Saturday, 28 February 2015

Saya dan Puisi: Maha Membolak-balikkan Hati

Tuhan
Hatiku bergejolak, merintih, menangis
Rasanya sembilu
Seperti ada sebuah pisau tajam yang mengiris-iris
Seperti ada sebuah silet tajam yang menyayat-nyayat menggores luka
Seperti ada sebuah paku tajam yang sengaja ditusuk-tusukkan tepat di hati ini

Tuhan aku merasa tak salah dalam perkara ini
Tapi semua seakan menyudutkanku
Iya aku tak punya banyak uang disaku celanaku
Hanya beberapa receh yang tersisa
Iya aku tak punya kedudukan tinggi yang bisa saja membuatku tak dipandang sebelah mata oleh semua

Tapi Tuhan
Aku punya hati
Hati yang juga sakit jika dibedakan dengan yang lain
Hati yang juga bisa remuk jika dibanting
Hati yang juga bisa hancur jika diremas

Tuhan
Bantu aku redakan rasa teriris, tersayat dan tertusuk di hati ini
Semoga kelak semua bisa mengerti dan memahami keadaan yang sebenarnya ketika Engkau buka segalanya
Engkau yang Maha Membolak-balikan Hati hambaMu
Maka biarkan aku tetap berada di jalan lurus ini

Sunday, 22 February 2015

Saya dan Puisi: Sebuah Keniscayaan

Secantik itukah paras si pendusta
Semenarik itukah asap isyu yang ia hembuskan

Hingga siapapun seperti tersihir
Hingga siapapun seperti terhipnotis
Hingga siapapun seperti kehilangan ingatan

Ingatan akan sejarah yang begitu panjang
Sejarah yang terukir begitu harmonis
Sejarah yang rasa-rasanya terlalu segar untuk hilang begitu saja

Sedahsyat itukah hipnotis yang diserukan
Semewah itukah balasan wangi palsu yang ditawarkan

Hingga siapapun seolah lupa daratan
Hingga siapapun seolah kehilangan pikiran

Melayang-layang hingga semut diseberang terlihat begitu besar dan gajah dipelupuk mata nampak begitu kecil

Semua pasti berputar
JanjiNya adalah sebuah keniscayaan

Maka hanya doa tulus yang mampu melunturkan paras dusta, asap isyu yang berhembus, hipnotis yang diserukan dan wangi palsu yang ditawarkan

Sungguh ketika saat itu siapapun akan tersadar dan menyesali semuanya

Karena sungguh janjiNya adalah sebuah keniscayaan

Sebuah keniscayaan

Saturday, 7 June 2014

EastSix - Saya dan Sahabat: Our Uniqueness

Sore yang sedang baca postingan ini,

Kali ini saya akan cerita tentang keunikan-keunikan EastSix. Siapa itu EastSix? Diantara yang sedang baca postingan ini ada yang belum tau? Kalau ya, coba deh intip postingan ini biar gak penasaran.. :D >> New Label: EastSix - Saya dan Sahabat.

Postingan ini sebenarnya tentang lamunan iseng kami terutama saya waktu SMA dulu, waktu melihat kumpulan tanggal lahir kami masing-masing. Jadi maaf kalau terdengar absurd.. :D

Diurut berdasarkan usia dari kami berenam.. Salmah (1), atau kami biasa memanggil dia Mema, adalah yang paling tua. Kemudian diikuti oleh Atie (2), Ririn (3), Dewi (4), saya (5) dan Diana (6). 

Ini detailnya:

Mema lahir tanggal 21 Juni 1984, 
Atie tanggal 26 Oktober 1984, 
Ririn tanggal 20 Februari 1985, 
Dewi tanggal 22 Juni 1985, 
Saya tanggal 16 Oktober 1985 dan 
Diana 10 Februari 1986. 

Jika diamati kami berenam lahir di tiga bulan saja: Juni, Oktober dan Februari. Itu keunikan pertama. Ya, mulai SMA dulu traktiran ulang tahun kami lebih sering digabung jadi satu, Mema dengan Dewi, Atie dengan saya dan Ririn dengan Diana.

Juni
Mema: 21 Juni 1984
Dewi: 22 Juni 1985

Oktober
Atie: 26 Oktober 1984
Saya: 16 Oktober 1985

Februari
Ririn: 20 Februari 1985
Diana: 10 Februari 1986

Keunikan lain, jika diamati lagi perbedaan tahun kami yang lahir di bulan yang sama adalah 1 tahun. Perbedaan tanggal kalau gak 10 hari ya satu hari, jadi kadang kami adakan traktiran ulang tahun pada tanggal diantara dua tanggal ulang tahun itu.. Yang kasihan ya yang belum ulang tahun tapi sudah harus nraktir.. Hehehe.. Tapi kadang kami memilih tanggal terakhir.. Kali ini yang kasihan adalah yang ulang tahun pertama karena pasti traktirannya jauh dari tanggal ulang tahunnya..

Untuk perbedaan real dari kami yang lahir di bulan yang sama adalah: Mema lebih tua 1 tahun 1 hari dari Dewi, Atie lebih tua 1 tahun kurang 10 hari begitu juga dengan Ririn dan Diana.

Dulu waktu SMA kelas tiga kami masuk kelas yang berbeda, saya di kelas 3 IPA 1, Dewi dan Diana di kelas 3 IPA 2, sedangkan Mema, Atie dan Ririn bergabung di 2 IPS 2. Semacam settingan yang lucu, 1 orang di satu kelas, 2 orang di kelas yang lain dan 3 orang di kelas yang lain lagi.. :D

Soal menikah, yang pertama menikah adalah Atie (2), kemudian Salmah (1), saya (5), Diana (6) lalu Ririn (3).. Dewi (4) masih belum menikah walau sudah ada calon.. Urutan yang cantik menurut saya.. Atie menikah mendahului Salmah, Saya menikah mendahului Diana, dan Ririn menikah mendahului Dewi.. 2 - 1, 5 - 6, 3 - 4..

Terakhir reuni kemarin tiga dari kami: Atie, Salmah dan Diana sudah bawa buntut (anak) sedang tiga lainnya belum.. Soal hijab, tiga dari kami berhijab dan tiga lainnya belum.. (Untuk cerita tentang reuni bisa intip postingan The Reunion PlanRoad to Sidoarjo dan The Reunion).

Segitu dulu postingan yang kali ini dari saya, walau kesannya absurd tapi tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Allah selalu punya rencana untuk umatnya..

Sore buat yang sudah capek-capek baca sampai kalimat ini, thanks a lot.

La Reine Chanson

Sudah Mengenal Huruf Sejak 2,5 Tahun, Tapi Kenapa Menulis Masih Jadi Masalah? | Seri Kejar Menulis TK B — 30 Hari

Ada satu hal tentang perkembangan Ibrahim yang belakangan ini cukup sering saya pikirkan: menulis . Ibrahim sekarang sudah TK B. Akhir-akhir...