Friday, 20 May 2011

Mr. & Mrs. Bahagia: Mencoba Bangkit


Hari Jumat ini berlalu begitu cepat. Sudah satu minggu berlalu sejak hari dimana aku jatuh pingsan. Rasa sakit itu masih aku rasakan, bahkan hari ini jauh lebih parah dari kemarin. Aku tahu dan sangat yakin penyebabnya adalah rasa kantuk yang amat sangat tapi aku tidak bisa tidur.

Tapi alhamdulillah, sore tadi sampai dengan maghrib aku berhasil tidur setelah perjuangan panjang.

Oh iya, tepat tanggal 20 Mei pula. Hari kebangkitan nasional ini, jadi aku pun harus bangkit dari semua ini.

"Mencoba berkawan dengan penyakit," kata seorang bijak padaku

"Banyak berdoa dan meminta maaf, siapa tahu kita saling bersalah," kata seorang bijak lainnya

dan...

"Penyakit itu jangan dirasakan, dibuat senang aja," kata seorang bijak satunya

Jadi ingat lagunya Anggun C. Sasmi...

"It's all in your mind, in your mind"

Dan ya, ketiga orang bijak yang berkata padaku ini benar...

So...

"Perkenalkan penyakit, namaku Rani..."

"Semuanya... maafkan semua kesalahanku, baik sengaja maupun tidak... Please..."

dan...

"I am fine... I am okay... Nothing is happening to me"

^^v

Saturday, 14 May 2011

Mr. & Mrs. Bahagia: I was unconscious yesterday

Two days ago I felt unwell, suddenly my voice changed, I thought I got flue and cough.

Yesterday it was getting worse. I woke up early in the morning and planned to be off from work today coz I got temperature, headache, and I finally lost my voice.

In the afternoon, I was sleeping when mom suddenly called out my name and asked for a help. I hurriedly woke up and tried to help her.

Well when I woke up I felt my heart beat in an unusual rhythm. A couple minutes after I help mom I felt my heart beat faster and faster, I can still feel it till now. Then I lost my balance, and I suddenly collapsed, I was unconscious. For some minutes my soul was flying away. Then I recover from the unconsciousness.

All I could see was Dad. He was holding me and I was sat on a chair. I was really limp, I couldn't even lifting my head. It felt like spinning around. I burst into tears, they came out of my eyes. My Dad kept on asking me to say Istighfar, and I kept praying it was not the last time I live in the world.

My mind went away, I was really scared, I felt nausea and I had to keep my head laid on the wall. Mom made a glass of warm tea for me. Everyone in my home came to see me. I felt so nausea. And mom decided to take me to the bathroom to vomit.
Then yeah I vomit.

All the food I have eaten came out. I was a lil bit happy coz I finally a lil relieve. No more nausea though my body was still limp. Mom took me to the bed, asked me to have a rest, then slept beside me.

On the bed, Mom was fell a sleep but I couldn't sleep at all. I decided to tell my HC abt what happened to me, he asked me to have a rest and promised to come after I woke up.

He came in the afternoon, he said I needed to set aside all the working stuffs that cause me stressful. I knew this condition is psycho somatic, I was too busy these days and think too much. I need to break for a moment. I am so weak lately. I hope I can get more rest.

Monday, 28 March 2011

Saya dan Cerita: Ide Cerita




Ini cuma ide cerita aja, buat yang mau bikin jadi cerita full silahkan.. karena jujur aku sendiri gak ada waktu buat ngerjainnya... tapi jangan nyaplok sembarangan yach, ijin dulu ke aku... terus, ntar klo uda bikin draft ceritanya jangan lupa di-share ke aku... pingin baca.... ^_^

~......begini idenya......~

Pernahkan kalian tertidur pada suatu malam dan bermimpi, di pagi harinya kalian terbangun dan mendapati apa yang kalian mimpikan tadi malam terjadi dihadapan kalian. Percaya atau tidak hal itu sangat sering aku alami. Terlalu sering untuk dapat aku ingat semuanya satu persatu secara detail. Tapi satu hal ini sangat membekas dan tidak akan pernah hilang.

Pada suatu pagi ketika aku bersiap untuk berangkat kuliah,
~Tiiin tiiinn~
Klakson angkot langgananku memanggil, dari luar terdengar suara si abang sopir berteriak dengan nyaringnya, "Neeeeng... cepetan, Neng"

"Sabar, Bang. Tinggal pake sepatu doank," sahutku dengan tidak kalah lantangnya. Kedua orang tuaku hanya tersenyum. Kemudian aku berpamitan kepada mereka berdua dan berlari sekuat tenaga.

Aku dengan sigap menaiki angkot bang Thamrin yang ternyata sudah penuh, dan hanya menyisakan satu tempat kosong di pojok dekat pintu. Pantatku hanya duduk separuh, aku berusaha menggeser orang di sampingku berharap dia berbesar hati untuk sedikit bergeser dan merapat. Tapi dia tidak sedikitpun bergeser, malah berkata, "telat minta jatah kursi".

(to be continued...)

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...