Thursday, 30 April 2020

Belajar Keterampilan Bisnis dengan Google Primer | Our Life Journey

Tak terasa sudah hampir dua bulan sejak anjuran #dirumahaja diberlakukan. Apa saja yang sudah kalian lakukan selama pandemi ini? Pasti sudah banyak sekali ya, baik kegiatan yang dilakukan sendiri maupun bersama keluarga di rumah. Yang harus diingat adalah semua hal yang kita lakukan haruslah hal-hal positif.

Apakah kalian sudah mulai bingung mencari kegiatan lain untuk dilakukan? Kalau iya, mengapa tidak mencoba belajar. Banyak ilmu baru yang bisa kalian pelajari meski sedang berada di rumah, keterampilan tentang bisnis misalnya. Semua itu bisa kalian pelajari dari aplikasi bernama Google Primer yang bisa kalian download melalui gadget kalian masing-masing.

Google Primer adalah aplikasi buatan Google yang memberi kalian bermacam-macam keterampilan tentang bisnis dan pemasaran. Aplikasi ini disajikan dalam bentuk lembar presentasi, hingga terlihat begitu ringan dan sederhana. Visualisasi yang menarik dan materi yang disuguhkan secara interaktif, memungkinkan kita untuk belajar dengan mudah, efisien dan lebih efektif.

Ada beragam topik yang bisa kalian pelajari dari Google Primer ini, diantaranya adalah Bisnis dan Pengoperasian, Merek dan Identitas Usaha, juga Pemasaran dan Pengukuran. Dalam bab Bisnis dan Pengoperasian, kalian akan mempelajari perencanaan bisnis, penjualan, manajemen bisnis dan usaha perintis.

Dalam bab Merek dan Identitas Usaha, kalian akan mempelajari bagaimana membangun merek, keterlibatan konsumen dalam produk, website, juga pengalaman pengguna. Sedangkan dalam bab Marketing dan Pengukuran, kalian akan mempelajari pemasaran secara digital, melalui email, gadget, media sosial, dan lain sebagainya, juga menganalisanya.

Aplikasi ini menyimpan history aktifitas kalian, jadi kalian bisa tahu materi yang mana saja yang sudah dipelajari dan mana yang belum. Kalian tetap bisa membaca ulang materi tersebut meski sudah kalian baca berkali-kali.

Saya yakin, ilmu dan keterampilan yang kalian pelajari lewat Google Prime ini bisa kalian terapkan untuk mengembangkan usaha saat Covid-19 berakhir, atau bahkan kalian bisa memulai usaha baru pasca pandemi ini. Sambil menunggu Covid-19 berlalu, tidak ada salahnya belajar.

Menarik bukan? Kalian bisa unduh aplikasi ini secara gratis melalui Google Play atau App Store di Android kalian. Selamat belajar!

Ps:
Oh ya ... Google memiliki program yang membantu wanita Indonesia untuk mengembangkan usahanya sendiri, lho. Program itu diberi nama WomenWill, program ini memberikan fasilitas pelatih gratis kepada wanita. Next akan saya bahas tentang program WomenWill ini, ya.

Wednesday, 29 April 2020

6 Aplikasi Sesuai Fungsi yang Bisa Digunakan Saat Work from Home | Our Life Journey

Work from Home (WFH) atau bekerja di rumah mulai dianjurkan, menyusul anjuran peliburan sekolah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di beberapa kota dengan angka pasien positif Covid-19 tinggi, bekerja dari rumah menjadi keharusan, kecuali untuk beberapa sektor penting tak bisa berhenti beroperasi.

Ketika kondisi normal, segala aktifitas pekerjaan dilakukan di kantor, dengan peralatan lengkap. Namun, ketika kondisi tak biasa, seperti yang terjadi saat ini, kalian pasti membutuhkan beberapa aplikasi yang bisa membantu kalian melakukan setiap pekerjaan.

Berikut beragam aplikasi yang bisa kalian gunakan dan bermanfaat saat harus berkerja dari rumah:

Aplikasi untuk Berkomunikasi: Whatsapp

Sangat familiar bagi kita, whatsapp adalah aplikasi untuk berkomunikasi yang digunakan hampir semua orang. Saya biasa menyebutnya Aplikasi Sejuta Umat. Seperti yang sudah kalian ketahui, banyak kelebihan yang ditawarkan Whatsapp, seperti menelepon, obrolan chat, berkirim gambar, file, pesan suara dan panggilan video dengan 4 orang. Menurut saya aplikasi ini sudah cukup untuk komunikasi dan berkirim file-file kecil yang dibutuhkan untuk berkoordinasi saat WFH.

Aplikasi untuk rapat: Google Meet

Google Meet adalah satu dari banyak aplikasi buatan google yang terintegrasi dengan akun gmail kalian. Dengan menggunakan aplikasi ini, kalian bisa melakukan rapat secara online. Aplikasi ini bahkan bisa memfasilitasi rapat hingga 250 orang. Kamu bisa mematikan video dan suara jika memerlukan komunikasi satu arah, ada juga kolom chat yang bisa dimanfaatkan untuk tetap berkomunikasi.

Aplikasi berbagi file: Google Drive

Google Drive adalah aplikasi dari google, yang bisa kalian manfaatkan untuk menyimpan data tanpa memerlukan ruangan di disk, karena data kalian akan disimpan di cloud. Ruang penyimpanan yang besar, membuat kalian bisa menyimpan sebanyak mungkin data.

Kalian juga bisa saling berbagi file dengan menggunakan drive bersama yang bisa di akses oleh pihak yang kalian ijinkan untuk mengaksesnya. Google drive juga terintegrasi dengan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti DocuSign untuk tanda tangan elektronik, CloudLock untuk lapisan keamanan tambahan, dan LucidCharts untuk mockup.

Aplikasi slideshow: Prezi

Prezi adalah aplikasi untuk presentasi berbasis internet. Konsep awalnya adalah menyampaikan ide dengan lebih menarik. Selain dalam bentuk linier kita juga bisa membuat presentasi dalam bentuk mindmap, yakni pemetaan pikiran dengan menggunakan cabang-cabang dari pikiran utama.

Seperti aplikasi untuk resentasi lainnya, kalian bisa memasukkan tulisan, gambar, serta video. Prezi memiliki fitur ZUI (Zooming User Interface) yang membuat kita bisa memperbesar presentasi yang kita buat, hingga detail presentasi bisa dibuat sesuai keinginan kita. Menariknya, Prezi bisa kalian akses secara online dan offline.

Aplikasi menulis: Google Docs

Google Docs sebenarnya memilik fitur yang tak jauh berbeda dengan Microsoft Word, kalian bisa menulis dan mengedit dengan aplikasi ini. Hal yang membedakan diantara keduanya adalah bahwa Google Docs memiliki fitur berbagi, dimana kalian dan rekan kerja bisa mengedit file yang sama di waktu bersamaan. Jadi, kita bisa menyimpan file yang bisa dilihat oleh rekan kerja kita, atau orang-orang yang kita ijinkan melihat dan mengedit dokumen tersebut. Kita tak perlu susah payah mengirimkannya lewat email.


Aplikasi managemen waktu: Google Calendar

Seperti aplikasi google lainnya, aplikasi yang satu ini juga terintegrasi dengan akun gmail kalian. Hal ini berarti aplikasi google kalian yang lain pun saling terintegrasi. Google Calendar ini bisa kalian manfaatkan untuk mengatur jadwal kegiatan kalian selama WFH. Sebagai contoh, jika kalian memiliki jadwal rapat di hari tertentu, pengingat di kalendar ini akan mengingatkan kalian dengan fitur alarmnya melalui gadget yang terhubung gmail. Kalian juga diarahkan menuju email yang berisi link jadwal rapat, yang bisa mengubungkan kalian ke aplikasi Google Meet.

Demikian tadi 6 aplikasi sesuai fungsi, yang bisa kalian gunakan untuk memudahkan saat Work From Home (WFH). Semoga bermanfaat.

Tuesday, 28 April 2020

Kegiatan Seru Bersama Keluarga di Rumah: Mencoba Berdandan a la Mugshot Challenge | Our Life Journey

Belakangan ini mugshot challenge atau tantangan mugshot sedang booming dan viral di dunia maya. Apa itu mugshot challenge? Mugshot challenge adalah tantang merias wajah dengan menampilkan wajah yang babak belur, seperti baru saja mengalami tindak kekerasan atau berkelahi. Mugshot sendiri adalah foto yang biasanya diambil oleh pihak kepolisian ketika seseorang ditangkap karena terlibat suatu kasus.

Pagi ini saya mencoba melakukan mugshot challenge dengan keponakan, kegiatan ini bisa menjadi kegiatan seru yang bisa kalian lakukan dengan keluarga kalian.

Berikut langkah-langkah yang kami lakukan:

Rias Wajah Seperti Biasa

1. Aplikasikan pelembab wajah untuk melapisi kulit.

*mohon abaikan mata yang aneh ini

2. Kipasi wajah agar pelembab cepat kering.

3. Aplikasikan foundation sesuai warna kulit model.


4. Ratakan ke seluruh wajah dengan menggunakan spons atau beauty blender.

5. Buat alis dengan menggunakan pensil alis. Pilih warna sesuai keinginan kalian.

6. Rapikan dan ratakan alis menggunakan sikat alis, bukan sikat gigi, ya.

7. Aplikasikan eye-shadow di kedua kelopak mata dengan warna sesuai keinginan.

8. Aplikasikan juga blush-on di kedua pipi.

9. Setelah itu, aplikasikan lipstik. Gunakan warna yang serasi dengan eye-shadow dan blush-on.

10. Terakhir untuk riasan dasar, saya tambahkan lip-tint di bagian bibir dalam untuk memunculkan kesan ombre.

Memulai Riasan ala Mugshot

Sekarang, mari kita mulai mugshot look-nya.

1. Siapkan eye-shadow dengan warna-warna gelap dan warna-warna tanah.

2. Campurkan ketiga warna yang saya beri lingkaran merah pada gambar untuk memberi kesan warna luka atau memar bekas pukulan.


Jika eye-shadow palette kalian tidak seperti yang saya tunjukkan ini, kalian bisa memilih warna ungu tua, ungu dan coklat tua yang ada di palette kalian.

3. Aplikasikan di area yang kalian inginkan, kali ini saya aplikasikan di sekitar mata kiri model. Saya menggunakan tangan untuk hasil yang lebih sesuai dengan keinginan.

4. Aplikasikan juga di tempat lain, sesuai keinginan. Kali ini saya aplikasikan memanjang di pipi kiri, untuk kesan tergores.

5.Gunakan warna gelap untuk membuat garis untuk kesan luka terbuka.

Pada palette ini saya menggunakan warna hijau tua nyaris hitam.

6. Tambahkan warna merah muda untuk kesan daging yang terbuka. Tambahkan juga lip-tint di tengahnya.

7. Tambahkan lip-tint lagi untuk kesan kumpulan darah yang hamir menetes.

8. Tadaaaa! Beginilah hasil akhir riasan mugshot kami.

Mugshot Challenge Done! Yippie ...!

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...