Saturday, 18 December 2021

Belum buat Resolusi 2022? Ini 12 Cara Merencanakan Tahun Depan Terbaikmu! | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Sejauh mana persiapan kamu untuk menyambut tahun baru 2022? Kalau sampai pertengahan menuju akhir Desember ini kamu masih belum punya resolusi untuk tahun 2022 karena bingung mau mulai dari mana, 12 langkah ini bisa bantu kamu untuk merencanakand tahun depan terbaik kamu!

Berikut langkah-langkahnya:

1. Merefleksikan dirimu sepanjang tahun ini

Untuk membuat rencana, kamu perlu tahu dimana kamu berada dan dimana harus memulainya. Untuk itu sediakan waktu bagi dirimu untuk merefleksi diri dari berbagai aspek kehidupan dan posisimu dalam aspek tersebut. Setidaknya ada 8 aspek yang bisa kamu refleksikan: mental - emotional, fisik, spiritual, professional, finansial, social, personal dan lingkungan. Kedelapan aspek ini sama dengan aspek dari kesehatan mental yang pernah kita bahas di IG: @ranigitayati pada postingan 8 Aspek Self Care Bagian 1 dan Bagian 2.

Merefleksi diri dalam setahun akan jauh lebih mudah untuk dilakukan jika kamu punya planner dan journal harian, kamu hanya perlu membukanya dan membuat semacam kaleidoskop tahun 2021-mu. Namun, jika kamu belum memulai menulis di planner dan journal harian, kamu bisa menggunakan beberapa pertanyaan dari postingan Ingin Merefleksi Dirimu Sepanjang Tahun 2021? Gunakan Beberapa Pertanyaan ini untuk Membantu!


2. Biarkan yang lalu berlalu

Setelah kamu merefleksikan diri, langkah selanjutnya adalah membiarkan yang lalu berlalu. Terkadang bagi orang yang overthink dan anxiety, merefleksi diri seperti membuka lembaran lama dan membuat kita teringat kembali masalah di masa itu, yang akhirnya berujung pada kecemasan dan overthink.

Tanamkan dalam diri bahwa refleksi dirimu ini kamu lakukan hanya untuk mengetahui sejauh mana kamu sudah berjalan dan berkembang tahun ini, sehingga kita bisa menentukan dari mana kita akan memulainya tahun depan. Hanya itu, maka biarkan yang lalu berlalu.

Sudah Memaafkan tapi Kenapa Sulit Melupakan? Coba Tulis Tujuh Hal ini di Journal Kamu! | Our Life Journey


3. Definisikan siapa dirimu

Mendefinisikan siapa dirimu sebagai sebuah pribadi akan mempermudah kamu menentukan goals yang membawamu pada definisi sukses yang sesuai dengan dirimu. Ada setidaknya tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk memulai perjalanan self awareness-mu (pengenalan diri sendiri) seperti yang sudah kita bahas di IG post Objektif Menilai Diri Meningkatkan Self Awareness.

Langkah pertama adalah dengan melakukan tes kepribadian, saat ini banyak tes-tes kepribadian seperti MBTI dan tes lainnya yang bisa kamu lakukan secara online. Langkah kedua, buat catatan tentang persepsi atau pandanganmu, pencapaianmu, juga hal-hal yang membuat kamu bahagia. Ini penting untuk kamu lakukan secara objektif agar kamu mendapatkan gambaran dirimu yang sebenarnya, bukan gambaran diri yang kamu inginkan. Untuk itu tulis semua baik itu positif maupun negatif tentang dirimu. Itu yang akan kita perbaiki kedepannya. Langkah ketiga adalah Minta pendapat orang lain yang bisa kamu percaya.


4. Buat vision board

Membuat vision board membantu kamu mengeluarkan sisi kreatifmu. Apa, sih, vision board itu? Kulik di sini >> Selain itu vision board juga membantu kamu mengingat tujuanmu sehingga kamu bisa fokus pada tujuan itu. Gambaran yang jelas di vision board yang kamu buat membantu alam bawah sadar kamu merekam semua yang menjadi goals kamu.

 

5. Temukan Ikigai-mu

Ikigai adalah konsep dari Jepang tentang "Alasan kenapa kamu hidup." Ini adalah pertemuan dari keinginan, bakat, apa yang dunia butuhkan dan menghasilkan pemasukan. Apa maksudnya? Ikigai, seperti yang kamu lihat di gambar, adalah irisan dari 4 bagian yang sudah kita sebutkan sebelumnya. Intinya menemukan alasan kenapa kamu hidup melalui keempat bagian tersebut.

Penjelasan singkatnya ada di postingan IG: @ranigitayati yang ini: Ingin Hidup Bahagia dan Lebih Berarti, Temukan Ikigaimu! Atau kalau kamu mau baca versi lengkapnya, bisa cek di post ini >>


6. Hadapi rasa takutmu

Untuk kamu yang merasa bahwa rasa takut itu harus kamu hindari, mau sampai kapan? Hadapi! Karena rasa takut yang berhasil kamu hadapi akan memunculkan dan meningkatkan rasa percaya diri. Menghadapi rasa takut akan meningkatkan ketahananmu terhadap penyebab rasa takut itu muncul. Maka dari itu jadikan rasa takutmu sebagai petunjuk kamu untuk membuat resolusi tahunan.


7. Set goals tahunanmu

Nah, setelah kamu mendapat gambaran dari 6 langkah di atas, ini saatnya untuk menuliskan rencana tahun-depan-mu lebih jelas dengan menuliskan gambaran besar dari 8 aspek yang sudah kamu buat tadi, lalu jabarkan dengan detail.

Kamu bisa cek cara-caranya di artikel ini 👉👉👉 7 Langkah Sederhana Menentukan Rencana Tahunan.


8. Tingkatkan kebiasaan positifmu

Dari hasil refleksi dirimu di langkah #1 tadi, buat daftar kebiasaan positif yang ingin kamu bentuk dan kebiasaan negatif yang ingin kamu buang. Tulis juga alasan kenapa kamu ingin melakukannya, karena dengan menuliskannya kamu bisa membaca catatan itu kembali ketika rasa ingin menyerah terlintas.


9. Mulai gunakan planner

Buat kamu yang sudah lama menggunakan planner-mu, good! You are on track! Kalau kamu baru ingin memulainya, you are good, too! Memulai adalah melakukan setengah dari perjalanan, laksanakan. Karena seperti yang kamu ketahui, penggunaan planner akan mempermudah kamu mengatur tugas, kegiatan, dan lainnya sehingga kamu tahu dengan pasti apa yang harus kamu lakukan setiap harinya untuk mencapai goals-mu. Bagaimana memulainya? Cek postingan ini >>


10. Perinci goals tahunanmu

Ingat goals tahunan yang sudah kamu rencanakan di langkah #7 tadi? Semua goals itu akan terlihat terlalu berat awalnya, tapi jika kamu mulai memperincinya menjadi langkah-langkah kecil yang spesifik bisa kamu lakukan setiap hari kamu akan menyadari bahwa hal itu tidak terlalu sulit untuk dicapai. 

Kamu bisa mencoba menonton video dari Mark Joyner untuk tahu metode mencapai goal dengan cara tercepat, atau kamu bisa baca penjelasan tentang metode ini di sini >>


11. Review goalsmu

Disini fungsi buku jurnalmu, jadwalkan untuk mebuat review perkembangan dirimu dalam mencapai goals-mu. Hal ini bisa dilakukan setiap bulan dan setiap tiga bulan, fungsinya adalah untuk memastikan apakah kamu perlu membuat penyesuaian terhadap goals yang sudah kamu tetapkan di awal tahun.


12. Buat daftar

Masukkan rencana-rencana dan langkah-langkah yang sudah kamu buat dalam beberapa daftar. Daftar tersebut bisa kamu percantik sedemikian rupa agar lebih menyenangkan melakukan langkah demi langkahnya setiap hari, semacam bullet journal gitu.

Well, itu tadi 12 langkah yang bisa kamu lakukan untuk menetapkan resolusi tahun 2022-mu. Feel free untuk bertanya di kolom komentar jika ada yang ingin ditanyakan. Thanks for stopping by and have a great day!

Love,
Rani Gitayati

Friday, 17 December 2021

Ingin Merefleksi Dirimu Sepanjang Tahun 2021? Gunakan Beberapa Pertanyaan ini untuk Membantu! | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Bagaimana proses pembuatan resolusi tahun baru 2022-mu? Berjalan lancar atau berjalan di tempat? Nggak perlu khawatir, masih tersisa beberapa hari untuk merencanakan, tahun depanmu. Merefleksi diri bisa kamu lakukan untuk mulai melakukannya.

Merefleksi dirimu sepanjang tahun 2021 adalah langkah pertama dari 12 Cara Merencanakan Tahun Depan Terbaikmu. Kalau kamu belum pernah menggunakan planner maupun jurnal, kamu bisa mulai merefleksikan dirimu dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar dirimu.

Berikut beberapa pertanyaan tersebut:

1. Apa goals-mu di awal tahun 2021 hingga kini (jika terdapat penyesuaian-penyesuaian goals  yang dilakukan)?

2. Apakah kamu mencapai semuanya? Sebagian? Atau tidak sama sekali? Seberapa jauh hal itu tercapai?

3. Bagaimana erasaanmu tentang goals yang tidak tercapai dan bagaimana cara mengubahnya di tahun depan?

4. Goals apa saja yang mempunyai langkah lanjutan atau harus ditindaklanjuti dan dilakukan pengembangan di tahun depan?

5. Hal-hal apa saja yang membuat kamu bangga di tahun 2021?

6. Hal-hal apa saja yang kamu sesali di tahun 2021?

7. Hal-hal apa saja yang paling menantang di tahun 2021?

8. Hal-hal apa saja yang paling membahagiakan?

9. Memori/hal tersedih apa yang kamu alami sepanjang tahun 2021?

10. Siapa saja orang-orang yang menyenangkan?

11. Siapa saja orang-orang yang kamu harap tidak pernah bertemu di tahun 2021?

12. Siapa saja orang-orang yang meninggalkan hidupmu dan kenapa?

13. Tempat istimewa mana saja yang sudah kamu kunjungi di tahun 2021 & ingin kamu kunjungi di tahun 2022?

14. Petualangan apa saja yang kamu lalui tahun ini?

15. Adakah satu titik balik di tahun ini? Jika iya, apa itu?

16. Pelajaran terbesar apa yang kamu pelajari?

17. Tuliskan daftar hal-hal yang ingin kamu lakukan dengan cara berbeda di tahun 2022!

18. Bagaimana caramu membuat tahun depan menjadi tahun yang menyenangkan?

19. Tuliskan kata atau tema di setiap bulan untuk dijalani! Beri nama juga untuk tahun 2022! Lihat contoh ini >>

20. Tuliskan rencana hidupmu dalam aspek emosi/mental, fisikal, spiritual, keluarga/family, social, professional, and financial

21. Kamu ingin jadi orang seperti apa tahun depan?

22. Pesan apa yang bisa kamu bawa dari tahun ini untuk dirimu di tahun depan?

23. Sebutkan satu hal yang jika terjadi pada dirimu di tahun 2022, maka kamu akan menjadi versi terbaikmu!

24. Hal apa yang ingin berhenti kamu lakukan pada dirimu di tahun depan? Pikirkan tentang hal-hal tidak baik yang tanpa sengaja sering kamu lakukan pada dirimu, seperti merendahkan dirimu dan lainnya.

25. Benda-benda apa saja yang ingin kamu beli di tahun 2022 dan berapa nominal yang kamu butuhkan?

Itu tadi 25 pertanyaan yang bisa kamu temukan jawabannya untuk merefleksi dirimu sepanjang tahun 2021 dan apa saja yang ingin kamu lakukan di tahun 2022.

Wassalam!


Thursday, 16 December 2021

Sudah Memaafkan tapi Kenapa Sulit Melupakan? Coba Tulis Tujuh Hal ini di Journal Kamu! | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Pernah mengalami kesal sama seseorang dan menancap banget di hati sampai-sampai terbawa dan membuat kamu nggak nyaman saat bertemu lagi dengan orang tersebut? Saya ngacung tangan duluan, deh. Atau kamu pernah mengalami sesuatu yang berat banget yang bikin mental kamu break down karena masalah tersebut? Menurut kamu, sih, kamu sudah memaafkan orang itu, tapi kenapa sulit melupakan, padahal udah lama juga kejadiaannya. Apa mungkin kamu belum memaafkan? How to let go of those grudges?

Siapkan jurnalmu, mari sama-sama mulai menuliskan tujuh hal ini untuk menemukan solusinya.

1. Apa yang terjadi?

Tanyakan pada dirimu tentang kejadian apa yang terjadi antara kamu dan orang-orang tersebut, tulis sedetail mungkin agar kamu bisa mengidentifikasikannya dengan jelas.


2. Bagaimana perasaanmu saat itu?

Tuliskan apa saja yang kamu rasakan saat kejadian, bersikap jujur pada dirimu membantumu melepaskannya. Namun jangan juga melebih-lebihkan, ya, berusaha melihatnya dengan objektif.


3. Siapa saja orang yang terlibah di dalamnya?

Kamu masih ingat siapa saja satu per satu orang yang terlibat dalam kejadian tersebut? Tuliskan nama mereka semua.


4. Kapan dan apa yang terjadi ketika kamu merasa terpicu?

Kapan atau momen apa yang bisa memicu kamu untuk mengingat kejadian tersebut? Lalu apa yang terjadi pada dirimu ketika kamu merasa terpicu? Gelisah, menangis atau adakah reaksi lain yang muncul dari dirimu?


5. Hasilnya?

Apa hasil yang kamu dapatkan saat menuruti reaksi yang muncul dari dirimu? Baik atau burukkah bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu?


6. Seharusnya seperti apa?

Jika menurutmu reaksi yang muncul darimu bisa menyebabkan kesalahpahaman bagi orang di sekitarmu terhadap dirimu, lalu apa yang seharusnya kamu lakukan jika bukan mengikuti begitu saja reaksi alamimu?


7. Kenapa kejadian itu susah untuk dilupakan?

Sudah mulai menemukan jawaban kenapa kejadian tersebut susah untuk dilupakan?


Ketujuh langkah di atas bukan langkah yang bisa dengan mutlak membuatmu melupakan kejadian yang menyakinkan hatimu. Namun, setidaknya ketika kamu mulai membuka dirimu untuk melihat kejadian tersebut secara utuh, lebih dalam dan lebih detail akan membawamu pada kesadaran dan pemahaman bahwa kamu memang harus melewati semua itu untuk menjadi kamu yang sekarang, yang jauh lebih baik dari kamu sebelumnya.

Semoga kita bisa melupakan hal-hal yang hanya akan membebani diri kita ketika mengingatnya, saya juga masih mencoba, jadi ... mari berjuang bersama.

Wassalam!

Love,
Rani Gitayati

Thursday, 22 July 2021

Ketahui 5 Tahap Kesedihan Ini Sebelum Terlambat! (Kesedihan Pasca Kehilangan Orang Tercinta) | Our Life Journey

Ketahui 5 tahap kesedihan ini sebelum terlambat!

Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai seringnya membuat kita sangat terluka dan sedih. Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menghilangkan kesedihan tersebut, ada yang mencoba mengalihkan diri dari mengingat orang tercinta tersebut, seperti menghindarkan diri dari berkunjung ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi, berhenti melakukan aktifitas yang biasa dilakukan, dan lain sebagainya. Namun ada juga dari kita yang justru tidak bisa pergi dari rasa sedih tersebut, bahkan cenderung mengurung dan menutup diri. Kalau kamu tipe yang mana?

Setiap orang yang mengalami kehilangan, akan mengalami 5 tahap kesedihan pasca ditinggalkan orang terkasih. Hal yang membedakan orang satu dengan yang lain adalah durasi mereka saat berada di tiap tahapnya, dan cara mereka mencoba bangkit dari kesedihan. Mengenal kelima tahap kesedihan ini bisa membantu kamu tetap sadar bahwa dirimu akan mengalami kelimanya dan membantumu berusaha mencari jalan yang terbaik untuk melewatinya, sehingga terhindar dari kesedihan yang berlarut-larut.


Berikut ini 5 tahap tersebut:

Denial (Penyangkalan)

Penyangkalan sangat sering terjadi di awal kehilangan, saat itu diri seolah menolak bahwa orang yang kamu cintai telah pergi untuk selamanya. Pada tahap ini kamu akan sering merasa bahwa orang tercinta tersebut masih berada di sisi, secara tidak sadar penyangkalan ini adalah cara dirimu berusaha mengurangi rasa sakit yang muncul pasca kehilangan.

Ketika kamu mampu melewati tahap penyangkalan ini, emosi-emosi yang sebelumnya terpendam akan keluar dan menunjukkan eksistensinya yang membawa kamu masuk pada tahap selanjutnya.

Anger (Kemarahan)

Pada tahap ini semua emosi muncul, hal ini membuat kamu mulai merasakan kemarahan, marah terhadap orang yang meninggalkanmu. Ini bagian dari penyesuaian diri pasca kesedihan. Kamu akan mulai berusaha melimpahkan kesalahan pada orang tersebut karena sudah meninggalkanmu, meski sebenarnya logikamu mengatakan bahwa itu bukan salah orang tercinta tersebut. Itu memang apa yang sudah Tuhan gariskan untukmu.

Setelah menyadarinya, kamu akan masuk pada tahap selanjutnya yakni Bargaining (Penawaran)

Bargaining (Penawaran)

Di tahap bargainin ini kamu akan mulai berandai-andai tentang kondisi yang terjadi pada dirimu, dalam hal ini kamu akan mulai memikirkan sebab-akibat. Yang pernah terjadi pada saya adalah kalimat, "Seandainya saya lebih konsisten lagi membuatkan jus bit merah, mungkin kanker gak akan sempat menggerogoti tubuh bapak dan beliau bisa tertolong." Ini adalah tahap pasca kemarahan yang berpadu dengan logika yang ada dalam diri.

Alih-alih menyalahkan orang yang meninggalkanmu, pada tahap ini kamu akan mulai menyalahkan diri sendiri atas segala kemalangan yang terjadi. Kondisi ini membawamu pada tahap selanjutnya yakni Depresi.

Depression (Depresi)

Ini tahap paling kritis dari lima tahap kesedihan pasca kehilangan, karena tahap inilah yang menentukan kamu mampu keluar atau tidak dari kesedihan yang kamu alami. Pada tahap depresi ini, ada dua jenis depresi yang mungkin muncul.

Yang pertama adalah depresi praktis yang berhubungan dengan konsekuensi yang mungkin dihadapi pasca kehilangan, seperti kekhawatiran akan kondisi ekonomi keluarga atau bagaimana membagi peran dalam keluarga.

Yang kedua adalah depresi yang lebih bersifat pribadi, hal ini membawamu menutup diri dari lingkungan sekitar dan mengalami masa-masa sulit seperti merasa terpuruk dan benar-benar tak berdaya.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, tahap ini adalah tahap paling kritis. Ketika kamu merasa mulai memasuki dan mengalaminya, saya sangat menyarankan untuk segera berbicara dengan orang-orang terdekat. Pada tahap ini kamu hanya membutuhkan orang untuk mendengar semua kesedihanmu dari tahap awal hingga tahap ini. Ceritakan semua! Namun untuk itu, kamu perlu menemukan orang yang tepat. Keluarga terdekat yang kamu rasa sangat mengerti kamu mungkin bisa membantu, setidaknya meminta pertolongan sebelum terlambat. Jika depresimu sudah pada tahap yang mengkhawatirkan, minta pertolongan seorang profesional seperti psikolog.

Setelah berhasil melewati masa kritis ini, kamu akan memasuki tahap terakhir yakni acceptance atau penerimaan.

Acceptance (Penerimaan)

Ketika kamu berhasil melewati tahap depresi dengan baik, kamu akan masuk pada tahap acceptance atau penerimaan. Pada tahap ini dirimu akan mulai bisa menerima keadaan, bukan berarti kesedihan sudah sepenuhnya hilang dan berlalu tapi kamu lebih bisa menerima kehilangan sebagai sesuatu yang memang sudah Tuhan gariskan untukmu.

Kamu akan mulai merasakan hal-hal positif menggantikan pikiran-pikiran negatifmu, seperti perasaan beruntung pernah mengenal orang yang kamu cintai tersebut untuk kurun waktu tertentu dan memiliki beberapa atau bahkan banyak hal indah yang bisa kamu jadikan kenangan dan pelajaran.

Itu tadi 5 tahap kesedihan yang mungkin akan kamu alami pasca kehilangan orang tercinta, lamanya tiap tahap berbeda pada tiap individu bergantung pada seberapa besar keinginan dalam diri untuk kembali ke keadaan normal pasca kehilangan dan bantuan dari lingkungan sekitar. Saya menghabiskan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan kelimanya, tiga tahun tersulit pasca kehilangan orang tercinta. Tetap berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan bisa menjadi salah satu cara mempersingkat waktu pada tiap tahapnya. 

Dengan mengetahui kelima tahap ini, saya berharap kamu bisa lebih siap menghadapi kesedihan pasca kehilangan orang tercinta dan kembali pulih seperti sedia kala, meski tak bisa dipungkiri kesedihan mungkin akan muncul tapi tidak lagi seberat sebelum kamu menyadari kelimanya.

Lots of love,
Niek

Tahukah Kamu bahwa Journaling bisa Meningkatkan Kesehatan Mentalmu? | Our Life Journey

Apa itu journaling?

Journaling adalah kegiatan menuliskan apa yang ada di pikiran dan perasaan kita. Segala hal yang kita lalui bisa kita tuliskan dalam jurnal ini, termasuk semua emosi positif maupun negatif yang kita rasakan. Oleh karenanya journaling dikatakan bermanfaat bagi kesehatan mental.

Apa saja manfaat menulis journal?

Kegiatan menulis journal yang dilakukan dengan terus menerus bisa meningkatkan sel-sel imun, juga bisa mengontrol dan meningkatkan memory.

Lebih spesifik, journaling bermanfaat untuk:


MENGURANGI STRESS

Menulis journal bermanfaat untuk melepaskan kita dari emosi akibat dari pikiran dan perasaan negatif. Penelitian di tahun 2011 menggarisbawahi bahwa journaling pada remaja yang mengalami kekhawatiran dan keraguan driri menunjukkan hasil positif.


MENGELOLA KECEMASAN

Journaling adalah cara yang mudah dan efektif yang bisa membantu kamu mengelola kecemasan. Dengan journaling perkembangan kamu dari kecemasan lebih bisa terpantau, kamu juga bisa lebih mengeksplorasi dan memahami perasaan dan emosimu. Dengan kata lain kamu bisa tahu apakah kecemasan dalam diri kamu sudah berkurang atau belum.


MENGATASI DEPRESI

Journaling bisa meningkatkan mood dan mengendalikan gejala depresi, yang membuat terapi pada penderita depresi berjalan dengan baik. Journaling membuat penderita mengetahui dengan jelas apa yang sesungguhnya mengganggu pikirannya.


Selain ketiga manfaat di atas, journaling juga bisa membantu kamu:

  • Mengidentifikasi masalah dan rasa takutmu
  • Melacak masalah dan mengetahui penyebabnya, juga bagaimana cara mengatasinya secara efektif
  • Mengidentifikasi pikiran & kebiasaan negatifmu
  • Melihat masalah dengan jernih dan membantumu menemukan sudut pandang lain dalam melihat semua yang terjadi dalam hidupmu.
Pict. source: pinterest.com

Ketika Seorang Ahjussi Akhirnya Menjadi Tokoh Utama

Sebuah thread tiba-tiba muncul di feed saya. Seseorang bertanya apakah ada yang sedang menonton drama Korea berjudul The Dream Life of Mr. K...