Sunday, 9 February 2020

Quotes Saya: Kau Beruntung | Our Life Journey

Tak semua orang seberuntung kau, yang kubiarkan mendengar suara dan semua ideku. Ya, kurasa cuma kau satu-satunya yang kuberi ijin memasuki tahap itu. Saling berbagi pendapat, pengalaman, isi otak, juga isi hati -kurasa begitu. Tapi sampai situ kau belum paham juga alasanku.

Luka di Hati Luna

Sunday, 2 February 2020

Quotes Saya: Kau Tahu? | Our Life Journey

Kau tahu? Jodoh itu takdir. Bukan sesuatu yang bisa kau kendalikan atau sesuatu yang ... bisa kau reka, seperti tumpukan tulisan yang kau buat.

Sunday, 26 January 2020

Quotes Saya: Pahit Memang | Our Life Journey

"Pahit memang, tapi selalu ada sedikit manis yang terselip dalam setiap getirnya."⠀
Iya, yang penting jan sampe lupa kasih gula dan kecap manis ....

Sunday, 19 January 2020

Quotes Saya: Tak Mengalami | Our Life Journey

"Yang tak mengalami tak benar-benar tahu bagaimana rasanya ...."⠀
Ya emang, makanya rasain ....⠀
~Eh

Sunday, 12 January 2020

Quotes Saya: Rasa Bukanlah | Our Life Journey

"Rasa bukanlah secangkir teh hangat, yang sewaktu waktu beranjak dingin"⠀

Iya, makanya jan maen2 sama perasaan ....

Sunday, 5 January 2020

Quotes Saya: Bikin Janji | Our Life Journey

"Bikin teh itu kayak bikin janji. Jangan terlalu manis!"

Iya, jangan terlalu manis ... ntar akhirnya jadi asyeeem kayak ... kayak apa, ya?

Sunday, 29 December 2019

Quotes Saya: Perbuatan Baik | Our Life Journey

"Perbuatan baik tak selamanya dianggap baik, terkadang malah menyisakan luka mendalam di relung hati. Membawa kita pada situasi sulit yang tak pernah terbayangkan sebelumnya."

Saturday, 28 December 2019

New Label: Quote Saya | Our Life Journey

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh ....

Inginnya nulis, "Postingan baru setelah lama vakum ... blah ... blah ... blah ...." Tapi, kok, sepertinya cliche karena hampir semua postingan saya diawali dengan kalimat sejenis, jadi ... tidak usah saja, ya, Gaes ....

Kali ini saya mau memberi kabar bahwa akan ada label baru di blog ini, saya berharap bisa konsisten saya tulis, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang hanya berisi satu atau dua postingan.

InsyaAllah label yang kali ini bisa sampai sepuluh postingan bahkan lebih, sebab saya suka tema yang akan saya bahas di label ini. Labelnya bernama 'Quotes Saya', isinya tentang quotes dan potongan-potongan kalimat yang saya ambil dari tulisan-tulisan --baik cerpen maupun calon novel-- yang pernah saya kerjakan.

Semoga isinya bisa menginspirasi dan membawa manfaat bagi kita, aamiin ....

Wassalam

Tuesday, 19 November 2019

Pengalaman Menulis Saya: Tulisan Bertema Pelakor

"Menulislah, tulis dengan hatimu, seperti apapun respon orang ... terima dengan hati lapang sepanjang yang kau tulis ada sesuatu yang positif." ~ Niek

Keinginan menulis yang menggebu-gebu membuat saya bergabung dengan sebuah komunitas menulis di Facebook, tempat banyak orang belajar menulis.

Mencoba membaca tulisan-tulisan yang seliweran dan mempelajari komentar-komentar yang memiliki unsur informasi kepenulisan di dalamnya, bukan yang hanya asal komentar saja.

Beberapa kali mengirimkan tulisan tak satupun tembus like dan komen tinggi, hanya beberapa belas orang yang muncul. Mungkin karena tulisan saya memang masih acakadut.

Entah kenapa ada keinginan untuk menulis tentang kisah hidup seorang wanita yang dituduh merebut suami orang, lalu menulislah saya. Melihatnya dari sudut pandang sang wanita yang disudutkan orang banyak.

Mantan Istri Suamiku, itulah judul yang saya sematkan pada tulisan itu. Mulai muncul perbincangan, komentar dan like. Jumlahnya fantastis buat saya, tulisan itu tembus 400 sekian like.

Banyak yang menyamakan kisahnya dengan seorang pesohor negeri ini, saya akui memang dari situ inspirasinya. Namun saya membuatnya dari sudut pandang orang yang selama ini dipersalahkan.

Ternyata pasar memang menyukai cerita semacam itu, meski mayoritas yang muncul dalam kolom komentar adalah hujatan terhadap tokoh wanita.

Apa yang terjadi kemudian? Saya tak melanjutkan menulis cerita sejenis, karena memang tak ada niatan. Setidaknya saya pernah mencoba melakukannya dan ternyata memang begitulah selera pasar.

Love,
Niek

Tuesday, 26 February 2019

Cerita Sedikit: Sebelum Maret Tiba | Our Life Journey

Banyak yang terlewatkan yang tak sempat saya tulis di blog ini, mungkin karena begitu menikmati hidup sampai-sampai saya lupa membuat postingan baru, bahkan saya sedikit bingung harus memulainya dari mana.

Postingan sebelumnya tertanggal 6 Desember 2018, jadi mungkin selanjutnya akan saya usahakan bercerita secara runut dari sehari setelah tanggal tertera, malam pergantian tahun, hingga hari ini yang menginjak akhir Februari. Tak terasa sudah tanggal 25 yang berarti 4 hari lagi bulan baru datang.

Mulailah dengan bulan Desember!

Biar saya ingat-ingat, bulan Desember sepertinya bulan dimana saya mulai gandrung-gandrungnya lagi di dunia menulis,  dimulai dari membaca sebuah fiksi yang di share seorang teman dari sebuah grup kepenulisan, saya seperti terpacu untuk 'belajar menulis'.

Bukannya selama ini sudah sering menulis?

Ya, menulis konten blog, puisi, fiksi, tapi itu semua hanya sekedar hobi menulis tanpa rambu-rambu yang baik dan benar. Berbekal mata kuliah jaman mahasiswa dulu yang kebetulan juga jurusan sastra --yang sudah lama terkubur, karenanya ini semacam de Javu, seperti berusaha merangkai lagi puzzle-puzzle yang dulu saya biarkan berserakan.

Lalu malam tahun baru?

Tentang malam pergantian tahun, tak ada yang berkesan, hanya tidur setahun karena memang ada anjuran tak keluar rumah di malam itu dari para da'i. Merayakannya bukan ajaran Islam maka sebaiknya saya tinggalkan. No offense ya, Good Readers ... sungguh, ini hanya menceritakan apa yang saya lalui dan saya yakini.

Bulan Januari?

Sama, di bulan ini semangat menulis masih menggelora seperti kobaran api menjilati bola takraw dari kelapa. Bulan ini saya mengikuti kegiatan 5 hari menulis yang diselenggarakan oleh komunitas Partai Literasi Indonesia (PLI).

Februari?

Bulan ini juga masih tentang menulis, menulis dan menulis. Namun intensitasnya  sudah mulai menurun, meski sampai saat ini pun saya masih terus belajar menulis.

Love,
Niek

Friday, 7 December 2018

Saya dan Puisi: Bukankah Hidup Memang Tentang Berusaha? | Our Life Journey

Bukankah Hidup Memang Tentang Berusaha?

Sekilas memang tampak tak tahu malu
Terlebih bagi mereka yang hanya melihatnya dari permukaan
Terlebih bagi mereka yang mudah menyepelekan
Terlebih bagi mereka yang tahunya instan

Berkali-kali berusaha mendekat tetapi masih juga gagal
Berkali-kali mencoba tetapi tetap belum membuahkan hasil
Pun berkali-kali mengerahkan jiwa Dan raga tetap belum juga tercapai

Tapi bukankah hidup memang tentang berusaha??
Berjuang mengejar asa dengan segala kekuatan
Berjuang mengejar mimpi yang kadang memang hilang timbul ketika lelah menyapa
Berjuang untuk tetap berjuang Dan Tak putus harap ketika semesta belum juga memihak

Sekilas memang tampak tak tahu malu
Terlebih lagi bagi mereka yang suka menghancurkan harapan Dan mematahkan impian
Menenggelamkan asa dalam tumpuk jerami Tak bertuan

Tapi semua takkan mempengaruhi kami
Takkan menggoyahkan tekad kami
Takkan mengendorkan semangat kami
Seribu Kali kalian jatuhkan kami
Seribu satu Kali kami bangkit lagi
Kami hanya perlu berpeluh Dan mengirim cahaya ke langit
Kemudian membiarkan tangan Sang Maha Kuasa bertindak
Itu saja..

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...