Sunday, 5 July 2015

Mr. & Mrs. Bahagia 3rd Anniversary: D-3 (H Min Tiga) "Tujuh September"

Dear Good Readers,

H-3 ini saya mau cerita tentang hari jadi kami berdua.

Entah hari apa waktu itu, yang jelas tiga hari itu bikin hati gemetar. Kenapa tiga hari? Iya, karena tanggal 7, 8 dan 9 September itulah kami semakin dekat dan dekat lagi.

Tanggal 7 itu dalam keadaan yang sama sekali gak romantis dia berkata pada saya, "Kamu kan kosong, aku juga kosong. Jadi siapa tahu kita bisa?"

Pingin banget bilang, 'emang sepak bola kosong-kosong? Terus itu pake bilang 'siapa tahu bisa' segala.. Maksudnya apa coba? Bisa apa?'

Tapi kayaknya dia serius, dia gak pernah kelihatan seserius itu sebelumnya.. Biasanya isinya cuma becanda terus, jadi saya urungkan niat nanya-nanya apa yang mau saya bilang tadi. Takut dia ilfil.

Diam sesaat, pikiran saya langsung melayang. 'Kamu suka sama dia. Sekarang dia lagi minta kamu buat jadi seseorang special buat dia. Setidaknya mencoba. Kesempatan ini datang dua kali. It is now or never!', kata batinku.

Seketika kepalaku mengangguk, tapi sepertinya dia tidak melihatnya.

"Aku gak akan ngulang lagi ya.. Cuma sekali ini..", gitu katanya.

Jadi inget lagu Janji Suci-nya Yovie Nuno.


Jadilah saya bilang, "Iya..". Itu aja.. Itu aja?? Terus tanggal 8 dan 9 nya?? Tanggal 8 dan 9 adalah penegas. Penegas bahwa kami memang jadian. Dan bahwa we are couple from that day on.. :D

Love,

Saturday, 4 July 2015

Mr. & Mrs. Bahagia 3rd Anniversary: D-4 (H Min 4) "Termakan Omongan Sendiri"

Dear Good Readers,

Belum apa-apa udah H-4 aja nih.. Semakin dekat semakin bingung mau nulis apa lagi.. Banyak sih sebenerya tapi ya gitu.. I'm kindda forgetful jadi ya, memori rada-rada kabur.. Tapi sudahlah, mari kita lanjutkan tulisan ini.

Termakan omongan sendiri, judulnya kok gitu.. Hahaha.. Iya, ini nih yang mau saya ceritakan ke semua Good Readers. Tentang saya yang termakan omongan saya sendiri. Mungkin ini awal saya kenal my special one a.k.a Hubby.

Waktu itu sekitar 12 tahun lalu, ketika saya dan teman-teman EastSix baru aja lulus SMA. Sama-sama masih berusaha daftar untuk kuliah. Eh, ada yang belum kenal EastSix?? Yuuk di klik link ini >> Jadi dulu teman-teman EastSix pada pingin kuliah di kota tempat saya tinggal ini. Dan karena di kota ini ada rumah nenek saya, jadilah kami tinggal sementara di rumah ini. Gak semua teman-teman Eastsix ikut.

Singkat cerita suatu siang menjelang sore kami yang sedang berkumpul diruang depan tiba-tiba terganggu dengan suara ramai dari sekelompok cowok. Akhirnya mereka pun mengintip dari jendela.

Tampak beberapa lelaki berjalan pelan sambil berbincang ramai membawa sebuah bola, sepertinya mereka mau main sepak bola. Dari balik jendela teman-twman Eastsix heboh sendiri.

"Iya, ya.. Itu lho yang paling ganteng..", kata salah seorang dari mereka, saya lupa siapa tapi yang jelas hampir semua meng-iya-kan ucapan tadi. Goodlooking memang kalo dibanding yang lain. Lalu entah kenapa spontan saya menjawab,

"Oooh itu.. Dia tetangga depan rumah, kalau mau kenalan aku kenalin..".
Dalam hati rasanya ada yang bicara,

'apa-apaan anak-anak ini, suka kok sama orang goodlooking. Kalo aku mending yang biasa aja. Gak mau ah ikut-ikutan suka sama dia. Iiih.. Orang goodlooking kyak dia ga mungkin kurang kasih sayang. Banyaklah yang sayang sama dia. Percuma ngasih sayang ke dia.. Mending nyayangin yang lain..', 'Lho.. lho..' Tiba-tiba saya sadar, 'mereka yang suka kok saya yang sewot..', batin saya lagi.

Waktu berlalu saya semakin dekat dengan lelaki ini karena dia memang seksi antar jemput saya, disinilah witing tresno jalaran soko kulino itu bekerja dengan baik. Dan saya kemakan omongan saya sendiri. Mantap saudara..


Moral values:

Hati-hati kalo ngomong apa-apa ke siapapun, walau dalan hati sekalipun. Ingat, Allah maha mendengar.

Mr. & Mrs. Bahagia 3rd Anniversary: D-5 (H Min 5) "Intuisi" | Our Life Journey

Dear Good Readers,

H-5 ini saya mau cerita sedikit tentang hal yang sudah sedikit saya singgung di postingan ini >> Mr. & Mrs. Bahagia 3rd Anniversary: D-6 (H Min 6). Bukan, bukan.. Bukan yang tentang dinding inspirasi itu, ini tentang khayalan love life yang saya punya jauh sebelum saya kenal suami saya.

To be honest my love life wasn't really good. As an INFJ sama seperti INFJ lainnya, kami suka orang-orang, bahkan banyak orang. Sebagai pribadi unik saya sering sekali suka sama orang.. :D Kalian boleh ikut ketawa juga kok, tapi ingat itu 'suka' ya, bukan 'cinta'. Dan yang jadi masalah adalah Saya jarang sekali menunjukkan perasaan saya. Saya lebih sering melapisi diri saya dan mengalami kesulitan menunjukkannya.

Saat seseorang jatuh cinta atau suka sama saya, saya gak punya perasaan apa-apa sama dia. Sebaliknya, ketika saya suka sama seseorang sepertinya seseorang gak membalas perasaan saya. Saya sendiri gak ngerti kenapa dan bagaimana mengatasinya, sampai saya ingat saya pernah baca artikel menarik tentang seorang pria.

Dia adalah Nicky Byrne, salah satu dari member Westlife. My favorite boyband, I grew up with their songs. Like others 90's teenagers did. Di artikel itu diceritakan bahwa young Nicky bertemu dengan wanita yang sekarang jadi istrinya di usia 12 tahun, usia yang sangat muda. Gadis itu, Georgina Ahern, adalah seniornya di sekolah. Saat pertama kali ketemu dengan gadis ini dia cerita pada ayahnya bahwa gadis seperti inilah yang ingin dia jadikan istri di kemudian hari. And guess what, gadis itu menjelma menjadi dewasa dan sekarang menjadi istrinya.

That makes me so inspired, dan mikir, 'bisa ya ada orang yang bener-bener punya intuisi kuat bahwa suatu saat seseorang akan jadi seseorang spesial buat dia'. Aaaah.. So romantic.. At least buat saya, entah buat yang lain. Diam-diam saya pingin sekali punya kisah seperti itu. Punya intuisi yang kuat yang bisa yakinin dia bahwa 'ini orang bakal jadi someone special saya'. Well intuisi saya lumayan kuat cuma kurang terlatih aja.

Tapi kemudian saya mikir, ini gimana caranya punya lelaki yang special kalau selama ini sesuai pengalaman saya rasa yang orang lain punya gak sama dengan rasa saya juga sebaliknya. Then I think 'witing tresno jalaran soko kulino'-nya orang jawa bagus buat saya. Cinta yang diawali dengan pertemanan atau persahabatan mungkin bagus, saya bisa kenal orang yang suka saya lebih dalam bukan hanya dari luarnya saja dan sebaliknya mungkin orang yang saya sukain juga bisa kenal saya lebih dalam. And that happened to me.

My hubby is one of my friends, the special one. Kami berteman kurang lebih 3 tahun, saling mengenal busuk masing-masing. Saling mengenal bobrok masing-masing, saya bahkan tahu siapa saja mantan-mantan dia dan cerita-cerita mereka. Juga mantan dia yang masih aja ga bisa move on walau udah punya suami dan anak ckckck.. Dulu rasanya menyakitkan tapi kemudian saya pikir buat apa saya bikin sakit diri saya sendiri, toh hidup harus terus jalan.Cerita-cerita itu sekarang cuma jadi guyonan kami kalau lagi nyantai dan tiba-tiba keinget itu. Hihihi.. Gak pake baper ah.. Kayak remaja aja..

Saya dan hubby berteman 3 tahun, dulu dia orang yang setia nganterin saya kemanapun saya pergi.

"Diih ojek pribadi"

Bukan dong.. Bukan ojek pribadi.. Ojek spesial.. Hahaha.. Dulu sedikitpun gak ada rasa sama dia. Well ya, dia charming and so called goodlooking, tapi ada cerita dibalik goodlookingnya dia yang bikin saya rasanya kemakan omongan saya sendiri.

"Ceritain dong.."

Sabar, nanti saya tulisin di postingan berikutnya ya.. Lanjut ga?

"Siipp"

Okay, jadi gitu. Kemana-mana selalu dia yang anterin. Tanpa hubungan karena memang belum ada hubungan apa-apa sampai 'witing tresno jalaran soko kulino' itu datang. Si 'tresno' datang menclok di hati, gak pake permisi gak pake apa-apa. Tiba-tiba rasanya gak lengkap kalau bukan dia yang anter, rasanya gak nyaman kalo sehari aja gak denger guyonan dia. He's kindda humorist guys I love. Saya orang yang suka gampang banget ketawa ngeliat tingkah orang, guyonan orang, bahkan ketika orang lain gak ngeliat ada kelucuan saya bisa ketawa.

"Aneh"

Memang saya aneh, gak banyak orang yang bisa ngerti saya sebenarnya seperti apa. Bahkan diri saya sendiripun ngerasa saya ini kayak alien, khas pribadi INFJ. Saya suka banget sama lelaki humoris, lelaki yang tingkahnya lucu dan rasanya spontan aja dia melakukan kelucuan itu tanpa dibuat-buat. Suka aja. Dan itu ada dalam diri lelakiku ini. I think that is what makes me in love with him. He's a funny guy. And I wanna spend my whole life living with this super spontaneously funny guy. Saya sudah terlalu serius, I really need someone to comfort me and to make me enjoy life. Intuisiku mendukung, dan sepertinya untuk hal ini saya bisa melatih intuisi saya.

Well, actually I got nothing to lose. Mau dia suka juga sama saya atau enggak kek, mau dia punya rasa ke saya atau enggak, saya selalu pegang prinsip saya yang saya tulis di salah satu dari moral values di postingan sebelumnya >> Mr. & Mrs. Bahagia 3rd Anniversary: D-6 (H Min 6), ..terus berjuang and keep tulus #sambilnyanyilagunyatulus. Tapi beneran deh, intuisi saya bilang he's the one. And yeah, he's the one. :D

Saatnya moral values:
1. Jangan menyerah, Allah ciptakan kita berpasang-pasangan.
2. Gunakan intuisimu, setiap orang punya intuisi tinggal mau ngedengerin apa enggak. Tapi rasanya setiap orang akan mengalami satu kejadian dimana intuisinya memang benar.
3. Kalau kamu orang yang serius, cari pasangan yang nyantai. Hidupmu bisa jadi serius tapi santai #apaansih
4. Hey, biarin orang bilang aneh. Kita dilahirkan dengan gift sendiri-sendiri.

Thanks for stopping by and reading this, Good Readers..

Love,

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...