Apa hubungan antara Marina, Dikta dan MBTI? Siapa Marina? Siapa Dikta? Apa itu MBTI?
Jadi gini ceritanya, beberapa minggu lalu saya baca twitnya Dikta (you know lah siapa dia, if you don't know go check this link Pradikta Wicaksono) yang lagi bahas tentang event Marina.
Marina adalah merk salah satu produk kecantikan di Indonesia. Beberapa produknya saya pakai sehari-hari.
Ceritanya Marina ngajak cewek-cewek yang berminat untuk menuangkan karakter dan kepribadian mereka dalam sebuah karya tulis, dan hadiahnya adalah booth camp untuk pengembangan diri dan ada meet and greet sama Dikta. Sontak rasanya pingin ikut, tapi saya kan sadar diri ya.. Berapa umur saya. 29 tahun, bentar lagi kepala 3 saya. Apa bisa? 😅
Daripada menduga-duga saya buka link yang disertakan di twit Dikta tadi, dan ternyata batas maksimal adalah 35 tahun. Thank God masih bisa partisipasi.
Jujur aja memang menggiurkan hadiahnya buat manusia sejenis saya yang entah kenapa pingin banget ikut kelas pengembangan diri hanya saja kepentok biaya. Secara semua juga tau berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk ikut kelas kepribadian misalnya.
Buat sahabat readers yang punya minat sama dan pingin gabung ikutan event ini, ini linknya ya. Marina FUNtastic You
To be honest dari dulu everything about traits, human's characters, kejiwaan, pengembangan diri, watak dan things like them bener-bener boost my mood untuk mencari tahu lebih banyak, mungkin sejak SD dulu. Sejak saya bener-bener ga ngerti apa itu karakter dkk sampai sekarang. This event bikin saya mencari tahu lagi bagaimana tipe kepribadian saya.
Saya mulai mencari-cari di internet tentang jenis watak, karakter dan tipe kepribadian manusia. Saya menemukan artikel tentang 4 tipe kepribadian manusia: sanguin, koleris, melankolis dan plegmatis.
Tanpa ikut tes pun saya yakin tipe saya pasti melankolis, secara saya perfeksionis dan suka sekali dengan segala kegiatan yang teratur. Tapi buat yang mau nyoba tes kepribadian ini linknya Quibblo.
Dan benar saja, tes selesai dan hasil tes bilang melankolis merupakan karakter dominan saya. Entahlah karakter bayangan saya apa sebab saya dapat angka yang sama antara koleris dan plegmatis. Atau mungkin gabungan keduanya. 😁
Ga puas cuma dengan satu tes kepribadian saya cari-cari tes kepribadian lain, dan saya menemukan tes MBTI (Myers Briggs Type Indicator).
Apa itu MBTI? Ini merupakan tes kepribadian yang membagi karakter menjadi 16 tipe. Mungkin ini lebih masuk di kepala saya, sebab saya yakin tipe manusia pasti lebih dari 4, ini jauh lebih detail dari 4 kepribadian tadi. Rasanya belum seminggu yang lalu saya ikut tes itu, baru sekitar 4 sampai 5 hari yang lalu.
Tesnya lumayan panjang, this time I got no clue about which type I will get karena memang baru sekali ini mencoba tes kepribadian MBTI. Tapi yang jelas ga akan jauh beda bahwa perfectionist dan teratur jadi salah dua dari karakter saya.
Tesnya terdiri dari 60 soal dimana kita memilih salah satu dari dua karakter yang sesuai dengan pribadi kita. Ga sulit ngejawabnya sebab saya tahu persis yang mana yang sesuai dengan diri saya. Bagi yang juga ingin ikut tes MBTI bisa langsung ke link ini Tes Kepribadian MBTI, atau kalau mau yang berbahasa Inggris ini linknya Free Personality Test.
Akhirnya saya menemukan bahwa tipe karakter saya adalah INFJ. Apa itu INFJ? Kita lanjut di postingan lain.
Jadi itu tadi adalah hubungan Marina, Dikta dan MBTI. Sekarang clear kan?
Note buat kalian, Gaes.. Sampe sekarang saya masih belum kirim tulisan saya karena saya masih dalam proses research. 😎 Semoga sebelum closing date sudah bisa kirim, aamiin..
Anyway, thanks for stopping by and reading.. Ketemu di postingan tentang saya yang INFJ ya.. �😄😄😄😄😄😁
Sunday, 31 May 2015
Saturday, 30 May 2015
Saya dan Puisi: Minggu yang Galau (17.01.2015)
Minggu yang sungguh mengganggu
Secara tiba-tiba rasa malas itu datang
Secara tiba-tiba kegalauan menyeruak
Secara tiba-tiba semua rasanya berubah
Malas yang tak seperti biasanya
Kegalauan yang sungguh luar biasa
Perubahan dalam diri yang sungguh membuat tak nyaman
Seperti ada yang ku pikirkan
Seperti ada yang ku risaukan
Seperti ada yang..
Aah.. Entahlah..
Aku sendiri tak tau apa yang ku pikirkan
Apa yang ku risaukan dan
Apa sebenarnya yang sedang terjadi pada diriku
Aku tak tahu
Secara tiba-tiba rasa malas itu datang
Secara tiba-tiba kegalauan menyeruak
Secara tiba-tiba semua rasanya berubah
Malas yang tak seperti biasanya
Kegalauan yang sungguh luar biasa
Perubahan dalam diri yang sungguh membuat tak nyaman
Seperti ada yang ku pikirkan
Seperti ada yang ku risaukan
Seperti ada yang..
Aah.. Entahlah..
Aku sendiri tak tau apa yang ku pikirkan
Apa yang ku risaukan dan
Apa sebenarnya yang sedang terjadi pada diriku
Aku tak tahu
Saturday, 23 May 2015
Saya dan Puisi: The Choices - English
Friends,
Sometimes there are so many choices given to us
Sometimes we got confused what to choose
Sometimes we face condition that forces us to see things only from the outside which not even gives us time to see things deeply from the inside
Because of many reasons..
Emotion, the blind loving feeling, challenged by needs to prove others about a thing and other reasons that force us to make a fast decision
Sometimes there are only to choices
To choose or to choose not to choose
Both possibilities bring consequences
And sometimes we choose the wrong choice
That at the end bring us into regret
The regret that make us wish we could turn back the time and turn back to fix or even change everything
But dear friend, you must be agree with me
That there are things you cannot change because they are written in the sky
You can only fix yourself, be a better person
Yes.. Be a better person
Sometimes there are so many choices given to us
Sometimes we got confused what to choose
Sometimes we face condition that forces us to see things only from the outside which not even gives us time to see things deeply from the inside
Because of many reasons..
Emotion, the blind loving feeling, challenged by needs to prove others about a thing and other reasons that force us to make a fast decision
Sometimes there are only to choices
To choose or to choose not to choose
Both possibilities bring consequences
And sometimes we choose the wrong choice
That at the end bring us into regret
The regret that make us wish we could turn back the time and turn back to fix or even change everything
But dear friend, you must be agree with me
That there are things you cannot change because they are written in the sky
You can only fix yourself, be a better person
Yes.. Be a better person
Sunday, 17 May 2015
Rak Kaset Saya: Yovie and the Nuno?? Fine.. It's Dikta -,-"
Dear semua,
Saya mau mulai dari alasan awal kenapa lagu Yovie & the Nuno bisa masuk ke Rak Kaset Saya, to be honest the man with the glasses is the reason. Ya.. You know lah kenapa.. Kata kebanyakan fansnya sih dia cakep.. Tapi menurut saya.. Nanti deh saya bikinkan postingan sendiri lebih detailnya tentang si pria berkacamata ini..
Saya suka dan sering nyanyiin lagu-lagu mereka jauh sebelum si pria berkacamata itu masuk band ini tapi ke"ngeh"an bertambah baru akhir-akhir ini setelah "ngeh" dengan pria berkacamata itu..
Lagu-lagunya easy listening banget. Album terakhir keluar 2014 which means setahun lalu dan lagi-lagi baru "ngeh" sekarang..
"Hellaw.. Kemane aje.."
Itu dia kenapa saya bilang saya baru "ngeh" -,-". Lagu-lagunya sih sering saya denger tapi entahlah..
"?!"
Iya deh ngaku.. Bukan fans sejati..
Tapi bukan Rani namanya kalo gak bener-bener cari tahu.. Jadi gini, saya itu kalo lagi suka sama sesuatu pasti saya kupas tuntas sampe akarnya.. Nah these days waktunya saya ngupas tuntas tentang Yovie & the Nuno.. Semua aja deh saya cari, mulai dari youtube, facebook, ig, twitter, sampe ke google+.. Ada yang belum saya sebutin?
Lengkapnya nanti saya kasih di link tentang "pria berkacamata" ya.. Itu juga kalo sudi baca.. Kalo enggak juga gak papa kok.. Da gitu saya mah orangnya..
Okay sekarang cerita tentang lagunya aja ya.. Kang Yovie emang terkenal bikin lagu yang eduuuuun.. Gila romantisnya.. Udah kebukti di Kahitna. Tapi di Nuno ini liriknya lebih gamblang dan gak terlalu puitis.
Dari album terakhir dua lagu ini yang paling saya suka..
Lagu yang satu ini dalem banget ceritanya, yang lebih bikin lagu ini jadi drama banget tuh video klip (VK) nya yang bener-bener bikin melting karena keterpurukan kondisi si pria berkacamata..
"Pria berkacamata mulu si"
Ya emang pria berkacamata itu benang merahnya, gimana dong.. Kasihan banget ya dia.. Di VK ini..
Saya sampe sempat mikir dengan perspektif yang berbeda.. Maksudnya gini, di VK ini kan dibuat yang nasibnya 'ngenes'/tragis itu kan si pria berkacamata tapi saya punya perspektif lain setelah mencermati VK nya. Ya.. Jalan cerita lain gitu lah gampangnya.
"Dasar tukang khayal"
Iya, dong.. Saya kan Queen of Drama.. I love writing story.. Lupakan..
Jadi gini, di akhir VK itu kan si cewek nonton video tentang si pria berkacamata.. Nah, sambungan cerita dari saya gini: Akhirnya si cewek hatinya luluh, amnesianya tiba-tiba ilang dan dia kembali ke pria berkacamata.
"Kan udah dikasih cincin sama cowok satunya"
Aah.. Itukan cincin pacaran aja, kan bisa putus..
"Diih.."
Lanjutin gak nih ceritanya?
"He'eh"
Saya ulangi ya.. Akhirnya si cewek hatinya luluh, amnesianya tiba-tiba ilang dan dia kembali ke pria berkacamata. Ironis dan tragis banget karena yang capture video di CD yang dikasih ke cewek itu adalah si pria satu lagi.. Windura.. Huhuhu..
Nah, jadinya yang terpuruk bukan pria berkacamata kan.. Lakon mah kalah dulu baru menang.. Hihihi.. Maunya..
Okay, sekarang lanjut lagu yang kedua.. Suka banget lagu ini dan pertama kali denger udah langsung hafal aja liriknya.. Mungkin karena sering banget sakit hati..
"Duuh.. Curcol"
Baiklah, abaikan curcolan tadi.. -,-"
Di VK ini si pria berkacamata dan Windura gak ambil peran, mereka cuma narasiin isi hati si pria montir.
Nah, to the point aja yah.. Di VK ini sebetulnya yang nasibnya malang lagi-lagi si pria yang jadi pacar si cewek, pria di cafe itu..
"Ngarang lagi ya.."
Lho enggak, ini fakta dari gestur, bahasa tubuh si cewek. Jadi gini, pas di cafe itu kan si pria montir masuk dan lihat si cewek sama seorang cowok. Begitu si cewek melihat ke arah cowok montir si cewek langsung kaget dan berdiri ngejar cowok montir walaupun tangannya udah ditahan sama cowoknya.. Nah, gestur itu berarti si cewek lebih milih cowok montirkan? Kenapa juga si cowok montir galau..
"Kebawa cerita deh.. -,-" "
Hahaha.. Enggak dong, Queen of Drama kok kebawa.. Yang ada orang-orang yang pada kebawa cerita saya.. Hihihi..
Ya, jadi itu sedikit perspektif saya tentang dua lagu favorit saya ini..
Masih banyak lagu Yovie & the Nuno yang jadi favorit saya, tapi dua ini yang nemenin saya beberapa.. Eehm.. Hari apa minggu ya? Oh beberapa Hari..
"Hary Subahagianto.."
Itu mah nama suami saya.. -,-"
Segitu dulu ya gaes, kapan-kapan dilanjut lagi..
Thanks for stopping by and reading..
Luv ya
Saya mau mulai dari alasan awal kenapa lagu Yovie & the Nuno bisa masuk ke Rak Kaset Saya, to be honest the man with the glasses is the reason. Ya.. You know lah kenapa.. Kata kebanyakan fansnya sih dia cakep.. Tapi menurut saya.. Nanti deh saya bikinkan postingan sendiri lebih detailnya tentang si pria berkacamata ini..
Saya suka dan sering nyanyiin lagu-lagu mereka jauh sebelum si pria berkacamata itu masuk band ini tapi ke"ngeh"an bertambah baru akhir-akhir ini setelah "ngeh" dengan pria berkacamata itu..
Lagu-lagunya easy listening banget. Album terakhir keluar 2014 which means setahun lalu dan lagi-lagi baru "ngeh" sekarang..
"Hellaw.. Kemane aje.."
Itu dia kenapa saya bilang saya baru "ngeh" -,-". Lagu-lagunya sih sering saya denger tapi entahlah..
"?!"
Iya deh ngaku.. Bukan fans sejati..
Tapi bukan Rani namanya kalo gak bener-bener cari tahu.. Jadi gini, saya itu kalo lagi suka sama sesuatu pasti saya kupas tuntas sampe akarnya.. Nah these days waktunya saya ngupas tuntas tentang Yovie & the Nuno.. Semua aja deh saya cari, mulai dari youtube, facebook, ig, twitter, sampe ke google+.. Ada yang belum saya sebutin?
Lengkapnya nanti saya kasih di link tentang "pria berkacamata" ya.. Itu juga kalo sudi baca.. Kalo enggak juga gak papa kok.. Da gitu saya mah orangnya..
Okay sekarang cerita tentang lagunya aja ya.. Kang Yovie emang terkenal bikin lagu yang eduuuuun.. Gila romantisnya.. Udah kebukti di Kahitna. Tapi di Nuno ini liriknya lebih gamblang dan gak terlalu puitis.
Dari album terakhir dua lagu ini yang paling saya suka..
Lagu yang satu ini dalem banget ceritanya, yang lebih bikin lagu ini jadi drama banget tuh video klip (VK) nya yang bener-bener bikin melting karena keterpurukan kondisi si pria berkacamata..
"Pria berkacamata mulu si"
Ya emang pria berkacamata itu benang merahnya, gimana dong.. Kasihan banget ya dia.. Di VK ini..
Saya sampe sempat mikir dengan perspektif yang berbeda.. Maksudnya gini, di VK ini kan dibuat yang nasibnya 'ngenes'/tragis itu kan si pria berkacamata tapi saya punya perspektif lain setelah mencermati VK nya. Ya.. Jalan cerita lain gitu lah gampangnya.
"Dasar tukang khayal"
Iya, dong.. Saya kan Queen of Drama.. I love writing story.. Lupakan..
Jadi gini, di akhir VK itu kan si cewek nonton video tentang si pria berkacamata.. Nah, sambungan cerita dari saya gini: Akhirnya si cewek hatinya luluh, amnesianya tiba-tiba ilang dan dia kembali ke pria berkacamata.
"Kan udah dikasih cincin sama cowok satunya"
Aah.. Itukan cincin pacaran aja, kan bisa putus..
"Diih.."
Lanjutin gak nih ceritanya?
"He'eh"
Saya ulangi ya.. Akhirnya si cewek hatinya luluh, amnesianya tiba-tiba ilang dan dia kembali ke pria berkacamata. Ironis dan tragis banget karena yang capture video di CD yang dikasih ke cewek itu adalah si pria satu lagi.. Windura.. Huhuhu..
Nah, jadinya yang terpuruk bukan pria berkacamata kan.. Lakon mah kalah dulu baru menang.. Hihihi.. Maunya..
Okay, sekarang lanjut lagu yang kedua.. Suka banget lagu ini dan pertama kali denger udah langsung hafal aja liriknya.. Mungkin karena sering banget sakit hati..
"Duuh.. Curcol"
Baiklah, abaikan curcolan tadi.. -,-"
Di VK ini si pria berkacamata dan Windura gak ambil peran, mereka cuma narasiin isi hati si pria montir.
Nah, to the point aja yah.. Di VK ini sebetulnya yang nasibnya malang lagi-lagi si pria yang jadi pacar si cewek, pria di cafe itu..
"Ngarang lagi ya.."
Lho enggak, ini fakta dari gestur, bahasa tubuh si cewek. Jadi gini, pas di cafe itu kan si pria montir masuk dan lihat si cewek sama seorang cowok. Begitu si cewek melihat ke arah cowok montir si cewek langsung kaget dan berdiri ngejar cowok montir walaupun tangannya udah ditahan sama cowoknya.. Nah, gestur itu berarti si cewek lebih milih cowok montirkan? Kenapa juga si cowok montir galau..
"Kebawa cerita deh.. -,-" "
Hahaha.. Enggak dong, Queen of Drama kok kebawa.. Yang ada orang-orang yang pada kebawa cerita saya.. Hihihi..
Ya, jadi itu sedikit perspektif saya tentang dua lagu favorit saya ini..
Masih banyak lagu Yovie & the Nuno yang jadi favorit saya, tapi dua ini yang nemenin saya beberapa.. Eehm.. Hari apa minggu ya? Oh beberapa Hari..
"Hary Subahagianto.."
Itu mah nama suami saya.. -,-"
Segitu dulu ya gaes, kapan-kapan dilanjut lagi..
Thanks for stopping by and reading..
Luv ya
Saturday, 16 May 2015
Saya dan Puisi: The Choices - Bahasa Indonesia
Sahabat,
Terkadang begitu banyak pilihan yang ditawarkan kepada kita
Terkadang kita bingung untuk memilih yang mana
Terkadang kita dihadapkan pada kondisi yang membuat kita melihat hanya dari luarnya saja tanpa sempat melihat lebih dalam
Karena banyak hal..
Emosi, rasa cinta yang membutakan, rasa tertantang atas keinginan untuk membuktikan sesuatu dan karena banyak hal lain yang memaksa kita berkeputusan dalam waktu singkat
Terkadang pula kita hanya diberikan satu pilihan dengan hanya dua kemungkinan
Memilih atau memilih untuk tidak memilih
Kedua kemungkinan tersebut membawa konsekuensinya sendiri-sendiri
Dan terkadang apa yang kita pilih bukanlah yang terbaik untuk kita
Yang pada akhirnya memunculkan rasa penyesalan
Rasa penyesalan yang membuat kita ingin memutar waktu dan kembali memperbaiki atau bahkan merubah segalanya
Tapi kau pasti yakin, Sahabat..
Bahwa ada hal-hal yang tak bisa kau ubah karena itu semua telah tertulis
Kau hanya bisa memperbaiki diri..
Ya.. Memperbaiki diri..
Terkadang begitu banyak pilihan yang ditawarkan kepada kita
Terkadang kita bingung untuk memilih yang mana
Terkadang kita dihadapkan pada kondisi yang membuat kita melihat hanya dari luarnya saja tanpa sempat melihat lebih dalam
Karena banyak hal..
Emosi, rasa cinta yang membutakan, rasa tertantang atas keinginan untuk membuktikan sesuatu dan karena banyak hal lain yang memaksa kita berkeputusan dalam waktu singkat
Terkadang pula kita hanya diberikan satu pilihan dengan hanya dua kemungkinan
Memilih atau memilih untuk tidak memilih
Kedua kemungkinan tersebut membawa konsekuensinya sendiri-sendiri
Dan terkadang apa yang kita pilih bukanlah yang terbaik untuk kita
Yang pada akhirnya memunculkan rasa penyesalan
Rasa penyesalan yang membuat kita ingin memutar waktu dan kembali memperbaiki atau bahkan merubah segalanya
Tapi kau pasti yakin, Sahabat..
Bahwa ada hal-hal yang tak bisa kau ubah karena itu semua telah tertulis
Kau hanya bisa memperbaiki diri..
Ya.. Memperbaiki diri..
Saya dan Cerita: Antara Kamu dan Sahabatku - Part I
#Gedung Kuning dan Cafe#
Sore itu Kila berjalan menuju tempat kursusnya. Jam dipergelangan tangannya menunjukan pukul 15.30, diayunnya langkah dengan penuh semangat.
Kila selalu seperti itu, penuh semangat berjalan dengan tas ransel krem berbahan seperti kanvas yang masih awet sejak jaman SMP dulu, bukannya Kila tidak punya tas lain hanya saja itu tas favoritnya.
Ada cerita dibalik tas itu, yang menjadi alasan kenapa Kila suka sekali. Tapi mungkin akan diceritakan kemudian hari. Okay.
Sebuah tempat nongkrong anak muda dengan dinding anyaman bambu berwarna coklat dan dekorasi cukup lumayan cantik sudah nampak dari seberang jalan tempat Kila berada yang berarti tempat kursus Kila sudah dekat.
Ya, tempat kursus Kila memang berdekatan dengan sebuah.. Ehm.. Mari kita sebut saja cafe.. Walaupun rasanya terlalu sederhana untuk disebut cafe.. Tapi untuk disebut warungpun terlalu cantik.. Aaah entahlah.. Mari kita sebut saja cafe..
Hampir setiap kali Kila melewati tempat ini pandangannya selalu terganggu dengan lalu lalang orang yang keluar masuk cafe, maklum Kila bukan tipe anak gaul yang hobi keluar masuk cafe, tapi Kila juga bukan gadis cupu.. Karena terganggu itulah dia lebih sering menundukkan kepalanya ketimbang menoleh untuk melihat kegiatan orang-orang itu..
Cafe ini bukan cafe yang ditutupi kaca dibagian depannya hanya setengah dinding bagian bawah ditutupi anyaman dan bagian atasnya terbuka. Jarak tempat yang menjadi dapurnyapun tak begitu jauh dari jalan raya.
Pernah suatu ketika Kila penasaran ingin melihat seperti apa sih sebetulnya isi cafe itu. Kila mencoba menoleh sambil terus berjalan dengan pandangan mengobservasi isi cafe dari luar namun tiba-tiba,
"Hai cewek..", dari arah dapur beberapa orang pegawai langsung memanggil. Kila yang tidak siap dengan itu semua buru-buru tancap gas menuju tempat kursusnya. Riuh masih terdengar dari arah dapur cafe tersebut.
Sejak saat itu langkahnya selalu dipercepat ketika melewati cafe walaupun kadang tidak tampak kerumunan pegawai di dapur, Kila hanya tidak nyaman.
Sampailah Kila di pagar kursusannya. Kursusan dengan cat dinding kuning dihiasi garis biru melintang disepanjang bangunan tepat sepertiga dari tinggi tembok.
Jarum jam mengarah ke angka 9, kurang 15 menit lagi untuk sampai waktu belajar. Kila memanfaatkannya untuk membuka kembali bukunya. Jam segini masih belum banyak anak yang datang ke tempat kursus.
"Kilaaa..", tiba-tiba suara khas yang dikenalnya menyeruak menghancurkan kesunyian.
"Hai, Cha.. Kok tumben udah dateng?", Icha adalah teman sekelas Kila di tempat kursus.
"Iya dooonk.. Ichaaa gitu lho..", Icha menepuk pundaknya, "Murid telatan.. Eeeeh.. Teladan..", Kila menunjukan tatapan bertanya-tanya sebab tidak biasanya Icha datang tepat waktu. Kila melirik kearah jam ditangannya.
"Kalo aku itung ini baru kedua kalinya kamu dateng gak telat.. Dulu yang pertama sih karena ada maunya.. Yang sekarang kenapa?"
"Iiiih Kila, emang harus selalu ada alasan ya?"
"Enggak juga sih.. Ya bagus aja kamu datang gak telat.. Kalo tiap ada kelas selalu kayak gini bagus tuuh..", Icha hanya tersenyum sambil menjulurkan lidahnya. "Ya udah sini..", Kila menunjuk bangku kosong disebelahnya.
Setelah sekitar 10 menit mereka berbincang bel tanda masuk berbunyi.
Tidak berapa lama seorang wanita muda berperawakan sedang memasuki ruangan. Rambutnya yang panjang dikuncir ekor kuda.
"Good afternoon, Class..", sapa wanita itu dengan manis.
"Good afternoon, Miss Mila", jawab seisi kelas yang tidak kalah manisnya.
Pelajaranpun dimulai. Masih terlihat beberapa bangku kosong yang sebenarnya berpenghuni, mungkin mereka sedikit terlambat.
Tok.. Tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu
"Come in..", Miss Mila mempersilahkan orang tersebut masuk. Seraut wajah mulai muncul dari balik pintu.
"Thank you, Miss..", jawab pemuda tersebut. Dengan santai dia berjalan menuju bangkunya. Ya, disalah satu bangku kosong tadi.
"What reason can you give me this time?", miss Milla bertanya pada pemuda itu.
"Ehm.. Ya.. As usual, Miss.. Trafic jam..", dengan santai sambil menata rambutnya yang sedikit berantakan.
Mendengar jawaban pemuda itu miss Mila hanya mengernyitkan dahi sambil mengangkat alisnya lalu melihat kesekeliling kelas seolah bertanya, 'percaya gak kalian?'
Seolah tau pandangan mencurigakan dari tutornya itu dia berkata,
"Eh, seriusan, Miss.. Macet banget deket cafe depan s-", belum selesai pemuda itu menjelaskan terdengar suara berbisik Kila mengingatkan,
"In English..", sejurus kemudian miss Mila mengatakan hal yang sama.
"Speak in English, please.."
"Told you, Nest", seru Kila lagi. Pemuda itu hanya nyengir kuda kepada Kila dan menjawab,
"Okay, Miss.. Really.. There is traffic jam near the cafe.."
Pemuda ini bernama Ernest, penampilannya santai dengan celana jeans dan kaos, serta tas selempang laki-laki berwarna hitam dan sneakers hitam putih.
"Okay, let's just stop this case and continue studying.."
"Siip, Miss..", jawab pemuda itu diikuti kernyitan dahi dari miss Milla, "Ooh.. Sorry.. Okay, Miss.."
Tak berselang lama, sekitar 15 menit kemudian di pintu kembali terdengar ketukan.
"Can I come in, Miss Mila?", terdengar suara pemuda dari luar ruangan.
"Yes, come in.."
Wajah nya muncul dari balik pintu, dengan nafas sedikit terengah-engah.
"Miss Mila, I'm so sorry I'm late..", ucap pemuda itu sambil berusaha mengatur nafasnya.
"Hmm.. Okay, have a sit, Fed..", namanya Fedy, penampilannya selalu rapih dengan tas punggung biru dan sepatu sneakers yang berwarna senada dengan tasnya.
"Thanks, Miss", Fedy langsung menuju kursi yang biasa ia duduki.
"You don't want to ask him the reason, Miss?", tanya Ernest.
"Same reason you gave me I think..", jawab miss Mila sambil tersenyum.
Seluruh penjuru kelas tertawa. Ernest hanya tersenyum.
***
Sore itu Kila berjalan menuju tempat kursusnya. Jam dipergelangan tangannya menunjukan pukul 15.30, diayunnya langkah dengan penuh semangat.
Kila selalu seperti itu, penuh semangat berjalan dengan tas ransel krem berbahan seperti kanvas yang masih awet sejak jaman SMP dulu, bukannya Kila tidak punya tas lain hanya saja itu tas favoritnya.
Ada cerita dibalik tas itu, yang menjadi alasan kenapa Kila suka sekali. Tapi mungkin akan diceritakan kemudian hari. Okay.
Sebuah tempat nongkrong anak muda dengan dinding anyaman bambu berwarna coklat dan dekorasi cukup lumayan cantik sudah nampak dari seberang jalan tempat Kila berada yang berarti tempat kursus Kila sudah dekat.
Ya, tempat kursus Kila memang berdekatan dengan sebuah.. Ehm.. Mari kita sebut saja cafe.. Walaupun rasanya terlalu sederhana untuk disebut cafe.. Tapi untuk disebut warungpun terlalu cantik.. Aaah entahlah.. Mari kita sebut saja cafe..
Hampir setiap kali Kila melewati tempat ini pandangannya selalu terganggu dengan lalu lalang orang yang keluar masuk cafe, maklum Kila bukan tipe anak gaul yang hobi keluar masuk cafe, tapi Kila juga bukan gadis cupu.. Karena terganggu itulah dia lebih sering menundukkan kepalanya ketimbang menoleh untuk melihat kegiatan orang-orang itu..
Cafe ini bukan cafe yang ditutupi kaca dibagian depannya hanya setengah dinding bagian bawah ditutupi anyaman dan bagian atasnya terbuka. Jarak tempat yang menjadi dapurnyapun tak begitu jauh dari jalan raya.
Pernah suatu ketika Kila penasaran ingin melihat seperti apa sih sebetulnya isi cafe itu. Kila mencoba menoleh sambil terus berjalan dengan pandangan mengobservasi isi cafe dari luar namun tiba-tiba,
"Hai cewek..", dari arah dapur beberapa orang pegawai langsung memanggil. Kila yang tidak siap dengan itu semua buru-buru tancap gas menuju tempat kursusnya. Riuh masih terdengar dari arah dapur cafe tersebut.
Sejak saat itu langkahnya selalu dipercepat ketika melewati cafe walaupun kadang tidak tampak kerumunan pegawai di dapur, Kila hanya tidak nyaman.
Sampailah Kila di pagar kursusannya. Kursusan dengan cat dinding kuning dihiasi garis biru melintang disepanjang bangunan tepat sepertiga dari tinggi tembok.
Jarum jam mengarah ke angka 9, kurang 15 menit lagi untuk sampai waktu belajar. Kila memanfaatkannya untuk membuka kembali bukunya. Jam segini masih belum banyak anak yang datang ke tempat kursus.
"Kilaaa..", tiba-tiba suara khas yang dikenalnya menyeruak menghancurkan kesunyian.
"Hai, Cha.. Kok tumben udah dateng?", Icha adalah teman sekelas Kila di tempat kursus.
"Iya dooonk.. Ichaaa gitu lho..", Icha menepuk pundaknya, "Murid telatan.. Eeeeh.. Teladan..", Kila menunjukan tatapan bertanya-tanya sebab tidak biasanya Icha datang tepat waktu. Kila melirik kearah jam ditangannya.
"Kalo aku itung ini baru kedua kalinya kamu dateng gak telat.. Dulu yang pertama sih karena ada maunya.. Yang sekarang kenapa?"
"Iiiih Kila, emang harus selalu ada alasan ya?"
"Enggak juga sih.. Ya bagus aja kamu datang gak telat.. Kalo tiap ada kelas selalu kayak gini bagus tuuh..", Icha hanya tersenyum sambil menjulurkan lidahnya. "Ya udah sini..", Kila menunjuk bangku kosong disebelahnya.
Setelah sekitar 10 menit mereka berbincang bel tanda masuk berbunyi.
Tidak berapa lama seorang wanita muda berperawakan sedang memasuki ruangan. Rambutnya yang panjang dikuncir ekor kuda.
"Good afternoon, Class..", sapa wanita itu dengan manis.
"Good afternoon, Miss Mila", jawab seisi kelas yang tidak kalah manisnya.
Pelajaranpun dimulai. Masih terlihat beberapa bangku kosong yang sebenarnya berpenghuni, mungkin mereka sedikit terlambat.
Tok.. Tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu
"Come in..", Miss Mila mempersilahkan orang tersebut masuk. Seraut wajah mulai muncul dari balik pintu.
"Thank you, Miss..", jawab pemuda tersebut. Dengan santai dia berjalan menuju bangkunya. Ya, disalah satu bangku kosong tadi.
"What reason can you give me this time?", miss Milla bertanya pada pemuda itu.
"Ehm.. Ya.. As usual, Miss.. Trafic jam..", dengan santai sambil menata rambutnya yang sedikit berantakan.
Mendengar jawaban pemuda itu miss Mila hanya mengernyitkan dahi sambil mengangkat alisnya lalu melihat kesekeliling kelas seolah bertanya, 'percaya gak kalian?'
Seolah tau pandangan mencurigakan dari tutornya itu dia berkata,
"Eh, seriusan, Miss.. Macet banget deket cafe depan s-", belum selesai pemuda itu menjelaskan terdengar suara berbisik Kila mengingatkan,
"In English..", sejurus kemudian miss Mila mengatakan hal yang sama.
"Speak in English, please.."
"Told you, Nest", seru Kila lagi. Pemuda itu hanya nyengir kuda kepada Kila dan menjawab,
"Okay, Miss.. Really.. There is traffic jam near the cafe.."
Pemuda ini bernama Ernest, penampilannya santai dengan celana jeans dan kaos, serta tas selempang laki-laki berwarna hitam dan sneakers hitam putih.
"Okay, let's just stop this case and continue studying.."
"Siip, Miss..", jawab pemuda itu diikuti kernyitan dahi dari miss Milla, "Ooh.. Sorry.. Okay, Miss.."
Tak berselang lama, sekitar 15 menit kemudian di pintu kembali terdengar ketukan.
"Can I come in, Miss Mila?", terdengar suara pemuda dari luar ruangan.
"Yes, come in.."
Wajah nya muncul dari balik pintu, dengan nafas sedikit terengah-engah.
"Miss Mila, I'm so sorry I'm late..", ucap pemuda itu sambil berusaha mengatur nafasnya.
"Hmm.. Okay, have a sit, Fed..", namanya Fedy, penampilannya selalu rapih dengan tas punggung biru dan sepatu sneakers yang berwarna senada dengan tasnya.
"Thanks, Miss", Fedy langsung menuju kursi yang biasa ia duduki.
"You don't want to ask him the reason, Miss?", tanya Ernest.
"Same reason you gave me I think..", jawab miss Mila sambil tersenyum.
Seluruh penjuru kelas tertawa. Ernest hanya tersenyum.
***
Wednesday, 13 May 2015
Mr. & Mrs. Bahagia: There are Butterflies in My Stomach - I'm in Love Again
Dear all friend,
Saya gak tau kenapa beberapa minggu ini perut saya seperti ada kupu-kupunya.. Rasanya seperti.. Ya.. Taulah kalau orang lagi jatuh cinta, galau, bingung.. Ya seperti itu..
"Jatuh cinta? Lagi?"
Tunggu tunggu.. Ini gak seperti yang kalian bayangkan.. Well it's like every time I see him I can really bring the feeling like the first time I met him..
"Tuuuh kaaan.. Jatuh cinta lagi.."
Well ya.. Saya jatuh cinta lagi.. Sama orang yang sama.. Yang selalu bersama saya hampir 3 tahun ini..
"Uuuulalaaa.."
Beneran, serius.. Rasanya tuh gimana gitu.. Bahkan this one is stronger than the first first time I met him..
I am so really in love with him.. I really really in love with my husband.. I love him sooo much..
Saya bilang 'sayang' setiap saat.. Sampai kadang takut dia bosan..
"Of course he will not"
Yeah, I know that.. 😄
Eeeh.. Saya ada buat words tentang dia.. But no no, I will not show them to him.. Let me just show him action which shows how in love I am with him..
LOVE LEQUE(1) SOOOO MUUUUUCH
(1) LeQue: Special name I gave him
Saya gak tau kenapa beberapa minggu ini perut saya seperti ada kupu-kupunya.. Rasanya seperti.. Ya.. Taulah kalau orang lagi jatuh cinta, galau, bingung.. Ya seperti itu..
"Jatuh cinta? Lagi?"
Tunggu tunggu.. Ini gak seperti yang kalian bayangkan.. Well it's like every time I see him I can really bring the feeling like the first time I met him..
"Tuuuh kaaan.. Jatuh cinta lagi.."
Well ya.. Saya jatuh cinta lagi.. Sama orang yang sama.. Yang selalu bersama saya hampir 3 tahun ini..
"Uuuulalaaa.."
Beneran, serius.. Rasanya tuh gimana gitu.. Bahkan this one is stronger than the first first time I met him..
I am so really in love with him.. I really really in love with my husband.. I love him sooo much..
Saya bilang 'sayang' setiap saat.. Sampai kadang takut dia bosan..
"Of course he will not"
Yeah, I know that.. 😄
Eeeh.. Saya ada buat words tentang dia.. But no no, I will not show them to him.. Let me just show him action which shows how in love I am with him..
LOVE LEQUE(1) SOOOO MUUUUUCH
(1) LeQue: Special name I gave him
Subscribe to:
Comments (Atom)
Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kena...
-
Lelah Menahan Diri? Yuk, Kenali Akar Emosionalnya Lewat Refleksi Harian Pernah nggak sih kamu pengin beli sesuatu—baju, buku, atau makanan f...