Sunday, 23 August 2015

Cerita Sedikit: Hidup Tanpa Suara | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Ijinkan saya cerita tentang hal yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saya merasa tertohok begitu dalam ketika seseorang masuk ke toko kami. Sebenarnya saya sering lihat dia dan tak asing. "Eh eh eh eh..", ujarnya. Tak ada suara, hanya seperti erangan tapi bukan marah. Bibirnya seperti komat kamit. Saya berusaha dengan seksama memperhatikan bibirnya untuk menebak apa yang diucapkannya.

Ya dia memiliki kekurangan, telinganya tak bisa mendengar, itu yang membuatnya juga kesulitan dalam berbicara. Ternyata saya pahami dia hendak membeli pulsa, saya carikan secarik kertas dan sebuah pena. Lalu saya lihat lagi dia berujar, "eh eh eh..?", sambil tangannya menunjukan angka 5 dan bibirnya komat kamit yang saya pahami dia hendak membeli pulsa 5rb.

Setelah selesai menulis nomor hapenya tangannya kembali menunjukkan jari-jarinya, kali ini dia mengangkat 6 jarinya, kemudian lima jarinya dan dua kali menunjukkan angka nol. Saya pahami dia paham harganya 6.500,- saya-iya-kan dengan mengatakan "iya", lalu dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Terlihat beberapa lembar uang kertas dan sebuah kantong plastik yang berisi recehan. Lalu dia mengeluarkan uang 6rb yang terdiri dari lembaran dan recehan.

Saya tunggu beberapa detik dia tampak kembali bertanya seolah mengatakan, "pulsaku kok belum diproses", karena sedari tadi aku tetap didepannya mengira dia sedang mengeluarkan kekurangan 500 rupiah, sampai akhirnya dia mengulang tangannya menunjukkan angka lima dan dua buah nol. "Ya..", jawab saya. Ternyata dia sedikit kurang paham maksud saya. Lalu saya melangkah menuju laptop untuk memproses.

Seperti biasa selama perjalanan ke laptop yang cuma beberapa langkah pikiran saya melayang. Bagaimana rasanya hidup seperti orang ini? Hidup tanpa suara.. Sunyi, senyap, tak terdengar apapun. Tiba-tiba mata saya terasa panas, hati terasa teriris, entahlah.. Selalu seperti itu..

Sejurus kemudian muncul perasaan betapa kurang bersyukurnya saya atas semua kebaikan dan kelebihan yang Allah berikan kepada saya. Saya harusnya bersyukur masih bisa mendengar dan berbicara dengan baik sehingga orang lain mengerti. Dan saya tak harus.. Hidup Tanpa Suara..

Weird Love,

Cerita Sedikit: Mas Ganteng Saya dan Komputer Murahnya

Dear Good Readers and Weirdos,

Kali ini saya mau cerita tentang suami. Bukan LeQue namanya kalau gak lucu dan bikin ketawa (LeQue adalah panggilan sayang saya ke suami sebelum nikah yang masih kebawa sampai sekarang).

Jadi gini ceritanya, kemarin malam mas ganteng itu sedang pakai kaos kaki mau berangkat kerja. Tiba-tiba dia cerita tentang obrolan dia dan temannya suatu hari.

"Il, ada komputer murah mau gak?", tanya mas ganteng dengan suara normal, khas dia kalau lagi ngobrol serius. Oh iya, nama temannya mas ganteng adalah pak Mail. Temannya yang melihat peluang dapat ceperan dan melihat betapa seriusnya cara mas ganteng berbicara langsung menjawab,

"Mau, mau. Nanti aku hubungi Hari biar dibeli sama dia terus dilempar lagi". Hari itu nama temannya pak Mail.

Saya yang mendengarkan cerita mas ganteng kemudian membayangkan kejadian itu dan mencoba menerka apa yang selanjutnya dikatakan mas ganteng pada temannya. Kemungkinan bisa, 'Ya ambil aja di toko orang', atau 'komputer rusak', atau bisa juga 'komputer mainan'.

Saya masih sibuk dengan apa kemungkinan jawaban lucu yang keluar dari mulut mas ganteng, lalu mas ganteng meneruskan ceritanya sambil duduk dan mengangkat satu kakinya.

"Ini, Il, komputer murah", sambil menunjuk bagian telapak dikaos kakinya yang  bertuliskan KOMPUTER.

Weird Love,

Monday, 17 August 2015

Auto-biography Saya: It's Story about Nirmala (Again) | Our Life Journey

Dear Good Readers,

Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga pergi ke sebuah tempat wisata, it's called Sumber Maron (tentang tempat wisata ini mungkin lain waktu saya ceritakan). On our way there entah kenapa tiba-tiba kami membahas tentang Nirmala, sebuah nama yang dulu sempat hendak disematkan pada saya. Ceritanya sempat saya bahas di postingan ini >> Auto-biography Saya: It was Nirmala #wink-wink

Saya tak pernah tahu kenapa bapak pingin memberi nama itu pada saya, sampai hari itu. Ternyata alasan dibalik keinginan memberi nama Nirmala pada saya adalah..

"Sebenar sederhana sekali mikirnya.. Nir itu kan artinya tidak, Mala itu artinya bahaya. Jadi Nirmala itu artinya tidak ada bahaya, bisa juga diartikan jauh dari bahaya..", begitu jelas bapak.

Memang sederhana sih, tapi maknanya dalam juga ya.. :) Semoga walaupun tak menyandang nama itu saya selalu dijauhkan dari mara bahaya.. Aamiin..

Jadi ternyata itulah misteri nama Nirmala selama ini.. #SayaJadiTahu

Weird love,

Thursday, 13 August 2015

Kontemplasi Seorang Weirdo Introvert Nerd :) | Our Life Journey

Dear Good Readers,

Akhir-akhir ini lagi banyak yang harus saya pikirkan sampe nulis di blog ini aja jarang, herannya ide buat nulis panjang juga buntu banget. Sepertinya kehabisan batre. Butuh recharge. Tapi kalo untuk nulis tulisan pendek-pendek sejenis puisi, masih mengalir lancar.. Cuma belum masuk blog aja yang baru-baru..

Oiya, sekedar info saya ada bikin blog khusus buat ngumpulin puisi-puisi yang pernah saya tulis. Ini linknya >> "Kumpulan Puisi Rani | Niek's Project". Ini bakal jadi project seumur hidup sepertinya. Semoga masih terus diberikan ide oleh Sang Pencipta jadi puisi-puisi yang saya bikin bisa ngena di hati Good Readers..

Saat ini saya lagi dalam fase memulai kontemplasi, bukan kontemplasi yang bener-bener hening dan gak melakukan apapun. Kontemplasi pikiran. Sedang berusaha menjauhkan diri dari pikiran-pikiran miring, yang enggak jelas dan enggak membangun. Tapi emang agak susah sih. Oops, ralat.. Bukan cuma 'agak' susah tapi pake banget. Susah banget.

Banyak penggoda yang datang, yang seolah menggelitik kekuatan analysis untuk terus saja mengumpulkan dan analisa data yang kemudian akan berakhir pada kesimpulan. #NgomongApaSih. Kadang juga suka pingin ketawa kalo udah liat kondisi yang mirip baget sama pertanyaan, "Mana yang duluan, ayam apa telur?" juga pertanyaan seperti, "Jahat mana orang jahat apa orang yang menganggap orang lain jahat?", apa pula itu.. Juga pertanyaan seperti, "Saya ini korban apa pelaku sih sebenarnya?", juga seperti, "Saya ini sebab apa akibat?" Entahlah..

Tulisan saya makin ngelanturkan, Good Reader? That is me.. Weirdo! But really, I love to have that name as my middle name.. Weirdo! Terserah apapun yang orang bilang tentang nama itu saya suka..

Seorang Weirdo yang sedang Kontemplasi..

Segitu dulu ceritanya ya, Good Readers.. Salam buat semua Weirdos di seluruh dunia..

Weird Love,

Wednesday, 29 July 2015

Ini Menurut Saya: Logo Band Ungu Album Mozaik | Our Life Journey


Dear good readers,

Udah lama banget saya gak nulis, rasanya udah kangen banget tangan ini. Sebenernya gak bener-bener vakum sih.. Saya masih nulis tapi gak di blog ini, nanti saya ceritakan detailnya di postingan lain.

Seperti yang udah pernah saya bahas di tulisan ini >> Auto-biography Saya: I Love Purple. Saya suka banget sama warna ungu dan saya juga suka band Ungu.


Kali ini saya mau bahas tentang logo band Ungu. Tangan dan kepala saya berhasil dibuat gatel untuk nulis lagi..


Well ya, logo ungu adalah huruf g dengan dua tanduk yang mirip banget sama setan. Semua memang tergantung persepsi dan perspektif orang, tapi di postingan kali ini saya mau bahas persepsi dari perspektif saya.

No offense ya, Good Reader. Sekali lagi persepsi dan perspektif orang boleh beda. Dan saya termasuk yang meng-iya-kan bahwa logo itu memang mirip setan dan ya, saya termasuk yang menyayangkan.

Memang dulu sudah dijelaskan oleh Ungu, bahwa mereka bukan pendukung aliran satanic, they are not. Itu hanya logo yang mereka pakai sebagai identitas. Sampai sini saya lega dan bilang 'terserah mereka', karena memang terserah mereka mau pakai logo apapun. Lagian siapa saya.. :):):)😄😅

Saya hanya suka lagu-lagu dan lirik-lirik serta alunan musik yang sesuai dengan saya maksudnya yang saya suka, yang tidak sesuai dan saya tidak suka tidak saya dengarkan. Sungguh ini perkara suka dan tidak suka saja. Tak ada unsur lain.

Sama seperti sikap saya terhadap band-band lain. Kecuali Westlife, Yovie n Nuno dan kemungkinan kalo album Dikta Project keluar juga bakal jadi pengecualian, entahlah. Ada alasan subjektif dibalik tiga band itu. :P

Ketika kemudian album Mozaik keluar, tak sengaja saya melihat pola di logo g dari band mereka yang di-fill dengan pola mozaik, sesuai judul album. Lagi-lagi saya tertegun melihat logo itu. Boleh dibilang syok.



Adanya pola yang bila lubang-lubang di tengah huruf g diblok dan garis-garis mozaik itu digabungkan akan membentuk bintang 6 sudut yang semua orang tau itu logo negara mana dan ada cerita apa dengan negara itu. Itulah yang bikin saya syok.

Untuk ketiga kalinya dalam postingan ini saya ucapkan bahwa semua hanya persepsi dari perspektif saya yang syok melihat logo itu. Entah memang ada maksud lain atau mungkin hanya kebetulan saja, mungkin juga saya saja yang terlalu sensitif. Maafkanlah jika saya salah..

Love,

Ketika Seorang Ahjussi Akhirnya Menjadi Tokoh Utama

Sebuah thread tiba-tiba muncul di feed saya. Seseorang bertanya apakah ada yang sedang menonton drama Korea berjudul The Dream Life of Mr. K...