Lelaki ini cinta pertamaku
Lelaki yang tak pernah banyak bicara tapi begitu banyak yang ku pelajari darinya
Lelaki ini cinta pertamaku
Lelaki yang senantiasa membimbing langkahku tapi tak memaksaku mengikuti kehendaknya
Lelaki ini cinta pertamaku
Lelaki yang mengajariku cara bersabar tapi tak diremehkan
Lelaki ini cinta pertamaku
Lelaki yang begitu mengharap kehadiranku
Lelaki yang tersenyum sembari menitikan air mata ketika mendengar tangisku
Bahkan jauh sebelum itu, ketika aku masih berupa gumpalan darah, ia begitu bahagia mendengar kehadiranku
Lelaki yang mengumandangkan adzan untuk pertama kalinya ditelingaku
Lelaki yang akan selalu kucintai hingga nafasku berhenti
Lelaki itu engkau, Bapak..
Subscribe to:
Comments (Atom)
Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kena...
-
Lelah Menahan Diri? Yuk, Kenali Akar Emosionalnya Lewat Refleksi Harian Pernah nggak sih kamu pengin beli sesuatu—baju, buku, atau makanan f...