Sunday, 2 February 2014

Gambar-gambar Kami: Anak-anak Kecil - Iyok & Kiki

Dear Friends,

Minggu pagi lagi gak ngapa2in.. Suami lagi tidur.. Cucian piring nimbun.. Tapi sudahlah.. Santai dlu aja.. :D

Kemaren suami habis bersih-bersih foto yang ada di hape-nya.. Daripada dibuang mending saya kumpulin tuh buat di-publish disini.. hitung-hitung nyimpen kenangan.. #ceile

Saya bagi berdasarkan kenangannya masing-masing ya..

Untuk yang ini kejadiannya waktu kumpul bocah.. Iyok (Satrio) & Kiki (Rezky), these two boys are really amazing.. Iyok was born with different ability and he is calm while Kiki was born with normal body and.. he is so active.. (di-posting yang InsyaAllah saya terangkan detail tentang pribadi mereka masing-masing, because for me KIDS are really interesting to be observed.. :D)


(Well, sebenarnya dua-duanya file video tapi entah kenapa mereka jadi file .jpeg, saatnya untuk berkata, "Ya sudah lah" #denganGayaDemianAdityaWaktuBilang,"Sempurna")

Gambarnya gak begitu jelas karena memang kamera yang dipake kamera VGA, hihihihi.. Jadul banget ya.. :D Tapi It's okay.. Daripada foto dihapus gitu aja..

Nah, Gambar diatas ceritanya mereka lagi guyon sama ibu dan saya.. Kiky yang super jail ngerudungin Iyok dengan kerudung Ibu. Tuh.. Foto sebelah kanan ceritanya mereka jadi barongsai.. Ada ada aja.. Nah foto yang kiri Kiki sedang bikin hijab tutorial.. Modelnya Iyok.. Gayanya Turban Berekor.. LOL

  

                     
                                                     
Ada ada aja tingkah mereka berdua.. Coba friends bisa liat mereka LIVE, pasti ikut ketawa.. :D

Come to my house then to meet them..
^_^



Wednesday, 4 December 2013

Curhat Sedih Saya: I need to do such effort to get them

Morning Guys,

This is the first note of this month, December.. I was waiting for something that I don't know what it is these days. Feels like being haunted by a feeling of sadness and yes, It comes..

As everyone around the world knows we have been married for more than a year, but until now there was no sign of pregnancy :'( To be honest as a woman I really want to feel that.. People surrounding always ask me about that, that is really suck.. Sometimes my eyes are like a full water tank, then I force myself to think about other things and it works..

But this morning I really cannot handle the tears. Well, no one ask me question about anything but that blood shows everything.. I was waiting anxiously coz I feel something different to my stomach since two weeks ago, I usually get the sign of period a week before the day, I didn't think that these was the sign of period, coz it's just too long.. But then I realize that those wasn't my prediction..

Huft.. I was sad, I was disappointed, I cried.. I was flashing back my memories when I was young.. I can still remember how I always struggle in getting things I want, I always say "no-no it's okay I don't need that" while actually I really like it, I was saying "maybe later" though I know I really need that, my life was not smooth since the very early age.. I mean I have a very beautiful life but I often get something more difficult than others, later than other, I have to struggle more than other do..

When I was teenager, I still remember how difficult it was to be me, in a love life, in social life.. Well, I am one of those talented and diligent girl but it was always difficult to have a boy I love.. I ever thought that there was no guy loving me sincerely coz I'm not that pretty, I'm even ugly.. Until I met my boyfriend (now my hubby)..

It didn't stop there, life brought another storm.. My parents showed a signal they don't like him.. I knew he was jobless and I knew he drunk alcohol.. Then he started to stop drinking and he can.. He tried his best to looked for a job and he got one though we needed to live in different island.. It was a year after he worked the Tsunami hit Padang, he came back here but again jobless.. Thank to God it didn't take too long to get a new job..

My parents were started giving me permission to be with him, other problems came..

Well yeah, finally we are married now.. And another problem come.. "When will we have at least a child, God?" Then I remember my own quotes I made on my facebook:

Some people get things way too easy
I need to do such effort to get them
First I thought it was unfair
It's kind of tiring
Why me not others but
Then I realize God knows I am strong enough to face it
I have the good ability to keep the pain somewhere in my heart
I am able to struggle until I get it
So now I am re-leaved

And now I am re-leaved..


Tuesday, 2 July 2013

Ini Menurut Saya: Rich Guess Poor Guess

When a rich guest come to the house, I will serve him well.. Only 'well'.. 
When a poor one come, I will serve him best.. Very best..
That's my motto.. No excuse..

Kalimat di atas adalah salah satu quote yang saya tulis di FB, pingin sedikit membahas tentang poor guest dan rich guest diposting kali ini. Ada komen yang menggelitik yang bikin saya merasa harus menulis postingan ini di blog saya. #lirik Zula


Begini kira-kira komen Ajoule (panggilan akrab Zula #sokakrab) "semacam diskriminasi itu mah,miss" (dia murid saya jadi panggilan akrab dia ke saya ya miss #Ajoulesokakrab :p) setelah komen itu saya jawab, dia komen lagi (seneng deh ada yang bikin komen di postingan makin panjang :D) "kalo gitu aku kerumah miss sebagai org miskin ajah" (diiih.. apaan sih Ajoule..)


Komen lain yang gak kalah menggelitik datang dari teman saya yang lain, "kalo aku yg datang, aku bakal diperlakukan seperti apa?" hhhm..


Okay, itu sedikit alasan yang membuat saya merasa saya harus menulis postingan ini. Disamping itu masih ada alasan-alasan lain.


Okay, ini bukan diskriminasi. Bukan membeda-bedakan antara orang kaya atau orang miskin. Sebenarnya pun kata 'orang kaya' dan 'orang miskin' hanya untuk membuat pembedanya terasa jelas. Selama ini dikepala masyarakat kebanyakan bumi Indonesia tercinta ini 'Orang kaya pasti selalu di atas' dan 'orang miskin selalu di bawah'. Orang kaya harus selalu disanjung, dipuja, dielu-elukan, bla bla bla.. seburuk apapun dia, dan orang miskin harus selalu merendah dihadapan orang kaya, bahkan kadang harga diri pun diserahkan hanya demi menyanjung dan memuja si kaya.


Ketika orang kaya datang kerumah kita, coba apa yang kebanyakan dilakukan? Mempersiapkan segalanya, membersihkan rumah, menyediakan jamuan-jamuan yang 'pantas', yang lebih ekstrim lagi kadang rela 'ngutang' demi memberikan yang terbaik kepada si orang kaya. Membersihkan rumah masih okay lah bagi saya. Menyediakan jamuan-jamuan, okay.. Tapi pasti selalu diikuti kata 'pantas' , ditahap ini mereka sudah mulai memaksakan diri. Menyiapkan ikan goreng semisal, untuk makan si kaya beserta keluarganya, makanan yang selama ini untuk diri sendiri maupun anak sendiri saja jarang dikonsumsi.


Tahap berikutnya adalah melakukan apapun demi kenyamanan si kaya, kalau sudah kepepet apa lagi selain 'ngutang'. Betul tidak? (pake gaya Aa Gym) Bukan bermaksud apa-apa tapi saya cuma ingin mengingatkan. Kemudian wajah dibuat semanis mungkin, bibir kiri dan kanan ditarik masing masing sekitar 3 cm.. (Busyet.. Lebar amat..), sampe kadang bikin kepala pusing dan kaku dibuatnya. Setiap jawaban yang keluar dari mulut hanya 'iya' 'iya' dan 'iya'. Untuk sekedar berbicara pun semua serba harus diatur. 'Takut salah bertingkah' katanya.. Huufftt.. #ngelapkeringatsambilngelusdada entah apa yang ada dipikiran mereka.


Kita putar haluan, ketika orang miskin yang datang kerumah kita, coba apa yang dilakukan dan terlintas dalam pikiran? 'Aah, biar saja. Rumah dia gak kalah hancur dengan rumah ini' begitu kira-kira kalau soal kebersihan. 'Aah, makan ini aja udah bagus buat mereka' di meja ada tempe dan tahu. Ketika mereka mulai berbicara mulailah penerima tamu membangga-banggakan diri sendiri dan merendahkan orang lain. huft.. #tepokjidat


Entah apa yang ada dipikiran mereka, mendewa-dewakan orang kaya dan merendahkan serta meremehkan orang miskin yang datang ketempat mereka..


Bagi saya, setiap orang yang berkunjung harus diperlakukan dengan BAIK dan SEWAJARNYA. Tidak perlu sampai harus memaksakan dan merendahkan diri untuk memperoleh simpati, sebesar apapun yang sudah dilakukan pada kita, seperti meminjami uang, mengajak kita berjalan-jalan, dengan perasaan takut kalau tidak melakukan hal yang dapat memperoleh simpati kelak kita tidak akan dipinjami uang lagi ataupun tidak diajak berjalan-jalan lagi. Sewajarnya saja lah, tidak usah merasa seperti hutang budi yang teramat besar.


Jika anda yang berada di posisi si kaya, apa anda mengharap perlakuan seperti DEWA terhadap anda? Saya rasa tidak. Adalah kewajiban si kaya untuk membagi rezekinya kepada si miskin, karena rezeki yang ia terima adalah dari Allah. Jika ingin menunjukkan rasa terimakasih, tunjukan sewajarnya. Berterimakasih lah yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT.


Uraian diatas adalah sudut pandang saya, paparan dari kacamata saya. Entah bagaimana dari kacamata anda..

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...