Wednesday, 24 June 2015

Rencana Saya: Label atau Page? | Our Life Journey

Dear Good Readers, Semakin kesini berasa gak semakin banyak aja label saya, mulai dari A Share, All about Mr. Egan, Auto-biography Saya, Cerita Sedih Saya, EastSix-Saya dan Sahabat, Gambar-gambar Kami, Hasil Tangan Saya, Ini Menurut Saya, Mr. & Mrs. Bahagia, New Label, Rak Bacaabn Saya, Rak Kaset Saya, Rencana Saya, Saya Memasak.. Haduuuh masih banyak lagi yang lain. Saya kok jadi kepikiran untuk membagi mereka yang isinya sudah banyak ke dalam halaman-halaman, tapi itu berarti harus menghapus semuanya.. Huhuhuuuu.. Gak mauuuu.. Jadi eksodus namanya.. Enaknya gimana ya?? #Galau #YovieandNuno

Saturday, 13 June 2015

Saya dan Puisi: Cinta Itu.. (27.01.2015) | Our Life Journey

Cinta itu kesesuaian hati
Bukan lagi persoalan fisik
Cinta adalah kecocokan visi misi
Tak selalu satu pemikiran tapi tentu pada akhirnya satu suara
Cinta itu saling melengkapi
Cinta itu saling berbagi
Cinta sejati bukan cinta yang berjalan mulus tanpa hambatan
Sebab jalan mulus tanpa hambatan tak membuat kita berat untuk berbelok ketika tiba di persimpangan
Cinta sejati bagai jalan yang penuh tantangan
Jalan yang membuat kita tetap berada di jalurnya sesulit apapun itu
Jalan yang membuat kita berpikir dua kali untuk berhenti ditengahnya atau berbelok dipersimpangannya
Jalan yang membuat kita perlu memperjuangkannya

Saturday, 6 June 2015

Saya dan Puisi: Catatan 20 Januari 2015 | Our Life Journey

Kami tak pernah ikut campur urusan yang bukan urusan kami
Karena kami tak mau orang mencampuri urusan yang bukan urusan mereka
Kami tak pernah berusaha memaksakan pendapat kami kepada orang lain
Karena kami tak mau orang memaksakan pendapat mereka kepada kami
Kami tak mau menceritakan apa yang menjadi masalah kami dengan orang lain kepada orang lain lagi
Karena bagi kami menceritakan apa yang jadi masalah kami dengan orang lain kepada orang lain lagi hanya akan memperkeruh suasana
Hanya ada dua kemungkinan pilihan bagi kami
Selesaikan jika mampu diselesaikan atau
Lupakan dan anggap tak pernah ada masalah
Lalu lapangkan hati dan ikhlaskan segalanya
Itu saja
Kami tak butuh pembuktian bahwa kami benar atau salah karena kami punya Allah yg Maha Mengetahui
Kami tak butuh pembelaan atas semua tuduhan karena kami punya Allah yang maha mendengar dan melihat
Kami tak perlu belas kasih karena kami punya Allah yang maha pengasih dan penyayang
Untuk urusan pembuktian, pembelaan dan belas kasih kami punya Allah
Kami hanya butuh ketulusan, keikhlasan dan kedewasaan berpikir dan bertingkahlaku
Itu saja

Wednesday, 3 June 2015

Mr. & Mrs. Bahagia: Our MBTI Test | Our Life Journey

Dear sobat readers,

Saya pernah berpikir betapa menariknya kalau kita punya pasangan yg bisa benar-benar sama aneh dan gilanya sama kita.

Seperti yg kalian tahu saya suka banget tuh sama hal-hal yang berhubungan dengan karakter, kepribadian dll. Dan senang sekali menjawab tes tentang kepribadian seperti MBTI yang pernah saya bahas sedikit di postingan ini Cerita Sedikit: Antara Marina, Dikta dan MBTI

Yang saya takutkan dalam hati adalah suami saya yang punya karakter berbeda dengan saya ga akan mau ikut tes semacam itu, padahal saya pingin banget tahu apa tipe karakter dia berdasarkan tes MBTI.

Iseng-iseng berhadiah waktu kami lagi nyantai saya ajak dia jawab tes.

"Yang, coba ya pilih nih.. Spontan, Fleksibel, tidak diikat waktu atau Terencana dan memiliki deadline jelas?"

"Spontan, Fleksibel, tidak diikat waktu", jawabnya semangat. Tahu dari mana? INFJ bisa tahu semua.

"Sudah ku duga", jawab saya santai.

"Lebih memilih berkomunikasi dengan menulis atau dengan bicara"

"Dengan bicara dong"

Skip

Dia menjawab semua pertanyaan sambil sesekali bertanya "apa artinya?", "Apa maksudnya?" Pertanyaan-pertanyaan khas suami saya banget, persis seperti anak kecil.

Beberapa kali ketika jawaban kami sama saya membalas dengan, "Kali ini kita sependapat" atau kalau saya rasa saya tahu persis apa yang akan dia jawab saya berkata, "sudah ku duga".

Atau waktu dia memberi jawaban yang berbeda dengan jawaban saya, saya bilang, "Untuk hal ini kita tidak sepaham", semua dengan nada gurauan tanpa keseriusan yang kaku. Senang sekali rasanya.

Saat yang saya tunggu-tunggu tiba, the result, hasil tes. Tipe kepribadian apa suami saya? Saya memutuskan untuk membacakan untuk dia.

"Fleksibel dan Toleran, mereka mengambil pendekatan praktis yang berfokus pada hasil yang langsu-"

Belum selesai baca dia langsung bilang, "Waaaah.. Guwe banget itu..", dengan logat jawa medok. Sontak saya ketawa sejadinya. Hal-hal seperti ini yang saya suka dari dia. Ga pernah membosankan, ada aja yang dia lakukan atau ucapkan yang bikin saya ketawa. Mungkin karena itu kami bisa nyambung. Mungkin..

Okay, tipenya adalah ESTP.
Tipe yang benar-benar ga ada nyambungnya dengan tipe saya. Saya Introvert, dia Extrovert. Saya Intuition, dia Sensing. Saya Feeling, dia Thinking. Saya Judging, dia Perceiving.

Lalu gimana pendapat para pengamat kepribadian dan para pelaku tentang hubungan INFJ dan ESTP? Coba nanti saya cari tau lebih detail, lalu saya tulis dan post di blog ini. Ditunggu ya..

Yang paling saya tahu sekarang suami saya adalah suami yg bisa benar-benar sama aneh dan gilanya sama saya. Dan saya bahagia.

Love,

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...