudah berada di mana kamu saat ini. Dari situ kamu bisa me-refresh kembali ingatanmu tentang target-targetmu dari awal hingga pertengahan tahun.

Kalau kamu baru mulai mencoba produktif dan nggak punya catatan target, ada baiknya kamu mampir dulu ke postingan saya yang ini >>> 12 Cara Merencanakan Tahun Terbaikmu!


2. Review, Revisi dan Buat Catatan

Langkah kedua, review semua target yang sudah kamu buat untuk awal tahun hingga pertengahan tahun ini. Refleksikan dengan kenyataan yang terjadi, lalu buat catatan tentang:


- Goals/target/habit mana yang tercapai

- Goals/target/habit mana yang belum tercapai

- Goals/target/habit mana yang masih in-progress

- Goals/target/habit mana yang masih on track

- Goals/target/habit mana yang ternyata sudah mulai keluar dari track

- Goals/target/habit mana yang temponya terlalu cepat/sulit dicapai/harus dikeluarkan dari target atau mungkin dipindahkan ke target tahun depan

- Goals/target/habit mana yang harus dipercepat karena ternyata kamu bisa menyelesaikannya dengan mudah

Kamu bisa menambahkan guide line lain jika diperlukan.


3. Kerjakan

Langkah terpenting dari semua langkah yang sudah kamu lakukan di atas adalah: Kerjakan! Kerjakan semua hasil revisi goals, target atau habit yang sudah kamu buat.


Kalau kamu rajin, tiga langkah di atas tidak cuma bisa kamu terapkan untuk goals tahunan. Kamu bisa melakukan langkah-langkah yang sama untuk goals bulanan, bahkan tiap pekan. Itu kalau kamu rajin.

Selamat berjuang, para Pejuang Produktifitas!

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...