Saya datang lagi setelah hampir 2 bulan tidak menulis disini. Sedang ada banyak kegiatan yang menyita waktu dan tenaga serta pikiran. Sama seperti biasa, saya tidak sedang benar-benar berhenti menulis karena di media lain saya masih menulis. Menulis apa saja? Dan kegiatan lain apa saja? Akan saya tuliskan di lain kesempatan.
Saat ini saya sedang ingin bersih-bersih blog, nih. Ingin mencoba memilah-milah tulisan mana saja yang masih bisa dipertahankan di blog ini dan mana yang harus dibuatkan 'rumah baru' karena sudah semakin banyak tulisan tentang topik serupa yang sebaiknya memang punya rumah sendiri. Biar nggak uyel-uyelan disini.
Kenapa tiba-tiba?
Sebenarnya gak tiba-tiba juga sih. Seperti yang kalian tahu topik seperti puisi sudah saya buatkan 'rumah sendiri' (walau masih ada saja puisi-puisi yang nyelinap disini.. Kalau disini lebih anget, Mak, katanya.. Hehehe..), tapi kali ini lebih semangat merapikan mereka semua karena habis baca tulisan mbak Carra (Seleblog kenamaan itu.. Sukaaak banget sama tulisan-tulisan beliau) tentang niche.
What? Sudah selama ini ngeblog baru tau niche sekarang?
Tau sih sudah lama ya.. (ngeles) tapi ngeh-nya baru sekarang..
Lemot!?
Terserah deh mau bilang apa yang jelas saya lagi semangat-semangatnya bersih-bersih blog. Semoga bisa lebih spesifik dan bermanfaat. Aamiinin yah.. Aamiin...
Sunday, 11 November 2018
Tuesday, 25 September 2018
Parenting: Mengenal 9 Kecerdasan Anak | Our Life Journey
Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah, menghadapi dan menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap suatu situasi, dan kemampuan belajar seseorang. Kecerdasan anak berbeda-beda, sudahkah Bunda mengenal macam-macamnya?
Menurut Howard Gardner, pakar pendidikan dari Universitas Harvard, lingkup kemampuan manusia dibagi dalam 9 kecerdasan:
1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan dalam bidan kebahasaan, Bun, baik verbal maupun tulisan. Kecerdasan ini dapat terlihat dari kecakapan anak berbicara dan mencerna kata-kata.
2. Kecerdasan Matematis - Logis
Kecerdasan matematis - logis adalah kecerdasan dalam bidang sains. Terlihat dari ketertarikan anak terhadap angka-angka.
3. Kecerdasan Spasial
Kecerdasan spasial adalah kemampuan memvisualisasikan gambar dalam bentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi, Bun. Anak-anak dengan kecerdasan spasial yang menonjol biasanya tertarik pada gambar, puzzle dan balok susun.
4. Kecerdasan Kinestetis - Jasmani
Kecerdasan kinestetis - jasmani adalah kecerdasan dalam bidang olahraga dan segala hal yang memerlukan gerakan tubuh.
5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal barangkali lebih mudah dikenali dari kecerdasan lain. Anak dengan kecerdasan musikal suka sekali menyanyi dan anggota tubuhnya seringnya menari tiap kali mendengar alunan musik.
6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Anak dengan kecerdasan interpersonal yang menonjol lebih menyukai bermain bersama banyak teman dibanding sendiri.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Berbeda dengan kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan anak mengenal dirinya. Anak-anak dengan kemampuan intrapersonal yang menonjol umumnya lebih suka bermain sendiri.
8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan anak mengenal alam. Anak-anak dengan kecerdasan naturalis yang menonjol menyukai binatang, tumbuh-tumbuhan dan peduli pada lingkungan.
9. Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan eksistensial adalah kemampuan memahami berbagai hal yang terdapat dalam kehidupan. Anak-anak dengan kecerdasan eksistensial biasanya lebih peka dengan rasa empati tinggi yang mampu membuatnya memahami kehidupan disekitarnya.
Setiap anak memiliki keunggulan masing-masing, begitu juga dalam hal kecerdasan. Maka mengenali kecerdasan anak sejak dini itu sangat penting ya, Bun!
Psst..! Sudah punya buku-buku koleksi Lemari Buku Rani? Intip dibawah ya, Bun..
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Menurut Howard Gardner, pakar pendidikan dari Universitas Harvard, lingkup kemampuan manusia dibagi dalam 9 kecerdasan:
1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan dalam bidan kebahasaan, Bun, baik verbal maupun tulisan. Kecerdasan ini dapat terlihat dari kecakapan anak berbicara dan mencerna kata-kata.
Kecerdasan matematis - logis adalah kecerdasan dalam bidang sains. Terlihat dari ketertarikan anak terhadap angka-angka.
Kecerdasan spasial adalah kemampuan memvisualisasikan gambar dalam bentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi, Bun. Anak-anak dengan kecerdasan spasial yang menonjol biasanya tertarik pada gambar, puzzle dan balok susun.
Kecerdasan kinestetis - jasmani adalah kecerdasan dalam bidang olahraga dan segala hal yang memerlukan gerakan tubuh.
5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal barangkali lebih mudah dikenali dari kecerdasan lain. Anak dengan kecerdasan musikal suka sekali menyanyi dan anggota tubuhnya seringnya menari tiap kali mendengar alunan musik.
6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Anak dengan kecerdasan interpersonal yang menonjol lebih menyukai bermain bersama banyak teman dibanding sendiri.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Berbeda dengan kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan anak mengenal dirinya. Anak-anak dengan kemampuan intrapersonal yang menonjol umumnya lebih suka bermain sendiri.
8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan anak mengenal alam. Anak-anak dengan kecerdasan naturalis yang menonjol menyukai binatang, tumbuh-tumbuhan dan peduli pada lingkungan.
9. Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan eksistensial adalah kemampuan memahami berbagai hal yang terdapat dalam kehidupan. Anak-anak dengan kecerdasan eksistensial biasanya lebih peka dengan rasa empati tinggi yang mampu membuatnya memahami kehidupan disekitarnya.
Setiap anak memiliki keunggulan masing-masing, begitu juga dalam hal kecerdasan. Maka mengenali kecerdasan anak sejak dini itu sangat penting ya, Bun!
Psst..! Sudah punya buku-buku koleksi Lemari Buku Rani? Intip dibawah ya, Bun..
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Sunday, 23 September 2018
Pernikahan | Our Life Journey
Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral, sebuah perjanjian antara seorang hamba dengan sang Kholiq. Setiap orang mendamba ketenangan jiwa dan raga dalam hidupnya, dan pernikahan adalah solusinya.
Pernikahan layaknya sebuah perusahaan sederhana yang memiliki sistem didalamnya, harus ada peran dan kontribusi dari masing-masing anggotanya. Ketidaksesuaian posisi dengan kecakapan dapat merusak sistem yang berujung pada ketidakstabilan jalan pernikahan.
Suami dan istri wajib sadar posisi dan kewajiban masing-masing. Istri harus mengerti 1001 Kewajiban Istri, suamipun harus memahami 1001 Kewajiban Suami. Namun terkadang ada saja yang merasa sudah melaksanakan segala kewajiban namun rumah tangganya tetap saja berjalan tak menyenangkan.
Yang kemudian perlu ditanyakan pada masing-masing individu dalam rumah tangga tersebut adalah sudah baguskah komunikasi diantar anggotanya? Masih adakah ego terselip disana? Sudah adakah rasa saling menghargai disana? Dan yang tak kalah penting, sudahkan setiap anggota menjaga kemesraan didalamnya?
Bukankah Rasulullah junjungan kita mencontohkan bagaimana cara Agar Mesra Sepanjang Masa, seperti ketika beliau berlomba lari dengan istri beliau, ketika beliau mandi bersama istri beliau, ketika beliau membantu pekerjaan istri beliau, ketika beliau memanggil dengan panggilan mesra dan ketika beliau mencium istri beliau.
Perlu juga kiranya mengingat kembali perjalanan dan perjuangan cinta suami bersama istri. Ketika masing-masing dengan khusyuknya berdoa, "Ya Allah, Izinkan Kami Menikah".
Jika perlu, napak tilaslah ke tempat pertama berkencan! Pasti seru!
Pernikahan layaknya sebuah perusahaan sederhana yang memiliki sistem didalamnya, harus ada peran dan kontribusi dari masing-masing anggotanya. Ketidaksesuaian posisi dengan kecakapan dapat merusak sistem yang berujung pada ketidakstabilan jalan pernikahan.
Suami dan istri wajib sadar posisi dan kewajiban masing-masing. Istri harus mengerti 1001 Kewajiban Istri, suamipun harus memahami 1001 Kewajiban Suami. Namun terkadang ada saja yang merasa sudah melaksanakan segala kewajiban namun rumah tangganya tetap saja berjalan tak menyenangkan.
Yang kemudian perlu ditanyakan pada masing-masing individu dalam rumah tangga tersebut adalah sudah baguskah komunikasi diantar anggotanya? Masih adakah ego terselip disana? Sudah adakah rasa saling menghargai disana? Dan yang tak kalah penting, sudahkan setiap anggota menjaga kemesraan didalamnya?
Bukankah Rasulullah junjungan kita mencontohkan bagaimana cara Agar Mesra Sepanjang Masa, seperti ketika beliau berlomba lari dengan istri beliau, ketika beliau mandi bersama istri beliau, ketika beliau membantu pekerjaan istri beliau, ketika beliau memanggil dengan panggilan mesra dan ketika beliau mencium istri beliau.
Perlu juga kiranya mengingat kembali perjalanan dan perjuangan cinta suami bersama istri. Ketika masing-masing dengan khusyuknya berdoa, "Ya Allah, Izinkan Kami Menikah".
Jika perlu, napak tilaslah ke tempat pertama berkencan! Pasti seru!
![]() |
| Paket I Rp. 85.000,- menjadi Rp. 80.000,- |
Subscribe to:
Posts (Atom)
Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari
Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...
-
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Dear Weirdos, Hari ini adalah hari minggu yang berarti kemarin sore jam 6 Stereo main di Net TV , emang kenapa? Kali ini saya mau review s...










