Thursday, 27 August 2015

New Label: I Can Relate to These! | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Kali ini saya mau launch new label yang namanya "I can relate to these!". Ceritanya sejak saya ikut tes MBTI dengan hasil INFJ, saya langsung cari tahu tentang tipe ini dan gabung ke group MBTI dan INFJ baik yang Indonesia maupun yang Internasional. Karena saya gabung di grup-grup itu jadi otomatis saya dapat feed kalau ada yang posting disana. Hampir tiap hari ada aja postingan dari para membernya yang bikin saya merasa seperti, "Waah.. Ini saya banget.. Saya juga pernah ngalami itu..". Ya, I can relate to most quotes there. Bentuknya lebih ke words picture, entahlah apa istilahnya.. Contohnya seperti gambar dibawah ini:


Begitulah.. Sebetulnya saya pingin komen di bawah postingan tersebut di grup sana tapi rasanya enggak enak aja, dan enggak mungkin juga saya cerita panjang tentang bagaimana kejadian yang membuat saya merasa relate to those words, paling saya cuma bilang, "Me too..", "Same here", atau cuma sekedar menambahkan jempol saya disitu.

Seperti quote diatas, saya memang biasanya berharap orang-orang yang bertemu saya bisa as weird as saya karena saya tahu saya memang weird. :D

Weird Love,

Cerita Sedikit: Lagu Pertama dan Terakhir Saya | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Sesuai postingan saya yang satu ini >> Tuesday Questions: What My Biggest Dream is? (Part I) | Our Life Journey, saya ada janji untuk cerita tentang saya yang 'mengaku' pernah bikin lagu.. Hahahahha.. Pingin ketawa rasanya kalo inget momen itu, tapi sekaligus nyesek karena saya gak bisa pamerin lagu itu disini..

Kejadiannya udah lama banget. Ceritanya itu lagu pertama dan terakhir yang pernah aku buat, tapi dia hilang bersama hilangnya hape blackberry saya waktu lagi liburan ke Balekambang. Bukan hilang tapi hanyut terbawa air laut.. Well, ceritanya agak creepy sih tapi gak apa lah biar saya ceritakan.

Saya sering sekali mendengar banyak suara dikepala saya, mulai dari suara teriakan sampai suara bisikan yang lembut yang saya yakini itu bukan suara siapa-siapa tapi suara saya sendiri. Entah mungkin itu suara hati saya, yang jelas saya tahu pasti itu akibat dari saya yang memang suka sekali berpikir tentang banyak hal yang saya lihat, saya dengar dan saya rasakan. Datangnyapun secara tiba-tiba dan sering, semacam saya bisa menyerap energi yang ada disekitar saya.

Entah kenapa pada hari-hari itu yang datang ke kepala saya bukan suara-suara tapi alunan musik, jarang sekali bahkan hampir tidak pernah terjadi. Maksud saya begini, sering sekali setiap saya melihat, mendengar atau merasakan sesuatu tiba-tiba di kepala saya mengalun lagu yang pernah saya dengar yang sesuai dengan keadaan saat itu.

Misalnya saya sedang lihat cowok sedang melamar ceweknya, secara tiba-tiba muncul lagu Janji Sucinya Yovie and Nuno. Semacam itulah, tapi yang kali ini bukan lagu yang pernah saya dengar, ini semacam lagu baru yang memaksa saya untuk melantunkannya dan merekamnya di hape saya. Ya.. Hape blackberry yang kecemplung air laut dan hanyut itu -,-"

Bahkan saya berusaha keras merangkai nada-nadanya. Belum sempurna karena reffrain belum ada, sampai suatu hari ketika saya sedang keluar naik motor bersama suami, hujan mulai turun. Kami terpaksa mampir ke tempat kerja suami karena memang tempat yang paling dekat untuk ikut berteduh ya tempat itu. Kami berdiri dibawah kanopi parkir yang cukup besar, hujan turun deras dan mengganggu pendengaran. Secara tiba-tiba saya mendengar lagi alunan lagu di kepala saya, disitulah saya menyempurnakan lagu dengan reffrain. Saya merekamnya ditengah hujan deras. Entahlah apa ada yang mendengar, suamipun rasanya tak mendengar karena hujan memang begitu deras mengguyur.

Sampai situ semuanya aman, lagu selesai, rekaman tersimpan di hape dan saya take this song for granted. Jadi begitu semua susunan lagu lengkap saya sama sekali tak mengulang untuk mendengarkannya atau setidaknya menyanyikannya lagi untuk direkam utuh satu lagu. Tidak sama sekali. Saat itu yang ada dipikiran saya, "Nanti kalau ada waktu aja saya dengar lagi untuk kemudian saya rekam utuh satu lagu.. Toh sudah aman, sudah saya save semua di hape ini, kalau suatu saat mau denger tinggal putar lagi. Gampang kan..".

Seandainya saya menyempatkan diri mendengar potongan-potongan lagu yang saya rekam mungkin saat ini saya masih ingat sedikit-sedikit bagaimana nadanya dan seperti apa liriknya. Mungkin juga saat ini saya bisa menunjukkan pada Good Readers dan Weirdos semua dengan merekam ulang lagu itu.

Tapi terlambat, lagu itu keburu hanyut di pantai selatan Malang. Huhuhu..

Ceritanya waktu itu kami sekeluarga dan saudara bapak dari Jakarta rekreasi ke pantai Balekambang ini.


Untuk sampai ke Pura kecil diatas karang seperti gambar diatas kami harus melewati sebuah jembatan yang lumayan panjang. Saat itu kami berdiri di jembatan untuk berfoto bersama, hape blackberry itu sedang berada di tangan saya.

Karena ada sodara yang sudah di depan mendahului kami saya memanggil mereka untuk berkumpul dan berfoto dengan melambaikan tangan, gak saya sangka Adit (adik kesayangan saya yang paling ganteng sendiri, saya total kalo muji) menyenggol tangan saya yang menyebabkan hape itu jatuh ke jembatan, karena saking kerasnya menyentuh lantai jembatan beberapa detik kemudian hape itu terpental dan nyemplung ke laut di bawah kami.

Sempat beberapa saat setelah hape itu nyemplung ada yang berinisiatif meloncat turun tapi segera dicegah karena ombak sedang besar besarnya. Entah suara siapa yang menyuruh meloncat.

Oh ya, beberapa saat sebelum kejadian itu saya melihat seseorang berpakaian hitam dan kacamata hitam dibelakang kami. Entah kenapa keberadaannya sungguh mengganggu tapi saya acuhkan.

Beberapa detik hape itu masih terlihat. Satu sapuan ombak hape masih terlihat, sapuan kedua juga masih terlihat meski hanya separuh, sapuan ketiga hape sudah tak nampak lagi.

Detik-detik tiga ombak menyapu kepala saya dipenuhi pikiran tentang kenangan-kenangan yang ada di hape itu, mulai foto-foto yang tersimpan, tulisan-tulisan saya, juga potongan-potongan rekaman lagu itu.

Shock, sedih tapi bersyukur karena gak ada yg berusaha meloncat turun untuk mengambil hape itu. Kalau ada yang meloncat mungkin orang itu sudah keseret ombak..

Nyesek tapi mau gimana lagi, saya cuma bisa meringis senyum-senyum sendiri dan menenangkan orang-orang yang pada shock juga melihat kejadian itu terutama Adit, bukannya saya yang ditenangin.


Lihat foto saya digambar atas ini, udah senyum kan? Saya memang begitu, buat saya deal with my own pain lebih mudah dan bisa diatur nanti yang penting jangan sampe orang merasa bersalah sama saya atas kejadian yang bisa jadi saya juga ikut andil didalamnya.

Begitulah ceritanya, tak ada yang bisa diselamatkan dari hape itu. Tapi it's kinda blessing in disguise, Adit merasa bersalah karena dia suspectnya. Walau saya bilang gak apa, dia berjanji bakal nambahin uang untuk beli hape baru buat saya. Dan.. Saya dapat hape baru.

Begitulah, I learned many lessons from this thing happened to me. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari berbagai hal yang datang dalam hidup bagi orang-orang yang mau berpikir.

Buat saya moral valuesnya banyak banget. Silahkan Good Readers dan Weirdos simpulkan sendiri, saya tak mau menggurui.

Love,

Tuesday, 25 August 2015

Tuesday Questions: What My Biggest Dream is (Part I) | Our Life Journey

Dear Good Readers and semua Weirdos,

Maaf ya semua, mulai posting kali ini akan saya tambah salamnya.. Jadi bukan cuma untuk good readers semua tapi juga untuk para weirdos yang merasa as weird as me or even weirdest. #Smile

Rasanya sudah puluhan Selasa yang saya lewati tanpa menjawab ratusan pertanyaan yang datang ke meja saya. Pertanyaanya bermacam-macam, tapi jelas harus saya saring dan saya pilah-pilah mana yang harus saya jawab dan tidak.

Ada beberapa pertanyaan yang benar-benar menggelitik diri saya, menggelitik karena untuk bisa bikin saya menghabiskan beberapa paragraf untuk menjawabnya. Awalnya saya pikir, enggak ah.. Gak akan saya jawab di blog ini, cukup di buku pribadi saya aja.. Takut pada bosen dan gak suka membacanya, tapi saya pikir-pikir lagi sejujurnya saya lebih suka pertanyaan semacam itu. Pertanyaan yang benar-benar membuat saya berhenti sejenak untuk berfikir, mengingat, merefleksi diri dan sejenisnya untuk menjawab satu pertanyaan saja.

Jadi saya putuskan untuk kali ini saya hanya akan menjawab satu pertanyaan, biarin dulu pertanyaan-pertanyaan lain menumpuk kita kasih makan dulu karakteristik INFJ saya satu ini. Biar lega.. :D

Pertanyaannya adalah..

"WHAT IS YOUR BIGGEST DREAM?"

Kurang dalam gimana coba pertanyaan ini, baiklah akan saya jawab.. Semoga jawaban saya bisa dipahami dan dimengerti. Oh iya, tulisan ini sepertinya akan benar-benar panjang.. Jadi buat yang gak suka baca panjang-panjang tetap boleh kok baca postingan ini, tapi hati-hati mata bisa tiba-tiba rabun.. :p

Kembali ke topik.. Jujur ini pertanyaan sulit buat saya tapi saya merasa tertantang untuk kembali mengingat mimpi-mimpi, impian-impian yang pernah saya punya dulu. Kalaupun boleh menambah satu huruf di belakang Dream akan saya rubah menjadi Dreams dan akan saya bagi dalam beberapa posting.. Haha.. Bisa jadi bahan buat memperbanyak tulisan.

Kalau dibilang IMPIAN sudah pasti dari kecil masing-masing kita punya impian, punya mimpi. Kalau saya boleh bilang mimpi adalah cita-cita.

-Sekali lagi maafin saya kalau penjelasan saya bakal panjang dan mungkin membosankan-

WHAT ARE YOUR DREAMS?

This is one of my dreams..

Saya mulai sadar  saya punya impian saat saya duduk di bangku SMP, saat itu seingat saya di sekolah baru mulai ada yang namanya guru BK, Bimbingan Konseling. Saya suka sekali mendengar penjelasan beliau tentang kepribadian, kebiasaan, kehidupan dan lain sebagainya. Dari situ saya kenal tentang psikologi dan psikolog tapi tentu hanya sebatas pengetahuan anak SMP. Enggak detail, enggak dalam.

Yang saya tahu rasanya menyenangkan bisa mendengar cerita orang-orang yang berbeda setiap harinya, tentang masalah mereka, tentang hal yang membahagiakan buat mereka, tentang kesedihan dan kekecewaan mereka, menjadi penyimpan rahasia mereka, juga mencoba merasakan apa yang dirasakan orang tersebut. Buat saya ini semacam belajar dari orang lain, tanpa harus benar-benar mengalami hal serupa. Jadi ketika kelak kita mengalami hal serupa kita punya banyak referensi jalan keluar dan akan lebih siap menghadapinya.

Saya memang pendengar yang baik, setidaknya itu yang dibilang orang-orang tentang saya. Pendengar yang diam tapi bisa menunjukkan empati yang dalam dari tatapan mata saya, ketika dibutuhkan saran saya akan dengan tulus memberikan saran, seolah-olah saya mengalaminya. Mungkin karena itu sejak dulu saya memang jadi langganan tempat curhat buat teman-teman dan sahabat. Banyak dari mereka yang mempercayakan rahasianya pada saya, sampai saya lupa rahasia apa saja itu. Beberapa masih ada yang tersimpan tapi beberapa hilang terbawa waktu. :D

Ada yang berminat menyimpan rahasianya ke saya? Guarantee.. Your secret's safe with me.. Hahaha.. Terkadang mereka-mereka ini yang jadi inspirasi nulis bagi saya. Entah berupa puisi, tulisan pendek, cerpen, quote, apa saja pokoknya tulisan. Saya memang cuma bisa nulis, gak bisa nulis lagu karena memang gak bisa main alat musik. Tapi cerita tentang bikin lagu saya ada pengalaman bikin lagu untuk pertama dan terakhir kalinya. Penasaran? Pasti nanti saya ceritakan.. :D

Kembali ke impian masa SMP saya. Mengingat menurut saya waktu itu dunia psikologi sangat menarik dan menyenangkan maka saya bercita-cita untuk menjadi psikolog atau apa saja lah yang ada hubungannya dengan psikologi. Tapi karena memang menurut Allah dunia psikologi profesional bukan takdir saya, maka disinilah saya sekarang. Masih meraba-raba tentang dunia psikologi secara teori dan ilmu.

Well, saya masih berharap suatu saat bisa belajar psikologi secara formal sehingga saya jadi bisa figure out yang selama ini hanya saya raba-raba dan saya kira-kira saja. Tapi kalau memang tak ada kesempatan untuk belajar formal setidaknya saya mulai belajar saat ini dari teman-teman di group INFJ dan sejenisnya. Saya banyak belajar dari mereka, terima kasih semua.

Saya rasa segitu dulu tulisan tentang impian saya masa SMP. Cuma segitu? Woooo tenang.. Ini baru part I masih ada part II dan part seterusnya.. Tunggu part selanjutnya ya, Good Readers & Weirdos..

Love,

Monday, 24 August 2015

Cerita Sedikit: Weird Dreams of a Weirdo | Our Life Journey

Dear Good Readers and Limited edition Weirdos,

Kali ini saya mau cerita tentang mimpi saya. Karena saya weirdo wajar donk ya kalau mimpi saya juga weird.. Haha.. Harap maklum..

Jadi gini, tadi malam itu saya mimpi aneh banget. Ada dua mimpi berbeda yang benar-benar gak nyambung. Tapi dua-duanya berjalan seperti cerita.

Mimpi yang pertama ceritanya saya dan keluarga besar sedang rekreasi ke sebuah tempat wisata, lokasinya mirip Jatim Park atau sejenisnya. Sedang asyik ngobrol sama suami dan keluarga tiba-tiba saya melihat ada sosok yang saya kenal bernama Dikta.

Ya, Pradikta Wicaksono yang vokalisnya Yovie Nuno itu. Saya langsung mendekat sambil bilang kalau saya mau minta foto bareng dan dia memperbolehkan. Perlu dicatat dimimpi itu saya gak ganjen kayak abg yang lagi ketemu idolanya ya. Kemudian saya panggil semua keluarga saya dan kami foto-foto bareng Dikta. Akhirnya dimimpi itu Dikta jadi ikut jalan bareng kami semua dan berfoto-foto bareng.

Sampai akhirnya dipintu keluar saya meminta foto berdua saja dengan Dikta menggunakan kamera hape saya, "untuk koleksi pribadi saya", saya bilang begitu. Tapi entah kenapa dia menolak karena lebih enak foto bareng-bareng aja, dan saya setuju.

Mimpi yang pertama ini berakhir disitu bersamaan dengan hasrat ingin pipis yang menggelora. Lalu setelah dari kamar mandi saya kembali terlelap, kali ini mimpi kedua dimulai.

Entah kenapa saya berada di kantor polisi dan seperti telah selesai melakukan tes masuk. Saya lulus tes pertama yaitu tes tulis.

Seorang pak polisi memberi selamat dan mengatakan bahwa ada tes kedua keesokan harinya. Saya heran aja saya kan pendek, harusnya qualifikasi awal saja gak lulus tapi ini lulus bahkan ikut tes tulis. Kalau kata pak polisi tadi saya hanya akan ditugaskan di dalam bukan di lapangan.

Lalu entah kenapa saat itu saya keluar sejenak, saya lihat diri saya sedang pakai pakaian rapi tapi dengan sepatu hak tinggi yang berbeda warna, merah dan hitam. Akhirnya saya memilih sepatu merah dengan hak yang cukup tinggi.

Kemudian ketika masuk kembali ke dalam kantor pak polisi berpesan kalau besok adalah tes fisik, saya diminta memakai pakaian karate tapi menurutnya saya harus memakai banner putih polos yang diikatkan ke pinggang seperti memakai sarung untuk menambah panjang baju yang mungkin tak menutup sempurna ke bagian bawah tubuh yang masih merupakan aurat mengingat saya memakai hijab.

Saya mengiyakan dan bertanya tes fisik seperti apa yang akan saya lalui, beliau mengatakan kalau paling-paling hanya lari dengan jarak yang tak begitu jauh.

Kemudian saya dengar ada ribut-ribut tentang penerimaan ini, katanya banyak yang komplain. Lalu ada yang bilang, "Ya sudah, kita ulangi saja prosesnya".

Sadar hal itu saya jadi kebingungan, "Gmn dg penerimaan saya?" Lagi-lagi pak polisi tadi muncul dan berkata, "Okay kita ulang, tapi khusus yg hari ini jangan", ucapnya. Semua mengiyakan yang berarti saya tetap lolos.

Entahlah... Akhirny saya tersadar dari mimpi.. Mimpi yang benar-benar aneh..

Weird Love,

Sunday, 23 August 2015

Cerita Sedikit: Hidup Tanpa Suara | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Ijinkan saya cerita tentang hal yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saya merasa tertohok begitu dalam ketika seseorang masuk ke toko kami. Sebenarnya saya sering lihat dia dan tak asing. "Eh eh eh eh..", ujarnya. Tak ada suara, hanya seperti erangan tapi bukan marah. Bibirnya seperti komat kamit. Saya berusaha dengan seksama memperhatikan bibirnya untuk menebak apa yang diucapkannya.

Ya dia memiliki kekurangan, telinganya tak bisa mendengar, itu yang membuatnya juga kesulitan dalam berbicara. Ternyata saya pahami dia hendak membeli pulsa, saya carikan secarik kertas dan sebuah pena. Lalu saya lihat lagi dia berujar, "eh eh eh..?", sambil tangannya menunjukan angka 5 dan bibirnya komat kamit yang saya pahami dia hendak membeli pulsa 5rb.

Setelah selesai menulis nomor hapenya tangannya kembali menunjukkan jari-jarinya, kali ini dia mengangkat 6 jarinya, kemudian lima jarinya dan dua kali menunjukkan angka nol. Saya pahami dia paham harganya 6.500,- saya-iya-kan dengan mengatakan "iya", lalu dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Terlihat beberapa lembar uang kertas dan sebuah kantong plastik yang berisi recehan. Lalu dia mengeluarkan uang 6rb yang terdiri dari lembaran dan recehan.

Saya tunggu beberapa detik dia tampak kembali bertanya seolah mengatakan, "pulsaku kok belum diproses", karena sedari tadi aku tetap didepannya mengira dia sedang mengeluarkan kekurangan 500 rupiah, sampai akhirnya dia mengulang tangannya menunjukkan angka lima dan dua buah nol. "Ya..", jawab saya. Ternyata dia sedikit kurang paham maksud saya. Lalu saya melangkah menuju laptop untuk memproses.

Seperti biasa selama perjalanan ke laptop yang cuma beberapa langkah pikiran saya melayang. Bagaimana rasanya hidup seperti orang ini? Hidup tanpa suara.. Sunyi, senyap, tak terdengar apapun. Tiba-tiba mata saya terasa panas, hati terasa teriris, entahlah.. Selalu seperti itu..

Sejurus kemudian muncul perasaan betapa kurang bersyukurnya saya atas semua kebaikan dan kelebihan yang Allah berikan kepada saya. Saya harusnya bersyukur masih bisa mendengar dan berbicara dengan baik sehingga orang lain mengerti. Dan saya tak harus.. Hidup Tanpa Suara..

Weird Love,

Cerita Sedikit: Mas Ganteng Saya dan Komputer Murahnya

Dear Good Readers and Weirdos,

Kali ini saya mau cerita tentang suami. Bukan LeQue namanya kalau gak lucu dan bikin ketawa (LeQue adalah panggilan sayang saya ke suami sebelum nikah yang masih kebawa sampai sekarang).

Jadi gini ceritanya, kemarin malam mas ganteng itu sedang pakai kaos kaki mau berangkat kerja. Tiba-tiba dia cerita tentang obrolan dia dan temannya suatu hari.

"Il, ada komputer murah mau gak?", tanya mas ganteng dengan suara normal, khas dia kalau lagi ngobrol serius. Oh iya, nama temannya mas ganteng adalah pak Mail. Temannya yang melihat peluang dapat ceperan dan melihat betapa seriusnya cara mas ganteng berbicara langsung menjawab,

"Mau, mau. Nanti aku hubungi Hari biar dibeli sama dia terus dilempar lagi". Hari itu nama temannya pak Mail.

Saya yang mendengarkan cerita mas ganteng kemudian membayangkan kejadian itu dan mencoba menerka apa yang selanjutnya dikatakan mas ganteng pada temannya. Kemungkinan bisa, 'Ya ambil aja di toko orang', atau 'komputer rusak', atau bisa juga 'komputer mainan'.

Saya masih sibuk dengan apa kemungkinan jawaban lucu yang keluar dari mulut mas ganteng, lalu mas ganteng meneruskan ceritanya sambil duduk dan mengangkat satu kakinya.

"Ini, Il, komputer murah", sambil menunjuk bagian telapak dikaos kakinya yang  bertuliskan KOMPUTER.

Weird Love,

Monday, 17 August 2015

Auto-biography Saya: It's Story about Nirmala (Again) | Our Life Journey

Dear Good Readers,

Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga pergi ke sebuah tempat wisata, it's called Sumber Maron (tentang tempat wisata ini mungkin lain waktu saya ceritakan). On our way there entah kenapa tiba-tiba kami membahas tentang Nirmala, sebuah nama yang dulu sempat hendak disematkan pada saya. Ceritanya sempat saya bahas di postingan ini >> Auto-biography Saya: It was Nirmala #wink-wink

Saya tak pernah tahu kenapa bapak pingin memberi nama itu pada saya, sampai hari itu. Ternyata alasan dibalik keinginan memberi nama Nirmala pada saya adalah..

"Sebenar sederhana sekali mikirnya.. Nir itu kan artinya tidak, Mala itu artinya bahaya. Jadi Nirmala itu artinya tidak ada bahaya, bisa juga diartikan jauh dari bahaya..", begitu jelas bapak.

Memang sederhana sih, tapi maknanya dalam juga ya.. :) Semoga walaupun tak menyandang nama itu saya selalu dijauhkan dari mara bahaya.. Aamiin..

Jadi ternyata itulah misteri nama Nirmala selama ini.. #SayaJadiTahu

Weird love,

Thursday, 13 August 2015

Kontemplasi Seorang Weirdo Introvert Nerd :) | Our Life Journey

Dear Good Readers,

Akhir-akhir ini lagi banyak yang harus saya pikirkan sampe nulis di blog ini aja jarang, herannya ide buat nulis panjang juga buntu banget. Sepertinya kehabisan batre. Butuh recharge. Tapi kalo untuk nulis tulisan pendek-pendek sejenis puisi, masih mengalir lancar.. Cuma belum masuk blog aja yang baru-baru..

Oiya, sekedar info saya ada bikin blog khusus buat ngumpulin puisi-puisi yang pernah saya tulis. Ini linknya >> "Kumpulan Puisi Rani | Niek's Project". Ini bakal jadi project seumur hidup sepertinya. Semoga masih terus diberikan ide oleh Sang Pencipta jadi puisi-puisi yang saya bikin bisa ngena di hati Good Readers..

Saat ini saya lagi dalam fase memulai kontemplasi, bukan kontemplasi yang bener-bener hening dan gak melakukan apapun. Kontemplasi pikiran. Sedang berusaha menjauhkan diri dari pikiran-pikiran miring, yang enggak jelas dan enggak membangun. Tapi emang agak susah sih. Oops, ralat.. Bukan cuma 'agak' susah tapi pake banget. Susah banget.

Banyak penggoda yang datang, yang seolah menggelitik kekuatan analysis untuk terus saja mengumpulkan dan analisa data yang kemudian akan berakhir pada kesimpulan. #NgomongApaSih. Kadang juga suka pingin ketawa kalo udah liat kondisi yang mirip baget sama pertanyaan, "Mana yang duluan, ayam apa telur?" juga pertanyaan seperti, "Jahat mana orang jahat apa orang yang menganggap orang lain jahat?", apa pula itu.. Juga pertanyaan seperti, "Saya ini korban apa pelaku sih sebenarnya?", juga seperti, "Saya ini sebab apa akibat?" Entahlah..

Tulisan saya makin ngelanturkan, Good Reader? That is me.. Weirdo! But really, I love to have that name as my middle name.. Weirdo! Terserah apapun yang orang bilang tentang nama itu saya suka..

Seorang Weirdo yang sedang Kontemplasi..

Segitu dulu ceritanya ya, Good Readers.. Salam buat semua Weirdos di seluruh dunia..

Weird Love,

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...