Sunday, 16 February 2020

Quotes Saya: Teh Tawar | Our Life Journey

Nikmatnya minum teh tawar itu, saat kamu berusaha mencari manisnya dan nggak nemu-nemu ....

Sunday, 9 February 2020

Quotes Saya: Kau Beruntung | Our Life Journey

Tak semua orang seberuntung kau, yang kubiarkan mendengar suara dan semua ideku. Ya, kurasa cuma kau satu-satunya yang kuberi ijin memasuki tahap itu. Saling berbagi pendapat, pengalaman, isi otak, juga isi hati -kurasa begitu. Tapi sampai situ kau belum paham juga alasanku.

Luka di Hati Luna

Sunday, 2 February 2020

Quotes Saya: Kau Tahu? | Our Life Journey

Kau tahu? Jodoh itu takdir. Bukan sesuatu yang bisa kau kendalikan atau sesuatu yang ... bisa kau reka, seperti tumpukan tulisan yang kau buat.

Sunday, 26 January 2020

Quotes Saya: Pahit Memang | Our Life Journey

"Pahit memang, tapi selalu ada sedikit manis yang terselip dalam setiap getirnya."⠀
Iya, yang penting jan sampe lupa kasih gula dan kecap manis ....

Sunday, 19 January 2020

Quotes Saya: Tak Mengalami | Our Life Journey

"Yang tak mengalami tak benar-benar tahu bagaimana rasanya ...."⠀
Ya emang, makanya rasain ....⠀
~Eh

Sunday, 12 January 2020

Quotes Saya: Rasa Bukanlah | Our Life Journey

"Rasa bukanlah secangkir teh hangat, yang sewaktu waktu beranjak dingin"⠀

Iya, makanya jan maen2 sama perasaan ....

Sunday, 5 January 2020

Quotes Saya: Bikin Janji | Our Life Journey

"Bikin teh itu kayak bikin janji. Jangan terlalu manis!"

Iya, jangan terlalu manis ... ntar akhirnya jadi asyeeem kayak ... kayak apa, ya?

Sunday, 29 December 2019

Quotes Saya: Perbuatan Baik | Our Life Journey

"Perbuatan baik tak selamanya dianggap baik, terkadang malah menyisakan luka mendalam di relung hati. Membawa kita pada situasi sulit yang tak pernah terbayangkan sebelumnya."

Saturday, 28 December 2019

New Label: Quote Saya | Our Life Journey

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh ....

Inginnya nulis, "Postingan baru setelah lama vakum ... blah ... blah ... blah ...." Tapi, kok, sepertinya cliche karena hampir semua postingan saya diawali dengan kalimat sejenis, jadi ... tidak usah saja, ya, Gaes ....

Kali ini saya mau memberi kabar bahwa akan ada label baru di blog ini, saya berharap bisa konsisten saya tulis, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang hanya berisi satu atau dua postingan.

InsyaAllah label yang kali ini bisa sampai sepuluh postingan bahkan lebih, sebab saya suka tema yang akan saya bahas di label ini. Labelnya bernama 'Quotes Saya', isinya tentang quotes dan potongan-potongan kalimat yang saya ambil dari tulisan-tulisan --baik cerpen maupun calon novel-- yang pernah saya kerjakan.

Semoga isinya bisa menginspirasi dan membawa manfaat bagi kita, aamiin ....

Wassalam

Tuesday, 19 November 2019

Pengalaman Menulis Saya: Tulisan Bertema Pelakor

"Menulislah, tulis dengan hatimu, seperti apapun respon orang ... terima dengan hati lapang sepanjang yang kau tulis ada sesuatu yang positif." ~ Niek

Keinginan menulis yang menggebu-gebu membuat saya bergabung dengan sebuah komunitas menulis di Facebook, tempat banyak orang belajar menulis.

Mencoba membaca tulisan-tulisan yang seliweran dan mempelajari komentar-komentar yang memiliki unsur informasi kepenulisan di dalamnya, bukan yang hanya asal komentar saja.

Beberapa kali mengirimkan tulisan tak satupun tembus like dan komen tinggi, hanya beberapa belas orang yang muncul. Mungkin karena tulisan saya memang masih acakadut.

Entah kenapa ada keinginan untuk menulis tentang kisah hidup seorang wanita yang dituduh merebut suami orang, lalu menulislah saya. Melihatnya dari sudut pandang sang wanita yang disudutkan orang banyak.

Mantan Istri Suamiku, itulah judul yang saya sematkan pada tulisan itu. Mulai muncul perbincangan, komentar dan like. Jumlahnya fantastis buat saya, tulisan itu tembus 400 sekian like.

Banyak yang menyamakan kisahnya dengan seorang pesohor negeri ini, saya akui memang dari situ inspirasinya. Namun saya membuatnya dari sudut pandang orang yang selama ini dipersalahkan.

Ternyata pasar memang menyukai cerita semacam itu, meski mayoritas yang muncul dalam kolom komentar adalah hujatan terhadap tokoh wanita.

Apa yang terjadi kemudian? Saya tak melanjutkan menulis cerita sejenis, karena memang tak ada niatan. Setidaknya saya pernah mencoba melakukannya dan ternyata memang begitulah selera pasar.

Love,
Niek

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...