Tuesday, 26 February 2019

Cerita Sedikit: Sebelum Maret Tiba | Our Life Journey

Banyak yang terlewatkan yang tak sempat saya tulis di blog ini, mungkin karena begitu menikmati hidup sampai-sampai saya lupa membuat postingan baru, bahkan saya sedikit bingung harus memulainya dari mana.

Postingan sebelumnya tertanggal 6 Desember 2018, jadi mungkin selanjutnya akan saya usahakan bercerita secara runut dari sehari setelah tanggal tertera, malam pergantian tahun, hingga hari ini yang menginjak akhir Februari. Tak terasa sudah tanggal 25 yang berarti 4 hari lagi bulan baru datang.

Mulailah dengan bulan Desember!

Biar saya ingat-ingat, bulan Desember sepertinya bulan dimana saya mulai gandrung-gandrungnya lagi di dunia menulis,  dimulai dari membaca sebuah fiksi yang di share seorang teman dari sebuah grup kepenulisan, saya seperti terpacu untuk 'belajar menulis'.

Bukannya selama ini sudah sering menulis?

Ya, menulis konten blog, puisi, fiksi, tapi itu semua hanya sekedar hobi menulis tanpa rambu-rambu yang baik dan benar. Berbekal mata kuliah jaman mahasiswa dulu yang kebetulan juga jurusan sastra --yang sudah lama terkubur, karenanya ini semacam de Javu, seperti berusaha merangkai lagi puzzle-puzzle yang dulu saya biarkan berserakan.

Lalu malam tahun baru?

Tentang malam pergantian tahun, tak ada yang berkesan, hanya tidur setahun karena memang ada anjuran tak keluar rumah di malam itu dari para da'i. Merayakannya bukan ajaran Islam maka sebaiknya saya tinggalkan. No offense ya, Good Readers ... sungguh, ini hanya menceritakan apa yang saya lalui dan saya yakini.

Bulan Januari?

Sama, di bulan ini semangat menulis masih menggelora seperti kobaran api menjilati bola takraw dari kelapa. Bulan ini saya mengikuti kegiatan 5 hari menulis yang diselenggarakan oleh komunitas Partai Literasi Indonesia (PLI).

Februari?

Bulan ini juga masih tentang menulis, menulis dan menulis. Namun intensitasnya  sudah mulai menurun, meski sampai saat ini pun saya masih terus belajar menulis.

Love,
Niek

Friday, 7 December 2018

Saya dan Puisi: Bukankah Hidup Memang Tentang Berusaha? | Our Life Journey

Bukankah Hidup Memang Tentang Berusaha?

Sekilas memang tampak tak tahu malu
Terlebih bagi mereka yang hanya melihatnya dari permukaan
Terlebih bagi mereka yang mudah menyepelekan
Terlebih bagi mereka yang tahunya instan

Berkali-kali berusaha mendekat tetapi masih juga gagal
Berkali-kali mencoba tetapi tetap belum membuahkan hasil
Pun berkali-kali mengerahkan jiwa Dan raga tetap belum juga tercapai

Tapi bukankah hidup memang tentang berusaha??
Berjuang mengejar asa dengan segala kekuatan
Berjuang mengejar mimpi yang kadang memang hilang timbul ketika lelah menyapa
Berjuang untuk tetap berjuang Dan Tak putus harap ketika semesta belum juga memihak

Sekilas memang tampak tak tahu malu
Terlebih lagi bagi mereka yang suka menghancurkan harapan Dan mematahkan impian
Menenggelamkan asa dalam tumpuk jerami Tak bertuan

Tapi semua takkan mempengaruhi kami
Takkan menggoyahkan tekad kami
Takkan mengendorkan semangat kami
Seribu Kali kalian jatuhkan kami
Seribu satu Kali kami bangkit lagi
Kami hanya perlu berpeluh Dan mengirim cahaya ke langit
Kemudian membiarkan tangan Sang Maha Kuasa bertindak
Itu saja..

Tuesday, 13 November 2018

Parenting: Pentingnya Mengenali Kecerdasan Anak | Our Life Journey

Kecerdasan adalah kemampuan diri dalam menghadapi dan menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap suatu situasi, juga kemampuan belajar seseorang dalam memecahkan masalah. Kecerdasan tak melulu tentang nilai akademik. Setiap anak memiliki keunikan dalam memecahkan masalahnya sesuai dengan kecerdasan yang menonjol dalam dirinya.

Menurut Howard Gardner, kemampuan manusia dibagi dalam 9 macam kecerdasan. Kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan Intrapersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan eksistensial. Untuk penjelasan umum tentang 9 kecerdasan tersebut, Bunda bisa baca tulisan saya: Mengenal Macam-macam Kecerdasan Anak.

Mengapa mengenali kecerdasan anak sejak dini sangat penting?

1. Memaksimalkan Golden Age

Usia 0-5 tahun adalah tahap golden age pada anak dimana otak anak seperti spon, ia akan menyerap semua informasi yang diterimanya. Mengenal kecerdasan anak pada usia ini membantu bunda mengenal kegiatan yang mewakili tiap kecerdasan. Dengan mengenalkan kegiatan-kegiatan yang mewakili tiap kecerdasan kepada anak, bunda bisa mengenali kecerdasan yang menonjol pada diri anak, dengan begitu bunda bisa memahami minat dan bakat anak.

2. Mengetahui Gaya Belajar Anak

Dengan mengenali kecerdasan anak, kita bisa mengetahui gaya belajar anak. Dengan begitu akan lebih mudah memasukkan materi yang ingin kita ajarkan pada anak sesuai gaya belajarnya. Kita juga bisa mengetahui sejak dini apakah anak menderita gangguan belajar atau tidak.

3. Menstimulasi Mental

Selain itu Bunda juga bisa mengetahui cara menstimulasi perkembangan mental anak dan mengetahui daya konsentrasi, ketelitian dan ketahanan anak terhadap tekanan yang dialaminya.

4. Mengetahui Kelebihan, Kekurangan dan Solusi

Manfaat lainnya adalah kita bisa mengetahui seberapa besar kemampuan anak dalam berpikir, Bun. Kita bisa mengidentifikasi apakah anak kita diatas rata-rata anak seusianya atau sebaliknya.  Jadi solusinya bisa segera dicari, misalnya mencarikan tempat dan cara belajar yang sesuai dengan kepribadian dan kecerdasan. Semua itu demi perkembangan anak kedepannya.

Jadi sekarang sudah tahu kan, Bun, pentingnya mengenali kecerdasan anak? Selamat berjuang!


Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...