Friday, 17 December 2021

Ingin Merefleksi Dirimu Sepanjang Tahun 2021? Gunakan Beberapa Pertanyaan ini untuk Membantu! | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Bagaimana proses pembuatan resolusi tahun baru 2022-mu? Berjalan lancar atau berjalan di tempat? Nggak perlu khawatir, masih tersisa beberapa hari untuk merencanakan, tahun depanmu. Merefleksi diri bisa kamu lakukan untuk mulai melakukannya.

Merefleksi dirimu sepanjang tahun 2021 adalah langkah pertama dari 12 Cara Merencanakan Tahun Depan Terbaikmu. Kalau kamu belum pernah menggunakan planner maupun jurnal, kamu bisa mulai merefleksikan dirimu dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar dirimu.

Berikut beberapa pertanyaan tersebut:

1. Apa goals-mu di awal tahun 2021 hingga kini (jika terdapat penyesuaian-penyesuaian goals  yang dilakukan)?

2. Apakah kamu mencapai semuanya? Sebagian? Atau tidak sama sekali? Seberapa jauh hal itu tercapai?

3. Bagaimana erasaanmu tentang goals yang tidak tercapai dan bagaimana cara mengubahnya di tahun depan?

4. Goals apa saja yang mempunyai langkah lanjutan atau harus ditindaklanjuti dan dilakukan pengembangan di tahun depan?

5. Hal-hal apa saja yang membuat kamu bangga di tahun 2021?

6. Hal-hal apa saja yang kamu sesali di tahun 2021?

7. Hal-hal apa saja yang paling menantang di tahun 2021?

8. Hal-hal apa saja yang paling membahagiakan?

9. Memori/hal tersedih apa yang kamu alami sepanjang tahun 2021?

10. Siapa saja orang-orang yang menyenangkan?

11. Siapa saja orang-orang yang kamu harap tidak pernah bertemu di tahun 2021?

12. Siapa saja orang-orang yang meninggalkan hidupmu dan kenapa?

13. Tempat istimewa mana saja yang sudah kamu kunjungi di tahun 2021 & ingin kamu kunjungi di tahun 2022?

14. Petualangan apa saja yang kamu lalui tahun ini?

15. Adakah satu titik balik di tahun ini? Jika iya, apa itu?

16. Pelajaran terbesar apa yang kamu pelajari?

17. Tuliskan daftar hal-hal yang ingin kamu lakukan dengan cara berbeda di tahun 2022!

18. Bagaimana caramu membuat tahun depan menjadi tahun yang menyenangkan?

19. Tuliskan kata atau tema di setiap bulan untuk dijalani! Beri nama juga untuk tahun 2022! Lihat contoh ini >>

20. Tuliskan rencana hidupmu dalam aspek emosi/mental, fisikal, spiritual, keluarga/family, social, professional, and financial

21. Kamu ingin jadi orang seperti apa tahun depan?

22. Pesan apa yang bisa kamu bawa dari tahun ini untuk dirimu di tahun depan?

23. Sebutkan satu hal yang jika terjadi pada dirimu di tahun 2022, maka kamu akan menjadi versi terbaikmu!

24. Hal apa yang ingin berhenti kamu lakukan pada dirimu di tahun depan? Pikirkan tentang hal-hal tidak baik yang tanpa sengaja sering kamu lakukan pada dirimu, seperti merendahkan dirimu dan lainnya.

25. Benda-benda apa saja yang ingin kamu beli di tahun 2022 dan berapa nominal yang kamu butuhkan?

Itu tadi 25 pertanyaan yang bisa kamu temukan jawabannya untuk merefleksi dirimu sepanjang tahun 2021 dan apa saja yang ingin kamu lakukan di tahun 2022.

Wassalam!


Thursday, 16 December 2021

Sudah Memaafkan tapi Kenapa Sulit Melupakan? Coba Tulis Tujuh Hal ini di Journal Kamu! | Our Life Journey

Assalamualaikum, Kamu!

Pernah mengalami kesal sama seseorang dan menancap banget di hati sampai-sampai terbawa dan membuat kamu nggak nyaman saat bertemu lagi dengan orang tersebut? Saya ngacung tangan duluan, deh. Atau kamu pernah mengalami sesuatu yang berat banget yang bikin mental kamu break down karena masalah tersebut? Menurut kamu, sih, kamu sudah memaafkan orang itu, tapi kenapa sulit melupakan, padahal udah lama juga kejadiaannya. Apa mungkin kamu belum memaafkan? How to let go of those grudges?

Siapkan jurnalmu, mari sama-sama mulai menuliskan tujuh hal ini untuk menemukan solusinya.

1. Apa yang terjadi?

Tanyakan pada dirimu tentang kejadian apa yang terjadi antara kamu dan orang-orang tersebut, tulis sedetail mungkin agar kamu bisa mengidentifikasikannya dengan jelas.


2. Bagaimana perasaanmu saat itu?

Tuliskan apa saja yang kamu rasakan saat kejadian, bersikap jujur pada dirimu membantumu melepaskannya. Namun jangan juga melebih-lebihkan, ya, berusaha melihatnya dengan objektif.


3. Siapa saja orang yang terlibah di dalamnya?

Kamu masih ingat siapa saja satu per satu orang yang terlibat dalam kejadian tersebut? Tuliskan nama mereka semua.


4. Kapan dan apa yang terjadi ketika kamu merasa terpicu?

Kapan atau momen apa yang bisa memicu kamu untuk mengingat kejadian tersebut? Lalu apa yang terjadi pada dirimu ketika kamu merasa terpicu? Gelisah, menangis atau adakah reaksi lain yang muncul dari dirimu?


5. Hasilnya?

Apa hasil yang kamu dapatkan saat menuruti reaksi yang muncul dari dirimu? Baik atau burukkah bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu?


6. Seharusnya seperti apa?

Jika menurutmu reaksi yang muncul darimu bisa menyebabkan kesalahpahaman bagi orang di sekitarmu terhadap dirimu, lalu apa yang seharusnya kamu lakukan jika bukan mengikuti begitu saja reaksi alamimu?


7. Kenapa kejadian itu susah untuk dilupakan?

Sudah mulai menemukan jawaban kenapa kejadian tersebut susah untuk dilupakan?


Ketujuh langkah di atas bukan langkah yang bisa dengan mutlak membuatmu melupakan kejadian yang menyakinkan hatimu. Namun, setidaknya ketika kamu mulai membuka dirimu untuk melihat kejadian tersebut secara utuh, lebih dalam dan lebih detail akan membawamu pada kesadaran dan pemahaman bahwa kamu memang harus melewati semua itu untuk menjadi kamu yang sekarang, yang jauh lebih baik dari kamu sebelumnya.

Semoga kita bisa melupakan hal-hal yang hanya akan membebani diri kita ketika mengingatnya, saya juga masih mencoba, jadi ... mari berjuang bersama.

Wassalam!

Love,
Rani Gitayati

Thursday, 22 July 2021

Ketahui 5 Tahap Kesedihan Ini Sebelum Terlambat! (Kesedihan Pasca Kehilangan Orang Tercinta) | Our Life Journey

Ketahui 5 tahap kesedihan ini sebelum terlambat!

Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai seringnya membuat kita sangat terluka dan sedih. Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menghilangkan kesedihan tersebut, ada yang mencoba mengalihkan diri dari mengingat orang tercinta tersebut, seperti menghindarkan diri dari berkunjung ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi, berhenti melakukan aktifitas yang biasa dilakukan, dan lain sebagainya. Namun ada juga dari kita yang justru tidak bisa pergi dari rasa sedih tersebut, bahkan cenderung mengurung dan menutup diri. Kalau kamu tipe yang mana?

Setiap orang yang mengalami kehilangan, akan mengalami 5 tahap kesedihan pasca ditinggalkan orang terkasih. Hal yang membedakan orang satu dengan yang lain adalah durasi mereka saat berada di tiap tahapnya, dan cara mereka mencoba bangkit dari kesedihan. Mengenal kelima tahap kesedihan ini bisa membantu kamu tetap sadar bahwa dirimu akan mengalami kelimanya dan membantumu berusaha mencari jalan yang terbaik untuk melewatinya, sehingga terhindar dari kesedihan yang berlarut-larut.


Berikut ini 5 tahap tersebut:

Denial (Penyangkalan)

Penyangkalan sangat sering terjadi di awal kehilangan, saat itu diri seolah menolak bahwa orang yang kamu cintai telah pergi untuk selamanya. Pada tahap ini kamu akan sering merasa bahwa orang tercinta tersebut masih berada di sisi, secara tidak sadar penyangkalan ini adalah cara dirimu berusaha mengurangi rasa sakit yang muncul pasca kehilangan.

Ketika kamu mampu melewati tahap penyangkalan ini, emosi-emosi yang sebelumnya terpendam akan keluar dan menunjukkan eksistensinya yang membawa kamu masuk pada tahap selanjutnya.

Anger (Kemarahan)

Pada tahap ini semua emosi muncul, hal ini membuat kamu mulai merasakan kemarahan, marah terhadap orang yang meninggalkanmu. Ini bagian dari penyesuaian diri pasca kesedihan. Kamu akan mulai berusaha melimpahkan kesalahan pada orang tersebut karena sudah meninggalkanmu, meski sebenarnya logikamu mengatakan bahwa itu bukan salah orang tercinta tersebut. Itu memang apa yang sudah Tuhan gariskan untukmu.

Setelah menyadarinya, kamu akan masuk pada tahap selanjutnya yakni Bargaining (Penawaran)

Bargaining (Penawaran)

Di tahap bargainin ini kamu akan mulai berandai-andai tentang kondisi yang terjadi pada dirimu, dalam hal ini kamu akan mulai memikirkan sebab-akibat. Yang pernah terjadi pada saya adalah kalimat, "Seandainya saya lebih konsisten lagi membuatkan jus bit merah, mungkin kanker gak akan sempat menggerogoti tubuh bapak dan beliau bisa tertolong." Ini adalah tahap pasca kemarahan yang berpadu dengan logika yang ada dalam diri.

Alih-alih menyalahkan orang yang meninggalkanmu, pada tahap ini kamu akan mulai menyalahkan diri sendiri atas segala kemalangan yang terjadi. Kondisi ini membawamu pada tahap selanjutnya yakni Depresi.

Depression (Depresi)

Ini tahap paling kritis dari lima tahap kesedihan pasca kehilangan, karena tahap inilah yang menentukan kamu mampu keluar atau tidak dari kesedihan yang kamu alami. Pada tahap depresi ini, ada dua jenis depresi yang mungkin muncul.

Yang pertama adalah depresi praktis yang berhubungan dengan konsekuensi yang mungkin dihadapi pasca kehilangan, seperti kekhawatiran akan kondisi ekonomi keluarga atau bagaimana membagi peran dalam keluarga.

Yang kedua adalah depresi yang lebih bersifat pribadi, hal ini membawamu menutup diri dari lingkungan sekitar dan mengalami masa-masa sulit seperti merasa terpuruk dan benar-benar tak berdaya.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, tahap ini adalah tahap paling kritis. Ketika kamu merasa mulai memasuki dan mengalaminya, saya sangat menyarankan untuk segera berbicara dengan orang-orang terdekat. Pada tahap ini kamu hanya membutuhkan orang untuk mendengar semua kesedihanmu dari tahap awal hingga tahap ini. Ceritakan semua! Namun untuk itu, kamu perlu menemukan orang yang tepat. Keluarga terdekat yang kamu rasa sangat mengerti kamu mungkin bisa membantu, setidaknya meminta pertolongan sebelum terlambat. Jika depresimu sudah pada tahap yang mengkhawatirkan, minta pertolongan seorang profesional seperti psikolog.

Setelah berhasil melewati masa kritis ini, kamu akan memasuki tahap terakhir yakni acceptance atau penerimaan.

Acceptance (Penerimaan)

Ketika kamu berhasil melewati tahap depresi dengan baik, kamu akan masuk pada tahap acceptance atau penerimaan. Pada tahap ini dirimu akan mulai bisa menerima keadaan, bukan berarti kesedihan sudah sepenuhnya hilang dan berlalu tapi kamu lebih bisa menerima kehilangan sebagai sesuatu yang memang sudah Tuhan gariskan untukmu.

Kamu akan mulai merasakan hal-hal positif menggantikan pikiran-pikiran negatifmu, seperti perasaan beruntung pernah mengenal orang yang kamu cintai tersebut untuk kurun waktu tertentu dan memiliki beberapa atau bahkan banyak hal indah yang bisa kamu jadikan kenangan dan pelajaran.

Itu tadi 5 tahap kesedihan yang mungkin akan kamu alami pasca kehilangan orang tercinta, lamanya tiap tahap berbeda pada tiap individu bergantung pada seberapa besar keinginan dalam diri untuk kembali ke keadaan normal pasca kehilangan dan bantuan dari lingkungan sekitar. Saya menghabiskan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan kelimanya, tiga tahun tersulit pasca kehilangan orang tercinta. Tetap berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan bisa menjadi salah satu cara mempersingkat waktu pada tiap tahapnya. 

Dengan mengetahui kelima tahap ini, saya berharap kamu bisa lebih siap menghadapi kesedihan pasca kehilangan orang tercinta dan kembali pulih seperti sedia kala, meski tak bisa dipungkiri kesedihan mungkin akan muncul tapi tidak lagi seberat sebelum kamu menyadari kelimanya.

Lots of love,
Niek

Tahukah Kamu bahwa Journaling bisa Meningkatkan Kesehatan Mentalmu? | Our Life Journey

Apa itu journaling?

Journaling adalah kegiatan menuliskan apa yang ada di pikiran dan perasaan kita. Segala hal yang kita lalui bisa kita tuliskan dalam jurnal ini, termasuk semua emosi positif maupun negatif yang kita rasakan. Oleh karenanya journaling dikatakan bermanfaat bagi kesehatan mental.

Apa saja manfaat menulis journal?

Kegiatan menulis journal yang dilakukan dengan terus menerus bisa meningkatkan sel-sel imun, juga bisa mengontrol dan meningkatkan memory.

Lebih spesifik, journaling bermanfaat untuk:


MENGURANGI STRESS

Menulis journal bermanfaat untuk melepaskan kita dari emosi akibat dari pikiran dan perasaan negatif. Penelitian di tahun 2011 menggarisbawahi bahwa journaling pada remaja yang mengalami kekhawatiran dan keraguan driri menunjukkan hasil positif.


MENGELOLA KECEMASAN

Journaling adalah cara yang mudah dan efektif yang bisa membantu kamu mengelola kecemasan. Dengan journaling perkembangan kamu dari kecemasan lebih bisa terpantau, kamu juga bisa lebih mengeksplorasi dan memahami perasaan dan emosimu. Dengan kata lain kamu bisa tahu apakah kecemasan dalam diri kamu sudah berkurang atau belum.


MENGATASI DEPRESI

Journaling bisa meningkatkan mood dan mengendalikan gejala depresi, yang membuat terapi pada penderita depresi berjalan dengan baik. Journaling membuat penderita mengetahui dengan jelas apa yang sesungguhnya mengganggu pikirannya.


Selain ketiga manfaat di atas, journaling juga bisa membantu kamu:

  • Mengidentifikasi masalah dan rasa takutmu
  • Melacak masalah dan mengetahui penyebabnya, juga bagaimana cara mengatasinya secara efektif
  • Mengidentifikasi pikiran & kebiasaan negatifmu
  • Melihat masalah dengan jernih dan membantumu menemukan sudut pandang lain dalam melihat semua yang terjadi dalam hidupmu.
Pict. source: pinterest.com

Friday, 16 July 2021

Flashback: Kuliah berasa nggak lagi Kuliah? Apa Mungkin? | Our Life Journey

BAHASA & SASTRA INGGRIS - Mendengar kata itu mengingatkan saya pada belasan tahun lalu ketika saya masih seorang mahasiswa. Ya, saya mengambil jurusan Bahasa & Sastra Inggris saat berkuliah dulu. Kalau kalian pernah dengar Macbeth dan Hamlet karya William Shakespear atau buku English Grammar karya Bety S. Azar, itu buku-buku yang sempat saya pelajari saat kuliah dulu, bahkan buku Betty Azar sudah seperti makanan wajib bagi kami.

Memang sudah niat masuk jurusan Bahasa & Sastra? Hampir sama dengan beberapa dari kalian mungkin, yang diawal berkata, "Ini bukan jurusan yang saya mau. Saya salah jurusan." Semua terjadi begitu saja. Saya akui saya sangat amat menyukai bahasa Inggris sejak kelas 3 Sekolah Dasar (itu semua karena lingkungan di rumah dan sekolah), tapi menurut saya (saat itu) bahasa bisa dipelajari di lembaga pendidikan non-formal, nggak perlu sampai mengambil jurusan itu untuk pendidikan formal. Kalau kalian seumur dengan saya, stigma pemikiran seperti itu ada di jaman itu. Oleh karena itu, kebanyakan Sekolah Menengah Atas menghapus jurusan Bahasa, dan hanya menyisakan jurusan IPA & IPS. Apa mungkin sampai sekarang? Ada yang bisa bantu jawab?

Bahasa atau Sastra? Kalau boleh memilih antara keduanya, saya lebih tertarik pada Bahasa atau kita biasa menyebutnya Linguistik. Menurut saya secara pribadi, Linguistik lebih mudah dipelajari karena ada aturan-aturan baku yang bisa diikuti. Meski sebenarnya Sastra atau Literature juga punya aturan-aturannya sendiri. Namun di dalam kepala saya saat itu, aturan-aturan dalam Sastra lebih abstrak sementara dalam Bahasa aturan-aturannya lebih konkret.

Pernah ada yang ingat berapa nilai kalian saat kuliah dulu? Secara pribadi, saya hampir selalu mendapatkan nilai A untuk setiap kelas Linguistik. Semetara untuk kelas Sastra ... kalau tidak salah ingat B adalah nilai maximum yang bisa saya capai. Mungkin karena faktor ketertarikan saja, ya. Apapun yang kita sukai biasanya berdampak positif dalam pencapaiannya.

Lalu apa yang menarik dari mempelajari Bahasa & Sastra? Secara umum karya sastra itu merupakan rekaman sejarah. Karya sastra biasanya menggambarkan budaya yang berkembang di sekeliling penulis. Kejadian, setting tempat dan waktu, juga perilaku para karakter dll. dalam karya sastra seringnya adalah cerminan keadaan sekitar dari para penulisnya, yang dipengaruhi juga oleh jiwa dan pikiran mereka. Jadi, kita bisa belajar sejarah dari karya sastra dan itu menarik.

Kalian pernah merasa bersemangat saat berangkat kuliah karena ada mata kuliah yang kalian sukai? Atau pernah berada di kampus, di dalam kelas, tapi tidak merasa sedang kuliah? Rasanya cuma seperti sedang mendengarkan talkshow saja, gitu. Pernah? Saya beruntung pernah merasakannya saat kuliah, Jadi, datang ke kampus sudah seperti mau hang-out aja sama teman-teman. Senang sekali menerima materi baru dari para dosen. Tidak ada lagi rasa seperti dulu saat masih sekolah, rasanya seperti ada beban di kepala saat guru fisika -yang sangat pintar tapi tidak bisa mentransfer ilmunya pada kami- masuk kelas untuk mengajar. Ada guru seperti itu? Ada, lain waktu saya akan bercerita tentang itu. Bukan ghibah tentang gurunya, ya, tapi bahasan ilmiah tentang kemampuan mentransfer ilmu.

Jadi, apa saya menikmati kuliah di jurusan Bahasa & Sastra? Yes, absolutely. And my favorite subject is .... You guess it!

Wednesday, 30 June 2021

Cerita di balik "Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu?" | ig: @niek_2116 | Our Life Journey

Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kenapa muncul cerita itu adalah karena saya ingin mengirim foto gunung Arjuno yang saya ambil saat menaiki kereta Penataran Malang - Surabaya, tapi ingin ada cerita yang bisa jadi bahan di caption. Fyi, itu kali pertama setelah terakhir kali saya naik kereta.

Dalam benak muncul ide bagaimana jika dibuat cerita seorang kekasih yang sedang menunggu kekasihnya? "Klise!" Batin saya. Apa yang lebih tidak klise dari itu? Muncullah kalimat tanya "Kau yang menungguku atau aku yang menunggumu?" Kalimat yang terasa sedikit membingungkan buat saya.

Bisa saja diganti dengan kalimat lain yang lebih simple yang mewakili cerita seperti, "Aku Menunggumu" atau lainnya, tapi agak kurang menantang. Jadi saya putuskan judulnya tetap seperti itu.

Kenapa saling menunggu? Seharusnya ada yang menunggu dan ada yang ditunggu, seseorang yang naik kereta seharusnya ditunggu tapi kenapa dia menunggu? Nah, ini tantangannya, bagaimana bikin cerita ini menarik dan logis.

Sejujurnya di benak, saya membayangkan dua orang di jaman tahunan lalu ketika ponsel masih merupakan barang istimewa. Keduanya berjanji untuk bertemu di stasiun tapi si penjemput salah lokasi. Lucu sebetulnya, tapi saya inginnya cerita itu jadi tragis. Bagaimana caranya? Ya seperti yang kalian baca di ig saya: @rani_niek

Tragis, ya, hanya karena kekeliruan membaca pesan.

Love,

Niek

Monday, 28 December 2020

Tips Menentukan Goals 2021 | Our Life Journey

Kemarin-kemarin saya sempat kebingungan untuk menentukan goal apa aja yang perlu dicapai tahun 2021. Itu semua karena terlalu banyak yang ingin diraih, brainstorming-nya terlalu lama. 🤭

Setelah membaca beberapa artikel, saya mencoba merangkuman tips untuk mempermudah menentukan goals.



Ini seperti membuat peta konsep/mindmap ketika masih sekolah dan kuliah - belasan tahun lalu. (Umur jadi ketahuan, deh 🤭)

Pertama, bagi dulu goals kita dalam 5 aspek besar agar tidak ada yang terlewat. Kelima aspek itu adalah aspek Spiritual, Personal, Professional, Keuangan dan Sosial-keluarga.



Dari 5 aspek tersebut, kembangkan menjadi beberapa hal yang ingin kita raih. Misalnya dalam aspek Spiritual, apa yang ingin Manteman capai tahun depan? Ingin lebih rajin puasa sunnah? Maka tuliskan "Rajin puasa sunnah"



Setelahnya, kembangkan lagi menjadi lebih detail agar lebih mudah mengaplikasikannya. Seperti contoh tadi, puasa sunnah banyak macamnya mau yang mana dulu, nih, yang dilaksanakan?



Misalnya, puasa sunnah Ayyamul Bidh sebagai permulaan, hanya tiga hari dalam satu bulan. Ini bisa jadi awal memulai puasa sunnah lagi setelah lama sekali tidak puasa.

Jangan lupa juga sertakan detail kegiatan atau langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut.



Untuk puasa Manteman perlu tahu jam berapa harus sahur, mau makan apa saat sahur, apa yang harus disiapkan di hari sebelumnya.

Biasanya, nih, ketidak-siapan itu jadi alasan kita untuk menunda-nunda, ujung-ujungnya goal tidak tercapai. Kalau sudah disiapkan dari awal, mau alasan apa lagi coba? 🤭

Alasan lupa? Nah, ini nggak boleh banget. Biasakan untuk meluangkan waktu melihat rencana yang kita buat sebelum tidur dan saat bangun pagi, setidaknya 10-15 menit.

Oh, iya ... semakin rinci goals Manteman, ditambah penyertaan langkah-langkahnya, semakin mudah dan terarah pelaksanaan goals tersebut.

Sesuaikan goals dengan kemampuan Manteman, meski jangan juga bikin target terlalu mudah yang sama persis dengan goals yang bisa kalian capai tahun ini. Dimana kaizen-nya? 🤭



Apalagi, ya? Oh ... ini, nih, yang biasanya sering terjadi ... saking semangatnya ingin berubah, Manteman buat terlalu banyak goals dalam setiap aspek. Jangan!



Kenapa jangan? Udah pada tahu pasti alasannya. Pssst .... Terlalu banyak goals bisa memberi efek buruk, seperti: kepala terasa mendidih, hati bergemuruh, perut panas dan perih .... Hehehe .... 😂😂😂 Overwhelmed gitu deh ....

Ada yang pernah ngerasain hal serupa? 😅😅😅





Friday, 14 August 2020

Kecemasan, Wajar atau Tidak? | Our Life Journey

Kecemasan : Wajar atau Tidak?

Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan atau anxiety, terlebih jika tekanan yang membuat kita cemas memang begitu besar dan mempengaruhi masa depan kita. Seperti mahasiswa tingkat akhir yang cemas saat akan menghadapi sidang skripsi, karena ternyata mahasiswa tersebut meminta bantuan jasa penulisan skripsi. 🤭 Bukan hasil pemikiran sendiri.

Kecemasan adalah sesuatu yang wajar jika ada penyebab yang jelas, yang membuat rasa cemas itu muncul. Namun, jika intensitasnya berlebihan, menjadi tidak terkendali dan mengganggu kegiatan sehari-hari, ini merupakan gejala Gangguan Kecemasan Umum.

Gejala Gangguan Kecemasan Umum diantaranya :

1. Rasa cemas tanpa penyebab yang jelas.

2. Memikirkan secara berlebihan solusi atas keadaan buruk yang belum tentu terjadi.

3. Mudah gelisah, tersinggung dan gugup.

4. Sulit mengambil keputusan.

5. Sulit berkonsentrasi.

Gejala fisik yang ditimbulkan oleh Gangguan Kecemasan Umum, diantaranya :

1. Kelelahan berlebih

2. Insomnia / gangguan tidur

3. Sakit kepala

4. Gemetar

5. Keringat berlebihan

6. Mual

7. Sakit perut

8. Diare yang berulang

Jika mengalami kondisi-kondisi di atas, ada baiknya mengunjungi dokter untuk penanganan yang lebih baik.

Friday, 1 May 2020

Mempersiapkan PSBB, Berikut Beberapa Barang yang Wajib Ada di Rumah

Baru hari ini saya dengar informasi bahwa wilayah Malang Raya akan segera dilaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dengan sigap saya buka Google Chrome dan mencari beritanya.

Sesungguhnya rencana itu sudah terdengar, sejak Surabaya dan sekitarnya mengajukan hal serupa ke Kementerian Kesehatan. Namun hal itu tidak bisa dilaksanakan karena ternyata kota Batu dan kabupaten Malang tidak mengajukan hal serupa. Perlu kesepakatan ketika kepala daerah untuk melaksanakan PSBB di Malang Raya.

Namun kali ini, walikota kota Batu, bupati kabupaten Malang dan wali kota Malang bersepakat mengajukan PSBB, setelah melakukan rapat bersama perwakilan Pemprov Jawa Timur yang difasilitasi oleh Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan III Provinsi Jawa Timur di Malang (Bakorwil). Hal ini dipicu bertambah secara signifikannya jumlah Pasien Dalam Perawatan (PDP) di ketiga wilayah tersebut.

Jika PSBB jadi dilaksanakan di Malang Raya, maka semua pergerakan akan sangat dibatasi. Kami yang berada di ketiga wilayah ini harus mempersiapkan diri untuk mendukung pelaksanaan PSBB. Ada beberapa hal yang harus kami persiapkan untuk menjalani semua ini.

Selain mempersiapkan mental, ada barang-barang yang harus kami persiapkan agar bisa berkegiatan dengan tenang di rumah. Barang-barang tersebut diantaranya:

Sembako

Sudah menjadi keharusan tersedianya sembilan bahan pokok di rumah. Sembako ini meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, garam, telur dan lainnya. Dengan adanya sembako, setidaknya kebutuhan makan selama 14 hari PSBB bisa tercukupi.

Lima kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 bungkus garam, dan 2 kg telur saya rasa cukup untuk persediaan sembako kami, yang hanya berdua di rumah, selama 2 minggu. Untuk sayur, buah dan lauk, rasanya masih bisa membeli ke pasar dlua atau tiga hari sekali. 

Masker & Hand-sanitizer

Masker memang hanya kita gunakan saat ke luar rumah, dan hand-sanitizer hanya digunakan saat kembali dari luar rumah, tapi keberadaan dan ketersediaannya sangat penting ditengah pandemi ini.

Saya memiliki sekitar 6 masker kain. Tidak ada yang beli, keenamnya merupakan pemberian. Ada yang dari saudara, teman dan lainnya. Lumayan, bisa mengirit. Begitu juga dengan hand-sanitizer, ada sebotol pemberian adik.

Obat-obatan standar & P3K

Obat-obatan standar dan P3K juga sangat diperlukan saat PSBB, hingga jika terjadi sesuatu bisa langsung bisa ditangani tanpa harus ke luar dulu untuk membelinya.

Obat-obatan standar, seperti obat flu, batuk, sakit kepala, maag, diare, obat merah, minyak kayu putih, minyak tawon dan lainnya wajib ada. Perban dan kapas juga diperlukan, hanya untuk jaga-jaga.

Vitamin juga termasuk di dalamnya, utamanya vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Tak perlu vitamin-vitamin mahal, vitamin buatan IPI saya rasa cukup. Oh, ya. Jika ada kebutuhan akan supplemen makanan dan ada uang lebih, sepertinya bisa ditambahkan.

Buku Telepon

Kenapa buku telepon? Sebut itu kuno, tapi kita butuh sebuah buku atau setidaknya catatan yang berisi nomor-nomor telepon penting. Kan ada handphone? Ini untuk mengantisipasi saat-saat darurat saja, siapa tahu saat itu baterai handphone kita sedang low, atau kuota internet kita sangat minim. Mencarinya di gadget akan memakan waktu.

Buku atau catatan ini mengantisipasi hal tersebut. Letakkan buku / catatan ini di tempat yang mudah di jangkau, atau bisa di tempelkan di dinding dekat pesawat telepon. Nomor-nomor telepon penting tersebut diantaranya nomor telepon Rumah Sakit, Kantor Polisi, Pemadam Kebakaran dan fasilitas penting lainnya. Pilih fasilitas yang terdekat dari rumah.

Nomor telepon perangkat masyarakat, seperti ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) juga bisa dicantumkan. Hal ini untuk mengantisipasi jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, ada orang terdekat yang bisa dihubungi. Tetangga kiri, kanan, depan dan belakang termasuk di dalamnya, ya. 

Handphone

Benda ini sangat berguna dalam keadaan darurat, dengan catatan baterai cukup dan pulsa memadai, ya. Jangan pernah lupa men-charge-nya ketika mencapai 30%, dan carilah paket-paket murah yang ditawarkan provider Banyak, lho, provider yang menawarkan paket murah sejak awal pandemi Covid-19.

Itu tadi 5 barang yang harus ada selama PSBB berlangsung. Bagaimana menurut kalian? Apa ada yang masih perlu ditambahkan?

Thursday, 30 April 2020

Belajar Keterampilan Bisnis dengan Google Primer | Our Life Journey

Tak terasa sudah hampir dua bulan sejak anjuran #dirumahaja diberlakukan. Apa saja yang sudah kalian lakukan selama pandemi ini? Pasti sudah banyak sekali ya, baik kegiatan yang dilakukan sendiri maupun bersama keluarga di rumah. Yang harus diingat adalah semua hal yang kita lakukan haruslah hal-hal positif.

Apakah kalian sudah mulai bingung mencari kegiatan lain untuk dilakukan? Kalau iya, mengapa tidak mencoba belajar. Banyak ilmu baru yang bisa kalian pelajari meski sedang berada di rumah, keterampilan tentang bisnis misalnya. Semua itu bisa kalian pelajari dari aplikasi bernama Google Primer yang bisa kalian download melalui gadget kalian masing-masing.

Google Primer adalah aplikasi buatan Google yang memberi kalian bermacam-macam keterampilan tentang bisnis dan pemasaran. Aplikasi ini disajikan dalam bentuk lembar presentasi, hingga terlihat begitu ringan dan sederhana. Visualisasi yang menarik dan materi yang disuguhkan secara interaktif, memungkinkan kita untuk belajar dengan mudah, efisien dan lebih efektif.

Ada beragam topik yang bisa kalian pelajari dari Google Primer ini, diantaranya adalah Bisnis dan Pengoperasian, Merek dan Identitas Usaha, juga Pemasaran dan Pengukuran. Dalam bab Bisnis dan Pengoperasian, kalian akan mempelajari perencanaan bisnis, penjualan, manajemen bisnis dan usaha perintis.

Dalam bab Merek dan Identitas Usaha, kalian akan mempelajari bagaimana membangun merek, keterlibatan konsumen dalam produk, website, juga pengalaman pengguna. Sedangkan dalam bab Marketing dan Pengukuran, kalian akan mempelajari pemasaran secara digital, melalui email, gadget, media sosial, dan lain sebagainya, juga menganalisanya.

Aplikasi ini menyimpan history aktifitas kalian, jadi kalian bisa tahu materi yang mana saja yang sudah dipelajari dan mana yang belum. Kalian tetap bisa membaca ulang materi tersebut meski sudah kalian baca berkali-kali.

Saya yakin, ilmu dan keterampilan yang kalian pelajari lewat Google Prime ini bisa kalian terapkan untuk mengembangkan usaha saat Covid-19 berakhir, atau bahkan kalian bisa memulai usaha baru pasca pandemi ini. Sambil menunggu Covid-19 berlalu, tidak ada salahnya belajar.

Menarik bukan? Kalian bisa unduh aplikasi ini secara gratis melalui Google Play atau App Store di Android kalian. Selamat belajar!

Ps:
Oh ya ... Google memiliki program yang membantu wanita Indonesia untuk mengembangkan usahanya sendiri, lho. Program itu diberi nama WomenWill, program ini memberikan fasilitas pelatih gratis kepada wanita. Next akan saya bahas tentang program WomenWill ini, ya.

Wednesday, 29 April 2020

6 Aplikasi Sesuai Fungsi yang Bisa Digunakan Saat Work from Home | Our Life Journey

Work from Home (WFH) atau bekerja di rumah mulai dianjurkan, menyusul anjuran peliburan sekolah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di beberapa kota dengan angka pasien positif Covid-19 tinggi, bekerja dari rumah menjadi keharusan, kecuali untuk beberapa sektor penting tak bisa berhenti beroperasi.

Ketika kondisi normal, segala aktifitas pekerjaan dilakukan di kantor, dengan peralatan lengkap. Namun, ketika kondisi tak biasa, seperti yang terjadi saat ini, kalian pasti membutuhkan beberapa aplikasi yang bisa membantu kalian melakukan setiap pekerjaan.

Berikut beragam aplikasi yang bisa kalian gunakan dan bermanfaat saat harus berkerja dari rumah:

Aplikasi untuk Berkomunikasi: Whatsapp

Sangat familiar bagi kita, whatsapp adalah aplikasi untuk berkomunikasi yang digunakan hampir semua orang. Saya biasa menyebutnya Aplikasi Sejuta Umat. Seperti yang sudah kalian ketahui, banyak kelebihan yang ditawarkan Whatsapp, seperti menelepon, obrolan chat, berkirim gambar, file, pesan suara dan panggilan video dengan 4 orang. Menurut saya aplikasi ini sudah cukup untuk komunikasi dan berkirim file-file kecil yang dibutuhkan untuk berkoordinasi saat WFH.

Aplikasi untuk rapat: Google Meet

Google Meet adalah satu dari banyak aplikasi buatan google yang terintegrasi dengan akun gmail kalian. Dengan menggunakan aplikasi ini, kalian bisa melakukan rapat secara online. Aplikasi ini bahkan bisa memfasilitasi rapat hingga 250 orang. Kamu bisa mematikan video dan suara jika memerlukan komunikasi satu arah, ada juga kolom chat yang bisa dimanfaatkan untuk tetap berkomunikasi.

Aplikasi berbagi file: Google Drive

Google Drive adalah aplikasi dari google, yang bisa kalian manfaatkan untuk menyimpan data tanpa memerlukan ruangan di disk, karena data kalian akan disimpan di cloud. Ruang penyimpanan yang besar, membuat kalian bisa menyimpan sebanyak mungkin data.

Kalian juga bisa saling berbagi file dengan menggunakan drive bersama yang bisa di akses oleh pihak yang kalian ijinkan untuk mengaksesnya. Google drive juga terintegrasi dengan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti DocuSign untuk tanda tangan elektronik, CloudLock untuk lapisan keamanan tambahan, dan LucidCharts untuk mockup.

Aplikasi slideshow: Prezi

Prezi adalah aplikasi untuk presentasi berbasis internet. Konsep awalnya adalah menyampaikan ide dengan lebih menarik. Selain dalam bentuk linier kita juga bisa membuat presentasi dalam bentuk mindmap, yakni pemetaan pikiran dengan menggunakan cabang-cabang dari pikiran utama.

Seperti aplikasi untuk resentasi lainnya, kalian bisa memasukkan tulisan, gambar, serta video. Prezi memiliki fitur ZUI (Zooming User Interface) yang membuat kita bisa memperbesar presentasi yang kita buat, hingga detail presentasi bisa dibuat sesuai keinginan kita. Menariknya, Prezi bisa kalian akses secara online dan offline.

Aplikasi menulis: Google Docs

Google Docs sebenarnya memilik fitur yang tak jauh berbeda dengan Microsoft Word, kalian bisa menulis dan mengedit dengan aplikasi ini. Hal yang membedakan diantara keduanya adalah bahwa Google Docs memiliki fitur berbagi, dimana kalian dan rekan kerja bisa mengedit file yang sama di waktu bersamaan. Jadi, kita bisa menyimpan file yang bisa dilihat oleh rekan kerja kita, atau orang-orang yang kita ijinkan melihat dan mengedit dokumen tersebut. Kita tak perlu susah payah mengirimkannya lewat email.


Aplikasi managemen waktu: Google Calendar

Seperti aplikasi google lainnya, aplikasi yang satu ini juga terintegrasi dengan akun gmail kalian. Hal ini berarti aplikasi google kalian yang lain pun saling terintegrasi. Google Calendar ini bisa kalian manfaatkan untuk mengatur jadwal kegiatan kalian selama WFH. Sebagai contoh, jika kalian memiliki jadwal rapat di hari tertentu, pengingat di kalendar ini akan mengingatkan kalian dengan fitur alarmnya melalui gadget yang terhubung gmail. Kalian juga diarahkan menuju email yang berisi link jadwal rapat, yang bisa mengubungkan kalian ke aplikasi Google Meet.

Demikian tadi 6 aplikasi sesuai fungsi, yang bisa kalian gunakan untuk memudahkan saat Work From Home (WFH). Semoga bermanfaat.

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...