Thursday, 20 March 2014

Cerita Sedikit: Sebuah Blog untuk Para Koki Cilik "Little Chefs"

Iseng ngedit-ngedit foto lama di hape yang sudah saya pindah ke laptop, dan nemuin folder dengan nama 'Our Kitchen' yang isinya foto-foto makanan yang pernah saya dan anak-anak (a.k.a. ponakan & sepupu) buat.. Setiap kali anak-anak ngumpul biasanya kami membuat masakan tertentu yang mereka sukain.. Jadi terinspirasi untuk bikin blog khusus berisi foto-foto hasil kerja tangan mereka..

>>To be honest, saya juga terinspirasi kedai seorang teman yang luar biasa keren.. Saya belum pernah kesana tapi saya baca setiap review yang masuk.. Pingin punya kedai seperti itu suatu saat nanti.. But for now blog saja dulu untuk anak-anak tercinta.. Thanks Nana for the inspiration.. \(^_^)/<<

Ini sekilas gambaran blog yang saya buat khusus untuk mereka:


Hahahaha.. Itu ada sedikit gambar posting pertamanya.. Choco Pudding.. Ini cemilan kesukaan mereka kalau lagi ngumpul.. "Ayo mbaaaak bikin puding coklat kayak biasanyaaaaa...," kata mereka sambil memelas, "Nanti yang masak mbak Rani sendiri.. Kalian mainan laptop..," saya menjawab dengan nada sedikit sinis, "Enggak, enggak... Kami yang bikin deeeeeh..," jawab mereka.. Dan kami pun memulai membuat.. Awalnya semua lengkap.. Lambat laun satu per satu pergi.. Akhirnya.. Taaadaaaaa.. It's ended up with me doing all the things.. Oalah.. Kids.. Kids... 8D

Oiya, ini gambar postingnya:


Rencananya posting akan muncul seminggu sekali.. Dan guess what.. Saya sudah menyiapkan 7 posting.. Jadi saat ini sudah stok postingan sampai dengan tanggal 29 April depan.. Hehehehe.. Biar publish sendiri.. Kan bisa di setting jadwal publishnya.. :D #Nakalan

Weits lupa.. Ini penting.. Berkunjung ya ke blog mereka biar mereka senang.. Alamatnya wearelittlechefs.blogspot.com

Kalau berkenan kirim-kirim komen juga.. ^_^

Tuesday, 18 March 2014

Saya Tersenyum: Jawa di Suriname

Rencana awal nyari teman-teman blogger dengan memencet tombol "next blog" dari blog seorang teman, berharap ketemu dengan blog-blog pribadi lain yang berbahasa Indonesia. Tapi ternyata sedikit sulit karena lebih banyak blog malaysia yang saya temukan.

Akhirnya saya menemukan satu, cukup lumayan menarik. Saya baca sekilah dan saya coba-coba lihat older post-nya. Dan mata saya tiba-tiba nancep disebuah posting beliau tentang Suriname dan berusaha mencoba mencarinya di google search. Baca-baca ternyata bahasa mereka tertulis bahasa Dutch, bukan bahasa Jawa.

Gak puas cuma baca aja, saya akhirnya lari ke youtube, pingin liat gimana orang-orang suriname kalo ngomong. Pencarian pertama ketemu budaya Jawa di Suriname, tapi bukan itu yang saya cari.. Saya lihat-lihat lagi video lain dan nemu video lucu-lucu..

Pertama liat ini:


Lucu ngeliatnya.. Sedikit aneh tapi.. Okelah.. Hehehehehe...


Terus youtube bawa saya ke sini:


Hehehe.. Lucu bangeeeeet.. Saya sampe senyum-senyum sendiri, karena diimajinasi saya apa yang saya lihat seperti jaman dahulu kala di Jawa, hihihihi.. Lagu jawa diputar di club malam, dengan para pengunjung yang berpasang-pasangan saling berdansa.. Cekicuiiii.. Cuit cuit.. Lucuuuuu... :D Coba liat gambar di samping itu.. :D :D

Akhirnya youtube bawa saya ke sini:


Kalo yang satu ini top markotop.. Coba deh buka link-nya.. Seru lagunya.. Walaupun di awal-awal serasa keinget Didi Kempot, dkk.. Juga teringat DVD ibu & bapak saya dulu jaman saya kecil.. Nav - Vol. berapa gitu.. Saya juga lupa.. Pokoknya di dalamnya ada lagu "..lebih baik aku mati ditanganmu, daripada aku mati bunuh diri.." iiiiihaaaaaaaaaaaa... :D :D :D Lagu lawas pokoknya...

Monday, 3 March 2014

Cerita Sedikit: Sirik Aje Lu! :D

Masih ingat posting sebelum posting ini? Hhhmm.. Ya.. Tentang saya yang tersakiti, saya yang berdoa dan saya yang bertanya-tanya apa doa saya turut andil dalam terjadinya hal tersebut.. Walaupun pada akhirnya saya yakin bahwa semua bukan karena doa-doa saya karena toh doa saya bukan doa yang buruk.. Tapi bahwa Allah memang sudah menetapkan segalanya sesuai kehendak-Nya..

Ceritanya begini.. #kayaksinetron

Sudah beberapa hari saya gak ke pasar, kebiasaan malas masak emang muncul kuat sekali dalam diri saya beberapa hari itu.. #emangdasarnyamalesaja #ngaku

Tapi hari itu saya pergi ke pasar lagi -Kalo beli terus bisa nipis cepet banget kantong ini.. Mana waktu itu tanggal tua pula.. Lengkap.. Coba bayangin sekali makan bisa 20ribu habis kalo tiga kali makan bisa 60ribu sendiri sehari, kalo belanja kepasar kayak hari itu, saya berniat masak capcay dan total uang yang saya keluarkan hanya kurang lebih 15ribu sudah lengkap dengan lauknya berupa tempe.. #eaaaa tapi bisa dimakan dua kali pagi dan siang, malam gampang lah, beli aja.. Hehehhe.. Okay-okay kembali ke cerita.- bertemu orang-orang yang sama lagi dan dengan rasa yang tenang karena memang begitu adanya.

Kejadian yang hampir serupa, waktu itu ibu lagi-lagi lupa membeli sesuatu dan saya diminta menunggu.. Baiklah, asal jangan lama-lama saya bergumam.

Belum jauh ibu pergi, seseorang dengan excitement berlebihan memanggil temannya, saya kaget gak karuan.. Sejurus kemudian dia menunjuk kearah saya sambil berkata,

"Pintar anak ini belum isi-isi*," Lha?? Apa ini? Maksudnya apa, kenal banget juga enggak.. Lho lho.. Aneh ya orang ini..

Tapi sungguh ekspresi yang keluar dari wajah saya hanya senyum lebar, tanpa membantah, tanpa menjawab tanpa apapun.. Hanya senyum lebar.. Dan temannya yang seorang laki-laki itu menjawab,

"Belum isi-isi kok pinter?" Lha.. Ini lagi... Kenal juga enggak, pernah bermasalah juga enggak.. Kok bisa ya???

Haddeeeeehhh hadeeeeh orang-orang ini makin lama makin aneh.. Sirik aje lu gue gak isi-isi.. Emang masbuloh?? Kali ini tanpa tangis, tanpa air mata dan tanpa doa.. Cuma shock sedikit aja, dan berkata dalam hati, "Allah tau apa yang akan Dia lakukan"


Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...