Dear Good Readers and Weirdos,
Saya mau sedikit berbagi blog saya yang lain. Sejujurnya saya hobi banget nulis, nulis apa aja.. Cerpen, fanfic, cerbung yang sampe sekarang ada yg belum ada endingnya (belum diterusin karena faktor M.. You know lah..), nulis di blog seperti sekarang ini, bahkan sampai nulis puisi.
Rasanya yang paling sering saya kerjakan ya nulis puisi ini, kalau puisi-puisi saya dikumpulin dari jaman SMP dulu sampai sekarang udah berjuta-juta jumlahnya.. #Ecie Tapi sayangnya kebanyakan dari mereka berakhir di bapak-bapak tukang loak, karena dulu saya nulisnya di belakang buku tulis sekolah, tau sendiri buku tulis sekolah kalau sudah gak dipake larinya ke mana?? Ya ke bapak-bapak tukang loak.. #nasib
Nah, akhir-akhir ini saya mulai ngumpulin lagi puisi-puisi saya, setidaknya sekarang saya menyimpannya lebih rapi dan nulisnya gak di kertas lagi tapi di pad di smartphone saya. Nanti kalau ada waktu saya bakal bikin review tentang aplikasi pad yang saya pakai di hape saya.
Puisi-puisi yang saya kumpulin itu sekarang saya masukkan sebagian di blog khusus puisi saya dilink ini Kumpulan Puisi Rani, sebagian lainnya di wattpad saya yang satu ini Wattpad Rani. Saya gak cuma nulis puisi di wattpad tapi ada juga cerpen, cerbung dan fanfic.. Aaah ya, kalau kalian ngikutin postingan saya tentang Marina kalian pasti tau siapa tokoh fanfic saya tanpa ngulik wattpad.
Saya pikir sekian dulu tulisan saya kali ini, monggo silahkan dikunjungi blog puisi juga wattpad saya. Semoga berkesan..
Love,
Tuesday, 2 February 2016
Cerita Sedikit: Bapak Sakit (3)
Dear Good Readers dan Weirdos,
Maaf kalau cerita tentang sakit bapak ini terbagi dalam beberapa bagian karena memang banyak yang ingin saya bagi tentang kisah ini. Biar saya lanjutkan.
Sekitar sepuluh hari kami di Binjai, berangkat tanggal 8 dan kembali tanggal 18 Desember 2015. Akad diadakan tanggal 11, sedang resepsi diadakan keesokan harinya. Tentang perjalanan kami ke Binjai, saat di sana sampai kembali ke kota kami tercinta akan sedikit saya ceritakan di postingan lainnya. Juga akan saya sertakan foto - fotonya.
Setibanya dari Binjai, kami terutama saya terus berusaha membujuk bapak untuk melakukan CT-Scan tapi bapak tetap menolak dan memilih melakukan pijat refleksi, saat itu saya pun ikut pijat. Dan disana bapak membeli ekstrak Kutuk untuk penyembuhannya. Nama lain ikan Kutuk adalah ikan Gabus, ikan ini mengandung *Albumin, jenis protein baik.
Ekstrak ini dipercaya menyembuhkan luka tubuh bagian dalam, bapak mencobanya sebab selama ini seringnya bapak BAB disertai darah yang masih segar difesesnya yang menandai adanya luka di usus besar pun fesesnya tak berupa feses padat tapi cair. *Hal ini sebenarnya sudah terjadi sekitar lima tahun lalu* Setelah mengkonsumsi ekstrak tersebut sekitar seminggu feses semakin berbobot dalam artian tidak lagi cair, darahpun tak seperti biasanya tapi bapak mengeluhkan pundak dan punggungnya sakit.
Love,
Maaf kalau cerita tentang sakit bapak ini terbagi dalam beberapa bagian karena memang banyak yang ingin saya bagi tentang kisah ini. Biar saya lanjutkan.
Sekitar sepuluh hari kami di Binjai, berangkat tanggal 8 dan kembali tanggal 18 Desember 2015. Akad diadakan tanggal 11, sedang resepsi diadakan keesokan harinya. Tentang perjalanan kami ke Binjai, saat di sana sampai kembali ke kota kami tercinta akan sedikit saya ceritakan di postingan lainnya. Juga akan saya sertakan foto - fotonya.
Setibanya dari Binjai, kami terutama saya terus berusaha membujuk bapak untuk melakukan CT-Scan tapi bapak tetap menolak dan memilih melakukan pijat refleksi, saat itu saya pun ikut pijat. Dan disana bapak membeli ekstrak Kutuk untuk penyembuhannya. Nama lain ikan Kutuk adalah ikan Gabus, ikan ini mengandung *Albumin, jenis protein baik.
Ekstrak ini dipercaya menyembuhkan luka tubuh bagian dalam, bapak mencobanya sebab selama ini seringnya bapak BAB disertai darah yang masih segar difesesnya yang menandai adanya luka di usus besar pun fesesnya tak berupa feses padat tapi cair. *Hal ini sebenarnya sudah terjadi sekitar lima tahun lalu* Setelah mengkonsumsi ekstrak tersebut sekitar seminggu feses semakin berbobot dalam artian tidak lagi cair, darahpun tak seperti biasanya tapi bapak mengeluhkan pundak dan punggungnya sakit.
Love,
Monday, 1 February 2016
Cerita Sedikit: Bapak Sakit (2)
Dear Good Readers dan Weirdos,
Saya datang untuk menyambung cerita yang sempat terpotong sebelumnya, tentang sakit yang diderita bapak. Cerita Sedikit: Bapak Sakit (1)
Adik saya berencana menikah di bulan Desember 2015 lalu, sekitar sebulan sebelumnya dia berangkat ke Binjai, Medan, untuk menemui keluarga calon istrinya. Saat kembali dari Medan itulah bapak mengalami cegukan setelah meminum sirup markisa yang dia bawa. Pasti bukan karena faktor sirup markisanya beliau cegukan, karena yang lain termasuk saya meminum sirup itu dan tak terjadi apa-apa.
Setelah rencana itu dibuat (tanggal dimajukan dari rencana semula karena awalnya ada rencana berakhir tahun disana hanya saja mengingat harga tiket pesawat yang selalu melambung di season itu), tiket pesawat dibeli untuk PP, berita tentang kondisi kesehatan bapakpun keluar. Saat itulah kami dihadapkan pada dua pilihan yang saya ceritakan sebelumnya dan keputusannya adalah CT-Scan ditunda.
Love,
Saya datang untuk menyambung cerita yang sempat terpotong sebelumnya, tentang sakit yang diderita bapak. Cerita Sedikit: Bapak Sakit (1)
Adik saya berencana menikah di bulan Desember 2015 lalu, sekitar sebulan sebelumnya dia berangkat ke Binjai, Medan, untuk menemui keluarga calon istrinya. Saat kembali dari Medan itulah bapak mengalami cegukan setelah meminum sirup markisa yang dia bawa. Pasti bukan karena faktor sirup markisanya beliau cegukan, karena yang lain termasuk saya meminum sirup itu dan tak terjadi apa-apa.
Setelah rencana itu dibuat (tanggal dimajukan dari rencana semula karena awalnya ada rencana berakhir tahun disana hanya saja mengingat harga tiket pesawat yang selalu melambung di season itu), tiket pesawat dibeli untuk PP, berita tentang kondisi kesehatan bapakpun keluar. Saat itulah kami dihadapkan pada dua pilihan yang saya ceritakan sebelumnya dan keputusannya adalah CT-Scan ditunda.
Love,
Sunday, 31 January 2016
Cerita Sedikit: Bapak Sakit (1)
Dear Good Readers dan Weirdos,
Kali ini saya datang untuk menceritakan tentang sakit yang diderita bapak saya. Semua berawal dari cegukan yang gak berhenti selama kurang lebih dua minggu. Dua kali bapak ditemani ibu datang ke sebuah rumah sakit untuk berobat, dua kali itu juga bertemu dengan dua orang dokter jaga yang berbeda dan bapak diminta rawat inap tapi bapak menolak.
Ketiga kalinya ketika kami sekeluarga berhasil membujuk bapak untuk dirawat, dokter jaga yang berbeda lagi bilang bapak gak perlu dirawat karena hanya cegukan. Tapi kemudian ibu mengatakan bahwa beliau meminta dilakukan tindakan mengingat berat badan bapak yang menurun drastis dalam kurun waktu dua bulan serta wajahnya yang kelihatan pucat. Akhirnya dokter setuju untuk melakukan tes darah.
Keesokan harinya hasil tes keluar dan dokter menyatakan prosentase sel kanker dalam tubuh bapak diatas normal, mendengar berita itu dari ibu Hati saya hancur berkeping-keping. Untuk mengetahui jelasnya harus ada tindakan lanjutan yaitu CT-Scan. Kami dihadapkan pada dua pilihan. Pergi ke Medan untuk menyaksikan pernikahan adik kandung saya atau melakukan CT-Scan. Jika hasil CT-Scan keluar maka tindakan medis lanjutan harus dilaksanakan.
Love,
Kali ini saya datang untuk menceritakan tentang sakit yang diderita bapak saya. Semua berawal dari cegukan yang gak berhenti selama kurang lebih dua minggu. Dua kali bapak ditemani ibu datang ke sebuah rumah sakit untuk berobat, dua kali itu juga bertemu dengan dua orang dokter jaga yang berbeda dan bapak diminta rawat inap tapi bapak menolak.
Ketiga kalinya ketika kami sekeluarga berhasil membujuk bapak untuk dirawat, dokter jaga yang berbeda lagi bilang bapak gak perlu dirawat karena hanya cegukan. Tapi kemudian ibu mengatakan bahwa beliau meminta dilakukan tindakan mengingat berat badan bapak yang menurun drastis dalam kurun waktu dua bulan serta wajahnya yang kelihatan pucat. Akhirnya dokter setuju untuk melakukan tes darah.
Keesokan harinya hasil tes keluar dan dokter menyatakan prosentase sel kanker dalam tubuh bapak diatas normal, mendengar berita itu dari ibu Hati saya hancur berkeping-keping. Untuk mengetahui jelasnya harus ada tindakan lanjutan yaitu CT-Scan. Kami dihadapkan pada dua pilihan. Pergi ke Medan untuk menyaksikan pernikahan adik kandung saya atau melakukan CT-Scan. Jika hasil CT-Scan keluar maka tindakan medis lanjutan harus dilaksanakan.
Love,
Friday, 29 January 2016
Saya dan Puisi: Beda itu Terasa
Menuruti sakit, sakit.
Menuruti nelangsa, nelangsa.
Menuruti sedih, sedih.
Masih selalu kurang saja apa yang sudah hati ini beri
Masih tak cukup saja perjuangan selama ini
Memang mungkin kurang cukup
Jujur dari dahulu kala beda itu terasa
Tapi jujur dari dahulu kala juga hati ini mencoba biasa
Dan menjadi terbiasa
Terbiasa tersenyum meski sakit
Terbiasa ikut tertawa dan memuji meski tak ku pungkiri memang pantas dipuji
Tapi jarang terdengar terlontar untukku
Bisa jadi aku memang tak pantas
Sehingga jika tiba-tiba lontaran itu untukku
Rasanya girang bukan main di dalam sini
Sehingga mata ini basah
Yang membuatku berpura-pura menguap
Aku terbiasa tak sama
Seharusnya telinga ini sudah kebal
Mata pun begitu
Dan rasanya hati ini juga harusnya begitu
Tapi entah mengapa
Kadang tak seperti biasa
Tak terbendung
Tak tertahan
Beda itu begitu terasa
Ya, begitu terasa
Terasa begitu beda
Menuruti nelangsa, nelangsa.
Menuruti sedih, sedih.
Masih selalu kurang saja apa yang sudah hati ini beri
Masih tak cukup saja perjuangan selama ini
Memang mungkin kurang cukup
Jujur dari dahulu kala beda itu terasa
Tapi jujur dari dahulu kala juga hati ini mencoba biasa
Dan menjadi terbiasa
Terbiasa tersenyum meski sakit
Terbiasa ikut tertawa dan memuji meski tak ku pungkiri memang pantas dipuji
Tapi jarang terdengar terlontar untukku
Bisa jadi aku memang tak pantas
Sehingga jika tiba-tiba lontaran itu untukku
Rasanya girang bukan main di dalam sini
Sehingga mata ini basah
Yang membuatku berpura-pura menguap
Aku terbiasa tak sama
Seharusnya telinga ini sudah kebal
Mata pun begitu
Dan rasanya hati ini juga harusnya begitu
Tapi entah mengapa
Kadang tak seperti biasa
Tak terbendung
Tak tertahan
Beda itu begitu terasa
Ya, begitu terasa
Terasa begitu beda
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ketika Seorang Ahjussi Akhirnya Menjadi Tokoh Utama
Sebuah thread tiba-tiba muncul di feed saya. Seseorang bertanya apakah ada yang sedang menonton drama Korea berjudul The Dream Life of Mr. K...
-
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Lelah Menahan Diri? Yuk, Kenali Akar Emosionalnya Lewat Refleksi Harian Pernah nggak sih kamu pengin beli sesuatu—baju, buku, atau makanan f...