Dear good readers,
Sudah cukup lama saya vakum menulis di blog ini, siklus yang selalu saja berulang. Terakhir saya menulis disini adalah tanggal 13 April, lebih sebulan saya absen. Sebenarnya tidak benar-benar absen menulis, saya tetap menulis tapi berupa puisi dan fiksi.
Entah kapan saya publish tulisan-tulisan itu, ide tulisan sebenarnya cukup banyak tapi entah kenapa ada sedikit keengganan menjalar ketika hendak menulisnya disini.
Entah efek kehilangan seseorang yang sangat saya hormati dan saya cintai atau memang hanya rasa malas saja, saya tak tahu. Doakan saja saya segera bangkit dan segera menulis dan mempublikasi tulisan-tulisan saya yang lain.
Untuk saat ini saya rasa cukup sekian, berharap bisa segera menulis.
Love,
Saturday, 28 May 2016
Wednesday, 13 April 2016
Rak Kaset Saya: Westlife - Too Hard to Say Goodbye
Too Hard to Say Goodbye
Everytime I close my eyes
You're all that I can see
I hold you in my heart
And know you're watching over me
Standing by your side
It felt like I could fly
If I could be half the man that you are in my eyes
And I could face the darkest day
And fight the tears inside
I can't turn the page or hold back the time
It's too hard to say goodbye
It's too hard to say goodbye
From you I learnt it all
You would never let me fall
Love won't come undone
Between a father and his girl
Standing by your side
It felt like I could fly
If I could be half the man that you are in my eyes
And I could face the darkest day
And fight the tears inside
I can't turn the page or hold back the time
It's too hard to say goodbye
It's too hard to say goodbye
There will come a day
I have to walk alone
And I'll have to make it on my own
You taught me all there is to know
Dad I'll never let you go
Standing by your side
It felt like I could fly
If I could be half the man that you are in my eyes
And I would face the darkest day
And I would face the darkest day
And fight the tears inside
But I can't turn the page or hold back the time
But I can't turn the page or hold back the time
It's too hard to say goodbye
It's too hard to say goodbye
Just can;t say goodbye
Sunday, 14 February 2016
Review: Stereo Season 2, Stereo vs. Largo
Dear Good Readers dan Weirdos,
Haha.. Saya balik lagi dengan postingan tentang Drama Musikal Stereo Season 2. Kenapa saya ketawa? Itu karena saya sedang mengingat tanggapan orang-orang rumah yang merasa aneh ngeliat saya segitu seriusnya nonton drama remaja, "Kayak masih ABG aja", gitu kata bapak dan ibu.. Iiih.. Saya memang masih ABG lho..
To be honest saya suka drama musikal.. "Kayak film India", kalo kata adik saya.. Aaah.. Yang penting saya suka.. Hihihi.. Saya juga ketawa soal episode kemarin karena ada kebetulan lucu.. Di episode ini muncul Rizky Febian yang punya wajah mirip dengan pegawai warnet adik saya, di Stereo Rizky berperan sebagai Dimas dan nama beken pegawai adik saya itu Dimas juga, Dimas Sutijo tepatnya.. Jadi menurut saya dan suami itu merupakan kebetulan lucu yang bikin kami tertawa.
Kembali ke Stereo vs. Largo, saya sebenarnya sedikit kecewa Diva dan Alex keluar dari Stereo tapi mungkin ini karena rasanya hubungan mereka monoton, hampir mirip dengan keluarnya Dara dari Stereo, dan fokus cerita memang pindah ke Vigo yang notabene punya banyak penggemar sejak awal drama musikal ini muncul.
Awal nonton episode ini, saya berpikir, dua club vokal ini sama-sama mencari anggota tambahan karena sama-sama kekurangan anggota untuk super choir, apa mungkin nanti akhirnya dua club ini bergabung? Toh ada cinta-cintaannya juga antar anggota dari dua club berbeda ini.. Entahlah, tapi setelah melihat episode ini sampai habis ada kemungkinan kolaborasi itu terjadi.
Yang oke dari episode ini adalah perubahan karakter Vino yang drastis, kelihatannya perkara kecil tapi perubahan sikap Vino bisa membuka banyak kemungkinan karena dari awal anggota largo yang benar-benar tidak menyukai Stereo ya Vino ini. Dan setelah Vino menjadi 'lembut hati' ~cie bahasanya~, entah kemana arahnya nanti.
Episode berikutnya saya yakin lebih seru karena mereka semua akan benar-benar ada dalam satu tim yang bersaing memperebutkan anggota baru dengan tim lain. Bagaimana kabar Arka dan Juwita; Vino, Amanda, Bela dan Vigo; Vanya dan Dimas; juga Dhana? Yuk ah, kita tunggu Sabtu depan.
Love,
Haha.. Saya balik lagi dengan postingan tentang Drama Musikal Stereo Season 2. Kenapa saya ketawa? Itu karena saya sedang mengingat tanggapan orang-orang rumah yang merasa aneh ngeliat saya segitu seriusnya nonton drama remaja, "Kayak masih ABG aja", gitu kata bapak dan ibu.. Iiih.. Saya memang masih ABG lho..
To be honest saya suka drama musikal.. "Kayak film India", kalo kata adik saya.. Aaah.. Yang penting saya suka.. Hihihi.. Saya juga ketawa soal episode kemarin karena ada kebetulan lucu.. Di episode ini muncul Rizky Febian yang punya wajah mirip dengan pegawai warnet adik saya, di Stereo Rizky berperan sebagai Dimas dan nama beken pegawai adik saya itu Dimas juga, Dimas Sutijo tepatnya.. Jadi menurut saya dan suami itu merupakan kebetulan lucu yang bikin kami tertawa.
Kembali ke Stereo vs. Largo, saya sebenarnya sedikit kecewa Diva dan Alex keluar dari Stereo tapi mungkin ini karena rasanya hubungan mereka monoton, hampir mirip dengan keluarnya Dara dari Stereo, dan fokus cerita memang pindah ke Vigo yang notabene punya banyak penggemar sejak awal drama musikal ini muncul.
Awal nonton episode ini, saya berpikir, dua club vokal ini sama-sama mencari anggota tambahan karena sama-sama kekurangan anggota untuk super choir, apa mungkin nanti akhirnya dua club ini bergabung? Toh ada cinta-cintaannya juga antar anggota dari dua club berbeda ini.. Entahlah, tapi setelah melihat episode ini sampai habis ada kemungkinan kolaborasi itu terjadi.
Yang oke dari episode ini adalah perubahan karakter Vino yang drastis, kelihatannya perkara kecil tapi perubahan sikap Vino bisa membuka banyak kemungkinan karena dari awal anggota largo yang benar-benar tidak menyukai Stereo ya Vino ini. Dan setelah Vino menjadi 'lembut hati' ~cie bahasanya~, entah kemana arahnya nanti.
Episode berikutnya saya yakin lebih seru karena mereka semua akan benar-benar ada dalam satu tim yang bersaing memperebutkan anggota baru dengan tim lain. Bagaimana kabar Arka dan Juwita; Vino, Amanda, Bela dan Vigo; Vanya dan Dimas; juga Dhana? Yuk ah, kita tunggu Sabtu depan.
Love,
Friday, 5 February 2016
Cerita Sedikit: Kemoterapi Pertama
Dear Good Readers dan Weirdos,
Sebetulnya tanggal 7 Februari besok bapak di jadwalkan untuk menjalani Kemoterapi yang pertama. Tapi mengingat tanggal 7 adalah hari minggu dan tanggal 8 adalah tanggal merah (hari Imlek), rasanya akan mundur menjadi tanggal 9. Tapi tanggal itupun belum pasti sebab dokter meminta bapak kembali kontrol hari Sabtu besok tanggal 6 Februari untuk menjadwal ulang dan memastikan kapan beliau harus menjalani kemoterapi.
Saya menulis untuk meminta doa dari semua pembaca, semoga Allah mudahkan bapak dalam menjalani kemoterapi dan semoga bapak segera diberi kesembuhan dan kesehatan serta diangkat semua penyakit yang saat ini bersarang di tubuh beliau. Semoga kita semua juga selalu diberikan kesehatan. Aamiin..
Love,
Sebetulnya tanggal 7 Februari besok bapak di jadwalkan untuk menjalani Kemoterapi yang pertama. Tapi mengingat tanggal 7 adalah hari minggu dan tanggal 8 adalah tanggal merah (hari Imlek), rasanya akan mundur menjadi tanggal 9. Tapi tanggal itupun belum pasti sebab dokter meminta bapak kembali kontrol hari Sabtu besok tanggal 6 Februari untuk menjadwal ulang dan memastikan kapan beliau harus menjalani kemoterapi.
Saya menulis untuk meminta doa dari semua pembaca, semoga Allah mudahkan bapak dalam menjalani kemoterapi dan semoga bapak segera diberi kesembuhan dan kesehatan serta diangkat semua penyakit yang saat ini bersarang di tubuh beliau. Semoga kita semua juga selalu diberikan kesehatan. Aamiin..
Love,
Wednesday, 3 February 2016
Cerita Sedikit: Bapak Sakit (4)
Dear Good Readers dan Weirdos,
Masih cerita tentang sakit bapak.. Malam tahun baru tiba, tidak seperti biasanya kali ini kami menyiapkan perlengkapan dan bahan-bahan untuk bakar-bakar bersama keluarga besar. Kemudian diluar rencana kami adik dari ibu yang seorang dokter datang bersama keluarganya, mereka kaget ketika melihat bapak karena kondisi terakhir mereka bertemu tidak sekurus pun tak sepucat itu. Mereka lalu mengajak bapak untuk segera pergi ke Rumah Sakit dan mencari kamar.
Keesokan harinya bapak masuk Rumah Sakit. CT-Scan yang sedianya harus dilaksanakan terpaksa dibatalkan karena dari hasil cek darah menyebutkan kadar kreatinin ginjal dalam tubuh bapak diatas normal yang dikhawatirkan jika dilakukan CT-Scan malah akan meningkatkan kadar kreatinin, sebab untuk mendapatkan hasil scan yang jelas pasien diharuskan meminum obat. Obat tersebut tidak dapat dibuang keluar jika keadaan ginjal sedang tidak baik. Teriris-iris lagi rasanya hati ini tapi gak banyak air mata yang bisa keluar karena melihat bapak yang tegar sekali menghadapi semuanya.
Sekitar dua belas hari bapak menginap di RS. Hari pertama sampai ketiga tidak ada tindakan apa-apa mengingat tanggal 1 Januari adalah tanggal merah dan besoknya adalah hari Sabtu dan Minggu. Sekitar hari Minggu malam bapak diminta diet dengan hanya minum susu dari RS. Puasa dilakukan hari Selasa malam untuk menjalani kolonoskopi hari berikutnya. Kolonoskopi sudah dilakukan dan Kamisnya bapak dijadwalkan operasi.
Love,
Masih cerita tentang sakit bapak.. Malam tahun baru tiba, tidak seperti biasanya kali ini kami menyiapkan perlengkapan dan bahan-bahan untuk bakar-bakar bersama keluarga besar. Kemudian diluar rencana kami adik dari ibu yang seorang dokter datang bersama keluarganya, mereka kaget ketika melihat bapak karena kondisi terakhir mereka bertemu tidak sekurus pun tak sepucat itu. Mereka lalu mengajak bapak untuk segera pergi ke Rumah Sakit dan mencari kamar.
Keesokan harinya bapak masuk Rumah Sakit. CT-Scan yang sedianya harus dilaksanakan terpaksa dibatalkan karena dari hasil cek darah menyebutkan kadar kreatinin ginjal dalam tubuh bapak diatas normal yang dikhawatirkan jika dilakukan CT-Scan malah akan meningkatkan kadar kreatinin, sebab untuk mendapatkan hasil scan yang jelas pasien diharuskan meminum obat. Obat tersebut tidak dapat dibuang keluar jika keadaan ginjal sedang tidak baik. Teriris-iris lagi rasanya hati ini tapi gak banyak air mata yang bisa keluar karena melihat bapak yang tegar sekali menghadapi semuanya.
Sekitar dua belas hari bapak menginap di RS. Hari pertama sampai ketiga tidak ada tindakan apa-apa mengingat tanggal 1 Januari adalah tanggal merah dan besoknya adalah hari Sabtu dan Minggu. Sekitar hari Minggu malam bapak diminta diet dengan hanya minum susu dari RS. Puasa dilakukan hari Selasa malam untuk menjalani kolonoskopi hari berikutnya. Kolonoskopi sudah dilakukan dan Kamisnya bapak dijadwalkan operasi.
Love,
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ketika Seorang Ahjussi Akhirnya Menjadi Tokoh Utama
Sebuah thread tiba-tiba muncul di feed saya. Seseorang bertanya apakah ada yang sedang menonton drama Korea berjudul The Dream Life of Mr. K...
-
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Lelah Menahan Diri? Yuk, Kenali Akar Emosionalnya Lewat Refleksi Harian Pernah nggak sih kamu pengin beli sesuatu—baju, buku, atau makanan f...