Dear Good Readers and semua Weirdos,
Maaf ya semua, mulai posting kali ini akan saya tambah salamnya.. Jadi bukan cuma untuk good readers semua tapi juga untuk para weirdos yang merasa as weird as me or even weirdest. #Smile
Rasanya sudah puluhan Selasa yang saya lewati tanpa menjawab ratusan pertanyaan yang datang ke meja saya. Pertanyaanya bermacam-macam, tapi jelas harus saya saring dan saya pilah-pilah mana yang harus saya jawab dan tidak.
Ada beberapa pertanyaan yang benar-benar menggelitik diri saya, menggelitik karena untuk bisa bikin saya menghabiskan beberapa paragraf untuk menjawabnya. Awalnya saya pikir, enggak ah.. Gak akan saya jawab di blog ini, cukup di buku pribadi saya aja.. Takut pada bosen dan gak suka membacanya, tapi saya pikir-pikir lagi sejujurnya saya lebih suka pertanyaan semacam itu. Pertanyaan yang benar-benar membuat saya berhenti sejenak untuk berfikir, mengingat, merefleksi diri dan sejenisnya untuk menjawab satu pertanyaan saja.
Jadi saya putuskan untuk kali ini saya hanya akan menjawab satu pertanyaan, biarin dulu pertanyaan-pertanyaan lain menumpuk kita kasih makan dulu karakteristik INFJ saya satu ini. Biar lega.. :D
Pertanyaannya adalah..
"WHAT IS YOUR BIGGEST DREAM?"
Kurang dalam gimana coba pertanyaan ini, baiklah akan saya jawab.. Semoga jawaban saya bisa dipahami dan dimengerti. Oh iya, tulisan ini sepertinya akan benar-benar panjang.. Jadi buat yang gak suka baca panjang-panjang tetap boleh kok baca postingan ini, tapi hati-hati mata bisa tiba-tiba rabun.. :p
Kembali ke topik.. Jujur ini pertanyaan sulit buat saya tapi saya merasa tertantang untuk kembali mengingat mimpi-mimpi, impian-impian yang pernah saya punya dulu. Kalaupun boleh menambah satu huruf di belakang Dream akan saya rubah menjadi Dreams dan akan saya bagi dalam beberapa posting.. Haha.. Bisa jadi bahan buat memperbanyak tulisan.
Kalau dibilang IMPIAN sudah pasti dari kecil masing-masing kita punya impian, punya mimpi. Kalau saya boleh bilang mimpi adalah cita-cita.
-Sekali lagi maafin saya kalau penjelasan saya bakal panjang dan mungkin membosankan-
WHAT ARE YOUR DREAMS?
This is one of my dreams..
Saya mulai sadar saya punya impian saat saya duduk di bangku SMP, saat itu seingat saya di sekolah baru mulai ada yang namanya guru BK, Bimbingan Konseling. Saya suka sekali mendengar penjelasan beliau tentang kepribadian, kebiasaan, kehidupan dan lain sebagainya. Dari situ saya kenal tentang psikologi dan psikolog tapi tentu hanya sebatas pengetahuan anak SMP. Enggak detail, enggak dalam.
Yang saya tahu rasanya menyenangkan bisa mendengar cerita orang-orang yang berbeda setiap harinya, tentang masalah mereka, tentang hal yang membahagiakan buat mereka, tentang kesedihan dan kekecewaan mereka, menjadi penyimpan rahasia mereka, juga mencoba merasakan apa yang dirasakan orang tersebut. Buat saya ini semacam belajar dari orang lain, tanpa harus benar-benar mengalami hal serupa. Jadi ketika kelak kita mengalami hal serupa kita punya banyak referensi jalan keluar dan akan lebih siap menghadapinya.
Saya memang pendengar yang baik, setidaknya itu yang dibilang orang-orang tentang saya. Pendengar yang diam tapi bisa menunjukkan empati yang dalam dari tatapan mata saya, ketika dibutuhkan saran saya akan dengan tulus memberikan saran, seolah-olah saya mengalaminya. Mungkin karena itu sejak dulu saya memang jadi langganan tempat curhat buat teman-teman dan sahabat. Banyak dari mereka yang mempercayakan rahasianya pada saya, sampai saya lupa rahasia apa saja itu. Beberapa masih ada yang tersimpan tapi beberapa hilang terbawa waktu. :D
Ada yang berminat menyimpan rahasianya ke saya? Guarantee.. Your secret's safe with me.. Hahaha.. Terkadang mereka-mereka ini yang jadi inspirasi nulis bagi saya. Entah berupa puisi, tulisan pendek, cerpen, quote, apa saja pokoknya tulisan. Saya memang cuma bisa nulis, gak bisa nulis lagu karena memang gak bisa main alat musik. Tapi cerita tentang bikin lagu saya ada pengalaman bikin lagu untuk pertama dan terakhir kalinya. Penasaran? Pasti nanti saya ceritakan.. :D
Kembali ke impian masa SMP saya. Mengingat menurut saya waktu itu dunia psikologi sangat menarik dan menyenangkan maka saya bercita-cita untuk menjadi psikolog atau apa saja lah yang ada hubungannya dengan psikologi. Tapi karena memang menurut Allah dunia psikologi profesional bukan takdir saya, maka disinilah saya sekarang. Masih meraba-raba tentang dunia psikologi secara teori dan ilmu.
Well, saya masih berharap suatu saat bisa belajar psikologi secara formal sehingga saya jadi bisa figure out yang selama ini hanya saya raba-raba dan saya kira-kira saja. Tapi kalau memang tak ada kesempatan untuk belajar formal setidaknya saya mulai belajar saat ini dari teman-teman di group INFJ dan sejenisnya. Saya banyak belajar dari mereka, terima kasih semua.
Saya rasa segitu dulu tulisan tentang impian saya masa SMP. Cuma segitu? Woooo tenang.. Ini baru part I masih ada part II dan part seterusnya.. Tunggu part selanjutnya ya, Good Readers & Weirdos..
Love,
Tuesday, 25 August 2015
Monday, 24 August 2015
Cerita Sedikit: Weird Dreams of a Weirdo | Our Life Journey
Dear Good Readers and Limited edition Weirdos,
Kali ini saya mau cerita tentang mimpi saya. Karena saya weirdo wajar donk ya kalau mimpi saya juga weird.. Haha.. Harap maklum..
Jadi gini, tadi malam itu saya mimpi aneh banget. Ada dua mimpi berbeda yang benar-benar gak nyambung. Tapi dua-duanya berjalan seperti cerita.
Mimpi yang pertama ceritanya saya dan keluarga besar sedang rekreasi ke sebuah tempat wisata, lokasinya mirip Jatim Park atau sejenisnya. Sedang asyik ngobrol sama suami dan keluarga tiba-tiba saya melihat ada sosok yang saya kenal bernama Dikta.
Ya, Pradikta Wicaksono yang vokalisnya Yovie Nuno itu. Saya langsung mendekat sambil bilang kalau saya mau minta foto bareng dan dia memperbolehkan. Perlu dicatat dimimpi itu saya gak ganjen kayak abg yang lagi ketemu idolanya ya. Kemudian saya panggil semua keluarga saya dan kami foto-foto bareng Dikta. Akhirnya dimimpi itu Dikta jadi ikut jalan bareng kami semua dan berfoto-foto bareng.
Sampai akhirnya dipintu keluar saya meminta foto berdua saja dengan Dikta menggunakan kamera hape saya, "untuk koleksi pribadi saya", saya bilang begitu. Tapi entah kenapa dia menolak karena lebih enak foto bareng-bareng aja, dan saya setuju.
Mimpi yang pertama ini berakhir disitu bersamaan dengan hasrat ingin pipis yang menggelora. Lalu setelah dari kamar mandi saya kembali terlelap, kali ini mimpi kedua dimulai.
Entah kenapa saya berada di kantor polisi dan seperti telah selesai melakukan tes masuk. Saya lulus tes pertama yaitu tes tulis.
Seorang pak polisi memberi selamat dan mengatakan bahwa ada tes kedua keesokan harinya. Saya heran aja saya kan pendek, harusnya qualifikasi awal saja gak lulus tapi ini lulus bahkan ikut tes tulis. Kalau kata pak polisi tadi saya hanya akan ditugaskan di dalam bukan di lapangan.
Lalu entah kenapa saat itu saya keluar sejenak, saya lihat diri saya sedang pakai pakaian rapi tapi dengan sepatu hak tinggi yang berbeda warna, merah dan hitam. Akhirnya saya memilih sepatu merah dengan hak yang cukup tinggi.
Kemudian ketika masuk kembali ke dalam kantor pak polisi berpesan kalau besok adalah tes fisik, saya diminta memakai pakaian karate tapi menurutnya saya harus memakai banner putih polos yang diikatkan ke pinggang seperti memakai sarung untuk menambah panjang baju yang mungkin tak menutup sempurna ke bagian bawah tubuh yang masih merupakan aurat mengingat saya memakai hijab.
Saya mengiyakan dan bertanya tes fisik seperti apa yang akan saya lalui, beliau mengatakan kalau paling-paling hanya lari dengan jarak yang tak begitu jauh.
Kemudian saya dengar ada ribut-ribut tentang penerimaan ini, katanya banyak yang komplain. Lalu ada yang bilang, "Ya sudah, kita ulangi saja prosesnya".
Sadar hal itu saya jadi kebingungan, "Gmn dg penerimaan saya?" Lagi-lagi pak polisi tadi muncul dan berkata, "Okay kita ulang, tapi khusus yg hari ini jangan", ucapnya. Semua mengiyakan yang berarti saya tetap lolos.
Entahlah... Akhirny saya tersadar dari mimpi.. Mimpi yang benar-benar aneh..
Weird Love,
Kali ini saya mau cerita tentang mimpi saya. Karena saya weirdo wajar donk ya kalau mimpi saya juga weird.. Haha.. Harap maklum..
Jadi gini, tadi malam itu saya mimpi aneh banget. Ada dua mimpi berbeda yang benar-benar gak nyambung. Tapi dua-duanya berjalan seperti cerita.
Mimpi yang pertama ceritanya saya dan keluarga besar sedang rekreasi ke sebuah tempat wisata, lokasinya mirip Jatim Park atau sejenisnya. Sedang asyik ngobrol sama suami dan keluarga tiba-tiba saya melihat ada sosok yang saya kenal bernama Dikta.
Ya, Pradikta Wicaksono yang vokalisnya Yovie Nuno itu. Saya langsung mendekat sambil bilang kalau saya mau minta foto bareng dan dia memperbolehkan. Perlu dicatat dimimpi itu saya gak ganjen kayak abg yang lagi ketemu idolanya ya. Kemudian saya panggil semua keluarga saya dan kami foto-foto bareng Dikta. Akhirnya dimimpi itu Dikta jadi ikut jalan bareng kami semua dan berfoto-foto bareng.
Sampai akhirnya dipintu keluar saya meminta foto berdua saja dengan Dikta menggunakan kamera hape saya, "untuk koleksi pribadi saya", saya bilang begitu. Tapi entah kenapa dia menolak karena lebih enak foto bareng-bareng aja, dan saya setuju.
Mimpi yang pertama ini berakhir disitu bersamaan dengan hasrat ingin pipis yang menggelora. Lalu setelah dari kamar mandi saya kembali terlelap, kali ini mimpi kedua dimulai.
Entah kenapa saya berada di kantor polisi dan seperti telah selesai melakukan tes masuk. Saya lulus tes pertama yaitu tes tulis.
Seorang pak polisi memberi selamat dan mengatakan bahwa ada tes kedua keesokan harinya. Saya heran aja saya kan pendek, harusnya qualifikasi awal saja gak lulus tapi ini lulus bahkan ikut tes tulis. Kalau kata pak polisi tadi saya hanya akan ditugaskan di dalam bukan di lapangan.
Lalu entah kenapa saat itu saya keluar sejenak, saya lihat diri saya sedang pakai pakaian rapi tapi dengan sepatu hak tinggi yang berbeda warna, merah dan hitam. Akhirnya saya memilih sepatu merah dengan hak yang cukup tinggi.
Kemudian ketika masuk kembali ke dalam kantor pak polisi berpesan kalau besok adalah tes fisik, saya diminta memakai pakaian karate tapi menurutnya saya harus memakai banner putih polos yang diikatkan ke pinggang seperti memakai sarung untuk menambah panjang baju yang mungkin tak menutup sempurna ke bagian bawah tubuh yang masih merupakan aurat mengingat saya memakai hijab.
Saya mengiyakan dan bertanya tes fisik seperti apa yang akan saya lalui, beliau mengatakan kalau paling-paling hanya lari dengan jarak yang tak begitu jauh.
Kemudian saya dengar ada ribut-ribut tentang penerimaan ini, katanya banyak yang komplain. Lalu ada yang bilang, "Ya sudah, kita ulangi saja prosesnya".
Sadar hal itu saya jadi kebingungan, "Gmn dg penerimaan saya?" Lagi-lagi pak polisi tadi muncul dan berkata, "Okay kita ulang, tapi khusus yg hari ini jangan", ucapnya. Semua mengiyakan yang berarti saya tetap lolos.
Entahlah... Akhirny saya tersadar dari mimpi.. Mimpi yang benar-benar aneh..
Weird Love,
Sunday, 23 August 2015
Cerita Sedikit: Hidup Tanpa Suara | Our Life Journey
Dear Good Readers and Weirdos,
Ijinkan saya cerita tentang hal yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saya merasa tertohok begitu dalam ketika seseorang masuk ke toko kami. Sebenarnya saya sering lihat dia dan tak asing. "Eh eh eh eh..", ujarnya. Tak ada suara, hanya seperti erangan tapi bukan marah. Bibirnya seperti komat kamit. Saya berusaha dengan seksama memperhatikan bibirnya untuk menebak apa yang diucapkannya.
Ya dia memiliki kekurangan, telinganya tak bisa mendengar, itu yang membuatnya juga kesulitan dalam berbicara. Ternyata saya pahami dia hendak membeli pulsa, saya carikan secarik kertas dan sebuah pena. Lalu saya lihat lagi dia berujar, "eh eh eh..?", sambil tangannya menunjukan angka 5 dan bibirnya komat kamit yang saya pahami dia hendak membeli pulsa 5rb.
Setelah selesai menulis nomor hapenya tangannya kembali menunjukkan jari-jarinya, kali ini dia mengangkat 6 jarinya, kemudian lima jarinya dan dua kali menunjukkan angka nol. Saya pahami dia paham harganya 6.500,- saya-iya-kan dengan mengatakan "iya", lalu dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Terlihat beberapa lembar uang kertas dan sebuah kantong plastik yang berisi recehan. Lalu dia mengeluarkan uang 6rb yang terdiri dari lembaran dan recehan.
Saya tunggu beberapa detik dia tampak kembali bertanya seolah mengatakan, "pulsaku kok belum diproses", karena sedari tadi aku tetap didepannya mengira dia sedang mengeluarkan kekurangan 500 rupiah, sampai akhirnya dia mengulang tangannya menunjukkan angka lima dan dua buah nol. "Ya..", jawab saya. Ternyata dia sedikit kurang paham maksud saya. Lalu saya melangkah menuju laptop untuk memproses.
Seperti biasa selama perjalanan ke laptop yang cuma beberapa langkah pikiran saya melayang. Bagaimana rasanya hidup seperti orang ini? Hidup tanpa suara.. Sunyi, senyap, tak terdengar apapun. Tiba-tiba mata saya terasa panas, hati terasa teriris, entahlah.. Selalu seperti itu..
Sejurus kemudian muncul perasaan betapa kurang bersyukurnya saya atas semua kebaikan dan kelebihan yang Allah berikan kepada saya. Saya harusnya bersyukur masih bisa mendengar dan berbicara dengan baik sehingga orang lain mengerti. Dan saya tak harus.. Hidup Tanpa Suara..
Weird Love,
Ijinkan saya cerita tentang hal yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saya merasa tertohok begitu dalam ketika seseorang masuk ke toko kami. Sebenarnya saya sering lihat dia dan tak asing. "Eh eh eh eh..", ujarnya. Tak ada suara, hanya seperti erangan tapi bukan marah. Bibirnya seperti komat kamit. Saya berusaha dengan seksama memperhatikan bibirnya untuk menebak apa yang diucapkannya.
Ya dia memiliki kekurangan, telinganya tak bisa mendengar, itu yang membuatnya juga kesulitan dalam berbicara. Ternyata saya pahami dia hendak membeli pulsa, saya carikan secarik kertas dan sebuah pena. Lalu saya lihat lagi dia berujar, "eh eh eh..?", sambil tangannya menunjukan angka 5 dan bibirnya komat kamit yang saya pahami dia hendak membeli pulsa 5rb.
Setelah selesai menulis nomor hapenya tangannya kembali menunjukkan jari-jarinya, kali ini dia mengangkat 6 jarinya, kemudian lima jarinya dan dua kali menunjukkan angka nol. Saya pahami dia paham harganya 6.500,- saya-iya-kan dengan mengatakan "iya", lalu dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Terlihat beberapa lembar uang kertas dan sebuah kantong plastik yang berisi recehan. Lalu dia mengeluarkan uang 6rb yang terdiri dari lembaran dan recehan.
Saya tunggu beberapa detik dia tampak kembali bertanya seolah mengatakan, "pulsaku kok belum diproses", karena sedari tadi aku tetap didepannya mengira dia sedang mengeluarkan kekurangan 500 rupiah, sampai akhirnya dia mengulang tangannya menunjukkan angka lima dan dua buah nol. "Ya..", jawab saya. Ternyata dia sedikit kurang paham maksud saya. Lalu saya melangkah menuju laptop untuk memproses.
Seperti biasa selama perjalanan ke laptop yang cuma beberapa langkah pikiran saya melayang. Bagaimana rasanya hidup seperti orang ini? Hidup tanpa suara.. Sunyi, senyap, tak terdengar apapun. Tiba-tiba mata saya terasa panas, hati terasa teriris, entahlah.. Selalu seperti itu..
Sejurus kemudian muncul perasaan betapa kurang bersyukurnya saya atas semua kebaikan dan kelebihan yang Allah berikan kepada saya. Saya harusnya bersyukur masih bisa mendengar dan berbicara dengan baik sehingga orang lain mengerti. Dan saya tak harus.. Hidup Tanpa Suara..
Weird Love,
Subscribe to:
Posts (Atom)
Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari
Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...
-
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Dear Weirdos, Hari ini adalah hari minggu yang berarti kemarin sore jam 6 Stereo main di Net TV , emang kenapa? Kali ini saya mau review s...