Thursday, 4 June 2026

Bagaimana Jika Hidup yang Kita Jalani Bukan Hidup yang Sebenarnya?

Terlibat obrolan dengan seseorang yang saya sayangi dan beberapa teman kami, membahas banyak hal hingga entah bagaimana pikiranku terhubung pada satu benang merah yang sama. Tanpa sadar, bibir ini mulai berkata, “Aku teringat ucapan seorang public figure bahwa hidup yang kita jalani ini bukan hidup yang sebenarnya….”

Kalimat itu terus mengalir. Mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, tetapi semakin dipikirkan, semakin terasa masuk akal. Persis seperti yang tertulis dalam surat Al-An'am ayat 32 dan Al-Ankabut ayat 64, bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau belaka.

Saya lalu teringat obrolan Ustadz Felix Siauw dan teman-temannya di Escape tentang bagaimana kehidupan di dunia ini ibarat kita sedang berada di dalam sebuah console game. Kita tidak bisa memaksakan pengetahuan kita—sepintar apa pun kita—sebagai makhluk “dimensi dalam console game” yang serba terbatas, untuk memahami dimensi Allah yang Maha Segalanya.



Tiba-tiba, seperti ada spiritual awakening dalam diri yang berbisik: kalau begitu, mungkin yang perlu kita lakukan setiap hari adalah menyadari bahwa kita hanyalah makhluk di dalam “permainan” ini, sementara jiwa dalam diri kitalah yang sesungguhnya nyata. Dunia kita yang sebenarnya bukanlah dunia ini, melainkan akhirat. Kita hanya sedang menjalani permainan dengan segala tantangan dan rintangannya.

Saat masalah datang, mungkin kita hanya perlu “keluar sejenak”, lalu mengamati. Mengamati keadaan, mengamati diri sendiri, mengamati cara pikiran dan perasaan bekerja.



Tak lama setelah itu, sebuah video tentang Meta Cognition melintas di berandaku—tentang bagaimana seseorang mencoba keluar dari dirinya sendiri untuk mengamati dirinya. Semua ini mungkin terdengar seperti kebetulan. Namun bagiku, tidak ada yang benar-benar kebetulan di dunia ini. Mungkin Allah sedang ingin menyampaikan sesuatu kepadaku.

Mungkin sudah waktunya untuk belajar melakukan observasi diri, inti dari meta cognition itu sendiri.

Thanks for reading.

[Jika kamu suka tulisan perenungan mendalam seperti di atas, kamu bisa baca: My Spiritual Awakening Stories]

No comments:

Post a Comment

Bagaimana Jika Hidup yang Kita Jalani Bukan Hidup yang Sebenarnya?

Terlibat obrolan dengan seseorang yang saya sayangi dan beberapa teman kami, membahas banyak hal hingga entah bagaimana pikiranku terhubung ...