Friday, 17 December 2021
Ingin Merefleksi Dirimu Sepanjang Tahun 2021? Gunakan Beberapa Pertanyaan ini untuk Membantu! | Our Life Journey
Thursday, 16 December 2021
Sudah Memaafkan tapi Kenapa Sulit Melupakan? Coba Tulis Tujuh Hal ini di Journal Kamu! | Our Life Journey
1. Apa yang terjadi?
Tanyakan pada dirimu tentang kejadian apa yang terjadi antara kamu dan orang-orang tersebut, tulis sedetail mungkin agar kamu bisa mengidentifikasikannya dengan jelas.
2. Bagaimana perasaanmu saat itu?
Tuliskan apa saja yang kamu rasakan saat kejadian, bersikap jujur pada dirimu membantumu melepaskannya. Namun jangan juga melebih-lebihkan, ya, berusaha melihatnya dengan objektif.
3. Siapa saja orang yang terlibah di dalamnya?
Kamu masih ingat siapa saja satu per satu orang yang terlibat dalam kejadian tersebut? Tuliskan nama mereka semua.
4. Kapan dan apa yang terjadi ketika kamu merasa terpicu?
Kapan atau momen apa yang bisa memicu kamu untuk mengingat kejadian tersebut? Lalu apa yang terjadi pada dirimu ketika kamu merasa terpicu? Gelisah, menangis atau adakah reaksi lain yang muncul dari dirimu?
5. Hasilnya?
Apa hasil yang kamu dapatkan saat menuruti reaksi yang muncul dari dirimu? Baik atau burukkah bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu?
6. Seharusnya seperti apa?
Jika menurutmu reaksi yang muncul darimu bisa menyebabkan kesalahpahaman bagi orang di sekitarmu terhadap dirimu, lalu apa yang seharusnya kamu lakukan jika bukan mengikuti begitu saja reaksi alamimu?
7. Kenapa kejadian itu susah untuk dilupakan?
Sudah mulai menemukan jawaban kenapa kejadian tersebut susah untuk dilupakan?
Thursday, 22 July 2021
Ketahui 5 Tahap Kesedihan Ini Sebelum Terlambat! (Kesedihan Pasca Kehilangan Orang Tercinta) | Our Life Journey
Ketahui 5 tahap kesedihan ini sebelum terlambat!
Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai seringnya membuat kita sangat terluka dan sedih. Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menghilangkan kesedihan tersebut, ada yang mencoba mengalihkan diri dari mengingat orang tercinta tersebut, seperti menghindarkan diri dari berkunjung ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi, berhenti melakukan aktifitas yang biasa dilakukan, dan lain sebagainya. Namun ada juga dari kita yang justru tidak bisa pergi dari rasa sedih tersebut, bahkan cenderung mengurung dan menutup diri. Kalau kamu tipe yang mana?
Tahukah Kamu bahwa Journaling bisa Meningkatkan Kesehatan Mentalmu? | Our Life Journey
Apa itu journaling?
Journaling adalah kegiatan menuliskan apa yang ada di pikiran dan perasaan kita. Segala hal yang kita lalui bisa kita tuliskan dalam jurnal ini, termasuk semua emosi positif maupun negatif yang kita rasakan. Oleh karenanya journaling dikatakan bermanfaat bagi kesehatan mental.
Apa saja manfaat menulis journal?
Kegiatan menulis journal yang dilakukan dengan terus menerus bisa meningkatkan sel-sel imun, juga bisa mengontrol dan meningkatkan memory.
Lebih spesifik, journaling bermanfaat untuk:
MENGURANGI STRESS
Menulis journal bermanfaat untuk melepaskan kita dari emosi akibat dari pikiran dan perasaan negatif. Penelitian di tahun 2011 menggarisbawahi bahwa journaling pada remaja yang mengalami kekhawatiran dan keraguan driri menunjukkan hasil positif.
MENGELOLA KECEMASAN
Journaling adalah cara yang mudah dan efektif yang bisa membantu kamu mengelola kecemasan. Dengan journaling perkembangan kamu dari kecemasan lebih bisa terpantau, kamu juga bisa lebih mengeksplorasi dan memahami perasaan dan emosimu. Dengan kata lain kamu bisa tahu apakah kecemasan dalam diri kamu sudah berkurang atau belum.
MENGATASI DEPRESI
Journaling bisa meningkatkan mood dan mengendalikan gejala depresi, yang membuat terapi pada penderita depresi berjalan dengan baik. Journaling membuat penderita mengetahui dengan jelas apa yang sesungguhnya mengganggu pikirannya.
Selain ketiga manfaat di atas, journaling juga bisa membantu kamu:
- Mengidentifikasi masalah dan rasa takutmu
- Melacak masalah dan mengetahui penyebabnya, juga bagaimana cara mengatasinya secara efektif
- Mengidentifikasi pikiran & kebiasaan negatifmu
- Melihat masalah dengan jernih dan membantumu menemukan sudut pandang lain dalam melihat semua yang terjadi dalam hidupmu.
Friday, 16 July 2021
Flashback: Kuliah berasa nggak lagi Kuliah? Apa Mungkin? | Our Life Journey
BAHASA & SASTRA INGGRIS - Mendengar kata itu mengingatkan saya pada belasan tahun lalu ketika saya masih seorang mahasiswa. Ya, saya mengambil jurusan Bahasa & Sastra Inggris saat berkuliah dulu. Kalau kalian pernah dengar Macbeth dan Hamlet karya William Shakespear atau buku English Grammar karya Bety S. Azar, itu buku-buku yang sempat saya pelajari saat kuliah dulu, bahkan buku Betty Azar sudah seperti makanan wajib bagi kami.
Memang sudah niat masuk jurusan Bahasa & Sastra? Hampir sama dengan beberapa dari kalian mungkin, yang diawal berkata, "Ini bukan jurusan yang saya mau. Saya salah jurusan." Semua terjadi begitu saja. Saya akui saya sangat amat menyukai bahasa Inggris sejak kelas 3 Sekolah Dasar (itu semua karena lingkungan di rumah dan sekolah), tapi menurut saya (saat itu) bahasa bisa dipelajari di lembaga pendidikan non-formal, nggak perlu sampai mengambil jurusan itu untuk pendidikan formal. Kalau kalian seumur dengan saya, stigma pemikiran seperti itu ada di jaman itu. Oleh karena itu, kebanyakan Sekolah Menengah Atas menghapus jurusan Bahasa, dan hanya menyisakan jurusan IPA & IPS. Apa mungkin sampai sekarang? Ada yang bisa bantu jawab?
Bahasa atau Sastra? Kalau boleh memilih antara keduanya, saya lebih tertarik pada Bahasa atau kita biasa menyebutnya Linguistik. Menurut saya secara pribadi, Linguistik lebih mudah dipelajari karena ada aturan-aturan baku yang bisa diikuti. Meski sebenarnya Sastra atau Literature juga punya aturan-aturannya sendiri. Namun di dalam kepala saya saat itu, aturan-aturan dalam Sastra lebih abstrak sementara dalam Bahasa aturan-aturannya lebih konkret.
Pernah ada yang ingat berapa nilai kalian saat kuliah dulu? Secara pribadi, saya hampir selalu mendapatkan nilai A untuk setiap kelas Linguistik. Semetara untuk kelas Sastra ... kalau tidak salah ingat B adalah nilai maximum yang bisa saya capai. Mungkin karena faktor ketertarikan saja, ya. Apapun yang kita sukai biasanya berdampak positif dalam pencapaiannya.
Lalu apa yang menarik dari mempelajari Bahasa & Sastra? Secara umum karya sastra itu merupakan rekaman sejarah. Karya sastra biasanya menggambarkan budaya yang berkembang di sekeliling penulis. Kejadian, setting tempat dan waktu, juga perilaku para karakter dll. dalam karya sastra seringnya adalah cerminan keadaan sekitar dari para penulisnya, yang dipengaruhi juga oleh jiwa dan pikiran mereka. Jadi, kita bisa belajar sejarah dari karya sastra dan itu menarik.
Kalian pernah merasa bersemangat saat berangkat kuliah karena ada mata kuliah yang kalian sukai? Atau pernah berada di kampus, di dalam kelas, tapi tidak merasa sedang kuliah? Rasanya cuma seperti sedang mendengarkan talkshow saja, gitu. Pernah? Saya beruntung pernah merasakannya saat kuliah, Jadi, datang ke kampus sudah seperti mau hang-out aja sama teman-teman. Senang sekali menerima materi baru dari para dosen. Tidak ada lagi rasa seperti dulu saat masih sekolah, rasanya seperti ada beban di kepala saat guru fisika -yang sangat pintar tapi tidak bisa mentransfer ilmunya pada kami- masuk kelas untuk mengajar. Ada guru seperti itu? Ada, lain waktu saya akan bercerita tentang itu. Bukan ghibah tentang gurunya, ya, tapi bahasan ilmiah tentang kemampuan mentransfer ilmu.
Jadi, apa saya menikmati kuliah di jurusan Bahasa & Sastra? Yes, absolutely. And my favorite subject is .... You guess it!
Wednesday, 30 June 2021
Cerita di balik "Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu?" | ig: @niek_2116 | Our Life Journey
Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kenapa muncul cerita itu adalah karena saya ingin mengirim foto gunung Arjuno yang saya ambil saat menaiki kereta Penataran Malang - Surabaya, tapi ingin ada cerita yang bisa jadi bahan di caption. Fyi, itu kali pertama setelah terakhir kali saya naik kereta.
Dalam benak muncul ide bagaimana jika dibuat cerita seorang kekasih yang sedang menunggu kekasihnya? "Klise!" Batin saya. Apa yang lebih tidak klise dari itu? Muncullah kalimat tanya "Kau yang menungguku atau aku yang menunggumu?" Kalimat yang terasa sedikit membingungkan buat saya.
Bisa saja diganti dengan kalimat lain yang lebih simple yang mewakili cerita seperti, "Aku Menunggumu" atau lainnya, tapi agak kurang menantang. Jadi saya putuskan judulnya tetap seperti itu.
Kenapa saling menunggu? Seharusnya ada yang menunggu dan ada yang ditunggu, seseorang yang naik kereta seharusnya ditunggu tapi kenapa dia menunggu? Nah, ini tantangannya, bagaimana bikin cerita ini menarik dan logis.
Sejujurnya di benak, saya membayangkan dua orang di jaman tahunan lalu ketika ponsel masih merupakan barang istimewa. Keduanya berjanji untuk bertemu di stasiun tapi si penjemput salah lokasi. Lucu sebetulnya, tapi saya inginnya cerita itu jadi tragis. Bagaimana caranya? Ya seperti yang kalian baca di ig saya: @rani_niek
Tragis, ya, hanya karena kekeliruan membaca pesan.
Love,
Niek
Monday, 28 December 2020
Tips Menentukan Goals 2021 | Our Life Journey
Kemarin-kemarin saya sempat kebingungan untuk menentukan goal apa aja yang perlu dicapai tahun 2021. Itu semua karena terlalu banyak yang ingin diraih, brainstorming-nya terlalu lama. ðŸ¤
Setelah membaca beberapa artikel, saya mencoba merangkuman tips untuk mempermudah menentukan goals.
Ini seperti membuat peta konsep/mindmap ketika masih sekolah dan kuliah - belasan tahun lalu. (Umur jadi ketahuan, deh ðŸ¤)
Pertama, bagi dulu goals kita dalam 5 aspek besar agar tidak ada yang terlewat. Kelima aspek itu adalah aspek Spiritual, Personal, Professional, Keuangan dan Sosial-keluarga.
Dari 5 aspek tersebut, kembangkan menjadi beberapa hal yang ingin kita raih. Misalnya dalam aspek Spiritual, apa yang ingin Manteman capai tahun depan? Ingin lebih rajin puasa sunnah? Maka tuliskan "Rajin puasa sunnah"
Setelahnya, kembangkan lagi menjadi lebih detail agar lebih mudah mengaplikasikannya. Seperti contoh tadi, puasa sunnah banyak macamnya mau yang mana dulu, nih, yang dilaksanakan?
Misalnya, puasa sunnah Ayyamul Bidh sebagai permulaan, hanya tiga hari dalam satu bulan. Ini bisa jadi awal memulai puasa sunnah lagi setelah lama sekali tidak puasa.
Jangan lupa juga sertakan detail kegiatan atau langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut.
Untuk puasa Manteman perlu tahu jam berapa harus sahur, mau makan apa saat sahur, apa yang harus disiapkan di hari sebelumnya.
Biasanya, nih, ketidak-siapan itu jadi alasan kita untuk menunda-nunda, ujung-ujungnya goal tidak tercapai. Kalau sudah disiapkan dari awal, mau alasan apa lagi coba? ðŸ¤
Alasan lupa? Nah, ini nggak boleh banget. Biasakan untuk meluangkan waktu melihat rencana yang kita buat sebelum tidur dan saat bangun pagi, setidaknya 10-15 menit.
Oh, iya ... semakin rinci goals Manteman, ditambah penyertaan langkah-langkahnya, semakin mudah dan terarah pelaksanaan goals tersebut.
Sesuaikan goals dengan kemampuan Manteman, meski jangan juga bikin target terlalu mudah yang sama persis dengan goals yang bisa kalian capai tahun ini. Dimana kaizen-nya? ðŸ¤
Apalagi, ya? Oh ... ini, nih, yang biasanya sering terjadi ... saking semangatnya ingin berubah, Manteman buat terlalu banyak goals dalam setiap aspek. Jangan!
Kenapa jangan? Udah pada tahu pasti alasannya. Pssst .... Terlalu banyak goals bisa memberi efek buruk, seperti: kepala terasa mendidih, hati bergemuruh, perut panas dan perih .... Hehehe .... 😂😂😂 Overwhelmed gitu deh ....
Ada yang pernah ngerasain hal serupa? 😅😅😅
Friday, 14 August 2020
Kecemasan, Wajar atau Tidak? | Our Life Journey
Kecemasan : Wajar atau Tidak?
Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan atau anxiety, terlebih jika tekanan yang membuat kita cemas memang begitu besar dan mempengaruhi masa depan kita. Seperti mahasiswa tingkat akhir yang cemas saat akan menghadapi sidang skripsi, karena ternyata mahasiswa tersebut meminta bantuan jasa penulisan skripsi. 🤠Bukan hasil pemikiran sendiri.
Kecemasan adalah sesuatu yang wajar jika ada penyebab yang jelas, yang membuat rasa cemas itu muncul. Namun, jika intensitasnya berlebihan, menjadi tidak terkendali dan mengganggu kegiatan sehari-hari, ini merupakan gejala Gangguan Kecemasan Umum.
Gejala Gangguan Kecemasan Umum diantaranya :
1. Rasa cemas tanpa penyebab yang jelas.
2. Memikirkan secara berlebihan solusi atas keadaan buruk yang belum tentu terjadi.
3. Mudah gelisah, tersinggung dan gugup.
4. Sulit mengambil keputusan.
5. Sulit berkonsentrasi.
Gejala fisik yang ditimbulkan oleh Gangguan Kecemasan Umum, diantaranya :
1. Kelelahan berlebih
2. Insomnia / gangguan tidur
3. Sakit kepala
4. Gemetar
5. Keringat berlebihan
6. Mual
7. Sakit perut
8. Diare yang berulang
Jika mengalami kondisi-kondisi di atas, ada baiknya mengunjungi dokter untuk penanganan yang lebih baik.
Friday, 1 May 2020
Mempersiapkan PSBB, Berikut Beberapa Barang yang Wajib Ada di Rumah
Thursday, 30 April 2020
Belajar Keterampilan Bisnis dengan Google Primer | Our Life Journey
Wednesday, 29 April 2020
6 Aplikasi Sesuai Fungsi yang Bisa Digunakan Saat Work from Home | Our Life Journey
Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kena...
-
Lelah Menahan Diri? Yuk, Kenali Akar Emosionalnya Lewat Refleksi Harian Pernah nggak sih kamu pengin beli sesuatu—baju, buku, atau makanan f...













