Monday, 15 June 2026

Barangkali Kita Sama-sama Sedang Berjuang

Ada sesuatu yang tiba-tiba terlintas di kepala saya. Tentang ekonomi, kehidupan, dan perjuangan yang diam-diam sedang dipikul banyak orang. Tentang alasan mengapa belakangan ini saya mulai lebih mudah melunak ketika seseorang datang mendekat.

Semuanya berawal ketika saya mengamati lalu lalang pedagang di depan warung Adzaib Delight. Ada yang menawarkan dagangan, ada pengamen yang singgah sebentar, lalu melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya.

Entah kenapa pemandangan itu mengingatkan saya pada sebuah judul drama yang bahkan belum pernah saya tonton*: We Are All Trying Here.

Dan tiba-tiba saya merasa kalimat itu begitu pas.

Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, rasanya kita semua memang sedang berusaha. Pedagang, pengamen, pekerja kantoran, pemilik usaha kecil, bahkan mungkin pimpinan perusahaan yang sedang memikirkan cara agar usahanya tetap bertahan. Masing-masing sedang membawa bebannya sendiri. Masing-masing sedang berusaha menyambung hari.

Lalu saya bertanya pada diri sendiri: mengapa harus begitu pelit untuk berbagi? Mengapa harus menggenggam apa yang kita miliki terlalu erat?

Bukankah roda kehidupan ini bergerak karena kita saling menguatkan?

Sejak saat itu, setiap kali seorang pengamen datang, saya tidak lagi langsung berpikir untuk sekadar melambaikan tangan dan mempersilahkannya pergi. Saya mulai berpikir bahwa mungkin kami berada di perahu yang sama. Dengan bentuk perjuangan yang berbeda, tetapi tujuan yang serupa: bertahan hidup, menjaga harapan, dan tetap waras menghadapi dunia.

Karena pada akhirnya, we are all trying here.

Kita semua sedang berusaha.


Update tanggal 19 Juni:

*Saya baru saja menghabiskan 11 dari 12 episodenya kemarin

No comments:

Post a Comment

Drama yang Tidak Sibuk Membuat Tokohnya Terlihat Keren

Sejujurnya saya menonton drama We Are All Trying Here ini karena post Barangkali Kita Sama-sama Sedang Berjuang yang saya baca lagi bebera...