Sunday, 16 February 2020
Sunday, 9 February 2020
Quotes Saya: Kau Beruntung | Our Life Journey
Sunday, 2 February 2020
Quotes Saya: Kau Tahu? | Our Life Journey
Sunday, 26 January 2020
Quotes Saya: Pahit Memang | Our Life Journey
Sunday, 19 January 2020
Quotes Saya: Tak Mengalami | Our Life Journey
Sunday, 12 January 2020
Quotes Saya: Rasa Bukanlah | Our Life Journey
Sunday, 5 January 2020
Quotes Saya: Bikin Janji | Our Life Journey
Sunday, 29 December 2019
Quotes Saya: Perbuatan Baik | Our Life Journey
Saturday, 28 December 2019
New Label: Quote Saya | Our Life Journey
Tuesday, 19 November 2019
Pengalaman Menulis Saya: Tulisan Bertema Pelakor
Niek
Tuesday, 26 February 2019
Cerita Sedikit: Sebelum Maret Tiba | Our Life Journey
Banyak yang terlewatkan yang tak sempat saya tulis di blog ini, mungkin karena begitu menikmati hidup sampai-sampai saya lupa membuat postingan baru, bahkan saya sedikit bingung harus memulainya dari mana.
Postingan sebelumnya tertanggal 6 Desember 2018, jadi mungkin selanjutnya akan saya usahakan bercerita secara runut dari sehari setelah tanggal tertera, malam pergantian tahun, hingga hari ini yang menginjak akhir Februari. Tak terasa sudah tanggal 25 yang berarti 4 hari lagi bulan baru datang.
Mulailah dengan bulan Desember!
Biar saya ingat-ingat, bulan Desember sepertinya bulan dimana saya mulai gandrung-gandrungnya lagi di dunia menulis, dimulai dari membaca sebuah fiksi yang di share seorang teman dari sebuah grup kepenulisan, saya seperti terpacu untuk 'belajar menulis'.
Bukannya selama ini sudah sering menulis?
Ya, menulis konten blog, puisi, fiksi, tapi itu semua hanya sekedar hobi menulis tanpa rambu-rambu yang baik dan benar. Berbekal mata kuliah jaman mahasiswa dulu yang kebetulan juga jurusan sastra --yang sudah lama terkubur, karenanya ini semacam de Javu, seperti berusaha merangkai lagi puzzle-puzzle yang dulu saya biarkan berserakan.
Lalu malam tahun baru?
Tentang malam pergantian tahun, tak ada yang berkesan, hanya tidur setahun karena memang ada anjuran tak keluar rumah di malam itu dari para da'i. Merayakannya bukan ajaran Islam maka sebaiknya saya tinggalkan. No offense ya, Good Readers ... sungguh, ini hanya menceritakan apa yang saya lalui dan saya yakini.
Bulan Januari?
Sama, di bulan ini semangat menulis masih menggelora seperti kobaran api menjilati bola takraw dari kelapa. Bulan ini saya mengikuti kegiatan 5 hari menulis yang diselenggarakan oleh komunitas Partai Literasi Indonesia (PLI).
Februari?
Bulan ini juga masih tentang menulis, menulis dan menulis. Namun intensitasnya sudah mulai menurun, meski sampai saat ini pun saya masih terus belajar menulis.
Love,
Niek
Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kena...
-
Lelah Menahan Diri? Yuk, Kenali Akar Emosionalnya Lewat Refleksi Harian Pernah nggak sih kamu pengin beli sesuatu—baju, buku, atau makanan f...