Tuesday, 25 January 2022

Self Awareness Series: Daftar Core Values | Our Life Journey

Berikut adalah daftar Core Values yang bisa jadi gambaran kamu untuk mengetahui Nilai Inti atau Prinsip Dasar apa yang selama ini kamu pegang yang mempengaruhimu dalam mengambil keputusan dan menentukan kebiasaanmu sehari-hari.

Yang perlu diingat nilai-nilai atau prinsip-prinsip dasar ini bukan sesuatu yang bisa kamu pilih sesukamu secara acak dari sekian banyak nilai inti, hal ini kamu dapat dari proses perjalanan hidup dan pengalaman kamu.

Pastikan nilai-nilai tersebut adalah nilai yang menggambarkan identitas pribadimu yang unik, tak mesti sempurna karena kita manusia.
  1. Keluarga
  2. Kreativitas
  3. Komunikasi
  4. Pencapain
  5. Kompetisi
  6. Rasa percaya diri
  7. Struktur
  8. Membuat keputusan
  9. Pendidikan
  10. Kesesuaian
  11. Tradisi
  12. Hubungan saling percaya
  13. Pelayanan
  14. Tanggung Jawab
  15. Kegigihan
  16. Konsistensi
  17. Humor
  18. Kebebasan
  19. Perbedaan
  20. Kesederhanaan
  21. Keyakinan/Kepercayaan
  22. Ketangguhan
  23. Keseimbangan
  24. Kebahagiaan
  25. Mengambil resiko
  26. Imajinasi
  27. Kecerdasan
  28. Mudah bergaul
  29. Orisinalitas
  30. Perkembangan
  31. Kepatuhan
  32. Kedamaian batin
  33. Kebugaran
  34. Kolaborasi
  35. Kesadaran/Mengenal diri
  36. Kebijaksanaan
  37. Kelayakan
  38. Ketulusan
  39. Keadilan
  40. Konservasi
  41. Komunitas
  42. Pertimbangan
  43. Kesopanan
  44. Semangat
  45. Pola pikir positif
  46. Keterbukaan berpikir
  47. Keterusterangan
  48. Umur panjang
  49. Jeda/Istirahat
  50. Ketepatan waktu
  51. Profesionalitas
  52. Keekonomisan
  53. Keheningan
  54. Objektifitas
  55. Keberanian
  56. Kesabaran
  57. Ketenangan
  58. Kekayaan
  59. Petualangan
  60. Keceriaan
  61. Tuntutan
  62. Hal baru
  63. Kedermawanan
  64. Kebulatan tekad
  65. Keberurutan
  66. Kejujuran
  67. Penerimaan
  68. Ketahanan lingkungan
  69. Patriotisme
  70. Efisiensi
  71. Keteguhan hati
  72. Penghormatan
  73. Komitmen
  74. Kemandirian
  75. Kesamarataan
  76. Keakuratan
  77. Altruisme
  78. Ketenangan
  79. Bakat
  80. Tradisi
  81. Ketekunan
  82. Kesatuan
  83. Toleransi
  84. Keaslian
  85. Tantangan
  86. Pengakuan
  87. Keamanan
  88. Harga diri
  89. Kemudahan
  90. Belajar terus menerus
  91. Membatasi
  92. Kesiapsiagaan
  93. Keserbagunaan
  94. Kemitraan
  95. Daya tanggap
  96. Keberkahan
  97. Inovasi
  98. Rasa syukur
  99. Spiritual
  100. Kesuksesan

Wednesday, 19 January 2022

Self Awareness Series: Apa itu Core Values? | Our Life Journey

 Self Awareness Series: Apa itu Core Values (Nilai-nilai Inti/Dasar)? | Our Life Journey

 
Pada post beberapa hari lalu kita membahas tentang Self Awareness, dimana ada 7 hal yang perlu kamu ketahui untuk mengenal dirimu, beserta 7 pertanyaan yang bisa kamu tanyakan tentang dirimu mengenai 7 hal tersebut.
 
Pada post kali ini dan beberapa post mendatang kita akan coba membahas satu persatu 7 pertanyaan tersebut, yang akan kita mulai dari pertanyaan pertama.
 
“Apa prinsip-prinsip dasar yang kamu gunakan untuk menuntunmu?” | Core Values/Nilai-nilai Inti (Dasar)
 
Nilai-nilai inti atau prinsip-prinsip dasar adalah sekumpulan nilai yang, sadar ataupun tidak, kamu pegang dan mempengaruhi dirimu dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip dasar ini bukan sesuatu yang bisa kamu pilih sesukamu secara acak dari sekian banyak nilai inti, hal ini kamu dapat dari proses perjalanan hidup dan pengalaman kamu.
 
Kalau kamu masih belum tahu nilai-nilai inti atau prinsip-prinsip dasar yang mempengaruhi kamu, developgoodhabits.com memberi kamu beberapa langkah:
 
1.      Lakukan Refleksi Diri
 
Refleksi diri adalah langkah pertama agar kamu bisa mengenali dirimu dan menyadari apa saja nilai inti yang mempengaruhimu. Saat merefleksi diri, coba pikirkan tentang momen-momen penting dan bersejarah dalam hidupmu, serta pengalaman-pengalaman hidup yang kamu rasa perlu digarisbawahi. Tanyakan pada dirimu apa yang sedang terjadi saat itu, siapa saja orang yang sedang bersamamu, dan apa yang kamu lakukan.
 
Pikirkan juga sebaliknya, momen atau pengalaman apa saja dalam hidupmu yang membuatmu tertekan, kecewa, marah dan penuh emosi negatif. Tanyakan juga pada dirimu tentang apa yang membuatmu kamu merasakan semua emosi negatif itu.
 
Coba cek 100 Daftar Core Values di yolkee.blogspot.com (klik link di bio lalu pilih 100 Daftar Core Values) untuk mendapatkan gambaran tentang apa saja nilai-nilai inti itu. Pastikan nilai-nilai tersebut adalah nilai yang menggambarkan identitas pribadimu yang unik, tak mesti sempurna karena kita manusia.
 
Misal, kamu bekerja di sebuah perusahaan yang sesuai dengan bidang yang kamu minati, tapi kamu merasa tertekan karena terlalu sering dipantau. Sejatinya kamu bisa mengerjakan lebih baik jika hal itu tidak terlalu sering dilakukan, maka nilai inti kamu adalah kemandirian dan kebebasan.
 
2.      Gabungkan
 
Setelah kamu menemukan nilai inti yang menurutmu sesuai dengan dirimu, kamu bisa menggabungkan yang bertema sama untuk mendapatkan gambar besar dari nilai-nilai tersebut. Misal, kamu menemukan bahwa nilai intimu adalah loyal, komitmen dan jujur, maka kamu bisa menamainya dengan “Hubungan antar Manusia.” Atau jika nilai intimu adalah optimis, bermotivasi dan menginspirasi, kamu bisa menamainya “Berkembang” atau “Progress.”
 
3.      Identifikasi Nilai Utama
 
Setelah menggabungkan semua nilai inti dalam beberapa bagian, sekarang waktunya menentukan mana yang merupakan bagian utama yang berperan besar mempengaruhimu dalam mengambil keputusan dan mana bagian yang menjadi pendukung yang mempengaruhimu dalam bertindak di kehidupan sehari-hari. Nilai utama biasanya adalah nilai yang melekat pada dirimu untuk waktu yang cukup lama. Kamulah yang tahu kelebihan dan kekuranganmu dan bagaimana nilai-nilai tersebut berperan dalam bidang kehidupan yang kamu kuasai.
 
4.      Urutkan
 
Setelah menemukan nilai utama, urutkan nilai-nilai lain dimulai dari yang sangat mempengaruhimu dalam bertindak di kehidupan sehari-hari. Urutannya bisa saja bertukar posisi setiap waktu tergantung pada kejadian dalam hidupmu, maka biasakan untuk mengeceknya kembali setiap satu bulan. Lakukan kembali refleksi diri dengan berdiskusi dan menganalisa nilai-nilai tersebut.
 
Nah, bagaimana? Sudah menemukan nilai-nilai inti atau prinsip-prinsip dasarmu? Kalau sudah selain melakukan pengecekan berkala setiap bulannya, lakukan juga tracking terhadap pencapaianmu dalam melakukan hal yang sesuai nilai intimu itu. Misal, nilai dasarmu adalah “Belajar”, tapi akhir-akhir ini seperti kamu sama sekali tidak mempelajari apapun, maka ambil keputusan untuk membaca 2 buku dalam satu bulan sampai kamu merasa ada kemajuan di sana.

Thursday, 23 December 2021

Temukan Ikigai-mu! | Our Life Journey

Hai, Kamu!

Ikigai adalah satu dari lima prinsip hidup orang Jepang, Iki berarti kehidupan dan Gai berarti nilai. Maka bisa dimaknai bahwa Ikigai adalah hidup yang bernilai, maksudnya adalah cara menjalani hidup yang membuat kamu mempunyai alasan untuk tetap bangun di setiap pagi. Menemukan Ikigai-mu bisa membantu kamu mengetahui apa yang harus kamu perjuangkan setiap harinya, apa yang harus kamu lakukan agar hidupmu lebih bermakna.


Ikigai merupakan irisan dari 4 bagian, yakni hal yang kamu sukai, yang bisa kamu lakukan dengan baik, yang dunia atau sekitarmu butuhkan, dan yang bisa membuatmu mendapatkan imbalan yang memadai.

Kamu bisa mulai mencari Ikigai-mu dengan menjawab 4 pertanyaan di bawah ini:

1. Apa yang kamu sukai?

Kamu pasti punya kegiatan yang paling kamu sukai, yang meski dalam keadaan selelah apapun selalu bisa dan mau kamu lakukan, bahkan jika tanpa dibayar sekalipun. Misalnya kalau kamu adalah orang yang hobi memasak, kamu pasti akan melakukannya meski lelah sekalipun karena justru hal itu yang membuat kamu kembali bersemangat. Ya kan?

2. Apa yang kamu kuasai?

Kalau tadi pertanyaan tentang kegiatan yang kamu sukai, kali ini tentang hal yang kamu kuasai, sesuatu yang bisa kamu lakukan dengan baik. Misal, kamu punya hobi memasak dan keluargamu berkata bahwa hampir semua masakan yang kamu buat memiliki rasa yang enak. Nah, ini berarti kamu memang menguasai bidang memasak.

3. Apa yang bermanfaat bagi orang banyak?

Setelah kamu mengetahui apa yang kamu suka dan kuasai, pertanyaan ini membantu kamu melihatnya ke arah luar. Melihat apa yang bisa kamu lakukan yang bermanfaat bagi orang banyak, terutama di sekitarmu. Misalnya keluargamu suka makan sayur, kamu yang hobi masak pasti akan berusaha menyesuaikan apa yang kamu bisa dengan apa yang keluargamu butuhkan. Maka, kamu akan sering memasak sayur karena pasti akan dimakan dengan lahap dan hatimu akan merasa bahagia.

4. Apa yang memberimu imbalan memadai?

Imbalan tak selalu uang atau penghasilan, bisa berupa rasa bahagia dan tenang. Namun, tidak masalah, kan, jika menghasilkan imbalan berupa penghasilan yang memadai? Misalnya kamu membuka usaha katering dari hobi dan kemampuanmu dalam memasak, yang menghasilkan imbalan berupa uang. Bekerja serasa tidak bekerja karena kamu melakukannya dengan hatimu.

Kira-kira seperti itulah ikigai, menemukan sesuatu yang bisa kamu lakukan dengan bahagia, keinginan penuh dan tanpa beban, yang bermanfaat bagi banyak orang dan mendapat imbalan yang memadai, berupa apapun itu.

Jadi, sudah menemukan Ikigai-mu? Thanks for stopping by.
Wassalam!

Love,
Rani Gitayati

Sunday, 19 December 2021

Objektif Menilai Diri Sendiri Meningkatkan Self Awareness | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Berusaha mengenal diri sendiri bukan hal yang mudah, tapi ketika kamu sudah memahami dirimu, hal itu sangat berharga. Terlebih ketika kamu mampu memandang dirimu secara objektif, kamu akan mulai belajar menerima dirimu dan yang paling penting adalah kamu akan mulai melakukan perbaikan diri.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menilai diri secara objektif?


1.   Ikuti tes kepribadian

Sekarang ini ada banyak tes kepribadian yang bisa kamu ikuti terlebih secara online, seperti MBTI dan SHL Personality Test, juga Emotional Intelligence Test. Yang perlu kamu ingat adalah semua tes ini tidak ada yang sempurna mendeskripsikan dirimu, gunakan tes-tes tersebut hanya untuk mengidentifikasi sikap, perilaku, karakteristik dan apa yang mendorong kamu mengambil keputusan, agar kamu lebih memahami dirimu.

 

2.   Buat catatan

Buat catatan dalam journalmu tentang:

Pandangan atau persepsimu

Menuliskan persepsi atau pandangan kamu tentang banyak hal tentang dirimu bisa membantu meningkatkan pemahaman diri, bisa tentang hal-hal yang bisa kamu lakukan dengan baik atau juga tentang hal-hal yang ingin kamu perbaiki tentang dirimu, tapi bukan membandingkan dirimu dengan orang lain, ya. Kalian jelas berbeda.

Pencapaianmu

Tuliskan semua hal-hal yang membuatmu bangga atau pencapaian yang luar biasa sepanjang hidupmu. Jika belum ada tidak usah kecewa, berjanji pada dirimu untuk meraihnya.

Hal yang Membahagiakan

Menuliskan tentang hal-hal apa saja yang bisa membuatmu bahagia, bisa membantu mengenal dirimu dan ketika kesulitan muncul. Ingat-ingat juga ketika masih kecil dulu, apa saja hal-hal yang membuatmu bahagia. Apakah masih sama atau ada yang sudah berubah? Kenapa hal tersebut berubah?


3. Minta pendapat orang lain

Kamu bisa meminta pendapat orang lain untuk mengenal dirimu, pastikan orang yang kamu mintai pendapat adalah orang yang bisa kamu percaya. Minta mereka menuliskan pendapat mereka tentang kepribadian, kebiasaan, kebutuhan dan nilai-nilai tentang dirumu. Minta mereka memberi pendapat dengan jujur dan membangun.


Itu tadi 3 cara yang bisa kamu lakukan untuk menilai diri sendiri secara objektif, melakukannya bisa membantu kamu meningkatkan kesadaran atas diri kamu atau self awareness.

Sekian dulu untuk saat ini, wassalam!

Love,
Rani Gitayati

Saturday, 18 December 2021

Belum buat Resolusi 2022? Ini 12 Cara Merencanakan Tahun Depan Terbaikmu! | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Sejauh mana persiapan kamu untuk menyambut tahun baru 2022? Kalau sampai pertengahan menuju akhir Desember ini kamu masih belum punya resolusi untuk tahun 2022 karena bingung mau mulai dari mana, 12 langkah ini bisa bantu kamu untuk merencanakand tahun depan terbaik kamu!

Berikut langkah-langkahnya:

1. Merefleksikan dirimu sepanjang tahun ini

Untuk membuat rencana, kamu perlu tahu dimana kamu berada dan dimana harus memulainya. Untuk itu sediakan waktu bagi dirimu untuk merefleksi diri dari berbagai aspek kehidupan dan posisimu dalam aspek tersebut. Setidaknya ada 8 aspek yang bisa kamu refleksikan: mental - emotional, fisik, spiritual, professional, finansial, social, personal dan lingkungan. Kedelapan aspek ini sama dengan aspek dari kesehatan mental yang pernah kita bahas di IG: @ranigitayati pada postingan 8 Aspek Self Care Bagian 1 dan Bagian 2.

Merefleksi diri dalam setahun akan jauh lebih mudah untuk dilakukan jika kamu punya planner dan journal harian, kamu hanya perlu membukanya dan membuat semacam kaleidoskop tahun 2021-mu. Namun, jika kamu belum memulai menulis di planner dan journal harian, kamu bisa menggunakan beberapa pertanyaan dari postingan Ingin Merefleksi Dirimu Sepanjang Tahun 2021? Gunakan Beberapa Pertanyaan ini untuk Membantu!


2. Biarkan yang lalu berlalu

Setelah kamu merefleksikan diri, langkah selanjutnya adalah membiarkan yang lalu berlalu. Terkadang bagi orang yang overthink dan anxiety, merefleksi diri seperti membuka lembaran lama dan membuat kita teringat kembali masalah di masa itu, yang akhirnya berujung pada kecemasan dan overthink.

Tanamkan dalam diri bahwa refleksi dirimu ini kamu lakukan hanya untuk mengetahui sejauh mana kamu sudah berjalan dan berkembang tahun ini, sehingga kita bisa menentukan dari mana kita akan memulainya tahun depan. Hanya itu, maka biarkan yang lalu berlalu.

Sudah Memaafkan tapi Kenapa Sulit Melupakan? Coba Tulis Tujuh Hal ini di Journal Kamu! | Our Life Journey


3. Definisikan siapa dirimu

Mendefinisikan siapa dirimu sebagai sebuah pribadi akan mempermudah kamu menentukan goals yang membawamu pada definisi sukses yang sesuai dengan dirimu. Ada setidaknya tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk memulai perjalanan self awareness-mu (pengenalan diri sendiri) seperti yang sudah kita bahas di IG post Objektif Menilai Diri Meningkatkan Self Awareness.

Langkah pertama adalah dengan melakukan tes kepribadian, saat ini banyak tes-tes kepribadian seperti MBTI dan tes lainnya yang bisa kamu lakukan secara online. Langkah kedua, buat catatan tentang persepsi atau pandanganmu, pencapaianmu, juga hal-hal yang membuat kamu bahagia. Ini penting untuk kamu lakukan secara objektif agar kamu mendapatkan gambaran dirimu yang sebenarnya, bukan gambaran diri yang kamu inginkan. Untuk itu tulis semua baik itu positif maupun negatif tentang dirimu. Itu yang akan kita perbaiki kedepannya. Langkah ketiga adalah Minta pendapat orang lain yang bisa kamu percaya.


4. Buat vision board

Membuat vision board membantu kamu mengeluarkan sisi kreatifmu. Apa, sih, vision board itu? Kulik di sini >> Selain itu vision board juga membantu kamu mengingat tujuanmu sehingga kamu bisa fokus pada tujuan itu. Gambaran yang jelas di vision board yang kamu buat membantu alam bawah sadar kamu merekam semua yang menjadi goals kamu.

 

5. Temukan Ikigai-mu

Ikigai adalah konsep dari Jepang tentang "Alasan kenapa kamu hidup." Ini adalah pertemuan dari keinginan, bakat, apa yang dunia butuhkan dan menghasilkan pemasukan. Apa maksudnya? Ikigai, seperti yang kamu lihat di gambar, adalah irisan dari 4 bagian yang sudah kita sebutkan sebelumnya. Intinya menemukan alasan kenapa kamu hidup melalui keempat bagian tersebut.

Penjelasan singkatnya ada di postingan IG: @ranigitayati yang ini: Ingin Hidup Bahagia dan Lebih Berarti, Temukan Ikigaimu! Atau kalau kamu mau baca versi lengkapnya, bisa cek di post ini >>


6. Hadapi rasa takutmu

Untuk kamu yang merasa bahwa rasa takut itu harus kamu hindari, mau sampai kapan? Hadapi! Karena rasa takut yang berhasil kamu hadapi akan memunculkan dan meningkatkan rasa percaya diri. Menghadapi rasa takut akan meningkatkan ketahananmu terhadap penyebab rasa takut itu muncul. Maka dari itu jadikan rasa takutmu sebagai petunjuk kamu untuk membuat resolusi tahunan.


7. Set goals tahunanmu

Nah, setelah kamu mendapat gambaran dari 6 langkah di atas, ini saatnya untuk menuliskan rencana tahun-depan-mu lebih jelas dengan menuliskan gambaran besar dari 8 aspek yang sudah kamu buat tadi, lalu jabarkan dengan detail.

Kamu bisa cek cara-caranya di artikel ini 👉👉👉 7 Langkah Sederhana Menentukan Rencana Tahunan.


8. Tingkatkan kebiasaan positifmu

Dari hasil refleksi dirimu di langkah #1 tadi, buat daftar kebiasaan positif yang ingin kamu bentuk dan kebiasaan negatif yang ingin kamu buang. Tulis juga alasan kenapa kamu ingin melakukannya, karena dengan menuliskannya kamu bisa membaca catatan itu kembali ketika rasa ingin menyerah terlintas.


9. Mulai gunakan planner

Buat kamu yang sudah lama menggunakan planner-mu, good! You are on track! Kalau kamu baru ingin memulainya, you are good, too! Memulai adalah melakukan setengah dari perjalanan, laksanakan. Karena seperti yang kamu ketahui, penggunaan planner akan mempermudah kamu mengatur tugas, kegiatan, dan lainnya sehingga kamu tahu dengan pasti apa yang harus kamu lakukan setiap harinya untuk mencapai goals-mu. Bagaimana memulainya? Cek postingan ini >>


10. Perinci goals tahunanmu

Ingat goals tahunan yang sudah kamu rencanakan di langkah #7 tadi? Semua goals itu akan terlihat terlalu berat awalnya, tapi jika kamu mulai memperincinya menjadi langkah-langkah kecil yang spesifik bisa kamu lakukan setiap hari kamu akan menyadari bahwa hal itu tidak terlalu sulit untuk dicapai. 

Kamu bisa mencoba menonton video dari Mark Joyner untuk tahu metode mencapai goal dengan cara tercepat, atau kamu bisa baca penjelasan tentang metode ini di sini >>


11. Review goalsmu

Disini fungsi buku jurnalmu, jadwalkan untuk mebuat review perkembangan dirimu dalam mencapai goals-mu. Hal ini bisa dilakukan setiap bulan dan setiap tiga bulan, fungsinya adalah untuk memastikan apakah kamu perlu membuat penyesuaian terhadap goals yang sudah kamu tetapkan di awal tahun.


12. Buat daftar

Masukkan rencana-rencana dan langkah-langkah yang sudah kamu buat dalam beberapa daftar. Daftar tersebut bisa kamu percantik sedemikian rupa agar lebih menyenangkan melakukan langkah demi langkahnya setiap hari, semacam bullet journal gitu.

Well, itu tadi 12 langkah yang bisa kamu lakukan untuk menetapkan resolusi tahun 2022-mu. Feel free untuk bertanya di kolom komentar jika ada yang ingin ditanyakan. Thanks for stopping by and have a great day!

Love,
Rani Gitayati

Friday, 17 December 2021

Ingin Merefleksi Dirimu Sepanjang Tahun 2021? Gunakan Beberapa Pertanyaan ini untuk Membantu! | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Bagaimana proses pembuatan resolusi tahun baru 2022-mu? Berjalan lancar atau berjalan di tempat? Nggak perlu khawatir, masih tersisa beberapa hari untuk merencanakan, tahun depanmu. Merefleksi diri bisa kamu lakukan untuk mulai melakukannya.

Merefleksi dirimu sepanjang tahun 2021 adalah langkah pertama dari 12 Cara Merencanakan Tahun Depan Terbaikmu. Kalau kamu belum pernah menggunakan planner maupun jurnal, kamu bisa mulai merefleksikan dirimu dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar dirimu.

Berikut beberapa pertanyaan tersebut:

1. Apa goals-mu di awal tahun 2021 hingga kini (jika terdapat penyesuaian-penyesuaian goals  yang dilakukan)?

2. Apakah kamu mencapai semuanya? Sebagian? Atau tidak sama sekali? Seberapa jauh hal itu tercapai?

3. Bagaimana erasaanmu tentang goals yang tidak tercapai dan bagaimana cara mengubahnya di tahun depan?

4. Goals apa saja yang mempunyai langkah lanjutan atau harus ditindaklanjuti dan dilakukan pengembangan di tahun depan?

5. Hal-hal apa saja yang membuat kamu bangga di tahun 2021?

6. Hal-hal apa saja yang kamu sesali di tahun 2021?

7. Hal-hal apa saja yang paling menantang di tahun 2021?

8. Hal-hal apa saja yang paling membahagiakan?

9. Memori/hal tersedih apa yang kamu alami sepanjang tahun 2021?

10. Siapa saja orang-orang yang menyenangkan?

11. Siapa saja orang-orang yang kamu harap tidak pernah bertemu di tahun 2021?

12. Siapa saja orang-orang yang meninggalkan hidupmu dan kenapa?

13. Tempat istimewa mana saja yang sudah kamu kunjungi di tahun 2021 & ingin kamu kunjungi di tahun 2022?

14. Petualangan apa saja yang kamu lalui tahun ini?

15. Adakah satu titik balik di tahun ini? Jika iya, apa itu?

16. Pelajaran terbesar apa yang kamu pelajari?

17. Tuliskan daftar hal-hal yang ingin kamu lakukan dengan cara berbeda di tahun 2022!

18. Bagaimana caramu membuat tahun depan menjadi tahun yang menyenangkan?

19. Tuliskan kata atau tema di setiap bulan untuk dijalani! Beri nama juga untuk tahun 2022! Lihat contoh ini >>

20. Tuliskan rencana hidupmu dalam aspek emosi/mental, fisikal, spiritual, keluarga/family, social, professional, and financial

21. Kamu ingin jadi orang seperti apa tahun depan?

22. Pesan apa yang bisa kamu bawa dari tahun ini untuk dirimu di tahun depan?

23. Sebutkan satu hal yang jika terjadi pada dirimu di tahun 2022, maka kamu akan menjadi versi terbaikmu!

24. Hal apa yang ingin berhenti kamu lakukan pada dirimu di tahun depan? Pikirkan tentang hal-hal tidak baik yang tanpa sengaja sering kamu lakukan pada dirimu, seperti merendahkan dirimu dan lainnya.

25. Benda-benda apa saja yang ingin kamu beli di tahun 2022 dan berapa nominal yang kamu butuhkan?

Itu tadi 25 pertanyaan yang bisa kamu temukan jawabannya untuk merefleksi dirimu sepanjang tahun 2021 dan apa saja yang ingin kamu lakukan di tahun 2022.

Wassalam!


Thursday, 16 December 2021

Sudah Memaafkan tapi Kenapa Sulit Melupakan? Coba Tulis Tujuh Hal ini di Journal Kamu! | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Pernah mengalami kesal sama seseorang dan menancap banget di hati sampai-sampai terbawa dan membuat kamu nggak nyaman saat bertemu lagi dengan orang tersebut? Saya ngacung tangan duluan, deh. Atau kamu pernah mengalami sesuatu yang berat banget yang bikin mental kamu break down karena masalah tersebut? Menurut kamu, sih, kamu sudah memaafkan orang itu, tapi kenapa sulit melupakan, padahal udah lama juga kejadiaannya. Apa mungkin kamu belum memaafkan? How to let go of those grudges?

Siapkan jurnalmu, mari sama-sama mulai menuliskan tujuh hal ini untuk menemukan solusinya.

1. Apa yang terjadi?

Tanyakan pada dirimu tentang kejadian apa yang terjadi antara kamu dan orang-orang tersebut, tulis sedetail mungkin agar kamu bisa mengidentifikasikannya dengan jelas.


2. Bagaimana perasaanmu saat itu?

Tuliskan apa saja yang kamu rasakan saat kejadian, bersikap jujur pada dirimu membantumu melepaskannya. Namun jangan juga melebih-lebihkan, ya, berusaha melihatnya dengan objektif.


3. Siapa saja orang yang terlibah di dalamnya?

Kamu masih ingat siapa saja satu per satu orang yang terlibat dalam kejadian tersebut? Tuliskan nama mereka semua.


4. Kapan dan apa yang terjadi ketika kamu merasa terpicu?

Kapan atau momen apa yang bisa memicu kamu untuk mengingat kejadian tersebut? Lalu apa yang terjadi pada dirimu ketika kamu merasa terpicu? Gelisah, menangis atau adakah reaksi lain yang muncul dari dirimu?


5. Hasilnya?

Apa hasil yang kamu dapatkan saat menuruti reaksi yang muncul dari dirimu? Baik atau burukkah bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu?


6. Seharusnya seperti apa?

Jika menurutmu reaksi yang muncul darimu bisa menyebabkan kesalahpahaman bagi orang di sekitarmu terhadap dirimu, lalu apa yang seharusnya kamu lakukan jika bukan mengikuti begitu saja reaksi alamimu?


7. Kenapa kejadian itu susah untuk dilupakan?

Sudah mulai menemukan jawaban kenapa kejadian tersebut susah untuk dilupakan?


Ketujuh langkah di atas bukan langkah yang bisa dengan mutlak membuatmu melupakan kejadian yang menyakinkan hatimu. Namun, setidaknya ketika kamu mulai membuka dirimu untuk melihat kejadian tersebut secara utuh, lebih dalam dan lebih detail akan membawamu pada kesadaran dan pemahaman bahwa kamu memang harus melewati semua itu untuk menjadi kamu yang sekarang, yang jauh lebih baik dari kamu sebelumnya.

Semoga kita bisa melupakan hal-hal yang hanya akan membebani diri kita ketika mengingatnya, saya juga masih mencoba, jadi ... mari berjuang bersama.

Wassalam!

Love,
Rani Gitayati

Thursday, 22 July 2021

Ketahui 5 Tahap Kesedihan Ini Sebelum Terlambat! (Kesedihan Pasca Kehilangan Orang Tercinta) | Our Life Journey

Ketahui 5 tahap kesedihan ini sebelum terlambat!

Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai seringnya membuat kita sangat terluka dan sedih. Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menghilangkan kesedihan tersebut, ada yang mencoba mengalihkan diri dari mengingat orang tercinta tersebut, seperti menghindarkan diri dari berkunjung ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi, berhenti melakukan aktifitas yang biasa dilakukan, dan lain sebagainya. Namun ada juga dari kita yang justru tidak bisa pergi dari rasa sedih tersebut, bahkan cenderung mengurung dan menutup diri. Kalau kamu tipe yang mana?

Setiap orang yang mengalami kehilangan, akan mengalami 5 tahap kesedihan pasca ditinggalkan orang terkasih. Hal yang membedakan orang satu dengan yang lain adalah durasi mereka saat berada di tiap tahapnya, dan cara mereka mencoba bangkit dari kesedihan. Mengenal kelima tahap kesedihan ini bisa membantu kamu tetap sadar bahwa dirimu akan mengalami kelimanya dan membantumu berusaha mencari jalan yang terbaik untuk melewatinya, sehingga terhindar dari kesedihan yang berlarut-larut.


Berikut ini 5 tahap tersebut:

Denial (Penyangkalan)

Penyangkalan sangat sering terjadi di awal kehilangan, saat itu diri seolah menolak bahwa orang yang kamu cintai telah pergi untuk selamanya. Pada tahap ini kamu akan sering merasa bahwa orang tercinta tersebut masih berada di sisi, secara tidak sadar penyangkalan ini adalah cara dirimu berusaha mengurangi rasa sakit yang muncul pasca kehilangan.

Ketika kamu mampu melewati tahap penyangkalan ini, emosi-emosi yang sebelumnya terpendam akan keluar dan menunjukkan eksistensinya yang membawa kamu masuk pada tahap selanjutnya.

Anger (Kemarahan)

Pada tahap ini semua emosi muncul, hal ini membuat kamu mulai merasakan kemarahan, marah terhadap orang yang meninggalkanmu. Ini bagian dari penyesuaian diri pasca kesedihan. Kamu akan mulai berusaha melimpahkan kesalahan pada orang tersebut karena sudah meninggalkanmu, meski sebenarnya logikamu mengatakan bahwa itu bukan salah orang tercinta tersebut. Itu memang apa yang sudah Tuhan gariskan untukmu.

Setelah menyadarinya, kamu akan masuk pada tahap selanjutnya yakni Bargaining (Penawaran)

Bargaining (Penawaran)

Di tahap bargainin ini kamu akan mulai berandai-andai tentang kondisi yang terjadi pada dirimu, dalam hal ini kamu akan mulai memikirkan sebab-akibat. Yang pernah terjadi pada saya adalah kalimat, "Seandainya saya lebih konsisten lagi membuatkan jus bit merah, mungkin kanker gak akan sempat menggerogoti tubuh bapak dan beliau bisa tertolong." Ini adalah tahap pasca kemarahan yang berpadu dengan logika yang ada dalam diri.

Alih-alih menyalahkan orang yang meninggalkanmu, pada tahap ini kamu akan mulai menyalahkan diri sendiri atas segala kemalangan yang terjadi. Kondisi ini membawamu pada tahap selanjutnya yakni Depresi.

Depression (Depresi)

Ini tahap paling kritis dari lima tahap kesedihan pasca kehilangan, karena tahap inilah yang menentukan kamu mampu keluar atau tidak dari kesedihan yang kamu alami. Pada tahap depresi ini, ada dua jenis depresi yang mungkin muncul.

Yang pertama adalah depresi praktis yang berhubungan dengan konsekuensi yang mungkin dihadapi pasca kehilangan, seperti kekhawatiran akan kondisi ekonomi keluarga atau bagaimana membagi peran dalam keluarga.

Yang kedua adalah depresi yang lebih bersifat pribadi, hal ini membawamu menutup diri dari lingkungan sekitar dan mengalami masa-masa sulit seperti merasa terpuruk dan benar-benar tak berdaya.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, tahap ini adalah tahap paling kritis. Ketika kamu merasa mulai memasuki dan mengalaminya, saya sangat menyarankan untuk segera berbicara dengan orang-orang terdekat. Pada tahap ini kamu hanya membutuhkan orang untuk mendengar semua kesedihanmu dari tahap awal hingga tahap ini. Ceritakan semua! Namun untuk itu, kamu perlu menemukan orang yang tepat. Keluarga terdekat yang kamu rasa sangat mengerti kamu mungkin bisa membantu, setidaknya meminta pertolongan sebelum terlambat. Jika depresimu sudah pada tahap yang mengkhawatirkan, minta pertolongan seorang profesional seperti psikolog.

Setelah berhasil melewati masa kritis ini, kamu akan memasuki tahap terakhir yakni acceptance atau penerimaan.

Acceptance (Penerimaan)

Ketika kamu berhasil melewati tahap depresi dengan baik, kamu akan masuk pada tahap acceptance atau penerimaan. Pada tahap ini dirimu akan mulai bisa menerima keadaan, bukan berarti kesedihan sudah sepenuhnya hilang dan berlalu tapi kamu lebih bisa menerima kehilangan sebagai sesuatu yang memang sudah Tuhan gariskan untukmu.

Kamu akan mulai merasakan hal-hal positif menggantikan pikiran-pikiran negatifmu, seperti perasaan beruntung pernah mengenal orang yang kamu cintai tersebut untuk kurun waktu tertentu dan memiliki beberapa atau bahkan banyak hal indah yang bisa kamu jadikan kenangan dan pelajaran.

Itu tadi 5 tahap kesedihan yang mungkin akan kamu alami pasca kehilangan orang tercinta, lamanya tiap tahap berbeda pada tiap individu bergantung pada seberapa besar keinginan dalam diri untuk kembali ke keadaan normal pasca kehilangan dan bantuan dari lingkungan sekitar. Saya menghabiskan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan kelimanya, tiga tahun tersulit pasca kehilangan orang tercinta. Tetap berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan bisa menjadi salah satu cara mempersingkat waktu pada tiap tahapnya. 

Dengan mengetahui kelima tahap ini, saya berharap kamu bisa lebih siap menghadapi kesedihan pasca kehilangan orang tercinta dan kembali pulih seperti sedia kala, meski tak bisa dipungkiri kesedihan mungkin akan muncul tapi tidak lagi seberat sebelum kamu menyadari kelimanya.

Lots of love,
Niek

Tahukah Kamu bahwa Journaling bisa Meningkatkan Kesehatan Mentalmu? | Our Life Journey

Apa itu journaling?

Journaling adalah kegiatan menuliskan apa yang ada di pikiran dan perasaan kita. Segala hal yang kita lalui bisa kita tuliskan dalam jurnal ini, termasuk semua emosi positif maupun negatif yang kita rasakan. Oleh karenanya journaling dikatakan bermanfaat bagi kesehatan mental.

Apa saja manfaat menulis journal?

Kegiatan menulis journal yang dilakukan dengan terus menerus bisa meningkatkan sel-sel imun, juga bisa mengontrol dan meningkatkan memory.

Lebih spesifik, journaling bermanfaat untuk:


MENGURANGI STRESS

Menulis journal bermanfaat untuk melepaskan kita dari emosi akibat dari pikiran dan perasaan negatif. Penelitian di tahun 2011 menggarisbawahi bahwa journaling pada remaja yang mengalami kekhawatiran dan keraguan driri menunjukkan hasil positif.


MENGELOLA KECEMASAN

Journaling adalah cara yang mudah dan efektif yang bisa membantu kamu mengelola kecemasan. Dengan journaling perkembangan kamu dari kecemasan lebih bisa terpantau, kamu juga bisa lebih mengeksplorasi dan memahami perasaan dan emosimu. Dengan kata lain kamu bisa tahu apakah kecemasan dalam diri kamu sudah berkurang atau belum.


MENGATASI DEPRESI

Journaling bisa meningkatkan mood dan mengendalikan gejala depresi, yang membuat terapi pada penderita depresi berjalan dengan baik. Journaling membuat penderita mengetahui dengan jelas apa yang sesungguhnya mengganggu pikirannya.


Selain ketiga manfaat di atas, journaling juga bisa membantu kamu:

  • Mengidentifikasi masalah dan rasa takutmu
  • Melacak masalah dan mengetahui penyebabnya, juga bagaimana cara mengatasinya secara efektif
  • Mengidentifikasi pikiran & kebiasaan negatifmu
  • Melihat masalah dengan jernih dan membantumu menemukan sudut pandang lain dalam melihat semua yang terjadi dalam hidupmu.
Pict. source: pinterest.com

Friday, 16 July 2021

Flashback: Kuliah berasa nggak lagi Kuliah? Apa Mungkin? | Our Life Journey

BAHASA & SASTRA INGGRIS - Mendengar kata itu mengingatkan saya pada belasan tahun lalu ketika saya masih seorang mahasiswa. Ya, saya mengambil jurusan Bahasa & Sastra Inggris saat berkuliah dulu. Kalau kalian pernah dengar Macbeth dan Hamlet karya William Shakespear atau buku English Grammar karya Bety S. Azar, itu buku-buku yang sempat saya pelajari saat kuliah dulu, bahkan buku Betty Azar sudah seperti makanan wajib bagi kami.

Memang sudah niat masuk jurusan Bahasa & Sastra? Hampir sama dengan beberapa dari kalian mungkin, yang diawal berkata, "Ini bukan jurusan yang saya mau. Saya salah jurusan." Semua terjadi begitu saja. Saya akui saya sangat amat menyukai bahasa Inggris sejak kelas 3 Sekolah Dasar (itu semua karena lingkungan di rumah dan sekolah), tapi menurut saya (saat itu) bahasa bisa dipelajari di lembaga pendidikan non-formal, nggak perlu sampai mengambil jurusan itu untuk pendidikan formal. Kalau kalian seumur dengan saya, stigma pemikiran seperti itu ada di jaman itu. Oleh karena itu, kebanyakan Sekolah Menengah Atas menghapus jurusan Bahasa, dan hanya menyisakan jurusan IPA & IPS. Apa mungkin sampai sekarang? Ada yang bisa bantu jawab?

Bahasa atau Sastra? Kalau boleh memilih antara keduanya, saya lebih tertarik pada Bahasa atau kita biasa menyebutnya Linguistik. Menurut saya secara pribadi, Linguistik lebih mudah dipelajari karena ada aturan-aturan baku yang bisa diikuti. Meski sebenarnya Sastra atau Literature juga punya aturan-aturannya sendiri. Namun di dalam kepala saya saat itu, aturan-aturan dalam Sastra lebih abstrak sementara dalam Bahasa aturan-aturannya lebih konkret.

Pernah ada yang ingat berapa nilai kalian saat kuliah dulu? Secara pribadi, saya hampir selalu mendapatkan nilai A untuk setiap kelas Linguistik. Semetara untuk kelas Sastra ... kalau tidak salah ingat B adalah nilai maximum yang bisa saya capai. Mungkin karena faktor ketertarikan saja, ya. Apapun yang kita sukai biasanya berdampak positif dalam pencapaiannya.

Lalu apa yang menarik dari mempelajari Bahasa & Sastra? Secara umum karya sastra itu merupakan rekaman sejarah. Karya sastra biasanya menggambarkan budaya yang berkembang di sekeliling penulis. Kejadian, setting tempat dan waktu, juga perilaku para karakter dll. dalam karya sastra seringnya adalah cerminan keadaan sekitar dari para penulisnya, yang dipengaruhi juga oleh jiwa dan pikiran mereka. Jadi, kita bisa belajar sejarah dari karya sastra dan itu menarik.

Kalian pernah merasa bersemangat saat berangkat kuliah karena ada mata kuliah yang kalian sukai? Atau pernah berada di kampus, di dalam kelas, tapi tidak merasa sedang kuliah? Rasanya cuma seperti sedang mendengarkan talkshow saja, gitu. Pernah? Saya beruntung pernah merasakannya saat kuliah, Jadi, datang ke kampus sudah seperti mau hang-out aja sama teman-teman. Senang sekali menerima materi baru dari para dosen. Tidak ada lagi rasa seperti dulu saat masih sekolah, rasanya seperti ada beban di kepala saat guru fisika -yang sangat pintar tapi tidak bisa mentransfer ilmunya pada kami- masuk kelas untuk mengajar. Ada guru seperti itu? Ada, lain waktu saya akan bercerita tentang itu. Bukan ghibah tentang gurunya, ya, tapi bahasan ilmiah tentang kemampuan mentransfer ilmu.

Jadi, apa saya menikmati kuliah di jurusan Bahasa & Sastra? Yes, absolutely. And my favorite subject is .... You guess it!

Wednesday, 30 June 2021

Cerita di balik "Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu?" | ig: @niek_2116 | Our Life Journey

Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kenapa muncul cerita itu adalah karena saya ingin mengirim foto gunung Arjuno yang saya ambil saat menaiki kereta Penataran Malang - Surabaya, tapi ingin ada cerita yang bisa jadi bahan di caption. Fyi, itu kali pertama setelah terakhir kali saya naik kereta.

Dalam benak muncul ide bagaimana jika dibuat cerita seorang kekasih yang sedang menunggu kekasihnya? "Klise!" Batin saya. Apa yang lebih tidak klise dari itu? Muncullah kalimat tanya "Kau yang menungguku atau aku yang menunggumu?" Kalimat yang terasa sedikit membingungkan buat saya.

Bisa saja diganti dengan kalimat lain yang lebih simple yang mewakili cerita seperti, "Aku Menunggumu" atau lainnya, tapi agak kurang menantang. Jadi saya putuskan judulnya tetap seperti itu.

Kenapa saling menunggu? Seharusnya ada yang menunggu dan ada yang ditunggu, seseorang yang naik kereta seharusnya ditunggu tapi kenapa dia menunggu? Nah, ini tantangannya, bagaimana bikin cerita ini menarik dan logis.

Sejujurnya di benak, saya membayangkan dua orang di jaman tahunan lalu ketika ponsel masih merupakan barang istimewa. Keduanya berjanji untuk bertemu di stasiun tapi si penjemput salah lokasi. Lucu sebetulnya, tapi saya inginnya cerita itu jadi tragis. Bagaimana caranya? Ya seperti yang kalian baca di ig saya: @rani_niek

Tragis, ya, hanya karena kekeliruan membaca pesan.

Love,

Niek

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...