Sunday, 22 November 2015

Review: Stereo Season 1 Vs. Stereo Season 2 (Net TV)

Dear Weirdos,

Hari ini adalah hari minggu yang berarti kemarin sore jam 6 Stereo main di Net TV, emang kenapa? Kali ini saya mau review sedikit tentang Stereo Season 2. Kalian pasti sudah tau donk apa itu Stereo? Ya, Stereo adalah serial drama musikal Indonesia yang tayang di Net TV. Kalau dulu tayangnya setiap hari Minggu, untuk Season 2 ini Stereo tayang hari Sabtu di jam yang sama.

Jadi Stereo ini menceritakan tentang sebuah club vocal di Royal University yang hampir gulung tikar karena tak ada yang mau bergabung, tapi kemudian coach Azis, seorang pelatih vocal berusaha mempertahankannya dengan mencari bakat-bakat menyanyi di kampus itu. Ketemulah coach Azis dengan bakat pertama, Dara namanya. Tokoh ini sebenarnya cikal bakal bangkitnya Stereo karena dia dipilih sebagai leader untuk mengaudisi member yang lain. Begitulah..

Konflik di mulai ketika Vigo, yang diperankan oleh Pradikta Wicaksono, yang digambarkan sebagai cowok menyebalkan menyukai Dara dan selalu mengejarnya. Bahkan Vigo menyerobot antrian untuk ikut audisi Stereo. Dengan bakat yang dimilikinya terpaksa Dara menyerah dan menerima Vigo sebagai member. Disusul member lain yaitu Diva, Alex, dan Juwita. Satu 'rumah' bernama Stereo dengan 5 member dan satu pelatih memunculkan banyak konflik, itulah yang menjadi alur cerita.

Tentang Alex, Diva dan Dara yang bersahabat sejak SMA, oh ya, Diva adalah pacar Alex. Juga tentang Juwita yang jatuh cinta pada Alex, dan Vigo yang gak pernah berhenti ngejar Dara walau gak berbalas. Belum lagi mereka dituntut untuk mengikuti super choir sebagai bukti eksistensi mereka. Super Choir inilah yang menjadi benang merahnya.

Oke, segitu saja sedikit penjelasan tentang Stereo Season 1. Yang sama sekali belum pernah ngikutin Stereo di Season 1 boleh nih klik di link ini >> Stereo Net TV

Baiklah mari kita masuk ke topik utama, review Stereo Season 2 dan perbandingan dengan Season 1. Meski baru 2 episode saya rasa para penonton setia Stereo, seperti saya, sudah bisa merasakan perbedaannya dengan Season 1.

Kalau di Season 1 karakter yang muncul hanya kelima member, coach Azis, Bunda -ibu dari Juwita- dan Madam Wati sang Dekan, jadi konflik yang terjadi tidak begitu kompleks, cenderung monoton dan sedikit membosankan karena bagi saya ending setiap episode bisa ditebak. Untuk satu konflik yang terjadi pada satu episode rasanya seperti tergesa-gesa harus diselesaikan dalam episode itu juga dengan penutup konflik baru yang akan muncul di episode selanjutnya. Mungkin hanya satu episode yang saya ingat satu konflik diselesaikan dalam dua episode, yaitu saat coach Azis menantang para member untuk duel nyanyi, para lelaki melawan para wanita.


Stereo Season 2 Ep 2
Pic: instagram @net_stereo
Di season 2 ini karakter yang muncul dari awal cukup banyak, ada Dhana yang pernah muncul di season 1, Amanda, Pak Ben - yang seingat saya juga pernah muncul di season 1 sebagai dosen apa gitu-, Vino, Arka, Vanya, dan cerita semakin kompleks karena konflik semakin banyak. Untuk menjelaskan ada hubungan apa antara Amanda dan Dhana saja butuh waktu 3 episode. Ya, karena di episode pertama ada konflik antara Dhana dan Amanda yang belum jelas apa itu, yang pasti Dhana sebel banget sama Amanda. Di episode kedua ini juga sama, menggantung. Bisa dipastikan di episode ketiga akan terungkap apa hubungan keduanya karena episode kedua ditutup dengan Diva maksa Amanda menjelaskan hubungannya dengan Dhana.

Nah, bagian ini nih yang menurut saya sedikit absurd. Kenapa Diva harus semenggebu itu nanya apa hubungan Amanda dan Dhana. Memang sih Diva sebel atas masuknya Amanda sebagai member tanpa sepengetahuannya, tapi apa iya semenggebu-gebu itu? Memang juga sih di Season 1 ada konflik antara Stereo dan Dhana karena tulisannya yang menyudutkan di majalah kampus, tapi konflik itu sudah ditutup dan berakhir. Ada yang bisa jelasin kenapa Diva semenggebu itu?

Tentang banyaknya karakter di season 2 ini memang lebih memperbanyak konflik antar pemain yang otomatis membuat cerita gak monoton. Saya suka liat Juwita yang mulai menunjukkan dirinya dan mulai mencari pasangan dan lebih banyak tersenyum, karena di season pertama rasanya dia yang paling menderita. Tapi sepertinya Arka, orang yang Juwita sukai, mengeluarkan micro ekspresi yang kontradiksi ketika bertemu Juwita dengan ketika dia melihat poster Stereo didinding. Entah itu hanya perasaan saya saja tapi sepertinya konfliknya akan menarik. Entah berakhir dengan Juwita yang akan sakit hati karena kepalsuan cinta dan penghianatan Arka. #ngomongapasaya

Oh ya, di season 2 ini Stereo punya saingan yaitu Largo yang dibentuk oleh Pak Ben yang didua episode ini sedang mencari anggota. Kelihatan sih siapa aja yang akan gabung di Largo, gak mengherankan Dhana akhirnya dengan dilematis memilih bergabung di Largo. Saya sedikit menyesalkan keputusan Dhana yang dibuat begitu saja dengan mudah, dan Dhana merupakan rekomendasi dari Madam Wati sang Dekan ke Pak Ben. Sebenarnya keputusan ini bisa di buat lebih panjang dan lebih dramatis, meski mungkin memang akan memperpanjang penyelesaian tapi mungkin bisa lebih seru.

Di season 2 ini ada yang sedikit membuat saya dan para penonton setia Stereo pecinta Dara dan Vigo sedih karena tokoh Dara tak ada lagi. Hal ini sedikit aneh bagi saya, karena di Season pertama yang menjadi benang merah kedua setelah Super Choir disetiap episode adalah Dara dan Vigo. Dan Dara lah yang pertama mengaudisi untuk mencari member yang lain, jadi ketika dia menghilang ada yang aneh -Dara diceritakan melanjutkan studi ke luar negeri-. Tapi saya berpikir mungkin ini cara memutus konflik panjang nan monoton antara Dara dan Vigo yang tak habis-habis jika Dara tetap dimasukkan dalam Season 2. So let's move on Dara dan Vigo Lovers.. :D

Mungkin kesimpulan yang saya bikin masih prematur karena season 2 ini baru berjalan 2 episode tapi overall dari dua episode ini sudah bisa dilihat lebih menarik dari Season 1, pertama karena tidak monoton, lebih kompleks, lebih banyak konflik dan lebih banyak yang bisa diceritakan. Yang perlu diperhatikan yang mungkin kedepannya akan menjadi masalah bagi pembuat cerita adalah banyaknya karakter akan terjadi bias antara mana konflik yang harus dipertegas dan menjadi benang merah, dengan mana konflik yang harus dibiarkan mengambang saja sebab setiap karakter memiliki konfliknya masing-masing. Tambahan lagi fokus konflik harus tetap pada Stereo dan membernya karena judul drama musikal ini adalah Stereo.

Baca juga:

Review: Stereo Season 2, Stereo vs. Largo


Weird Love,

Thursday, 8 October 2015

Ini Menurut Saya: Angel Pieters Kecil Mirip..

Dear Good Readers dan Weirdos,

Sudah lama sebenarnya saya pingin nulis tentang kemiripan dua orang ini, tapi entahlah mungkin waktunya baru sekarang.

Oke, pertama saya ceritain dulu awal mula 'ngeh' bahwa mereka mirip. Suatu hari lagi nonton net tv dan entah kenapa tertarik banget sama salah satu serial dengan genre drama musikal semacam Stereo. Bukan Rani namanya kalo gak kupas tuntas dan menghapus ke-kepoan diri, maka mulai lah saya cari tau tentang Stereo.

Para pemerannya keren-keren, oke-oke. Ada nama Vidi Aldiano, Pradikta Wicaksono (to be honest orang ini yang pertama bikin saya penasaran sama drama musikal yang satu ini, dan ketagihan nonton), ada Kila Shafia, Tatjana Saphira, pak Azis dan Angel Pieters.

To be honest lagi dari enam nama itu cuma dua pertama yang memang udah masuk kamus ketenaran dikepala saya, karena jujur saya memang gak gaul dan gak gitu update, gimana mau update nonton tv aja gak suka, nagih soalnya, jadi sekali lagi to be honest saya hidupin tv ya cuma hari minggu aja, jam 6 sore tepatnya, nungguin Stereo. Tapi hari minggu besok itu episode terakhir, terus saya nonton apa lagi donk? Kita lihat nanti..

Balik ke pembahasan utama, begitu saya ngulik tentang Angel Pieters saya baca kalau dia adalah juara Idola Cilik, what? Padahal itu kan dulu tontonan saya juga.. Yang mana yang Angel ini, kok gak inget?? Bukan Angel yang gak tenar, itu sekali lagi murni saya yang pelupa.. Mulailah saya kepoin Angel, saya cari tuh foto-foto jaman Angel masih bau kencur.. (Dulu bau kencur sekarang mungkin bau jahe.. Hihihi.. Bukan, sekarang wangi parfum CK..)

Ketemu!!! Ini dia..


Jujur susah banget nyari foto Angel waktu masih kecil, saya dapet tiga yang paling sreg dihati. Dua yang dibawah ini..



Yang diatas ini malah udah agak dewasaan kayaknya ya..

Setelah liat-liat foto Angel apa lagi yang pake poni jadi keingetan siapa gitu.. Begitu saya coba inget-inget lagi..

Ooooh iyaaaa.. Anjaliiii!!!!

Mulailah saya cari-cari tentang Anjali yang ternyata namanya Sana Saeed.. Dan saya mulai mencari gambar dari Sana Saeed, ini fotonya..




Naaaah..., kalau menurut saya ada kemiripan diantara mereka. Bukan cuma poni, sungguh.. Bentuk wajah, hidung, dan mata mereka miriiip.. Suka suka suka.. Dan yang pasti sama-sama cantik.. Eeeh, cantikan Angel donk.. :)

Postingan kali ini segitu dulu ya..

Weird Love,


Saya dan Puisi: Sang Pembawa Kehancuran

Saat ini aku tetap berusaha meyakinkan semua orang bahwa bukan aku yang bersalah melainkan dia

Aku dengan kemampuanku memanipulasi pikiran mereka, berusaha menggiring mereka pada kesimpulan dan keyakinan bahwa dialah penyebab segala masalah ini terjadi, bukan aku..

Aku tahu suatu hari nanti hal inilah yang akan membawaku pada kehancuran
Tapi itukan masih nanti, itukan masih lama..

Setidaknya saat ini aku bisa puas menghancurkan keutuhan ikatan sedarah ini atas nama egoisme dengan kamuflase kerukunan..

Thursday, 24 September 2015

Ini Menurut Saya: Yuuk aaah.. Selesaikan Masalah!! - Cara Memecahkan Masalah | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos all around the world,

Bagaimana cara menyelesaikan masalah? Sebetulnya topik ini sudah ingin saya bahas berminggu-minggu lalu bahkan mungkin berbulan-bulan lalu, tapi karena satu dan lain hal saya belum sempat mengangkat tema ini.

Beberapa hari lalu saya melihat sebuah postingan di newsfeed facebook saya yang bikin saya jadi merasa harus menulis tentang topik ini, karena menurut saya topik ini menarik. Menurut saya lho ya.. Hihihi.. Tapi serius, mengingat kembali apa yang ingin kita tulis beberapa bulan lalu sungguh melelahkan karena saya cuma punya konsep di kepala yang belum sempat saya tuangkan dalam bentuk tulisan pun coretan.

Okay, mari kita mulai saja..


Di dunia ini siapa sih yang enggak punya masalah? Semua orang pasti punya masalah. Mau itu masalah keuangan, masalah dengan pasangan, masalah di tempat kerja, di sekolah dan masalah dengan manusia-manusia lain, guru, orang tua, sesama teman, saudara, sahabat dan lainnya. Karena sejatinya setiap pribadi memiliki keunikannya sendiri, mulai dari karakter yang berbeda, kemampuan beradaptasi yang berbeda, kemampuan menyelesaikan masalah yang berbeda, nilai diri yang berbeda, bahkan yang kadang dianggap sepele adalah perbedaan cara pandang, sudut pandang, perspektif, point on few, entah apa lagi namanya. Perbedaan itulah yang kadang menyebabkan masalah.

Sebenarnya apa sih masalah itu? Masalah adalah persoalan atau hal yang harus diselesaikan.

Jika saat ini kalian sedang punya masalah, yakinkan diri bahwa orang lain pun punya masalah. Masalahnya ada orang-orang yang mampu menyembunyikan masalahnya untuk konsumsi pribadi dan ada yang menunjukkannya keluar agar semua orang tahu dia punya masalah. Tak ada satupun manusia di dunia yang tak punya masalah. Bahkan ketika kita bangun di pagi hari pun kita menemui masalah, semisal mau apa kita setelah bangun ini mandi atau makan?


Ketika akhirnya memutuskan mandi ternyata air habis, dan kita tahu orang yang bertanggung jawab atas kekurangan air yang terjadi adalah adik kita, sebab memang cuma dia tukang habisin air dan gak pernah hidupin kran waktu mandi. Jadilah kita sebel sama dia. Mending kalau dia mau ngaku kalau tadi dia memang gak hidupin kran, nah kalo dia gak ngaku dan mengelak, jadinya masalah..

Ketika kita memilih tidur lagi tiba-tiba perut terasa lapar, lalu kita menuju meja makan dan melihat hanya ada makanan yang tidak kita sukai, atau bahkan tak ada makanan sama sekali. Jadilah kita mulai mencari siapa yang salah, dan ternyata si bibi karena dia masih sibuk ngobrol sama bibinya tetangga depan rumah. Jadilah kita sebel sama dia. Mending kalau dia mau ngaku kalau dia emang keasyikan ngobrol sama bibinya tetangga depan rumah, nah kalau dia ngelak dan bilang kita yang kepagian bangunnya, jadinya masalah..

Good Readers dan Weirdos, contoh yang saya kasih diatas cuma contoh-contoh kecil yang kadang kala bisa jadi masalah besar. Bagaimana jika masalahnya besar, bisa-bisa jadi masalah yang sangat bueeeesaaaar.. Dari dua contoh diatas jatuhnya jadi saling menyalahkan, padahal sejatinya manusia adalah makhluk egois yang gak pernah mau disalahkan. Sekali dia disalahkan dia akan balik menyalahkan orang lain dengan berbagai alasan dan pembenaran diri.

Lalu bagaimana cara menyelesaikannya? Seperti yang sudah disinggung di atas, ada tipe orang yang menyelesaikan masalah dengan mencari siapa yang salah sehingga seringnya cenderung menyalahkan orang lain dan tidak menyelesaikan masalah inti, masalah menjadi meluas dan melebar. Seperti yang juga sudah disinggung di atas manusia adalah makhluk egois, tak ada seorangpun manusia yang ingin disalahkan kecuali dia benar-benar memiliki kebesaran hati untuk menerimanya. Seperti yang dijelaskan juga oleh mas Kertadrarajawen dalam postingannya di kompasiana ini.


Untuk menyelesaikan masalah jangan pernah mencari siapa yang salah sebab tidak akan ada habisnya. Masing-masing pribadi harus menyadari bahwa setiap orang yang terlibat dalam masalah ikut andil dalam terjadinya masalah, dan fokuslah pada akar permasalahan. Apa itu? Mencari solusi. Bagaimana cara mencari solusi? Caranya dengan duduk bersama dan bermusyawarah untuk mencapai mufakat #berasalagibelajarpkn #emangiya #inibabkerukunan

Contohnya yang tadi aja ya, yang mandi enggak ada air itu lho.. Kalau kamu terus nyalahin adik kamu, adik kamu juga bakal nyalahin kamu balik. Bisa jadi dia bilang, "Salahnya bangun siang.. Pagian dikit lah..". Tuh kan, jatuhnya berantem. Kesampingkan ego, cari solusi. Solusinya adalah setiap orang di rumah harus ingetin adik kamu untuk hidupin kran tiap kali dia masuk kamar mandi, dengan gitu kemungkinan besar adik kamu risih. Awalnya mungkin bakal ngerasa terpaksa melakukan hal yang diperintahkan tapi lama-kelamaan akan jadi kebiasaan. Asal jangan lupa matiin krannya aja kalau sudah selesai, kalau enggak bisa jadi masalah baru. Hihihi..


Eh, ada solusi lain lagi.. Kalau emang kenyataannya kamu yang bangunnya kesiangan, ya coba bangun pagian dikit. Instrospeksi diri itu penting, sebelum menilai orang lain coba nilai diri kita sendiri, sudah sempurnakah kita? Coba untuk lebih objektif menilai diri kita. Kalau salah mengakulah salah, setidaknya dalam hati. Jadi kedua belah pihak yang bermasalah saling memperbaiki diri.


Ya, seperti quote di atas.. Masalah itu seperti mesin cuci, kita dibanting, dibolak-balik tapi akhirnya masalah bisa membuat kita jadi lebih baik. So..




Thursday, 3 September 2015

Ini Menurut Saya: Mas Dalam Islam Poligami Boleh Lho | Our Life Journey

Dear Good Reader and Weirdos all around the world,

Mungkin akhir-akhir ini kalian sering baca judul postingan semacam ini. Ya, ini postingan yang saya baca juga lewat link yang di-post seseorang di FB (maaf saya lupa pertama kali baca postingan ini dari siapa). Ini linknya:


Penggalan tulisan diatas adalah tulisan status seseorang yang sedang jalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan dan melihat seorang suami sedang nyuapin anaknya sedangkan ibunya sedang asyik memilih pakaian. Postingan lengkapnya seperti ini:


Saya mencoba melihat kejadian ini dari beberapa sudut pandang dan pemikiran positif. Bukan berarti pendapat cewek ini tidak benar, karena memang dia orang luar yang tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya. Bisa jadi kemungkinan memang si istri yang ‘gak tau diri’ dengan memasrahkan anaknya kepada suami sedang dia asyik-asyikan memilih baju.

Kalau saya lebih memilih melihatnya dari perspektif lain yang jauh lebih positif, siapa tahu lelaki ini memang sedang memberikan ‘Me Time’ pada istrinya dengan membiarkan dirinya yang meng-handle sang buah hati. Atau mungkin si istri sedang berulang tahun dan meminta dia memilih sendiri kadonya.. Bisa jadi..

Kita lihat lagi, siapa tahu si wanita sedang berada dikumpulan baju lelaki dan sedang memilih baju lelaki, bisa jadi lelaki ini adalah suami yang tak suka berbelanja dan memilih bajunya sendiri sehingga dia meminta istrinya memilihkan baju untuknya, seperti suami saya..

Suami saya paling malas diajak jalan-jalan, kalau sudah berhasil ngajak dia jalan paling males disuruh milih baju padahal buat dia sendiri.. Jadilah saya yang memilihkan untuk dia. Kalau lagi bawa ponakan (maklum belum diberi titipan sama Allah) ya dia yang bawa ponakan.. Tak perlu meminta persetujuan dia tentang baju mana yang harus dibeli, karena jika ditanya dia akan bilang, “Terserah kamu aja..” Yang jika saya juga ragu maka tidak ada satupun baju yang terbeli.. Huft.. Kalau sudah begitu apa saya yang salah.. Tentu tidak..

Jujur kalau saya pribadi melihat lelaki (mau dia super ganteng, ganteng aja atau biasa aja yang sedang) menggendong anak atau melakukan interaksi apapun dengan anak-anak (mau anak sendiri kek, mau ponakannya kek, terserahlah) justru malah lebih kelihatan “WOW”, sexy serius..! Itulah sebabnya kenapa saya suka banget sama suami saya.. Dia sayang banget sama anak kecil.. #curcol

Itu tadi pendapat saya tentang berita yang lagi ramai di sosmed ini. Sekali lagi itu sudut pandang saya, yang suka sekali melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berbagai perspektif. Bagaimana sudut pandang Good Readers dan Weirdos disana?

Kalau pendapat saya tentang poligami bagaimana? Nanti deh saya buat postingan tentang poligami..

Weird Love,

Ketika Seorang Ahjussi Akhirnya Menjadi Tokoh Utama

Sebuah thread tiba-tiba muncul di feed saya. Seseorang bertanya apakah ada yang sedang menonton drama Korea berjudul The Dream Life of Mr. K...