Thursday, 23 December 2021
Temukan Ikigai-mu! | Our Life Journey
Sunday, 19 December 2021
Objektif Menilai Diri Sendiri Meningkatkan Self Awareness | Our Life Journey
Assalamualaikum, Kamu!
Berusaha mengenal diri sendiri bukan hal yang mudah, tapi ketika kamu sudah memahami dirimu, hal itu sangat berharga. Terlebih ketika kamu mampu memandang dirimu secara objektif, kamu akan mulai belajar menerima dirimu dan yang paling penting adalah kamu akan mulai melakukan perbaikan diri.
Lalu apa yang harus dilakukan untuk menilai diri secara objektif?
1. Ikuti tes kepribadian
Sekarang ini ada banyak tes kepribadian yang bisa kamu ikuti terlebih
secara online, seperti MBTI dan SHL Personality Test, juga Emotional
Intelligence Test. Yang perlu kamu ingat adalah semua tes ini tidak ada yang
sempurna mendeskripsikan dirimu, gunakan tes-tes tersebut hanya untuk
mengidentifikasi sikap, perilaku, karakteristik dan apa yang mendorong kamu
mengambil keputusan, agar kamu lebih memahami dirimu.
2. Buat catatan
Buat catatan dalam journalmu tentang:
Pandangan atau persepsimu
Menuliskan persepsi atau pandangan kamu tentang banyak hal tentang dirimu bisa membantu meningkatkan pemahaman diri, bisa tentang hal-hal yang bisa kamu lakukan dengan baik atau juga tentang hal-hal yang ingin kamu perbaiki tentang dirimu, tapi bukan membandingkan dirimu dengan orang lain, ya. Kalian jelas berbeda.
Pencapaianmu
Tuliskan semua hal-hal yang membuatmu bangga atau pencapaian yang luar biasa sepanjang hidupmu. Jika belum ada tidak usah kecewa, berjanji pada dirimu untuk meraihnya.
Hal yang Membahagiakan
Menuliskan tentang hal-hal apa saja yang bisa membuatmu bahagia, bisa membantu mengenal dirimu dan ketika kesulitan muncul. Ingat-ingat juga ketika masih kecil dulu, apa saja hal-hal yang membuatmu bahagia. Apakah masih sama atau ada yang sudah berubah? Kenapa hal tersebut berubah?
3. Minta pendapat orang lain
Kamu bisa meminta pendapat orang lain untuk mengenal dirimu, pastikan orang yang kamu mintai pendapat adalah orang yang bisa kamu percaya. Minta mereka menuliskan pendapat mereka tentang kepribadian, kebiasaan, kebutuhan dan nilai-nilai tentang dirumu. Minta mereka memberi pendapat dengan jujur dan membangun.
Itu tadi 3 cara yang bisa kamu lakukan untuk menilai diri sendiri secara objektif, melakukannya bisa membantu kamu meningkatkan kesadaran atas diri kamu atau self awareness.
Sekian dulu untuk saat ini, wassalam!
Rani Gitayati
Saturday, 18 December 2021
Belum buat Resolusi 2022? Ini 12 Cara Merencanakan Tahun Depan Terbaikmu! | Our Life Journey
Assalamualaikum, Kamu!
Sejauh mana persiapan kamu untuk menyambut tahun baru 2022? Kalau sampai pertengahan menuju akhir Desember ini kamu masih belum punya resolusi untuk tahun 2022 karena bingung mau mulai dari mana, 12 langkah ini bisa bantu kamu untuk merencanakand tahun depan terbaik kamu!
Berikut langkah-langkahnya:
1. Merefleksikan dirimu sepanjang tahun ini
Untuk membuat rencana, kamu perlu tahu dimana kamu berada dan dimana harus memulainya. Untuk itu sediakan waktu bagi dirimu untuk merefleksi diri dari berbagai aspek kehidupan dan posisimu dalam aspek tersebut. Setidaknya ada 8 aspek yang bisa kamu refleksikan: mental - emotional, fisik, spiritual, professional, finansial, social, personal dan lingkungan. Kedelapan aspek ini sama dengan aspek dari kesehatan mental yang pernah kita bahas di IG: @ranigitayati pada postingan 8 Aspek Self Care Bagian 1 dan Bagian 2.
Merefleksi diri dalam setahun akan jauh lebih mudah untuk dilakukan jika kamu punya planner dan journal harian, kamu hanya perlu membukanya dan membuat semacam kaleidoskop tahun 2021-mu. Namun, jika kamu belum memulai menulis di planner dan journal harian, kamu bisa menggunakan beberapa pertanyaan dari postingan Ingin Merefleksi Dirimu Sepanjang Tahun 2021? Gunakan Beberapa Pertanyaan ini untuk Membantu!
2. Biarkan yang lalu berlalu
Setelah kamu merefleksikan diri, langkah selanjutnya adalah membiarkan yang lalu berlalu. Terkadang bagi orang yang overthink dan anxiety, merefleksi diri seperti membuka lembaran lama dan membuat kita teringat kembali masalah di masa itu, yang akhirnya berujung pada kecemasan dan overthink.
Tanamkan dalam diri bahwa refleksi dirimu ini kamu lakukan hanya untuk mengetahui sejauh mana kamu sudah berjalan dan berkembang tahun ini, sehingga kita bisa menentukan dari mana kita akan memulainya tahun depan. Hanya itu, maka biarkan yang lalu berlalu.
3. Definisikan siapa dirimu
Mendefinisikan siapa dirimu sebagai sebuah pribadi akan mempermudah kamu menentukan goals yang membawamu pada definisi sukses yang sesuai dengan dirimu. Ada setidaknya tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk memulai perjalanan self awareness-mu (pengenalan diri sendiri) seperti yang sudah kita bahas di IG post Objektif Menilai Diri Meningkatkan Self Awareness.
Langkah pertama adalah dengan melakukan tes kepribadian, saat ini banyak tes-tes kepribadian seperti MBTI dan tes lainnya yang bisa kamu lakukan secara online. Langkah kedua, buat catatan tentang persepsi atau pandanganmu, pencapaianmu, juga hal-hal yang membuat kamu bahagia. Ini penting untuk kamu lakukan secara objektif agar kamu mendapatkan gambaran dirimu yang sebenarnya, bukan gambaran diri yang kamu inginkan. Untuk itu tulis semua baik itu positif maupun negatif tentang dirimu. Itu yang akan kita perbaiki kedepannya. Langkah ketiga adalah Minta pendapat orang lain yang bisa kamu percaya.
4. Buat vision board
Membuat vision board membantu kamu mengeluarkan sisi kreatifmu. Apa, sih, vision board itu? Kulik di sini >> Selain itu vision board
juga membantu kamu mengingat tujuanmu sehingga kamu bisa fokus pada tujuan itu. Gambaran yang jelas di vision board yang kamu buat membantu alam bawah sadar kamu merekam semua yang menjadi goals kamu.
5. Temukan Ikigai-mu
Ikigai adalah konsep dari Jepang tentang "Alasan kenapa kamu hidup." Ini adalah pertemuan dari keinginan, bakat, apa yang dunia butuhkan dan menghasilkan pemasukan. Apa maksudnya? Ikigai, seperti yang kamu lihat di gambar, adalah irisan dari 4 bagian yang sudah kita sebutkan sebelumnya. Intinya menemukan alasan kenapa kamu hidup melalui keempat bagian tersebut.
Penjelasan singkatnya ada di postingan IG: @ranigitayati yang ini: Ingin Hidup Bahagia dan Lebih Berarti, Temukan Ikigaimu! Atau kalau kamu mau baca versi lengkapnya, bisa cek di post ini >>
6. Hadapi rasa takutmu
Untuk kamu yang merasa bahwa rasa takut itu harus kamu hindari, mau sampai kapan? Hadapi! Karena rasa takut yang berhasil kamu hadapi akan memunculkan dan meningkatkan rasa
percaya diri. Menghadapi rasa takut akan meningkatkan ketahananmu terhadap penyebab rasa takut itu muncul. Maka dari itu jadikan rasa takutmu sebagai petunjuk kamu untuk
membuat resolusi tahunan.
7. Set goals tahunanmu
Nah, setelah kamu mendapat gambaran dari 6 langkah di atas, ini saatnya
untuk menuliskan rencana tahun-depan-mu lebih jelas dengan menuliskan gambaran
besar dari 8 aspek yang sudah kamu buat tadi, lalu jabarkan dengan detail.
Kamu bisa cek cara-caranya di artikel ini 👉👉👉 7 Langkah Sederhana Menentukan Rencana Tahunan.
8. Tingkatkan kebiasaan positifmu
Dari hasil refleksi dirimu di langkah #1 tadi, buat daftar kebiasaan positif yang ingin kamu bentuk dan kebiasaan negatif yang ingin kamu buang. Tulis juga alasan kenapa kamu ingin melakukannya, karena dengan menuliskannya kamu bisa membaca catatan itu kembali ketika rasa ingin menyerah terlintas.
9. Mulai gunakan planner
Buat kamu yang sudah lama menggunakan planner-mu, good! You are on track! Kalau kamu baru ingin memulainya, you are good, too! Memulai adalah melakukan setengah dari perjalanan, laksanakan. Karena seperti yang kamu ketahui, penggunaan planner akan mempermudah kamu mengatur tugas, kegiatan, dan
lainnya sehingga kamu tahu dengan pasti apa yang harus kamu lakukan setiap
harinya untuk mencapai goals-mu. Bagaimana memulainya? Cek postingan ini >>
10. Perinci goals tahunanmu
Ingat goals tahunan yang sudah kamu rencanakan di langkah #7 tadi? Semua goals itu akan terlihat terlalu
berat awalnya, tapi jika kamu mulai memperincinya menjadi langkah-langkah kecil
yang spesifik bisa kamu lakukan setiap hari kamu akan menyadari bahwa hal itu tidak
terlalu sulit untuk dicapai.
Kamu bisa mencoba menonton video dari Mark Joyner untuk tahu metode mencapai goal dengan cara tercepat, atau kamu bisa baca penjelasan tentang metode ini di sini >>
11. Review goalsmu
Disini fungsi buku jurnalmu, jadwalkan untuk mebuat review perkembangan dirimu dalam mencapai goals-mu. Hal ini bisa dilakukan setiap bulan dan setiap tiga bulan, fungsinya adalah untuk memastikan apakah kamu perlu membuat penyesuaian terhadap goals yang sudah kamu tetapkan di awal tahun.
12. Buat daftar
Masukkan rencana-rencana dan langkah-langkah yang sudah kamu buat dalam beberapa daftar. Daftar tersebut bisa kamu percantik sedemikian rupa agar lebih menyenangkan melakukan langkah demi langkahnya setiap hari, semacam bullet journal gitu.Friday, 17 December 2021
Ingin Merefleksi Dirimu Sepanjang Tahun 2021? Gunakan Beberapa Pertanyaan ini untuk Membantu! | Our Life Journey
Thursday, 16 December 2021
Sudah Memaafkan tapi Kenapa Sulit Melupakan? Coba Tulis Tujuh Hal ini di Journal Kamu! | Our Life Journey
1. Apa yang terjadi?
Tanyakan pada dirimu tentang kejadian apa yang terjadi antara kamu dan orang-orang tersebut, tulis sedetail mungkin agar kamu bisa mengidentifikasikannya dengan jelas.
2. Bagaimana perasaanmu saat itu?
Tuliskan apa saja yang kamu rasakan saat kejadian, bersikap jujur pada dirimu membantumu melepaskannya. Namun jangan juga melebih-lebihkan, ya, berusaha melihatnya dengan objektif.
3. Siapa saja orang yang terlibah di dalamnya?
Kamu masih ingat siapa saja satu per satu orang yang terlibat dalam kejadian tersebut? Tuliskan nama mereka semua.
4. Kapan dan apa yang terjadi ketika kamu merasa terpicu?
Kapan atau momen apa yang bisa memicu kamu untuk mengingat kejadian tersebut? Lalu apa yang terjadi pada dirimu ketika kamu merasa terpicu? Gelisah, menangis atau adakah reaksi lain yang muncul dari dirimu?
5. Hasilnya?
Apa hasil yang kamu dapatkan saat menuruti reaksi yang muncul dari dirimu? Baik atau burukkah bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu?
6. Seharusnya seperti apa?
Jika menurutmu reaksi yang muncul darimu bisa menyebabkan kesalahpahaman bagi orang di sekitarmu terhadap dirimu, lalu apa yang seharusnya kamu lakukan jika bukan mengikuti begitu saja reaksi alamimu?
7. Kenapa kejadian itu susah untuk dilupakan?
Sudah mulai menemukan jawaban kenapa kejadian tersebut susah untuk dilupakan?
Thursday, 22 July 2021
Ketahui 5 Tahap Kesedihan Ini Sebelum Terlambat! (Kesedihan Pasca Kehilangan Orang Tercinta) | Our Life Journey
Ketahui 5 tahap kesedihan ini sebelum terlambat!
Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai seringnya membuat kita sangat terluka dan sedih. Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menghilangkan kesedihan tersebut, ada yang mencoba mengalihkan diri dari mengingat orang tercinta tersebut, seperti menghindarkan diri dari berkunjung ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi, berhenti melakukan aktifitas yang biasa dilakukan, dan lain sebagainya. Namun ada juga dari kita yang justru tidak bisa pergi dari rasa sedih tersebut, bahkan cenderung mengurung dan menutup diri. Kalau kamu tipe yang mana?
Tahukah Kamu bahwa Journaling bisa Meningkatkan Kesehatan Mentalmu? | Our Life Journey
Apa itu journaling?
Journaling adalah kegiatan menuliskan apa yang ada di pikiran dan perasaan kita. Segala hal yang kita lalui bisa kita tuliskan dalam jurnal ini, termasuk semua emosi positif maupun negatif yang kita rasakan. Oleh karenanya journaling dikatakan bermanfaat bagi kesehatan mental.
Apa saja manfaat menulis journal?
Kegiatan menulis journal yang dilakukan dengan terus menerus bisa meningkatkan sel-sel imun, juga bisa mengontrol dan meningkatkan memory.
Lebih spesifik, journaling bermanfaat untuk:
MENGURANGI STRESS
Menulis journal bermanfaat untuk melepaskan kita dari emosi akibat dari pikiran dan perasaan negatif. Penelitian di tahun 2011 menggarisbawahi bahwa journaling pada remaja yang mengalami kekhawatiran dan keraguan driri menunjukkan hasil positif.
MENGELOLA KECEMASAN
Journaling adalah cara yang mudah dan efektif yang bisa membantu kamu mengelola kecemasan. Dengan journaling perkembangan kamu dari kecemasan lebih bisa terpantau, kamu juga bisa lebih mengeksplorasi dan memahami perasaan dan emosimu. Dengan kata lain kamu bisa tahu apakah kecemasan dalam diri kamu sudah berkurang atau belum.
MENGATASI DEPRESI
Journaling bisa meningkatkan mood dan mengendalikan gejala depresi, yang membuat terapi pada penderita depresi berjalan dengan baik. Journaling membuat penderita mengetahui dengan jelas apa yang sesungguhnya mengganggu pikirannya.
Selain ketiga manfaat di atas, journaling juga bisa membantu kamu:
- Mengidentifikasi masalah dan rasa takutmu
- Melacak masalah dan mengetahui penyebabnya, juga bagaimana cara mengatasinya secara efektif
- Mengidentifikasi pikiran & kebiasaan negatifmu
- Melihat masalah dengan jernih dan membantumu menemukan sudut pandang lain dalam melihat semua yang terjadi dalam hidupmu.
Friday, 16 July 2021
Flashback: Kuliah berasa nggak lagi Kuliah? Apa Mungkin? | Our Life Journey
BAHASA & SASTRA INGGRIS - Mendengar kata itu mengingatkan saya pada belasan tahun lalu ketika saya masih seorang mahasiswa. Ya, saya mengambil jurusan Bahasa & Sastra Inggris saat berkuliah dulu. Kalau kalian pernah dengar Macbeth dan Hamlet karya William Shakespear atau buku English Grammar karya Bety S. Azar, itu buku-buku yang sempat saya pelajari saat kuliah dulu, bahkan buku Betty Azar sudah seperti makanan wajib bagi kami.
Memang sudah niat masuk jurusan Bahasa & Sastra? Hampir sama dengan beberapa dari kalian mungkin, yang diawal berkata, "Ini bukan jurusan yang saya mau. Saya salah jurusan." Semua terjadi begitu saja. Saya akui saya sangat amat menyukai bahasa Inggris sejak kelas 3 Sekolah Dasar (itu semua karena lingkungan di rumah dan sekolah), tapi menurut saya (saat itu) bahasa bisa dipelajari di lembaga pendidikan non-formal, nggak perlu sampai mengambil jurusan itu untuk pendidikan formal. Kalau kalian seumur dengan saya, stigma pemikiran seperti itu ada di jaman itu. Oleh karena itu, kebanyakan Sekolah Menengah Atas menghapus jurusan Bahasa, dan hanya menyisakan jurusan IPA & IPS. Apa mungkin sampai sekarang? Ada yang bisa bantu jawab?
Bahasa atau Sastra? Kalau boleh memilih antara keduanya, saya lebih tertarik pada Bahasa atau kita biasa menyebutnya Linguistik. Menurut saya secara pribadi, Linguistik lebih mudah dipelajari karena ada aturan-aturan baku yang bisa diikuti. Meski sebenarnya Sastra atau Literature juga punya aturan-aturannya sendiri. Namun di dalam kepala saya saat itu, aturan-aturan dalam Sastra lebih abstrak sementara dalam Bahasa aturan-aturannya lebih konkret.
Pernah ada yang ingat berapa nilai kalian saat kuliah dulu? Secara pribadi, saya hampir selalu mendapatkan nilai A untuk setiap kelas Linguistik. Semetara untuk kelas Sastra ... kalau tidak salah ingat B adalah nilai maximum yang bisa saya capai. Mungkin karena faktor ketertarikan saja, ya. Apapun yang kita sukai biasanya berdampak positif dalam pencapaiannya.
Lalu apa yang menarik dari mempelajari Bahasa & Sastra? Secara umum karya sastra itu merupakan rekaman sejarah. Karya sastra biasanya menggambarkan budaya yang berkembang di sekeliling penulis. Kejadian, setting tempat dan waktu, juga perilaku para karakter dll. dalam karya sastra seringnya adalah cerminan keadaan sekitar dari para penulisnya, yang dipengaruhi juga oleh jiwa dan pikiran mereka. Jadi, kita bisa belajar sejarah dari karya sastra dan itu menarik.
Kalian pernah merasa bersemangat saat berangkat kuliah karena ada mata kuliah yang kalian sukai? Atau pernah berada di kampus, di dalam kelas, tapi tidak merasa sedang kuliah? Rasanya cuma seperti sedang mendengarkan talkshow saja, gitu. Pernah? Saya beruntung pernah merasakannya saat kuliah, Jadi, datang ke kampus sudah seperti mau hang-out aja sama teman-teman. Senang sekali menerima materi baru dari para dosen. Tidak ada lagi rasa seperti dulu saat masih sekolah, rasanya seperti ada beban di kepala saat guru fisika -yang sangat pintar tapi tidak bisa mentransfer ilmunya pada kami- masuk kelas untuk mengajar. Ada guru seperti itu? Ada, lain waktu saya akan bercerita tentang itu. Bukan ghibah tentang gurunya, ya, tapi bahasan ilmiah tentang kemampuan mentransfer ilmu.
Jadi, apa saya menikmati kuliah di jurusan Bahasa & Sastra? Yes, absolutely. And my favorite subject is .... You guess it!
Wednesday, 30 June 2021
Cerita di balik "Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu?" | ig: @niek_2116 | Our Life Journey
Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kenapa muncul cerita itu adalah karena saya ingin mengirim foto gunung Arjuno yang saya ambil saat menaiki kereta Penataran Malang - Surabaya, tapi ingin ada cerita yang bisa jadi bahan di caption. Fyi, itu kali pertama setelah terakhir kali saya naik kereta.
Dalam benak muncul ide bagaimana jika dibuat cerita seorang kekasih yang sedang menunggu kekasihnya? "Klise!" Batin saya. Apa yang lebih tidak klise dari itu? Muncullah kalimat tanya "Kau yang menungguku atau aku yang menunggumu?" Kalimat yang terasa sedikit membingungkan buat saya.
Bisa saja diganti dengan kalimat lain yang lebih simple yang mewakili cerita seperti, "Aku Menunggumu" atau lainnya, tapi agak kurang menantang. Jadi saya putuskan judulnya tetap seperti itu.
Kenapa saling menunggu? Seharusnya ada yang menunggu dan ada yang ditunggu, seseorang yang naik kereta seharusnya ditunggu tapi kenapa dia menunggu? Nah, ini tantangannya, bagaimana bikin cerita ini menarik dan logis.
Sejujurnya di benak, saya membayangkan dua orang di jaman tahunan lalu ketika ponsel masih merupakan barang istimewa. Keduanya berjanji untuk bertemu di stasiun tapi si penjemput salah lokasi. Lucu sebetulnya, tapi saya inginnya cerita itu jadi tragis. Bagaimana caranya? Ya seperti yang kalian baca di ig saya: @rani_niek
Tragis, ya, hanya karena kekeliruan membaca pesan.
Love,
Niek
Monday, 28 December 2020
Tips Menentukan Goals 2021 | Our Life Journey
Kemarin-kemarin saya sempat kebingungan untuk menentukan goal apa aja yang perlu dicapai tahun 2021. Itu semua karena terlalu banyak yang ingin diraih, brainstorming-nya terlalu lama. ðŸ¤
Setelah membaca beberapa artikel, saya mencoba merangkuman tips untuk mempermudah menentukan goals.
Ini seperti membuat peta konsep/mindmap ketika masih sekolah dan kuliah - belasan tahun lalu. (Umur jadi ketahuan, deh ðŸ¤)
Pertama, bagi dulu goals kita dalam 5 aspek besar agar tidak ada yang terlewat. Kelima aspek itu adalah aspek Spiritual, Personal, Professional, Keuangan dan Sosial-keluarga.
Dari 5 aspek tersebut, kembangkan menjadi beberapa hal yang ingin kita raih. Misalnya dalam aspek Spiritual, apa yang ingin Manteman capai tahun depan? Ingin lebih rajin puasa sunnah? Maka tuliskan "Rajin puasa sunnah"
Setelahnya, kembangkan lagi menjadi lebih detail agar lebih mudah mengaplikasikannya. Seperti contoh tadi, puasa sunnah banyak macamnya mau yang mana dulu, nih, yang dilaksanakan?
Misalnya, puasa sunnah Ayyamul Bidh sebagai permulaan, hanya tiga hari dalam satu bulan. Ini bisa jadi awal memulai puasa sunnah lagi setelah lama sekali tidak puasa.
Jangan lupa juga sertakan detail kegiatan atau langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut.
Untuk puasa Manteman perlu tahu jam berapa harus sahur, mau makan apa saat sahur, apa yang harus disiapkan di hari sebelumnya.
Biasanya, nih, ketidak-siapan itu jadi alasan kita untuk menunda-nunda, ujung-ujungnya goal tidak tercapai. Kalau sudah disiapkan dari awal, mau alasan apa lagi coba? ðŸ¤
Alasan lupa? Nah, ini nggak boleh banget. Biasakan untuk meluangkan waktu melihat rencana yang kita buat sebelum tidur dan saat bangun pagi, setidaknya 10-15 menit.
Oh, iya ... semakin rinci goals Manteman, ditambah penyertaan langkah-langkahnya, semakin mudah dan terarah pelaksanaan goals tersebut.
Sesuaikan goals dengan kemampuan Manteman, meski jangan juga bikin target terlalu mudah yang sama persis dengan goals yang bisa kalian capai tahun ini. Dimana kaizen-nya? ðŸ¤
Apalagi, ya? Oh ... ini, nih, yang biasanya sering terjadi ... saking semangatnya ingin berubah, Manteman buat terlalu banyak goals dalam setiap aspek. Jangan!
Kenapa jangan? Udah pada tahu pasti alasannya. Pssst .... Terlalu banyak goals bisa memberi efek buruk, seperti: kepala terasa mendidih, hati bergemuruh, perut panas dan perih .... Hehehe .... 😂😂😂 Overwhelmed gitu deh ....
Ada yang pernah ngerasain hal serupa? 😅😅😅
Friday, 14 August 2020
Kecemasan, Wajar atau Tidak? | Our Life Journey
Kecemasan : Wajar atau Tidak?
Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan atau anxiety, terlebih jika tekanan yang membuat kita cemas memang begitu besar dan mempengaruhi masa depan kita. Seperti mahasiswa tingkat akhir yang cemas saat akan menghadapi sidang skripsi, karena ternyata mahasiswa tersebut meminta bantuan jasa penulisan skripsi. 🤠Bukan hasil pemikiran sendiri.
Kecemasan adalah sesuatu yang wajar jika ada penyebab yang jelas, yang membuat rasa cemas itu muncul. Namun, jika intensitasnya berlebihan, menjadi tidak terkendali dan mengganggu kegiatan sehari-hari, ini merupakan gejala Gangguan Kecemasan Umum.
Gejala Gangguan Kecemasan Umum diantaranya :
1. Rasa cemas tanpa penyebab yang jelas.
2. Memikirkan secara berlebihan solusi atas keadaan buruk yang belum tentu terjadi.
3. Mudah gelisah, tersinggung dan gugup.
4. Sulit mengambil keputusan.
5. Sulit berkonsentrasi.
Gejala fisik yang ditimbulkan oleh Gangguan Kecemasan Umum, diantaranya :
1. Kelelahan berlebih
2. Insomnia / gangguan tidur
3. Sakit kepala
4. Gemetar
5. Keringat berlebihan
6. Mual
7. Sakit perut
8. Diare yang berulang
Jika mengalami kondisi-kondisi di atas, ada baiknya mengunjungi dokter untuk penanganan yang lebih baik.
Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kena...
-
Lelah Menahan Diri? Yuk, Kenali Akar Emosionalnya Lewat Refleksi Harian Pernah nggak sih kamu pengin beli sesuatu—baju, buku, atau makanan f...













