Monday, 27 April 2020

Tips Tetap Waras Saat #DiRumahAja | Our Life Journey

Bagi orang-orang yang terbiasa menghabiskan waktunya di dalam rumah dan tak suka bepergian mungkin anjuran untuk #dirumahaja dan menghindari kerumunan adalah hal yang tak sulit. Namun, tidak dengan mereka yang terbiasa berada di luar rumah, hal ini akan sangat sulit dan membosankan.

Sejujurnya, saya saja, yang lebih suka berada di rumah jika tidak sedang berjualan, merasakan kebosanan yang amat sangat di tiga hari pertama #dirumahaja. Rasanya seperti sampah. Keadaan pasca banyak kegiatan di luar ke kondisi berdiam diri di rumah, ditambah rumah yang hanya sepetak, membuat pikiran semakin kacau.

Ruang depan ... kamar ... dapur, ruang depan ... kamar ... dapur, begitu terus selama di rumah, karena memang hanya tiga ruangan itu yang tersedia, tanpa halaman depan dan belakang.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk menjaga kewarasan? Berikut tips yang bisa saya bagikan untuk kalian, agar tetap waras selama di rumah.

1. Berhenti Sejenak Mendengar Berita

Berita yang akhir-akhir ini berkembang, baik di media elektronik maupun online seringnya membuat pikiran yang sudah suntuk karena #dirumahaja, menjadi semakin kusut tak karuan. Terlebih berita-berita yang berisi segala hal negatif yang membuat kepanikan dan rasa takut muncul, pun acara talkshow yang lebih sering berisi perdebatan dan pro-kontra.

Mendengarkan hal-hal seperti itu, hanya akan menambah beban pikiran kita. Berhenti sejenak melakukannya dan mulai fokus mengerjakan hal lain yang lebih positif, bisa membantu kita menjaga pikiran agar tetap waras.

2. Mulai Mencintai Diri Sendiri

Kesempatan yang sulit di dapat dengan berada di rumah saja ini, juga bisa kita manfaatkan dengan mulai mencintai diri sendiri. Meluangkan waktu sejenak untuk melakukan perawatan diri sendiri di rumah, seperti creambath, mewarnai rambut, facial treatment, menicure-pedicure dan perawatan tubuh lain, bisa mengembalikan semangat dalam diri untuk menjalani hari.

Selain melakukan perawatan tubuh, kita juga bisa mulai bereksperimen dengan alat-alat makeup yang kita miliki. Mencoba mendandani diri dengan riasan yang tak biasa seperti mugshot, vampire look dan lainnya bisa sangat menghibur.

Selain yang berhubungan dengan fisik, spiritualitas juga perlu di pertebal agar tetap waras. Kalian bisa mulai menonton kajian-kajian agama online, dari ustadz-ustadzah tersohor negeri ini. Selain itu kalian juga bisa mulai menambah ibadah-ibadah sunnah, dan meniatkan diri untuk mulai membaca atau bahkan mengkhatamkan Qur'an selama #dirumahaja.

Oh, ya ... jika ada anggota keluarga lain, ada baiknya mengajak mereka ikut serta dengan kegiatan mencintai diri sendiri ini, agar lebih seru dan mempererat hubungan satu sama lain.

3. Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Saat kita sibuk dengan kegiatan di luar rumah, pekerjaan rumah tangga seperti tidak selesai-selesai dan tak ada habisnya. Mumpung lagi di rumah aja, nih, ada baiknya mulai mencicil mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah yang biasanya terbengkalai dan terlewatkan.

Membersihkan rumah, memasak sambil mencoba menu-menu baru, merapikan lemari pakaian yang mulai berantakan, menyortir alat makeup yang sudah kadaluarsa dan tak terpakai lagi, juga kegiatan rumah tangga lainnya bisa menjadi alternatif kegiatan selama di rumah. Mendekor ulang kamar tidur maupun ruangan lagi juga sangat bisa dilakukan.

4. Melakukan Hobi & Pengembangan Diri

Melakukan kegiatan yang menjadi hobi juga bisa menjadi alternatif kegiatan agar tetap waras selama di rumah. Jika kalian hobi menonton, banyak film dan drama baru yang bisa kalian tonton. Atau kalian ingin menonton film dan drama yang sudah lama ingin kalian tonton? Inilah saatnya!

Membaca buku-buku dan menonton berbagai video tentang psikologi sangat membantu kita memahami diri sendir dan mengembangkan diri. Menantang diri melakukan sesuatu yang baru, seperti mengikuti pelatihan online, menulis pengalaman selama #dirumahaja, mengikuti tantangan 30 hari juga bisa dilakukan untuk  dilakukan untuk mengembangkan diri --seperti yang sedang saya lakukan saat ini. Atau mungkin kalian ingin mengikuti lomba-lomba? Go ahead!

5. Tetap Terhubung

Manusia selamanya makhluk sosial, tak akan bisa hidup tanpa orang lain. Tetap terhubung dan menjalin silaturahmi dengan sanak, saudara, sahabat dan kerabat secara online sangat membantu kita tetap waras. Kalian bisa menggunakan berbagai aplikasi komunikasi yang tersedia, baik video maupun voice, bisa membuat kita tetap merasa menjadi manusia.

6. Olahraga dan Istirahat yang Cukup

Tips terakhir dari saya, yang tak kalah penting adalah tetap berolahraga dan istirahat yang cukup. Olahraga tak harus dengan peralatan lengkap seperti di gym, dengan alat-alat sederhana, kita bisa melakukannya di rumah. Dan istirahat yang cukup, itu bukan pilihan tapi keharusan. Jangan sampai karena banyak waktu luang, membuat kalian menghabiskan semuanya tanpa beristirahat. Hp aja butuh di charge, apalagi tubuh kita.

Okay, jadi itu tadi 6 tips untuk tetap waras selama di rumah. Tetap sehat, tetap semangat.

6 Perubahan Saat Covid-19 Berakhir | Our Life Journey

Covid-19 atau Corona Virus Deases 2019 yang disebabkan oleh virus Corona, berawal di Wuhan, Cina. Virus ini diduga berasal dari hewan, kelelawar, yang dikonsumsi oleh manusia kemudian berpindah ke tubuh manusia tersebut. Virus ini kemudian menyebar dengan cepat antar manusia mulai Desember 2019.


Sempat beredar spekulasi bahwa virus ini adalah buatan manusia. Namun, menurut hasil penelitian virus Corona di Ohio State University, yang dipimpin oleh Shan-Lu Liu, virus ini bukan buatan manusia.

Cina menjadi negara pertama penyebaran virus ini, kemudian dengan cepat menyebar ke belahan dunia lainnya, seperti Amerika Serikat, Italia, Spanyol, Jerman, Iran, Inggris, Swiss, Belanda, dan sejumlah negara lainnya, termasuk Indonesia.

Di Indonesia total angka positif Covid-19 hingga Sabtu, 25 April 2020, sebanyak 8.607 jiwa. Menurut perkiraan para ahli dari UNS, ITB, UGM, UI, juga BIN, Covid-19 di Indonesia akan mencapai puncaknya pada pertengahan bulan Mei 2020, dan selesai pada akhir bulan Mei atau awal Juni 2020.

Merebaknya penyakit karena virus Corona ini membuat manusia semakin berjarak, hal ini menyebabkan interaksi yang dilakukan pun tidak seperti biasanya. Seruan social distancing, #dirumahaja, WFH (Work From Home), juga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna memperlambat bahkan memitus rantai penyebaran Covid-19, membuat teknologi berperan amat penting, membantu kita untuk tetap saling terhubung meski tak bertatap muka, bahkan bagi anak-anak sekolah dan para mahasiswa.

Banyak hal yang akan berubah saat Covid-19 berakhir, berikut 6 diantaranya:

Bidang teknologi

Dengan adanya penyebaran Covid-19, semua masyarakat dituntut untuk menggunakan teknologi dalam segala bidang kehidupannya. Penggunaan teknologi internet yang semakin besar akan memicu perkembangan infrastruktur digital, karena adanya kebutuhan akan jaringan berkecepatan tinggi, teknologi penyimpanan data di cloud, data center atau big data, managemen keamanan dan infrastruktur broadband. Maka, infrastruktur digital akan berkembang pesat.

Bidang Sosial Masyarakat

Wabah yang menyerang ini menyadarkan masyarakat tentang harus adanya pembatasan diri dengan orang lain, akan tetapi keprihatinan ini memunculkan kesadaran sosial saling membantu dan bergotong-royong keluar dari permasalahan yang terjadi. Hal ini memupuk kesadaran akan kesetiakawanan sosial.

Bidang Kesehatan

Dimulai dengan konsultasi dokter yang tak perlu tatap muka, saling terhubung tanpa bertemu. Konsultasi virtual akan berkembang pesat. Disamping itu deteksi kesehatan secara virtual pun akan berkembang. Hal ini juga akan terhubung dengan pusat data yang bisa memprediksi statistik kesehatan, meski kejujuran masyarakat saat memasukkan data diperlukan. Kecerdasan buatan juga akan semakin banyak digunakan untuk mengembangkan obat-obatan.

Bidang Ekonomi

Anjuran #dirumahaja membuat kegiatan ekonomi konvensional sangat terhambat, semua beralih pada penjualan melalui marketplace. Dengan begitu, banyak bermunculan toko-toko online dan pembayaran secara virtual pun berkembang dengan pesat.

Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, terutama secara informal, Covid-19 merubah tipe pembelajaran dalam kelas, menjadi sistem pembelajaran dalam jaringan (online). Akan semakin banyak bermunculan  pembelajaran-pembelajaran online, pun seminar-seminar online

Bidang Olahraga

Banyaknya perhelatan olahraga yang tertunda, membuat bermunculan kegiatan-kegiatan permainan kompetisi olah raga melalui media elektronik yang biasa disebut e-sports. Setelah Covid-19 berlalu, akan banyak lagi bermunculan e-sports.

Demikian tadi perubahan-perubahan besar yang signifikan, yang mungkin terjadi setelah Covid-19 berlalu. Perkembangan apapun yang akan terjadi, semoga adalah perkembangan ke arah yang lebih baik, pun semoga wabah ini cepat berlalu.

Saturday, 25 April 2020

Serba-serbi Melejitnya Harga Masker | Our Life Journey

Meningkatnya angka penyebaran Covid-19 membuat harga masker melonjak tinggi, jauh dari harga sebelum adanya Covid-19. Harga tertinggi masker sensi biasa, bisa mencapai 450.000 - 500.000 perkotak, berisi 50 masker. Sangat jauh di atas harga normalnya yang hanya 20.000 sampai 30.000 perkotak.

Harga masker meningkat sangat tajam karena bayaknya permintaan yang berbanding terbalik dengan ketersediaan barang. Panic buying dari para warga masyarakat juga dimanfaatkan oleh para penimbun masker untuk menyebabkan kelangkaan di pasaran, hingga mereka bisa mengeluarkan dengan harga tinggi.
Memanfaatkan Kepanikan
Serangan panik menghantam masyarakat, alasan psikologis menjadi dasar melakukannya. Melihat orang di sekitar membeli bahan-bahan pokok dalam jumlah besar, membuat yang lain panik, takut tak bisa memenuhi kebutuhan hariannya karena kelangkaan, hingga mereka ikut-ikutan. Sama halnya dengan masker yang merupakan kebutuhan utama dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Dengan ketidakpastian sampai kapan pandemi ini akan berakhir, menimbun segala kebutuhan pokok menjadi alasan merasa lega dan tenang bagi mereka yang diserang kepanikan. Meski dengan alasan apapun panic buying tidak dibenarkan.
Kepanikan inilah yang dimanfaatkan mereka yang suka mengambil keuntungan ditengah kesulitan yang terjadi untuk menimbun masker. Masker ditimbun untuk kemudian dipasarkan sedikit demi sedikit dengan menaikkan harga hingga puluhan kali lipat harga normal. Meski begitu, tetap ada saja yang membeli karena kebutuhan.
Penimbun Masker Tertangkap
Di beberapa wilayah, telah ditemukan kasus penimbunan masker dan handsanitizer. Di Tanjung Duren, Jakarta Barat, polisi menemukan penimbunan 358 box masker di sebuah apartemen. Di Tangerang, polisi menemukan sebuah gudang yang menimbun 180 karton berisi 360.000 masker merk Remidi. Sedangkan di Makasar, polisi berhasil menggagalkan pengiriman 200 boks masker ke Selandia Baru.

Selain tiga kasus  di atas, masih ada beberapa kasus lain di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Semarang, Banten, Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, juga di beberapa kota di Timur.
Modus Membantu Sesama
Di samping modus penimbunan seperti kasus di atas, ada pula kasus penimbunan dengan modus membantu sesama. Kasus ini terungkap di sosial media. Mengaku membutuhkan masker dengan harga maksimal 100 ribu untuk dibagikan secara gratis, ternyata orang tersebut menjual kembali masker-masker itu dengan harga berkali lipat.

Hukuman Bagi Penimbun Masker
Berdasarkan Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, para pelaku usaha yang menimbun bahan kebutuhan pokok atau barang penting lainnya yang menyebabkan kelangkaan dikenakan hukuman paling lama 5 tahun penjara atau denda maksimal 50 milyar.
Masker Medis Hanya untuk Tenaga Kesehatan
Menghindari penggunaan berlebihan masker medis di masyarakat, yang bisa menimbulkan kelangkaan masker tersebut bagi tenaga kesehatan yang lebih membutuhkan, maka dianjurkan bagi masyarakat untuk tidak menggunakan masker medis. Jadi masker medis hanya untuk tenaga kesehatan.
Bagaimana dengan masyarakat? Masker kain adalah alternatif Masker yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari masyarakat dalam berkegiatan.

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...