Bukan cuma Skripsi, Target Tahunanmu juga Perlu Direvisi! Ini 3 Langkah Mudahnya!
Sudah pertengahan tahun 2023, nih. Buat kamu yang suka menulis planner dan mulai belajar produktif, saat inilah waktunya untuk me-review dan me-revisi goals-mu. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk melihat kembali apa saja targetmu, apa saja yang tercapai, apa yang masih belum, habit mana yang bisa dilanjutkan dan mana yang bikin kamu overwhelmed karena ternyata ritmenya terlalu cepat dan terburu-buru. Atau mungkin ada yang perlu di akselerasi karena ternyata kamu mampu menyelesaikannya dengan mudah.
Bingung mau mulai dari mana? Yuuk cek langkah-langkah berikut:
1. Buka Catatan Goals 2023-mu
Langkah awal yang harus kamu lakukan adalah membuka kembali catatan target tahun 2023 yang sudah kamu tulis akhir tahun lalu. Dari situ kamu bisa tahu, sudah berada di mana kamu saat ini. Dari situ kamu bisa me-refresh kembali ingatanmu tentang target-targetmu dari awal hingga pertengahan tahun.
Kalau kamu baru mulai mencoba produktif dan nggak punya catatan target, ada baiknya kamu mampir dulu ke postingan saya yang ini >>> 12 Cara Merencanakan Tahun Terbaikmu!
2. Review, Revisi dan Buat Catatan
Langkah kedua, review semua target yang sudah kamu buat untuk awal tahun hingga pertengahan tahun ini. Refleksikan dengan kenyataan yang terjadi, lalu buat catatan tentang:
- Goals/target/habit mana yang tercapai
- Goals/target/habit mana yang belum tercapai
- Goals/target/habit mana yang masih in-progress
- Goals/target/habit mana yang masih on track
- Goals/target/habit mana yang ternyata sudah mulai keluar dari track
- Goals/target/habit mana yang temponya terlalu cepat/sulit dicapai/harus dikeluarkan dari target atau mungkin dipindahkan ke target tahun depan
- Goals/target/habit mana yang harus dipercepat karena ternyata kamu bisa menyelesaikannya dengan mudah
Kamu bisa menambahkan guide line lain jika diperlukan.
3. Kerjakan
Langkah terpenting dari semua langkah yang sudah kamu lakukan di atas adalah: Kerjakan! Kerjakan semua hasil revisi goals, target atau habit yang sudah kamu buat.
Kalau kamu rajin, tiga langkah di atas tidak cuma bisa kamu terapkan untuk goals tahunan. Kamu bisa melakukan langkah-langkah yang sama untuk goals bulanan, bahkan tiap pekan. Itu kalau kamu rajin.
7 LANGKAH SEDERHANA MEMBUAT RESOLUSI TAHUN BARU (RENCANA TAHUNAN)
ini
Sudah bulan September, sudah waktunya mulai cek dan ricek sebagian besar target yang kamu tulis untuk tahun 2022: rencana mana yang berhasil dilakukan dan perlu diteruskan, rencana apa saja yang masih belum bisa kamu lakukan dengan rutin, dan rencana mana yang benar-benar nggak bisa kamu kerjakan karena satu dan lain hal.
Pra-langkah: Cek Target Tahun 2022
Proses cek dan ricek ini sangat penting, karena sebetulnya proses inilah yang memudahkanmu membuat Yearly Plan (Rencana Tahunan) untuk tahun 2023.
"Kalau tahun 2022 belum pernah bikin target apapun gimana? Nge-blank banget, nih ...."
Kamu bisa dapat insight tentang pra-langkah untuk membuat resolusi tahunan.
Tujuh Langkah Sederhana Membuat Rencana Tahunan
1. Gunakan 8 Aspek Self-care
Setelah membaca dan mempelajari banyak artikel psikologi dan managemen diri yang menyuguhkan berbagai macam cara untuk membuat resolusi, juga berdasarkan pengalaman pribadi, menggunakan 8 aspek self-care untuk menentukan target tahunan adalah langkah awal yang cukup efektif.
Delapan aspek tersebut adalah Spiritual, Emosional, Fisik, Personal, Sosial, Lingkungan, Profesional dan Finansial
Topik tentang aspek self-care pernah saya bahas di postingan yang ini, ya .... 👉👉👉 8 Aspek Self Care Bag. 1 dan Bag. 2, videonya juga bisa kamu tonton di sini 👇👇👇
2. Pilih 3 Aspek Prioritas
Tidak semua dari delapan aspek itu harus kamu gunakan, ya. Pilih setidaknya 3 yang menjadi prioritas kamu, lalu tuliskan target yang ingin kamu capai sesuai aspek, misal:
a. Spiritual,
b. Sosial dan
c. Profesional.
Kamu juga bisa pilih aspek lain sesuai prioritasmu tahun ini.
3. Jabarkan Target Lebih Detail
Misal, prioritas pertamamu adalah aspek spiritual, kamu bisa menjabarkan detailnya dengan menyebutkan tiga kegiatan atau kebiasaan yang mau kamu bentuk dalam satu tahun. Contoh kegiatan itu misalnya:
a. Rutin membaca quran,
b. Rutin sholat tahajud,
c. Menghapal surat-surat pendek.
Buat sedetail mungkin semua hal yang kamu rencanakan. Agar lebih berkesinambungan, saya akan menggunakan contoh dari aspek spiritual.
Detailnya seperti ini:
a. Rutin baca quran minimal 2 halaman setiap pagi sesudah sholat Subuh,
b. Rutin bangun jam 3 untuk sholat Tahajud,
c. Menghapal minimal 12 surat pendek dalam juz 30.
4. Buat Kolom Target dan Masukkan
Setelah kamu selesai membuat detailnya, langkah selanjutnya adalah menentukan di bulan apa kamu akan mulai melatih kebiasaan yang sudah kamu tetapkan dan tentukan juga pada bulan apa target tersebut harus sudah jadi kebiasaanmu. Jadi, ini semacam deadline atau tenggat waktu dari kamu berlatih hingga menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, sebisa mungkin tidak terlewatkan untuk melakukannya.
Setelah itu, masukkan target-target kebiasaan tersebut sesuai detail-detail bulan yang kamu tetapkan tadi. Kamu bisa melihat contoh di gambar.
Misal, kamu mau mulai rutin baca quran di bulan Maret, kamu bisa mulai belajar di bulan Januari, semacam latihan, pemanasan, jadi it's okay kalau ternyata di bulan Januari masih bolong-bolong, nggak tiap hari baca qurannya. Tapi pastikan di bulan Februari ada perbaikan, jadi di bulan Maret (dimana kamu mengharap sudah mulai rutin) sudah bisa diterapkan, dan kali ini pantang bolong-bolong kecuali ada uzur syar'i.
5. Buat Target yang Spesifik dan Realistis
Kali ini saya menggunakan contoh yang kedua, ya.
Menghapal 12 surat pendek dari juz 30 Quran.
Hal ini spesifik karena menjelaskan berapa surat yang hendak kamu hapalkan selama satu tahun kedepan, juga dari juz berapa. Target ini juga realistis karena pemilihan 12 surat dalam setahun berarti setiap bulannya kamu hanya perlu menghapal satu surat saja.
Kamu bisa sesuaikan dengan kemampuanmu, kali ini saya menggunakan target termudah dengan asumsi kesanggupan saya dalam menghapal.
Yang kemudian harus kamu lakukan adalah menulis nama-nama surat pendek yang ingin kamu hapalkan, sehingga target yang kamu punya jauh lebih spesifik.
Masukkan target-target detail tersebut ke dalam kolom-kolom target bulanan. Misal Januari harus hapal surat Al-Ikhlas, Februari surat An-Nas, dan seterusnya.
"Kan aku udah hapal ...?!"
Eh, nggak apa-apa, lho! Kamu bisa coba gunakan target waktu ini untuk memperbaiki pelafalan kamu saat membaca surat tersebut, barangkali selama ini kamu keliru. Ya, kan? Atau kalau pelafalanmu sudah benar, coba gunakan waktu untuk akselerasi, pindah ke surat selanjutnya. Kamu jadi bisa mencapai target hapalanmu sebelum akhir tahun, kan! Suatu kebanggaan itu!
Atau seperti yang tadi saya sampaikan, kamu harus menetapkan target sesuai kemampuan sehingga tidak membuatmu kewalahan.
6. Tentukan Waktu dengan Realistis (Tanpa Mengurangi Unsur Menantang)
Misal untuk target ketiga: sholat Tahajud, juga sama. Kalau bangun jam 3 sulit buat kamu, coba tuliskan deadline target ini agak sedikit di pertengahan tahun, bukan diawal tahun (kecuali kamu sudah terbiasa). Bisa di bulan Mei atau Juni. Fungsinya adalah agar kamu bisa buat target latihan dulu di bulan-bulan sebelumnya, persis seperti yang kita bahas di target membaca al-quran di atas.
7. Pastikan Detail Target Merupakan Kebiasaan-kebiasaan yang Bisa Kamu Lakukan Setiap Hari
Untuk target-target dengan detail waktu tertentu seperti contoh sholat Tahajud pukul 3 pagi, kamu perlu bantuan alarm di ponselmu sebagai pengingat.
Coba pasang alarm jam 3 setiap hari, di bulan Januari targetkan kamu bisa setidaknya terbangun di jam tersebut, kalau kamu siap bisa langsung bangkit, ambil air wudhu, lalu sholat Tahajud. Kalau belum bisa maka bulan selanjut harus dicoba, hingga pada akhirnya di bulan deadline target, kamu sudah dengan mudah melakukannya.
Kesimpulan
Intinya tetapkan target yang realistis, setelah itu breakdown dalam target bulanan, turunkan lagi dalam target harian, sampai pada hal-hal yang paling sederhana yang bisa kamu lakukan setiap hari, lakukan secara konsisten setidaknya satu sampai tiga bulan, jadi kamu nggak ngerasa berat melakukannya karena udah jadi kebiasaan.
That's all dari saya semoga bermanfaat. Kalau masih bingung dan mau tanya-tanya boleh, lho! Feel free to contact me!
Saya datang lagi dengan sebuah review drama Korea yang I've been watching these days. Well, sebenarnya ada sekitar empat drama yang sedang rutin saya tonton, they are Love (ft. Marriage and Divorce), Grid, Twenty Five-Twenty One dan Through the darkness. Kali ini saya akan bahas drama terakhir.
Drama ini menceritakan tentang perjuangan seorang detektif untuk mewujudkan adanya sebuah divisi baru di kepolisian. Divisi itu disetujui secara tidak sengaja karena seorang polisi lain yang memiliki pemikiran yang sama dengan detektif tersebut, terus mewawancarai seorang tahanan untuk mengorek informasi motif di balik kejahatan yang dilakukan dan menganalisanya, juga mencari kesamaannya dengan kasus kejahatan yang tengah dia selesaikan.
Masalah mulai terjadi ketika fakta pertemuan polisi tersebut dengan tahanan dipublish di media, karena seorang wartawan berhasil mewawancarai tahanan yang dikunjungi polisi tersebut. Spekulasi di luar menjelaskan narasi negatif bahwa polisi meminta bantuan tahanan untuk mengungkapkan kasus, dan narasi negatif lainnya.
Untuk mencegah narasi negatif tersebut meluas itulah detektif yang yakin perlu adanya divisi analisis menjelaskan pada pimpinannya bahwa itu memang metode yang divisi mereka lakukan. Akhirnya divisi itu terwujud. Namun masalah lain muncul karena banyak polisi lain yang meremehkan divisi baru tersebut, kantor mereka pun terpusah dari gedung utama karena hanya ruangan itu yang tersedia. Divisi yang diremehkan harus berjuang untuk menunjukkan diri bahwa mereka memiliki peran yang tak kalah penting dari divisi lain.
Detektif itu merekrut polisi yang mewawancarai tahanan tadi juga seorang lainnya. Bersama mereka berjuang mengungkap fakta kejahatan dari sisi psikologi pelaku, tujuannya untuk mengungkap kasus dengan mencari kesamaan dan mencegah terjadinya pengulangan kejadian kejahatan serupa di masa depan.
Sebagai divisi baru, posisi mereka diremehkan, sehingga ruang gerak mereka tak seluas dulu ketika masing-masing masih di posisi lamanya. Namun berkat kemampuan mereka membantu detektif bidang kejahatan khusus menyelesaikan masalah melalui analisa-analisa mereka, ada sedikit harapan.
Masalah baru muncul ketika pimpinan tim kejahatan khusus diganti dan ternyata pimpinan ini memiliki masa lalu yang tidak harmonis dengan polisi yang mewawancarai tahanan tadi, juga dengan seorang detektif wanita yang kasusnya dibantu diselesaikan oleh divisi baru ini. Masalah lain muncul.
Sampai episode kelima yang saya tonton ini, semuanya menarik. Yang paling menarik adalah cara sutradara meninggalkan satu kasus yang sebenarnya case closed tapi ada informasi yang tidak dilengkapkan.
Banyak film lain membuat sebuah kasus selesai dituntaskan, lengkap dengan segala informasi detailnya --pokoknya tuntas-tas, hingga terputus antara episode satu dengan lainnya-- lain halnya dengan drama ini, kasus yang sebenarnya sudah tuntas, sudah selesai secara hukum tapi secara batin si polisi belum tuntas karena ada barang bukti yang belum ketemu.
Nah, menurut saya, informasi inilah yang jadi penyambung yang bisa suatu saat dibuka kembali oleh sutradara untuk menggenapinya, jadi penonton tetap dibuat penasaran tentang apa kelanjutannya. Semoga memang itu yang sutradara maksudkan, hingga nanti akan dimunculkan penyelesaian tuntas kasus tersebut, entah di episode berapa.
Nonton, deh. Seru mengikuti perjuangan mereka membuktikan dan meyakinkan bahwa divisi mereka memang dibutuhkan untuk menuntaskan penyelidikan kasus dan pencegahan pengulangan kasus baik oleh pelaku lama maupun pelaku baru.
Berikut adalah daftar Core Values yang bisa jadi gambaran kamu untuk mengetahui Nilai Inti atau Prinsip Dasar apa yang selama ini kamu pegang yang mempengaruhimu dalam mengambil keputusan dan menentukan kebiasaanmu sehari-hari.
Yang perlu diingat nilai-nilai atau prinsip-prinsip dasar ini bukan sesuatu yang bisa kamu pilih sesukamu secara acak dari sekian banyak nilai inti, hal ini kamu dapat dari proses perjalanan hidup dan pengalaman kamu.
Pastikan nilai-nilai tersebut adalah nilai yang menggambarkan identitas pribadimu yang unik, tak mesti sempurna karena kita manusia.
Self Awareness Series: Apa itu Core Values (Nilai-nilai Inti/Dasar)? | Our Life Journey
Pada post beberapa hari lalu kita membahas tentang Self Awareness, dimana ada 7 hal yang perlu kamu ketahui untuk mengenal dirimu, beserta 7 pertanyaan yang bisa kamu tanyakan tentang dirimu mengenai 7 hal tersebut. Pada post kali ini dan beberapa post mendatang kita akan coba membahas satu persatu 7 pertanyaan tersebut, yang akan kita mulai dari pertanyaan pertama. “Apa prinsip-prinsip dasar yang kamu gunakan untuk menuntunmu?” | Core Values/Nilai-nilai Inti (Dasar) Nilai-nilai inti atau prinsip-prinsip dasar adalah sekumpulan nilai yang, sadar ataupun tidak, kamu pegang dan mempengaruhi dirimu dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip dasar ini bukan sesuatu yang bisa kamu pilih sesukamu secara acak dari sekian banyak nilai inti, hal ini kamu dapat dari proses perjalanan hidup dan pengalaman kamu. Kalau kamu masih belum tahu nilai-nilai inti atau prinsip-prinsip dasar yang mempengaruhi kamu, developgoodhabits.com memberi kamu beberapa langkah: 1.Lakukan Refleksi Diri Refleksi diri adalah langkah pertama agar kamu bisa mengenali dirimu dan menyadari apa saja nilai inti yang mempengaruhimu. Saat merefleksi diri, coba pikirkan tentang momen-momen penting dan bersejarah dalam hidupmu, serta pengalaman-pengalaman hidup yang kamu rasa perlu digarisbawahi. Tanyakan pada dirimu apa yang sedang terjadi saat itu, siapa saja orang yang sedang bersamamu, dan apa yang kamu lakukan. Pikirkan juga sebaliknya, momen atau pengalaman apa saja dalam hidupmu yang membuatmu tertekan, kecewa, marah dan penuh emosi negatif. Tanyakan juga pada dirimu tentang apa yang membuatmu kamu merasakan semua emosi negatif itu. Coba cek 100 Daftar Core Values di yolkee.blogspot.com (klik link di bio lalu pilih 100 Daftar Core Values) untuk mendapatkan gambaran tentang apa saja nilai-nilai inti itu. Pastikan nilai-nilai tersebut adalah nilai yang menggambarkan identitas pribadimu yang unik, tak mesti sempurna karena kita manusia. Misal, kamu bekerja di sebuah perusahaan yang sesuai dengan bidang yang kamu minati, tapi kamu merasa tertekan karena terlalu sering dipantau. Sejatinya kamu bisa mengerjakan lebih baik jika hal itu tidak terlalu sering dilakukan, maka nilai inti kamu adalah kemandirian dan kebebasan. 2.Gabungkan Setelah kamu menemukan nilai inti yang menurutmu sesuai dengan dirimu, kamu bisa menggabungkan yang bertema sama untuk mendapatkan gambar besar dari nilai-nilai tersebut. Misal, kamu menemukan bahwa nilai intimu adalah loyal, komitmen dan jujur, maka kamu bisa menamainya dengan “Hubungan antar Manusia.” Atau jika nilai intimu adalah optimis, bermotivasi dan menginspirasi, kamu bisa menamainya “Berkembang” atau “Progress.” 3.Identifikasi Nilai Utama Setelah menggabungkan semua nilai inti dalam beberapa bagian, sekarang waktunya menentukan mana yang merupakan bagian utama yang berperan besar mempengaruhimu dalam mengambil keputusan dan mana bagian yang menjadi pendukung yang mempengaruhimu dalam bertindak di kehidupan sehari-hari. Nilai utama biasanya adalah nilai yang melekat pada dirimu untuk waktu yang cukup lama. Kamulah yang tahu kelebihan dan kekuranganmu dan bagaimana nilai-nilai tersebut berperan dalam bidang kehidupan yang kamu kuasai. 4.Urutkan Setelah menemukan nilai utama, urutkan nilai-nilai lain dimulai dari yang sangat mempengaruhimu dalam bertindak di kehidupan sehari-hari. Urutannya bisa saja bertukar posisi setiap waktu tergantung pada kejadian dalam hidupmu, maka biasakan untuk mengeceknya kembali setiap satu bulan. Lakukan kembali refleksi diri dengan berdiskusi dan menganalisa nilai-nilai tersebut. Nah, bagaimana? Sudah menemukan nilai-nilai inti atau prinsip-prinsip dasarmu? Kalau sudah selain melakukan pengecekan berkala setiap bulannya, lakukan juga tracking terhadap pencapaianmu dalam melakukan hal yang sesuai nilai intimu itu. Misal, nilai dasarmu adalah “Belajar”, tapi akhir-akhir ini seperti kamu sama sekali tidak mempelajari apapun, maka ambil keputusan untuk membaca 2 buku dalam satu bulan sampai kamu merasa ada kemajuan di sana.
Ikigai adalah satu dari lima prinsip hidup orang Jepang, Iki berarti kehidupan dan Gai berarti nilai. Maka bisa dimaknai bahwa Ikigai adalah hidup yang bernilai, maksudnya adalah cara menjalani hidup yang membuat kamu mempunyai alasan untuk tetap bangun di setiap pagi. Menemukan Ikigai-mu bisa membantu kamu mengetahui apa yang harus kamu perjuangkan setiap harinya, apa yang harus kamu lakukan agar hidupmu lebih bermakna.
Ikigai merupakan irisan dari 4 bagian, yakni hal yang kamu sukai, yang bisa kamu lakukan dengan baik, yang dunia atau sekitarmu butuhkan, dan yang bisa membuatmu mendapatkan imbalan yang memadai.
Kamu bisa mulai mencari Ikigai-mu dengan menjawab 4 pertanyaan di bawah ini:
1. Apa yang kamu sukai?
Kamu pasti punya kegiatan yang paling kamu sukai, yang meski dalam keadaan selelah apapun selalu bisa dan mau kamu lakukan, bahkan jika tanpa dibayar sekalipun. Misalnya kalau kamu adalah orang yang hobi memasak, kamu pasti akan melakukannya meski lelah sekalipun karena justru hal itu yang membuat kamu kembali bersemangat. Ya kan?
2. Apa yang kamu kuasai?
Kalau tadi pertanyaan tentang kegiatan yang kamu sukai, kali ini tentang hal yang kamu kuasai, sesuatu yang bisa kamu lakukan dengan baik. Misal, kamu punya hobi memasak dan keluargamu berkata bahwa hampir semua masakan yang kamu buat memiliki rasa yang enak. Nah, ini berarti kamu memang menguasai bidang memasak.
3. Apa yang bermanfaat bagi orang banyak?
Setelah kamu mengetahui apa yang kamu suka dan kuasai, pertanyaan ini membantu kamu melihatnya ke arah luar. Melihat apa yang bisa kamu lakukan yang bermanfaat bagi orang banyak, terutama di sekitarmu. Misalnya keluargamu suka makan sayur, kamu yang hobi masak pasti akan berusaha menyesuaikan apa yang kamu bisa dengan apa yang keluargamu butuhkan. Maka, kamu akan sering memasak sayur karena pasti akan dimakan dengan lahap dan hatimu akan merasa bahagia.
4. Apa yang memberimu imbalan memadai?
Imbalan tak selalu uang atau penghasilan, bisa berupa rasa bahagia dan tenang. Namun, tidak masalah, kan, jika menghasilkan imbalan berupa penghasilan yang memadai? Misalnya kamu membuka usaha katering dari hobi dan kemampuanmu dalam memasak, yang menghasilkan imbalan berupa uang. Bekerja serasa tidak bekerja karena kamu melakukannya dengan hatimu.
Kira-kira seperti itulah ikigai, menemukan sesuatu yang bisa kamu lakukan dengan bahagia, keinginan penuh dan tanpa beban, yang bermanfaat bagi banyak orang dan mendapat imbalan yang memadai, berupa apapun itu.
Jadi, sudah menemukan Ikigai-mu? Thanks for stopping by.
Berusaha mengenal diri sendiri bukan hal yang mudah, tapi ketika kamu sudah
memahami dirimu, hal itu sangat berharga. Terlebih ketika kamu mampu memandang
dirimu secara objektif, kamu akan mulai belajar menerima dirimu dan yang paling
penting adalah kamu akan mulai melakukan perbaikan diri.
Lalu apa yang harus dilakukan untuk menilai diri secara objektif?
1.Ikuti tes kepribadian
Sekarang ini ada banyak tes kepribadian yang bisa kamu ikuti terlebih
secara online, seperti MBTI dan SHL Personality Test, juga Emotional
Intelligence Test. Yang perlu kamu ingat adalah semua tes ini tidak ada yang
sempurna mendeskripsikan dirimu, gunakan tes-tes tersebut hanya untuk
mengidentifikasi sikap, perilaku, karakteristik dan apa yang mendorong kamu
mengambil keputusan, agar kamu lebih memahami dirimu.
2.Buat catatan
Buat catatan dalam journalmu tentang:
Pandangan
atau persepsimu
Menuliskan persepsi atau pandangan kamu tentang banyak hal tentang dirimu
bisa membantu meningkatkan pemahaman diri, bisa tentang hal-hal yang bisa kamu
lakukan dengan baik atau juga tentang hal-hal yang ingin kamu perbaiki tentang
dirimu, tapi bukan membandingkan dirimu dengan orang lain, ya. Kalian jelas
berbeda.
Pencapaianmu
Tuliskan semua hal-hal yang membuatmu bangga atau pencapaian yang luar
biasa sepanjang hidupmu. Jika belum ada tidak usah kecewa, berjanji pada dirimu
untuk meraihnya.
Hal yang Membahagiakan
Menuliskan
tentang hal-hal apa saja yang bisa membuatmu bahagia, bisa membantu mengenal
dirimu dan ketika kesulitan muncul. Ingat-ingat juga ketika masih kecil dulu,
apa saja hal-hal yang membuatmu bahagia. Apakah masih sama atau ada yang sudah
berubah? Kenapa hal tersebut berubah?
3. Minta pendapat orang lain
Kamu bisa meminta pendapat orang lain untuk mengenal dirimu, pastikan orang yang kamu mintai pendapat adalah orang yang bisa kamu percaya. Minta mereka menuliskan pendapat mereka tentang kepribadian, kebiasaan, kebutuhan dan nilai-nilai tentang dirumu. Minta mereka memberi pendapat dengan jujur dan membangun.
Itu tadi 3 cara yang bisa kamu lakukan untuk menilai diri sendiri secara objektif, melakukannya bisa membantu kamu meningkatkan kesadaran atas diri kamu atau self awareness.
Sejauh mana persiapan kamu untuk menyambut tahun baru 2022? Kalau sampai pertengahan menuju akhir Desember ini kamu masih belum punya resolusi untuk tahun 2022 karena bingung mau mulai dari mana, 12 langkah ini bisa bantu kamu untuk merencanakand tahun depan terbaik kamu!
Berikut langkah-langkahnya:
1. Merefleksikan dirimu sepanjang tahun ini
Untuk membuat rencana, kamu perlu tahu dimana kamu berada dan dimana harus memulainya. Untuk
itu sediakan waktu bagi dirimu untuk merefleksi diri dari berbagai aspek
kehidupan dan posisimu dalam aspek tersebut. Setidaknya ada 8 aspek yang bisa
kamu refleksikan: mental - emotional, fisik, spiritual, professional, finansial, social, personal dan lingkungan. Kedelapan aspek ini sama dengan aspek dari kesehatan mental yang pernah kita bahas di IG: @ranigitayati pada postingan 8 Aspek Self Care Bagian 1 dan Bagian 2.
Setelah kamu merefleksikan diri, langkah selanjutnya adalah membiarkan yang
lalu berlalu. Terkadang bagi orang yang overthink dan anxiety, merefleksi diri
seperti membuka lembaran lama dan membuat kita teringat kembali masalah di masa
itu, yang akhirnya berujung pada kecemasan dan overthink.
Tanamkan dalam diri bahwa refleksi dirimu ini kamu lakukan hanya untuk mengetahui sejauh
mana kamu sudah berjalan dan berkembang tahun ini, sehingga kita bisa
menentukan dari mana kita akan memulainya tahun depan. Hanya itu, maka biarkan
yang lalu berlalu.
Mendefinisikan siapa dirimu sebagai sebuah pribadi akan mempermudah kamu
menentukan goals yang membawamu pada definisi sukses yang sesuai dengan dirimu. Ada setidaknya tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk memulai perjalanan self awareness-mu (pengenalan diri sendiri) seperti yang sudah kita bahas di IG post Objektif Menilai Diri Meningkatkan Self Awareness.
Langkah pertama adalah dengan melakukan tes kepribadian, saat ini banyak tes-tes kepribadian seperti MBTI dan tes lainnya yang bisa kamu lakukan secara online. Langkah kedua, buat catatan tentang persepsi atau pandanganmu, pencapaianmu, juga hal-hal yang membuat kamu bahagia. Ini penting untuk kamu lakukan secara objektif agar kamu mendapatkan gambaran dirimu yang sebenarnya, bukan gambaran diri yang kamu inginkan. Untuk itu tulis semua baik itu positif maupun negatif tentang dirimu. Itu yang akan kita perbaiki kedepannya. Langkah ketiga adalah Minta pendapat orang lain yang bisa kamu percaya.
4. Buat vision board
Membuat vision board membantu kamu mengeluarkan sisi kreatifmu. Apa, sih, vision board itu? Kulik di sini >> Selain itu vision board
juga membantu kamu mengingat tujuanmu sehingga kamu bisa fokus pada tujuan itu. Gambaran yang jelas di vision board yang kamu buat membantu alam bawah sadar kamu merekam semua yang menjadi goals kamu.
5. Temukan Ikigai-mu
Ikigai adalah konsep dari Jepang tentang "Alasan kenapa kamu
hidup." Ini adalah pertemuan dari keinginan, bakat, apa yang dunia
butuhkan dan menghasilkan pemasukan. Apa maksudnya? Ikigai, seperti yang kamu lihat di gambar, adalah irisan dari 4 bagian yang sudah kita sebutkan sebelumnya. Intinya menemukan alasan kenapa kamu hidup melalui keempat bagian tersebut.
Untuk kamu yang merasa bahwa rasa takut itu harus kamu hindari, mau sampai kapan? Hadapi! Karena rasa takut yang berhasil kamu hadapi akan memunculkan dan meningkatkan rasa
percaya diri. Menghadapi rasa takut akan meningkatkan ketahananmu terhadap penyebab rasa takut itu muncul. Maka dari itu jadikan rasa takutmu sebagai petunjuk kamu untuk
membuat resolusi tahunan.
7. Set goals tahunanmu
Nah, setelah kamu mendapat gambaran dari 6 langkah di atas, ini saatnya
untuk menuliskan rencana tahun-depan-mu lebih jelas dengan menuliskan gambaran
besar dari 8 aspek yang sudah kamu buat tadi, lalu jabarkan dengan detail.
Dari hasil refleksi dirimu di langkah #1 tadi, buat daftar kebiasaan positif yang ingin kamu bentuk dan kebiasaan negatif
yang ingin kamu buang. Tulis juga alasan kenapa kamu ingin melakukannya, karena
dengan menuliskannya kamu bisa membaca catatan itu kembali ketika rasa ingin
menyerah terlintas.
9. Mulai gunakan planner
Buat kamu yang sudah lama menggunakan planner-mu, good! You are on track! Kalau kamu baru ingin memulainya, you are good, too! Memulai adalah melakukan setengah dari perjalanan, laksanakan. Karena seperti yang kamu ketahui, penggunaan planner akan mempermudah kamu mengatur tugas, kegiatan, dan
lainnya sehingga kamu tahu dengan pasti apa yang harus kamu lakukan setiap
harinya untuk mencapai goals-mu. Bagaimana memulainya? Cek postingan ini >>
10. Perinci goals tahunanmu
Ingat goals tahunan yang sudah kamu rencanakan di langkah #7 tadi? Semua goals itu akan terlihat terlalu
berat awalnya, tapi jika kamu mulai memperincinya menjadi langkah-langkah kecil
yang spesifik bisa kamu lakukan setiap hari kamu akan menyadari bahwa hal itu tidak
terlalu sulit untuk dicapai.
Kamu bisa mencoba menonton video dari Mark Joyner untuk tahu metode mencapai goal dengan cara tercepat, atau kamu bisa baca penjelasan tentang metode ini di sini >>
11. Review goalsmu
Disini fungsi buku jurnalmu, jadwalkan untuk mebuat review perkembangan
dirimu dalam mencapai goals-mu. Hal ini bisa dilakukan setiap bulan dan setiap
tiga bulan, fungsinya adalah untuk memastikan apakah kamu perlu membuat
penyesuaian terhadap goals yang sudah kamu tetapkan di awal tahun.
12. Buat daftar
Masukkan rencana-rencana dan
langkah-langkah yang sudah kamu buat dalam beberapa daftar. Daftar tersebut bisa kamu percantik
sedemikian rupa agar lebih menyenangkan melakukan langkah demi langkahnya setiap hari, semacam bullet journal
gitu.
Well, itu tadi 12 langkah yang bisa kamu lakukan untuk menetapkan resolusi tahun 2022-mu. Feel free untuk bertanya di kolom komentar jika ada yang ingin ditanyakan. Thanks for stopping by and have a great day!
Bagaimana proses pembuatan resolusi tahun baru 2022-mu? Berjalan lancar atau berjalan di tempat? Nggak perlu khawatir, masih tersisa beberapa hari untuk merencanakan, tahun depanmu. Merefleksi diri bisa kamu lakukan untuk mulai melakukannya.
Merefleksi dirimu sepanjang tahun 2021 adalah langkah pertama dari 12 Cara Merencanakan Tahun Depan Terbaikmu. Kalau kamu belum pernah menggunakan planner maupun jurnal, kamu bisa mulai merefleksikan dirimu dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar dirimu.
Berikut beberapa pertanyaan tersebut:
1. Apa goals-mu di awal tahun 2021 hingga kini (jika terdapat penyesuaian-penyesuaian goals yang dilakukan)?
2. Apakah kamu mencapai semuanya? Sebagian? Atau tidak sama sekali? Seberapa jauh hal itu tercapai?
3. Bagaimana erasaanmu tentang goals yang tidak tercapai dan bagaimana cara mengubahnya di tahun depan?
4. Goals apa saja yang mempunyai langkah lanjutan atau harus ditindaklanjuti dan dilakukan pengembangan di tahun depan?
5. Hal-hal apa saja yang membuat kamu bangga di tahun 2021?
6. Hal-hal apa saja yang kamu sesali di tahun 2021?
7. Hal-hal apa saja yang paling menantang di tahun 2021?
8. Hal-hal apa saja yang paling membahagiakan?
9. Memori/hal tersedih apa yang kamu alami sepanjang tahun 2021?
10. Siapa saja orang-orang yang menyenangkan?
11. Siapa saja orang-orang yang kamu harap tidak pernah bertemu di tahun 2021?
12. Siapa saja orang-orang yang meninggalkan hidupmu dan kenapa?
13. Tempat istimewa mana saja yang sudah kamu kunjungi di tahun 2021 & ingin kamu kunjungi di tahun 2022?
14. Petualangan apa saja yang kamu lalui tahun ini?
15. Adakah satu titik balik di tahun ini? Jika iya, apa itu?
16. Pelajaran terbesar apa yang kamu pelajari?
17. Tuliskan daftar hal-hal yang ingin kamu lakukan dengan cara berbeda di tahun 2022!
18. Bagaimana caramu membuat tahun depan menjadi tahun yang menyenangkan?
19. Tuliskan kata atau tema di setiap bulan untuk dijalani! Beri nama juga untuk tahun 2022! Lihat contoh ini >>
20. Tuliskan rencana hidupmu dalam aspek emosi/mental, fisikal, spiritual, keluarga/family, social, professional, and financial
21. Kamu ingin jadi orang seperti apa tahun depan?
22. Pesan apa yang bisa kamu bawa dari tahun ini untuk dirimu di tahun depan?
23. Sebutkan satu hal yang jika terjadi pada dirimu di tahun 2022, maka kamu akan menjadi versi terbaikmu!
24. Hal apa yang ingin berhenti kamu lakukan pada dirimu di tahun depan? Pikirkan tentang hal-hal tidak baik yang tanpa sengaja sering kamu lakukan pada dirimu, seperti merendahkan dirimu dan lainnya.
25. Benda-benda apa saja yang ingin kamu beli di tahun 2022 dan berapa nominal yang kamu butuhkan?
Itu tadi 25 pertanyaan yang bisa kamu temukan jawabannya untuk merefleksi dirimu sepanjang tahun 2021 dan apa saja yang ingin kamu lakukan di tahun 2022.
Pernah mengalami kesal sama seseorang dan menancap banget di hati sampai-sampai terbawa dan membuat kamu nggak nyaman saat bertemu lagi dengan orang tersebut? Saya ngacung tangan duluan, deh. Atau kamu pernah mengalami sesuatu yang berat banget yang bikin mental kamu break down karena masalah tersebut? Menurut kamu, sih, kamu sudah memaafkan orang itu, tapi kenapa sulit melupakan, padahal udah lama juga kejadiaannya. Apa mungkin kamu belum memaafkan? How to let go of those grudges?
Siapkan jurnalmu, mari sama-sama mulai menuliskan tujuh hal ini untuk menemukan solusinya.
1. Apa yang terjadi?
Tanyakan pada dirimu tentang kejadian apa yang terjadi antara kamu dan orang-orang tersebut, tulis sedetail mungkin agar kamu bisa mengidentifikasikannya dengan jelas.
2. Bagaimana perasaanmu saat itu?
Tuliskan apa saja yang kamu rasakan saat kejadian, bersikap jujur pada dirimu membantumu melepaskannya. Namun jangan juga melebih-lebihkan, ya, berusaha melihatnya dengan objektif.
3. Siapa saja orang yang terlibah di dalamnya?
Kamu masih ingat siapa saja satu per satu orang yang terlibat dalam kejadian tersebut? Tuliskan nama mereka semua.
4. Kapan dan apa yang terjadi ketika kamu merasa terpicu?
Kapan atau momen apa yang bisa memicu kamu untuk mengingat kejadian tersebut? Lalu apa yang terjadi pada dirimu ketika kamu merasa terpicu? Gelisah, menangis atau adakah reaksi lain yang muncul dari dirimu?
5. Hasilnya?
Apa hasil yang kamu dapatkan saat menuruti reaksi yang muncul dari dirimu? Baik atau burukkah bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu?
6. Seharusnya seperti apa?
Jika menurutmu reaksi yang muncul darimu bisa menyebabkan kesalahpahaman bagi orang di sekitarmu terhadap dirimu, lalu apa yang seharusnya kamu lakukan jika bukan mengikuti begitu saja reaksi alamimu?
7. Kenapa kejadian itu susah untuk dilupakan?
Sudah mulai menemukan jawaban kenapa kejadian tersebut susah untuk dilupakan?
Ketujuh langkah di atas bukan langkah yang bisa dengan mutlak membuatmu melupakan kejadian yang menyakinkan hatimu. Namun, setidaknya ketika kamu mulai membuka dirimu untuk melihat kejadian tersebut secara utuh, lebih dalam dan lebih detail akan membawamu pada kesadaran dan pemahaman bahwa kamu memang harus melewati semua itu untuk menjadi kamu yang sekarang, yang jauh lebih baik dari kamu sebelumnya.
Semoga kita bisa melupakan hal-hal yang hanya akan membebani diri kita ketika mengingatnya, saya juga masih mencoba, jadi ... mari berjuang bersama.
Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai seringnya membuat kita sangat terluka dan sedih. Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menghilangkan kesedihan tersebut, ada yang mencoba mengalihkan diri dari mengingat orang tercinta tersebut, seperti menghindarkan diri dari berkunjung ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi, berhenti melakukan aktifitas yang biasa dilakukan, dan lain sebagainya. Namun ada juga dari kita yang justru tidak bisa pergi dari rasa sedih tersebut, bahkan cenderung mengurung dan menutup diri. Kalau kamu tipe yang mana?
Setiap orang yang mengalami kehilangan, akan mengalami 5 tahap kesedihan pasca ditinggalkan orang terkasih. Hal yang membedakan orang satu dengan yang lain adalah durasi mereka saat berada di tiap tahapnya, dan cara mereka mencoba bangkit dari kesedihan. Mengenal kelima tahap kesedihan ini bisa membantu kamu tetap sadar bahwa dirimu akan mengalami kelimanya dan membantumu berusaha mencari jalan yang terbaik untuk melewatinya, sehingga terhindar dari kesedihan yang berlarut-larut.
Berikut ini 5 tahap tersebut:
Denial (Penyangkalan)
Penyangkalan sangat sering terjadi di awal kehilangan, saat itu diri seolah menolak bahwa orang yang kamu cintai telah pergi untuk selamanya. Pada tahap ini kamu akan sering merasa bahwa orang tercinta tersebut masih berada di sisi, secara tidak sadar penyangkalan ini adalah cara dirimu berusaha mengurangi rasa sakit yang muncul pasca kehilangan.
Ketika kamu mampu melewati tahap penyangkalan ini, emosi-emosi yang sebelumnya terpendam akan keluar dan menunjukkan eksistensinya yang membawa kamu masuk pada tahap selanjutnya.
Anger (Kemarahan)
Pada tahap ini semua emosi muncul, hal ini membuat kamu mulai merasakan kemarahan, marah terhadap orang yang meninggalkanmu. Ini bagian dari penyesuaian diri pasca kesedihan. Kamu akan mulai berusaha melimpahkan kesalahan pada orang tersebut karena sudah meninggalkanmu, meski sebenarnya logikamu mengatakan bahwa itu bukan salah orang tercinta tersebut. Itu memang apa yang sudah Tuhan gariskan untukmu.
Setelah menyadarinya, kamu akan masuk pada tahap selanjutnya yakni Bargaining (Penawaran)
Bargaining (Penawaran)
Di tahap bargainin ini kamu akan mulai berandai-andai tentang kondisi yang terjadi pada dirimu, dalam hal ini kamu akan mulai memikirkan sebab-akibat. Yang pernah terjadi pada saya adalah kalimat, "Seandainya saya lebih konsisten lagi membuatkan jus bit merah, mungkin kanker gak akan sempat menggerogoti tubuh bapak dan beliau bisa tertolong." Ini adalah tahap pasca kemarahan yang berpadu dengan logika yang ada dalam diri.
Alih-alih menyalahkan orang yang meninggalkanmu, pada tahap ini kamu akan mulai menyalahkan diri sendiri atas segala kemalangan yang terjadi. Kondisi ini membawamu pada tahap selanjutnya yakni Depresi.
Depression (Depresi)
Ini tahap paling kritis dari lima tahap kesedihan pasca kehilangan, karena tahap inilah yang menentukan kamu mampu keluar atau tidak dari kesedihan yang kamu alami. Pada tahap depresi ini, ada dua jenis depresi yang mungkin muncul.
Yang pertama adalah depresi praktis yang berhubungan dengan konsekuensi yang mungkin dihadapi pasca kehilangan, seperti kekhawatiran akan kondisi ekonomi keluarga atau bagaimana membagi peran dalam keluarga.
Yang kedua adalah depresi yang lebih bersifat pribadi, hal ini membawamu menutup diri dari lingkungan sekitar dan mengalami masa-masa sulit seperti merasa terpuruk dan benar-benar tak berdaya.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, tahap ini adalah tahap paling kritis. Ketika kamu merasa mulai memasuki dan mengalaminya, saya sangat menyarankan untuk segera berbicara dengan orang-orang terdekat. Pada tahap ini kamu hanya membutuhkan orang untuk mendengar semua kesedihanmu dari tahap awal hingga tahap ini. Ceritakan semua! Namun untuk itu, kamu perlu menemukan orang yang tepat. Keluarga terdekat yang kamu rasa sangat mengerti kamu mungkin bisa membantu, setidaknya meminta pertolongan sebelum terlambat. Jika depresimu sudah pada tahap yang mengkhawatirkan, minta pertolongan seorang profesional seperti psikolog.
Setelah berhasil melewati masa kritis ini, kamu akan memasuki tahap terakhir yakni acceptance atau penerimaan.
Acceptance (Penerimaan)
Ketika kamu berhasil melewati tahap depresi dengan baik, kamu akan masuk pada tahap acceptance atau penerimaan. Pada tahap ini dirimu akan mulai bisa menerima keadaan, bukan berarti kesedihan sudah sepenuhnya hilang dan berlalu tapi kamu lebih bisa menerima kehilangan sebagai sesuatu yang memang sudah Tuhan gariskan untukmu.
Kamu akan mulai merasakan hal-hal positif menggantikan pikiran-pikiran negatifmu, seperti perasaan beruntung pernah mengenal orang yang kamu cintai tersebut untuk kurun waktu tertentu dan memiliki beberapa atau bahkan banyak hal indah yang bisa kamu jadikan kenangan dan pelajaran.
Itu tadi 5 tahap kesedihan yang mungkin akan kamu alami pasca kehilangan orang tercinta, lamanya tiap tahap berbeda pada tiap individu bergantung pada seberapa besar keinginan dalam diri untuk kembali ke keadaan normal pasca kehilangan dan bantuan dari lingkungan sekitar. Saya menghabiskan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan kelimanya, tiga tahun tersulit pasca kehilangan orang tercinta. Tetap berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan bisa menjadi salah satu cara mempersingkat waktu pada tiap tahapnya.
Dengan mengetahui kelima tahap ini, saya berharap kamu bisa lebih siap menghadapi kesedihan pasca kehilangan orang tercinta dan kembali pulih seperti sedia kala, meski tak bisa dipungkiri kesedihan mungkin akan muncul tapi tidak lagi seberat sebelum kamu menyadari kelimanya.