Monday, 19 May 2014

Gambar-gambar Kami: Kami dan Banyuwangi

 Grajagan Beach
(do I write it wrong?)

It was in the month of December we went there.. There was me, my hubby, his brother and sister in law and their two kids, and his mother..
Actually my mom wanted to join but she and Dad had other things to deal with..

As everyone knows it was the month of rain.. It wasn't the first time we went to Banyuwangi in rainy season.. The first time we went there we didn't even go anywhere, but still I am okay because I am not the kind of person who likes to go out as often.. It doesn't mean I don't like to go outside to have a refreshment, I love doing that.. But as I stated before I am not the kind of person who likes to go out as often.. I went outside only when I need to do that and when I have to do that.. :D Yeah you can call me whatever you want but that is me..

The last time we went there it was just almost the same, actually the family planned to go to some places, tourism object. In the morning it wasn't rain at all.. The skies were so blue showing that it was time to go out.. Yes, we went out.. We went to Grajagan Beach.. It is a nice beach with nice scenery but it is not so clean just like most beaches in Indonesia..

Menurut informasi yang saya terima dari saudara saya yang tinggal di kota ini, laut ini merupakan muara dari sebuah sungai.. Dan setelah saya sampai memang benar, ada aliran air yang lumayan besar yang bermuara di pantai ini..

Kebetulan siang itu laut sedang surut, sehingga kami bahkan bisa melihat dasar dari sungai dan menyeberanginya.. Di seberang banyak kapal nelayan yang sedang dilabuhkan di atas pasir..

Belum lama disana, air mulai turun dari langit. Kami berlari menyeberang sungai untuk kembali ke tempat kami semula. Untung hanya gerimis..

Ini foto-foto lainnya:



Ini sungai yang saya bilang tadi:

Ini tempat nelayan melabuhkan kapalnya:







Note: I wrote this in January but sadly have just had a chance to publish it now.. Sorry..










Sunday, 18 May 2014

Cerita Sedikit: Catatan Minggu Pagi

Selamat hari Minggu pagi penggemar :P #DemamDodit

Semakin beragam saja orang-orang yang menyempatkan diri datang ke blog ini walau cuma nengok dan gak meninggalkan jejak.. Tapi saya senang, itu berarti saya punya kesempatan dapat teman lebih banyak..

Boleh jadi kedepannya saya akan buat blog ini dengan berbagai bahasa.. Isinya? Sama aja lah.. :P Gapapa yang penting yang datang bisa baca cerita yang ingin dia baca bukan cuma yang bisa dia baca.. Baiklah itu tekad saya kedepannya #ApaanSih

Gak ada yang special minggu pagi ini jadi ya begitu saja kabar dari saya..

Sampai jumpa lagi penggemar,
La Reine Chanson

Saturday, 17 May 2014

Mr. & Mrs. Bahagia: Pacar Lima Langkah

Kali ini saya mau cerita tentang mantan pacar saya yang sekarang sudah jadi suami saya.. :D

Bapak saya adalah pensiunan salah satu BUMN, hal itulah yang membuat kami hidup berpindah-pindah dulu saat bapak masih dinas, semacam nomaden.. Bapak ditempatkan di berbagai kota di negeri ini, mulai dari Jayapura, Bandung, Tanjung Pinang, Sidoarjo, terakhir Surabaya. Banyak cerita yang saya dapat dari hidup berpindah itu, banyak teman walaupun gak sampai terlalu akrab. Banyak kenal banyak orang dan karakter yang membuat saya banyak belajar.

Saat masih diluar Jawa tidak setiap tahun kami pulang untuk berlebaran bersama sanak famili, tapi bukan berarti kami tidak pulang sama sekali ke Jawa. Orang tua bapak asli Gombong, Jawa Tengah, tapi karena sejak lahir sampai dewasa bapak di Bandung jadi logat bicaranya Sunda sekali. Ibu asli Malang, Jawa Timur, lahir dan besar di kota ini. Kota ini juga yang mempertemukan mereka berdua, juga kami berdua, saya dan suami.

Setiap kali pulang ke Malang selalu ada waktu bersenda gurau dengan saudara-saudara bahkan tetangga depan rumah Mbah saya yang sudah kami kenal sedari dulu. Saya akrab dengan semua putra-putra bu Utrik, nama tetangga depan rumah Mbah saya. Putra-putra karena memang anaknya laki-laki semua. Saya kenal satu per satu dari mereka, terutama anak ketiganya, kami biasa menyebutnya Kunthil.. Entah bagaimana sejarah nama itu bisa melekat di dia tapi kami memang punya nama-nama panggilan. Dulu saya di panggil 'Ting', kependekan dari keriting, karena rambut saya memang keriting, kribo lebih tepatnya. Untung mereka gak manggil saya kribo.. :P

Saya hafal betul bahwa ibu Utrik punya enam orang anak lelaki, tapi sungguh yang saya kenal hanya lima. Terkadang saya cari-cari mana anak yang ke-enam tapi tetap tak ketemu, sampai-sampai saya pernah bertanya pada ibu saya tentang hal ini. Ibu bilang, "Ada.. Kamu aja yang gak tau..", "Anaknya itu cuma lima, Bu", jawab saya, "Enam.. Kok ngotot", begitu kira-kira perbincangan saya dengan ibu, tapi ya cuma sebatas itu. Tidak ada niat untuk cari tahu dan sebagainya. Ketika SMP kelas 1 pun, saat saya bersekolah di Malang saya sama sekali tidak tahu anak ke-enam itu. Misteri sekali saudara.. :D

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di Malang.. Dan akhirnya saya kenal dia.. Awalnya mungkin sama dengan anak gadis lain ketika melihat wajahnya, terpukau.. Orangnya cakep memang.. Bahkan ketika semua EastSix berkumpul di rumah Mbah untuk mengikuti tes masuk kuliah di Malang pun terpukau melihat dia, "Eeeeeh.. Ada cowok.. Ada cowok..", "Cakep ya..", "Manis..", kata mereka. Saya yang merasa banyak saingan akhirnya berkata, "Ooh yang itu, itu anak ibu depan rumah..", sambil berkata tanpa ekspresi, dalam hati saya sungguh-sungguh berkata, "Huuh, anak ganteng kayak gitu pasti banyak yang suka.. Dia gak kekurangan kasih sayang.. Aku gak mau ikut-ikut suka dia.."

Kata-kata itu rupanya jadi bumerang buat saya.. Waktu terus berjalan, pribahasa jawa benar-benar terjadi, 'witing tresno jalaran soko kulino', dan saya mulai jatuh cinta sama dia. Kami mulai dekat, mulai saling mengirimkan sinyal dan.. Mulai berpacaran.. Pacar lima langkah.. Bahkan kalau kalian melangkah dengan langkah sedikit lebar tidak akan sampai lima langkah.. Mungkin tiga langkah cukup.. :D

I love him and he loves me, too..

We meant to be.. September 7th, 2009

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...