Friday, 12 June 2026

Taman yang Menua, Gagasan yang Terlupa

Selasa kemarin kami berkunjung ke sebuah taman bermain kota. Kami datang dengan ingatan tentang tempat yang dulu menjadi ruang nyaman bagi anak-anak bermain, dan bagi orang tua menghadirkan kebahagiaan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Namun, kami pulang dengan rasa terkejut melihat begitu banyak perubahan.

Tempat hiburan murah meriah di tengah kondisi ekonomi yang semakin menggigit ini masih tetap menjadi idola. Meski kini alasnya tak lagi serapi dulu. Karpet rumputnya mulai menganga di banyak bagian sambungan. Seluncuran spiral yang dulu menjadi favorit anak-anak yang mulai beranjak remaja, sekaligus tempat memacu adrenalin bagi anak-anak yang lebih kecil, kini sudah tak ada lagi.

Sebuah taman bermain yang perlahan termakan usia. Bukan hanya karena waktu, tetapi juga karena perhatian yang mungkin tak lagi menjadi prioritas bagi pengampu jabatan saat ini. Ada desiran tipis di dada. Semua memang ada masanya. Namun, haruskah setiap pergantian masa selalu dimulai dengan melupakan apa yang pernah dibangun sebelumnya?

Tidak adakah ruang bagi program yang berkelanjutan, yang tetap dirawat meski sosok pengampunya berganti?

Pada akhirnya, ini bukan hanya tentang sebuah taman bermain yang menua. Ini tentang gagasan-gagasan baik yang ikut lapuk setiap kali kursi berganti pemilik. Tentang bagaimana sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang sering kali tak diberi kesempatan untuk bertahan lebih lama daripada masa jabatan yang pernah melahirkannya.

No comments:

Post a Comment

Taman yang Menua, Gagasan yang Terlupa

Selasa kemarin kami berkunjung ke sebuah taman bermain kota. Kami datang dengan ingatan tentang tempat yang dulu menjadi ruang nyaman bagi a...