Monday, 30 November 2015

Saya dan Cerita: Antara Kamu dan Sahabatku - Part II

Saya dan Cerita: Antara Kamu dan Sahabatku - Part I

Pada bagian 1 diceritakan tentang seorang gadis yang bernama Kila yang tengah berjalan menuju tempat kursusan Bahasa Inggrisnya. Setiap kali berangkat Kila harus melewati sebuah cafe dan setiap melewatinya Kila selalu tertunduk dan mempercepat langkah karena sering sekali digoda oleh para pegawai dari dalam dapur cafe. Di tempat kursus dia bertemu Icha yang datang lebih awal, tidak seperti biasanya. Saat pelajaran sudah dimulai terdengar seseorang mengetuk pintu dan muncullah Ernest, salah satu murid yang memang rajin datang terlambat. Saat miss Mila menanyakan alasannya Ernest menjawab seperti biasa dengan santai. Tak berapa lama pintu diketuk lagi dan muncullah Fedy, anak rajin dan pintar yang entah kenapa hari ini datang terlambat, dan miss Mila hanya mempersilahkannya duduk. Ernest bertanya tidakkah miss Mila ingin menanyakan alasan keterlambatan Fedy, dan miss Mila hanya menjawab bahwa jawabannya pasti akan sama seperti jawaban Ernest.

Saya dan Cerita: Antara Kamu dan Sahabatku - Part II

"Kila.. Kila..", seseorang membuyarkan pikiran Kila dari khayalannya.

"Iya, Nest. Ada apa?", jawab Kila sedikit terkejut.

"Diih, masih sore gini ngayal.. Ntar kesambet loh..", ucap Ernest dengan wajah sedikit serius.

"Apaan sih, Nest.. Orang lagi konsentrasi juga..", ucap Kila ngeles.

"Konsentrasi sampe melongo gitu.. Tuuh mulut kebuka.. Nganga..", Ernest menunjuk ke arah mulut Kila.

"Emang iya?", Kila penasaran apa memang selama itu khayalan dia sampai mulutnya terbuka sendiri tanpa dia sadari. Ernest hanya mengangguk. "Bentar deh, kamu tadi mau bilang apa sama aku?"

"Hah? Kapan?", sekarang Ernest yang bingung. Lupa mau bicara apa dengan Kila.

"Duuh.. Itu tadi manggil-manggil aku kenapa?"

"Lupa ah, La.. Kamu sih.."

"Dasar Ernest..!", ucap Kila sambil pelan memukul punggung Ernest yang duduk di depannya. Kali ini suara Kila nyaris besar dan sayangnya terdengar oleh miss Mila.

"Kila.. Ernest.. What's wrong?", tanya miss Mila, diikuti tatapan dari seluruh penjuru kelas tidak terkecuali Fedy yang sedang membantu miss Mila menjelaskan materi kursus di depan kelas.

"Nothing, Miss.. Sorry..", ucap Kila sambil tertunduk.

"Kila is day dreaming, Miss Mil..", tambah Ernest.

"Iya, Miss.. Day dreaming of someone..", lanjut Icha.

"Icha..", ucap Kila lirih sambil menahan senyum dan memelototkan mata tanda Kila tidak ingin ada yang tahu.
Kelas menjadi semakin riuh yang membuat miss Mila meminta murid-muridnya diam sejenak dan meminta Fedy kembali ke bangkunya.

*
Di kamarnya Kila hanya senyum-senyum sendiri mengingat kejadian di tempat kursus tadi. Mata teduh itu sempat beberapa detik menatapnya dengan sangat dalam. Kila tidak yakin kenapa dia memikirkan tatapan itu tapi yang jelas tatapan mata itu membuat hatinya berdegub cepat. Ya, Kila selalu begitu setiap kali beradu mata dengan cowok itu.

*
Di kantin kursusan.

"Duuh, La.. Semempesona itu kah cowok itu sampe bisa bikin orang kayak kamu kehilangan konsentrasi?", tanya Icha saat waktu istirahat tiba.

"Apaan sih, Cha..", Kila mengelak.

"Udah deh.. Kelihatan kok dari tatapan mata kamu, La..", jawab Icha sedikit mendesak. Kila cuma bisa tersenyum.

"Cha, Kila ngelamun lagi?", tiba-tiba datang suara yang akrab sekali ditelinga mereka. Kila cuma mengernyitkan dahi dan mengangkat hidungnya. "Ngelamunin siapa, La?"

"Mau tau aja..", jawab Kila.

"Ya mau tau donk..", Ernest menjawab dengan santai. "Gak boleh?"

"Diiih Ernest raja kepo..", jawab Icha. "Penting gitu, Nest?", jawab Icha. Ernest cuma diam sambil senyum-senyum.

"Senyummu itu lho, mengandung sesuatu..", kata Kila. Mendengar ucapan Kila seketika Ernest tertegun menatap dalam ke mata Kila. Menyadari kebisuan Ernest, Kila menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kedua tangannya seolah bertanya, 'Ada apa? Kok diem?'

"Ya ampuuun.. Aku lupa kalo abis istirahat harus ngumpulin tugas..", Ernest berbohong untuk mengalihkan pembicaraan dan kemudian berlalu dari hadapan kedua gadis itu.

"Sadar nggak sih, La. Akhir-akhir ini Ernest sering aneh kayak gitu?", ucap Icha setelah Ernest berlalu.

"Iya ya, Cha. Sering lupaan. Padahal dulu punya ingatan dasyat banget ya..", jawab kila membenarkan ucapan Icha.

"Kamu nggak sensitif kayaknya, La..", sekarang gantian Kila yang dibuat bingung sama Icha.

"Maksudnya?"

"Besok aja deh aku ceritain. Besokkan libur. Kamu kayaknya lagi lemot hari ini", kata Icha sambil menarik tangan Kila dan berjalan menuju kelas.

*
Keesokan harinya..

"Halo, Kila.. Jadi ketemuan dimana?", tanya Icha ditelpon. Kila diam beberapa saat lupa kalau kemarin Icha mengajaknya bertemu.

"Hah? Ketemuan?", jawab Kila kaget sebelum akhirnya teringat kemarin. "Oooh.. Iya ketemuan.." , jawab Kila, "Ehm.. Dirumah aku?"

"Diih Kila.."

"Dimana donk?"

"Cafe deket tempat kursus gimana?"

"Hah?"

"Kenapa?"

"Cafe, Cha?"

"Iya.. Apa di taman kota? Kamu mau obrolan kita dikuping bapak-bapak jualan siomay kayak biasanya? Terus dia ikut nimbrung dan akhirnya malah kita yang dengerin cerita dia?"

"Ya.. Enggak sih.. Emang mau ngobrolin apaan, Cha?", jawab Kila polos.

"Udah deh, aku tunggu. Berangkat sekarang gih.."

"Tapi-", terlambat telpon keburu ditutup.

*
Kila sampai di depan cafe, Kila sedikit ragu untuk menyeberang dan masuk sendiri ke dalam cafe jadi kemudian dia memutuskan untuk menelpon Icha.

"Masuk aja, La.. Aku udah di dalem.."

"Tapi-", telpon sudah ditutup.

Dengan perasaan penuh kegalauan Kila menyeberang dan berjalan menuju cafe. Pandangannya hanya lurus ke depan kearah pintu masuk. Takut kejadian digoda para pegawai di dapur terulang, Kila kemudian mempercepat langkahnya. Tapi sepertinya tidak satupun pegawai menyadari keberadaannya sebab mereka semua sedang sibuk menyiapkan pesanan.

Akhirnya Kila menemukan Icha yang sedang melambaikan tangannya kearahnya.

"Duduk, La..", Icha menunjuk kursi disebelahnya. "Mau makan apa?"

"Minum aja lah, Cha.."

"Diih.. Nggak asyik nih.. Orang aku udah pesen makan.. Masa makan sendiri?"

"Ya udah samain aja sama kamu..", jawab Kila

Icha memanggil pegawai cafe dan memesan menu yang sama seperti yang dipesannya tadi.

"Kamu gak nyaman ya, La..", ucap Icha yang melihat tingkah Kila tidak seperti biasanya.

"Iya nih, Cha.. Aku mana pernah ke cafe..", bisik Kila.

"Diih.. Cafe ini beda sama cafe dugem, La.. Ini semi restoran cuma yang dateng banyakan anak muda daripada keluarga", jelas Icha.

"Iya, sih..", jawab Kila. "Btw, mau ngomongin apa?"

"Ernest.."

"Ada apa sama Ernest?"

"Kila iiiih.. Makhluk paling gak peka.."

"Beneran deh.. Nggak ngerti aku.."

"Kila, my dear.. Inget keanehan Ernest di kantin kemaren?", Kila mengangguk. "Inget juga keanehan Ernest seminggu yang lalu pas tiba-tiba jadi ikut ke acara charity Yovie Nuno di panti asuhan Melati Bunda?", Icha berhenti sejenak. "Nah.. Itu setelah apa coba? Setelah kamu minta dia ikut kan..? Padahal awalnya beneran gak bisa ikutkan"

"Iya sih.. Katanya mau anter adiknya kursus dance.."

"Nah.. Tuuh.. Udah mulai peka?"

"Bentar deh.. Hubungannya apa yang di kantin kemaren sama charity itu?"

"Diiih.. Masih aja gak peka..", Icha menggerutu.

"Permisi.. Pesanannya..", tiba-tiba seorang pegawai cafe membubarkan obrolan mereka.

Keduanya menengok ke arah pemuda itu kemudian mereka terkejut.

"Fedy..?", ucap Icha lirih.

"Iya, Cha..", tak sengaja Icha mengalihkan pandangannya ke arah Kila yang sedang menatap dalam sosok Fedy. "Aku kerja disini kalo lagi libur.."

"Aku tinggal dulu, Cha.. Kila..", ucap Fedy usai meletakkan pesanan di atas meja kemudian berlalu.

*
"La, tau berapa lama kamu natap Fedy tadi?", tanya Icha setengah memaksa.

"Hhhm..", jawab Kila sambil menggeleng.

"Lebih dari 15 detik", Kila cuma tersenyum mendengar ucapan Icha. "Yang aneh sekarang kamu, La.."

"Apaan sih, Cha..", Icha tersenyum kecut. "Eh iya, gimana tadi Ernest? Hubungannya apa charity sama pas di kantin sekolah kemarin..", jawab Kila mengalihkan pembicaraan.

"Kamu suka sama Fedy?", pertanyaan Icha membuat Kila kaget tidak menjawab apa-apa tapi senyumnya mengisyaratkan sesuatu.

"Soal Ernest tadi gimana, Cha?", tanya Kila.

"Jujur deh, La.. Kamu suka kan sama Fedy?", desak Icha.

Kila cuma tersenyum.

*
Icha duduk sendirian di balkon kamarnya. Ia teringat tatapan Kila pada Fedy yang begitu dalam yang membuat dadanya sedikit sesak. Apa yang dia takutkan terjadi. Pesona Fedy sampai di hati Kila.

"Kila suka Fedy", desahnya pelan.

***

Friday, 27 November 2015

Cerita Sedikit: Tulisan yang Terbengkalai | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Setelah saya ingat-ingat kembali ternyata banyak bahan-bahan tulisan yang pernah saya janjikan buat ditulis di blog ini tapi belum sempat terlaksana, jadi daripada makin lupa nih ya, mending saya catat sekalian disini dalam bentuk list, biar bisa jadi pengingat saya.

Seingat saya ada delapan postingan yang saya janjikan akan saya tulis. Ini daftarnya dari yang paling baru sampai yang paling lama:

1. Cara mengembangkan Se inferior
2. Review tentang Stairway to Heaven, Marrying the Mafia, Cain and Abel, Gu Family Book, The King 2 Hearts, Oh My Ghostess, Coffee Prince
3. Pendapat tentang poligami
4. Label "I can Relate to This" yang masih kosong
5. What my biggest dreams are
6. Bahasan tentang INFJ and ESTP
7. Kupas tuntas INFJ
8. Cerita Antara Kamu dan Sahabatku

Entahlah yang mana dulu yang akan saya bahas, mungkin dari yang paling lama sampai yang paling baru.. Semoga satu persatu bisa saya selesaikan sebelum ide-ide lain menumpuk lagi.

Weird Love,

Thursday, 26 November 2015

Rak Kaset Saya: OST The King 2 Hearts

Dear Good Readers and Weirdos,

Barusan baca lagi tulisan-tulisan yang ada di blog ini.. Baru tersadar kalau saya punya label yang namanya "Rak Kaset Saya" yang isinya tentang lagu-lagu yang lagi sering saya dengarkan dan terakhir posting itu bulan Mei yang lalu tentang lagu Yovie and Nuno.. Wooow.. Lama banget.. Padahal lagu-lagu yang saya dengar sudah berkali-kali ganti, maklum hobi saya memang nyanyi..

Okay, saya akan ceritakan tentang lagu yang sedang sering saya dengar dan nyanyikan akhir-akhir ini. Kalau kalian mengikuti isi blog saya ini kalian akan menemukan post tentang Drama Korea ini linknya Ini Menurut Saya: Drama Korea | Our Life Journey, nah, karena tontonan saya drama Korea yang jadul otomatis lagu yang terngiang di telinga saya ya lagu drama Korea yang jadul itu. Kenapa lagu jadul bukan yang baru? Karena saya suka drama Korea yang jadul. Kenapa? Bisa ketemu jawabannya di link tentang drama Korea yang saya berikankan tadi..

Ada dua lagu dari satu drama yang ceritanya nancep banget di kepala saya, dua pemerannya juga lagi nancep banget diingatan. Drama ini bergenre action dan tetap romansa, tentang kerajaan di Korea Selatan. Yup, The King 2 Hearts. Dua Original Sound Track (OST) nya bikin saya bela-belain menghapal romanisasi korea yang tulisan dan pengucapannya sedikit berbeda.. Haaaaah.. Demi..

Yang pertama adalah Missing You Like Crazy yang dinyanyikan oleh Taeyeon nya Girls' Generation. Saya suka musik dan liriknya, ceritanya tentang seseorang yang merasa bertepuk sebelah tangan karena dia sendiri yang merindu tanpa balasan. Ini videonya..


Buat yang pingin tahu liriknya, Eko Eriyanah punya lirik lengkap mulai dari romanisasinya buat yang mau ikut nyanyi, buat yang pingin tau artinya dalam bahasa Inggris juga ada.. Buat yang udah jago baca Hangul juga ada tuh liriknya.. Lengkap pokoknya, klik link ini >> Eko Eriyanah

Yang kedua adalah First Love, dalam TK2H lagu ini dinyanyikan oleh salah satu pemainnya yang juga penyanyi aslinya yaitu Lee Yoon Ji disatu scene di episode 7 saat dia berdua dengan kepala pengawal kerajaan, Eun Shi Kyung yang diperankan oleh Jo Jung Suk, my favourite.

Ceritanya saat itu mereka sedang duduk di atas sebuah jembatan, kemudian Lee Jae Shin sang putri kerajaan menyanyikan lagu itu. Eun Shi Kyung mendengarkan sambil memandang wajah gadis itu, buat saya itu romantis, suka banget sama scene ini. Dan liriknya adalah tentang cinta pertama yang berawal dari sahabat. Waaah, tambah melting saya.. Ini videonya..


Lagu ini juga dinyanyiin lagi di salah satu scene dimana si Eun Shi Kyung dan Lee Jae shin berdua dengan kekakuan yang terjadi antara pengawal dan seorang putri kerajaan. Tapi kali ini yang menyanyikan adalah Eun Kyung, disitu saya baru sadar kalau suara Jo Jung Suk bagus banget.. Kalian boleh gak sependapat kok tapi buat saya suaranya benar-benar natural dan sepertinya take langsung disitu.. Entahlah..


Yang jelas suaranya itu yang bikin saya makin menghayati drama ini.. Sayangnya memang cuma awal lagu saja yang dinyanyikan karena setelah itu muncul lagi kekakuan diantara keduanya dalam scene itu.. Suka deh kisah cinta sejenis ini.. ^_^

Buat yang mau tau liriknya disini ya.. >>bbjack, di blog ini ada terjemahan dalam bahasa Indonesianya, bahasa Inggrisnya dan romanisasinya, minus Hangul..

Okay, jadi dua lagu itu tadi yang akhir-akhir ini bergema di telinga saya dan mengalun dari bibir saya, kadang keras kadang pelan.. Next kalau ada lagu lain lahi yang terngiang dikepala saya dan mengalun dibibir saya akan saya beri kabar.. Sekian..

Weird Love,

Wednesday, 25 November 2015

Ini Menurut Saya: Luwak White Coffee - Review | Our Life Journey

Dear good readers and weirdos,

Saya lagi rajin banget bikin review nih akhir-akhir ini, karena lagi melatih Se dengan lima indera. INFJ kan inferior di Se, jadi bikin panas kalo udah ada hubungannya sama Se. Setelah googling dan youtubing #apaansih saya nemu cara sederhana buat ngembangin Se dengan gak fokus pada Se tapi tetap ngikutin Ni dom kita, nah lho.. Penjelasan macam apa ini? Diposting lain deh jelasinnya yah.. Yang ini tentang LuWak White Coffee..

Saya gak dibayar ya guys buat bikin review ini, lagian siapa saya sampe Luwak White Coffee mau meng-endorse? Hahaha..

Ceritanya dimulai dari saya yang dulu suka banget kopi susu, tapi entah kenapa setelah jaman kuliah perut ini rasanya gak kuat nahan kopi, mungkin saking menyedihkannya kehidupan anak kuliah yang waktu makannya gak tentu dan lebih banyak makan materi kuliah #eaaa, jadi berkenalanlah saya dengan penyakit MAAG..

Penyakit ini bikin saya gak bisa bersentuhan lagi dengan yang namanya kopi.. Aaaah.. Si hitam manis.. Pernah suatu saat saking kangennya sama kopi saya nekat minum, gak banyak, cuma satu mug ukuran 500ml.. Hehehe.. Becanda, yang bener saya cuma minum satu sruputan dan efeknya.. Wooow.. Bikin saya guling-guling dikasur karena kesakitan..

Saya berobat kemana aja buat nyembuhin maag ini, mulai dari obat kimia, sampe obat-obatan herbal dan pijatan.. Sembuh, tapi tetap harus menghindari kopi.. Untung gak harus mengindari sambel, bisa hancur selera makan saya. Sampe akhirnya saya benar-benar anti sama yang namanya kopi..

Beberapa hari yang lalu saya ada projek pribadi buat bikin cerita tentang seorang penggemar kopi yang memaksa saya untuk googling buat cari tahu lebih banyak istilah-istilah perkopian karena saya awam sama hal itu tapi pingin banget cerita yang saya buat benar-benar nyata seolah saya sebagai penulis adalah kopiholik. Jadilah saya bertemu istilah-istilah di dunia perkopian dan jenis-jenis kopi.

Dari sini saya juga ketemu sama white coffee, baca punya baca white coffee adalah istilah untuk kopi yang sudah diolah sedemikian rupa dengan campuran krimer nabati yang biasanya jumlahnya lebih banyak dari kopinya yang otomatis aman bagi lambung. Woow..

Hasrat ingin minum kopi belum muncul saat itu, tapi ketika teringat solusi untuk mengembangkan Se adalah dengan melatih kelima indera termasuk didalamnya adalah indera pengecap maka saya memutuskan untuk mencoba minum kopi lagi.. Ya, white coffee. Pilihan saya jatuh pada Luwak White Coffee.. Entahlah kenapa Luwak White Coffee, mungkin memang sudah jodoh.. #NiModeOn

Awalnya ada rasa antara takut penyakit maag bakal kambuh lagi dan keinginan untuk break the fear untuk melatih Se. Dan pemenangnya adalah break the fear factor, saya bikinlah dua cangkir.. Satu untuk saya dan satu untuk suami.. Sakit sakit deh..

Sruput sekali kemudian berhenti sebentar.. Sambil melihat reaksi di perut..  Sruput dua kali, berhenti lagi, nunggu reaksi lagi.. Terus sampe beberapa kali dan masih belum ada reaksi dari perut.. Akhirnya saya minum sedikit-sedikit sampe habis dan.. Ajaiiib.. Gak ada reaksi apa-apa, bahkan sampai malamnya dan hari-hari berikutnya..


Sampai akhirnya pagi tadi saya pingin banget minum Luwak White Coffee tapi saya malas sarapan, maka saya jadikan percobaanlah perut saya pagi tadi, kalau gak gitu saya gak tau seberapa pengaruhnya ke lambung saya kalau gak didahului sarapan.. Saya buat dua cangkir lagi, sama seperti beberapa hari lalu satu buat saya dan satu buat suami. Saya sruput sampai hampir habis dan saya minum sisanya, sampai sekarang gak ada reaksi apapun..

Jadi kesimpulan yang bisa saya kasih adalah bahwa Luwak White Coffee recomended untuk orang-orang yang doyan kopi tapi punya masalah maag akut seperti saya, bahkan sebelum sarapan sekalipin, saat perut masih kosong. Rasanya enak di lidah, jadi akan terasa seperti ada selaput tipis yang tetinggal di lidah ketika menghabiskan satu tegukan, apalagi kalau menggunakan sendok, padahal jika dicari tak ada selaput sama sekali, mungkin itu adalah efek dari krimer yang komposisinya lebih banyak ketimbang kopinya.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah cari tau sesuatu lebih dalam lagi, dan jangan takut untuk mencoba hal yang gak pernah kamu coba (selama itu hal yang tidak melanggar aturan dan norma) atau yang sudah gak pernah kamu lakukan lagi karena takut atau trauma terhadap suatu kejadian.. Tapi ada baiknya dicoba sedikit-sedikit dulu seperti apa yang saya lakukan terhadap Luwak White Coffee, jadi bisa tau Good Readers dan Weirdos cocok gak dengan kopi ini.. Begitu..

Sekian dulu, ya.. Tunggu postingan saya tentang Langkah-langkah mengembangkan Se inferior untuk INFJ dan mari kita coba bersama.. Thanks for stopping by and reading..

Weirds Love,

Tuesday, 24 November 2015

Ini Menurut Saya: Drama Korea | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Baru tiga hari yang lalu saya nulis di blog ini berupa review tentang Stereo Season 1 Vs. Stereon Season 2, rasanya udah kangen banget pingin nulis lagi tulisan sejenis.. Kali ini cerita ringan saja ya, Guys.. Tentang Drama Korea..

Maaf buat yang gak suka atau bahkan alergi sama yang namanya Drama Korea. Jujur aja awalnya saya juga gak suka Drama Korea karena to be honest I am one of those who doesn't really follow what is trend, so called anti mainstream.

Dan ketika saya tiba-tiba menikmatinya itu pasti bukan tanpa alasan. Dan alasannya adalah.. Akan ketahuan kalau kalian baca sampai habis posting ini.. :D

Saya sering liat banyak banget iklan TV tentang beberapa drama Korea, tapi saya gak pernah berniat menontonnya apalagi mengingat jadwalnya karena memang gak minat. Drama Korea pertama yang benar-benar menarik saya adalah "Stairway to Heaven" (STH), itupun nontonnya gak sengaja.


Waktu itu saya sedang nonton TV, karena merasa bosan dengan acara yang itu-itu aja channel saya ganti-ganti terus sampai akhirnya saya terpana ketika melihat jalan cerita STH. Dalam scene yang pertama saya lihat itu ada dua remaja lelaki dan wanita. Si gadis sedang menjemur pakaian dan si lelaki sedang duduk di balkon sambil menatap kearahnya, si lelaki menggambar beberapa sket wajah si gadis lalu membentuk kertas-kertas itu menjadi pesawat dan melemparkannya kearah si gadis.

Fe saya bekerja, ini rasanya si lelaki jatuh cinta pada si gadis. Awalnya terlihat seperti si gadis membalas cintanya tapi kemudian ternyata si gadis mencintainya hanya sebagai kakak sebab memang dia memiliki seseorang lain yang sangat dia cintai sedari kecil.

Saya cuma nonton mulai scene tadi sampai habis tapi hati bertanya-tanya seperti apa awal dan kelanjutannya. Daripada nonton di TV dan nyari tau hari apa dan jam berapa tayangnya, lebih baik cari aja di youtube, toh itu drama Korea lama.. Pasti udah banyak di youtube..

Jadilah saya mulai mencari judulnya, dan.. Ketemu!! Eh sorry, perjalanannya gak semudah itu.. Waktu itu saya gak berbekal judul, karena saya tunggu-tunggu sampai habis ga ada satupun info tentang judulnya.. Ya mungkin ada tapi karena faktor bahasa yang gak saya pahami jadi saya gak ngerti.. Saya nontonnya di TV lokal jadi pun pojok kanan atau kiri atas gak ada tulisan "acara yang sedang berlangsung".

Hanya berbekal nama-nama karakter dalam drama ini saya nekat nyari, mana romanisasi bahasa koreakan sedikit aneh ya.. Pengucapan dan tulisan romanisasinya juga beda.. Mungkin masih lebih mudah Pinyin.. Tapi akhirnya setelah berusaha dengan keras dengan segala daya dan upaya saya berhasil menemukan judulnya.. Yaaaay.. #lebaydikit

Setelah saya cari tau di mbah google ternyata ada 20 episode yang harus saya lahap yang berarti makan waktu kurang lebih 20 jam.. Waaaah.. Girang setengah sedih.. Girang karena nemu dramanya, sedih karena saya orang yang pinginnya melahap sebuah cerita sekali tonton, 20 jam itu hampir seharian yang berarti harus banyak waktu termakan.. But fine, ikuti saja.. Bengkak, bengkak deh mata..

Dan memang iya, mata bengkak.. Udah mirip zombie.. Tapi enggak seharian juga drama ini saya lahap, entahlah mungkin satu setengah hari atau dua hari, yang jelas drama ini sukses bikin saya nangis bombai dan naksir sama aktingnya si bapak gembul yang bernama asli Shin Hyun Joon. Karena bapak satu ini saya jadi mulai cari drama lain yang pernah dia mainkan.


Ketemulah saya dengan drama Korea berjudul Marrying the Mafia 2 dan drama-drama lain yang juga dimainkan oleh pak Hyu Joon. Di drama Cain and Abel, pak Hyun Joon membawa saya pada seorang yang aktingnya juga gak kalah, maka berkenalanlah saya dengan So Ji Sub.


Gitu terus, sambung menyambung dari drama satu ke drama lainnya sampai akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menonton.. Karena udah gak bener nih jadwal harian saya gara-gara drama Korea.. Saya berhenti cukup lama, setelah saya tamatkan drama apa gitu, saya lupa judulnya..

Tapi kejadian yang hampir mirip membawa saya mulai menonton drama Korea lagi, akhirnya saya disibukkan dengan mencari judul drama yang menurut saya jalan ceritanya gak kalah menarik dari drama-drama sebelumnya yang pernah saya tonton.

Awalnya saya gak sengaja nonton, manteng, liat jalan ceritanya, menarik, tonton sampe abis, penasaran, cari keyword yang mudah dicari, lari ke mbah google, nemu judulnya, lari ke uncle youtube, cari yang subtitle Inggris (bukan sok sok an tapi karena emang rada susah nyari yang bahasa Indonesia), nemu, seneng, langsung sikaaaat..

Kali ini berlatar Korea kuno, jaman kerajaan. Hohoho.. Pemeran tokoh utamanya gak ganteng kalo menurut saya, sama seperti pendapat saya tentang pak Dikta (kok saya jadi bawa-bawa Dikta ya..). Iya, gak ganteng tapi MEMPESONA.. Aaaah.. #LebayModeOn Tokoh perempuannya cantik banget, suka sama wajahnya yang seger banget..

Ceritanya tentang pencarian sebuah buku yang didalamnya ada cara untuk berubah secara permanen dari monster serigala (atau apalah namanya, GuMinHo?? Entahlah..) menjadi manusia normal. Yang doyan nonton Korea tahu nih siapa tokoh utamanya dan pasti hapal judulnya..


Yup, Gu Family Book (GFB) dengan tokoh utama Choi Kang-chi yang diperankan oleh Lee Seung Gi.. Pada setujukan kalau dia MEMPESONA, pastiii.. Tapi gak ganteng.. Oke, oke.. Gantenglah.. Suka-suka deh..


Sebenarnya ceritanya dimulai dari orang tua Choi Kang-chi, ibunya seorang manusia dan ayahnya Gu Min Ho -kalo di Indonesia itu namanya manusia jadi-jadian.. Hahaha..-. Kenapa dimulai dari cerita orang tuanya? Karena tokoh-tokoh yang muncul di cerita orang tuanya ini nanti akan muncul juga di kehidupan Kang-chi. Sama seperti ayahnya, nantinya Kang-chi ini jatuh cinta pada manusia. Gadis ini bernama Dam Yeo-wool yang saking machonya Kang-chi pikir dia lelaki.. Itu mata apa kelereng..

Yeo-wool ini yang bikin Kang-chi gak berubah jadi Gu Min Ho meski sedang emosi -Jadi gini, Gu Min Ho itu kalau lagi marah bakal berubah jadi monster, makannya sama temannya ayahnya dulu dia diberi gelang pelindung supaya gak berubah jadi monster saat marah- Yeo-wool diperakan Suzy, cewek yang saya suka banget sama wajahnya.. Cantik dan seger.. Baiklah, selebihnya tentang GFB akan saya bikinin post sendiri aja nanti ya.. Juga tentang STH tadi..


Lanjut ya.. Dari Lee Seung Gi saya dikenalkan kepada Bang Sung-jun, pemeran tokoh Gon.


Gon adalah pengawal Yeo-wool, saya suka karakternya di drama ini dan micro ekspresinya bagus, dapet banget. Nah, ya.. Dari kepoin drama-drama yang pernah dilakoni Lee Seung Gi ini saya juga jadi kenal yang namanya Cho Jung Seok, mereka main bareng di drama The King 2 Hearts (TK2H).


Lee Seung Gi berperan sebagai Lee Jae-ha yang merupakan adik dari Raja Korea Selatan. Persis seperti gambaran pribadi Seung-gi, dalam drama ini dia digambarkan sebagai pribadi yang cenderung santai dan slengean, gak seperti abangnya. Setelah kematian abangnya dialah yang wajib menggantikan tugas sang abang.

Entahlah mungkin saya lebih suka karakter-karakter pembantu yang bikin cerita lebih menarik ketimbang tokoh utama. Cho Jung Seok berperan sebagai Eun Shi-kyung yaitu seorang kepala pengawal dari putri kerajaan, saudara dari Lee Jae-ha yaitu Lee Jae-shin yang diperankan oleh Lee Yoon-ji.


Saya suka karakternya yang terkesan misterius, tertutup, kaku, tapi sebetulnya penuh cinta. Dari drama ini saya lari lagi ke drama lainnya.. Aaaah.. Saya ini manusia apa kutu loncat.. Tapi saya gak pernah berhenti tengah jalan lho kalau nonton apapun yang menarik perhatian, pasti semua saya lahap sampai tamat.

Selesai nonton TK2H saya buru-buru lari ke google mencari Cho Jung-seok dan tertambat pada drama terbarunya, Oh My Ghostess (OMG). Yang ini bergenre drama komedi dan percintaan, ceritanya tentang seorang gadis bernama Na Bong-sun (diperankan oleh Park Bo-young) yang benar-benar gak punya rasa percaya diri, pemurung, pendiam, dan bisa melihat hantu yang bekerja di sebuah restoran. Diam-diam dia menyukai atasannya, seorang chef sekaligus pemilik restoran itu yang bernama Kang Sun-woo yang diperankan oleh Cho Jung-seok.


Disisi lain ada seorang hantu wanita bernama Shin Soon-ae yang konon katanya dia menjadi hantu dan gentayangan karena mati perawan.. Ada aja nih, kayak film Indonesia Hantu Perawan aja..

Hantu perawan ini terus dikejar oleh seorang cenayang, disaat cenayang sedang mengejar hantu perawan itu Bong-sun sedang duduk di halte bus, karena menurut cerita si hantu perawan adalah Yang dan Bong-sun adalah Yin maka si hantu perawan bisa merasuki tubuh Bong-sun. Karena bertolak belakangnya karakter Bong-sun dan si hantu, si hantu cenderung aktif dan penuh semangat sedangkan Bong-sun lambat dan kurang cekatan, membuat drama ini menarik dan dinamis. Aaaah, ini drama terakhir yang saya nonton yang bikin mata saya bengkak dan badan saya rasanya seperti zombie. Entahlah drama Korea apalagi yang ingin saya tonton, yang jelas harus yang menarik.

Waaah.. Ada yang terlewat.. Ini mungkin harusnya muncul setelah cerita tentang bapak Shin Hyun-joon dan sebelum Lee Seung Gi tadi.. Ini drama yang dulu pingin banget saya tonton tapi males ribet nyari-nyari sampe akhirnya saya nyari juga dan nemu meski agak sulit.. Karena saya cuma nonton cuplikannya di TV, tanpa tau nama karakter dan judulnya.. Hebat gak tuh..


Tapi bukan saya namanya kalau sampe gak nemu.. Judulnya Coffee Prince, ini sebenernya jadi mirip Kang-ci dan Yeo-wool tadi karena si cewek dikira cowok, drama ini malah lebih gila karena tokoh utamanya yang bernama Choi Han-kyul yang diperankan Gong Yoo sampai stress karena dia pikir dia jatuh cinta sama cowok.. Kyaaaaa.. Drama Korea ada-ada aja..


Ya, tadi itu tadi pengalaman saya nonton drama Korea. Saya akan buat review tentang masing-masing drama yang pernah saya tonton, mulai dari jalan ceritanya, siapa saja pemainnya, apa saja yang menariknya dari drama-drama itu, bagaimana penokohannya.

Seru lho nonton drama Korea, setidaknya buat saya banyak yang bisa saya petik, bisa jadi tempat belajar. Belajar?? Iya, belajar itu dimana aja dan kapan aja kan? Bisa dari merenung, bisa di sekolah, bangku kuliah, di jalanan, di depan TV. Di depan laptop atau HP dengan drama Korea di layar juga belajar kan? Well, saya memang suka belajar dan melihat sesuatu lebih dalam, jatuhnya jadi pembahasan dalam tentang hal yang ringan.

Aaaah.. Sekian dulu ya, panjang banget tulisan kali ini.. Eh, tapi nanti kalau ada tambahan akan saya buat part duanya.. Hihihi.. Oh iya, tunggu pembahasan dalam saya tentang drama-drama Korea yang saya ceritakan diatas ya..

Weird Love,

Sunday, 22 November 2015

Review: Stereo Season 1 Vs. Stereo Season 2 (Net TV)

Dear Weirdos,

Hari ini adalah hari minggu yang berarti kemarin sore jam 6 Stereo main di Net TV, emang kenapa? Kali ini saya mau review sedikit tentang Stereo Season 2. Kalian pasti sudah tau donk apa itu Stereo? Ya, Stereo adalah serial drama musikal Indonesia yang tayang di Net TV. Kalau dulu tayangnya setiap hari Minggu, untuk Season 2 ini Stereo tayang hari Sabtu di jam yang sama.

Jadi Stereo ini menceritakan tentang sebuah club vocal di Royal University yang hampir gulung tikar karena tak ada yang mau bergabung, tapi kemudian coach Azis, seorang pelatih vocal berusaha mempertahankannya dengan mencari bakat-bakat menyanyi di kampus itu. Ketemulah coach Azis dengan bakat pertama, Dara namanya. Tokoh ini sebenarnya cikal bakal bangkitnya Stereo karena dia dipilih sebagai leader untuk mengaudisi member yang lain. Begitulah..

Konflik di mulai ketika Vigo, yang diperankan oleh Pradikta Wicaksono, yang digambarkan sebagai cowok menyebalkan menyukai Dara dan selalu mengejarnya. Bahkan Vigo menyerobot antrian untuk ikut audisi Stereo. Dengan bakat yang dimilikinya terpaksa Dara menyerah dan menerima Vigo sebagai member. Disusul member lain yaitu Diva, Alex, dan Juwita. Satu 'rumah' bernama Stereo dengan 5 member dan satu pelatih memunculkan banyak konflik, itulah yang menjadi alur cerita.

Tentang Alex, Diva dan Dara yang bersahabat sejak SMA, oh ya, Diva adalah pacar Alex. Juga tentang Juwita yang jatuh cinta pada Alex, dan Vigo yang gak pernah berhenti ngejar Dara walau gak berbalas. Belum lagi mereka dituntut untuk mengikuti super choir sebagai bukti eksistensi mereka. Super Choir inilah yang menjadi benang merahnya.

Oke, segitu saja sedikit penjelasan tentang Stereo Season 1. Yang sama sekali belum pernah ngikutin Stereo di Season 1 boleh nih klik di link ini >> Stereo Net TV

Baiklah mari kita masuk ke topik utama, review Stereo Season 2 dan perbandingan dengan Season 1. Meski baru 2 episode saya rasa para penonton setia Stereo, seperti saya, sudah bisa merasakan perbedaannya dengan Season 1.

Kalau di Season 1 karakter yang muncul hanya kelima member, coach Azis, Bunda -ibu dari Juwita- dan Madam Wati sang Dekan, jadi konflik yang terjadi tidak begitu kompleks, cenderung monoton dan sedikit membosankan karena bagi saya ending setiap episode bisa ditebak. Untuk satu konflik yang terjadi pada satu episode rasanya seperti tergesa-gesa harus diselesaikan dalam episode itu juga dengan penutup konflik baru yang akan muncul di episode selanjutnya. Mungkin hanya satu episode yang saya ingat satu konflik diselesaikan dalam dua episode, yaitu saat coach Azis menantang para member untuk duel nyanyi, para lelaki melawan para wanita.


Stereo Season 2 Ep 2
Pic: instagram @net_stereo
Di season 2 ini karakter yang muncul dari awal cukup banyak, ada Dhana yang pernah muncul di season 1, Amanda, Pak Ben - yang seingat saya juga pernah muncul di season 1 sebagai dosen apa gitu-, Vino, Arka, Vanya, dan cerita semakin kompleks karena konflik semakin banyak. Untuk menjelaskan ada hubungan apa antara Amanda dan Dhana saja butuh waktu 3 episode. Ya, karena di episode pertama ada konflik antara Dhana dan Amanda yang belum jelas apa itu, yang pasti Dhana sebel banget sama Amanda. Di episode kedua ini juga sama, menggantung. Bisa dipastikan di episode ketiga akan terungkap apa hubungan keduanya karena episode kedua ditutup dengan Diva maksa Amanda menjelaskan hubungannya dengan Dhana.

Nah, bagian ini nih yang menurut saya sedikit absurd. Kenapa Diva harus semenggebu itu nanya apa hubungan Amanda dan Dhana. Memang sih Diva sebel atas masuknya Amanda sebagai member tanpa sepengetahuannya, tapi apa iya semenggebu-gebu itu? Memang juga sih di Season 1 ada konflik antara Stereo dan Dhana karena tulisannya yang menyudutkan di majalah kampus, tapi konflik itu sudah ditutup dan berakhir. Ada yang bisa jelasin kenapa Diva semenggebu itu?

Tentang banyaknya karakter di season 2 ini memang lebih memperbanyak konflik antar pemain yang otomatis membuat cerita gak monoton. Saya suka liat Juwita yang mulai menunjukkan dirinya dan mulai mencari pasangan dan lebih banyak tersenyum, karena di season pertama rasanya dia yang paling menderita. Tapi sepertinya Arka, orang yang Juwita sukai, mengeluarkan micro ekspresi yang kontradiksi ketika bertemu Juwita dengan ketika dia melihat poster Stereo didinding. Entah itu hanya perasaan saya saja tapi sepertinya konfliknya akan menarik. Entah berakhir dengan Juwita yang akan sakit hati karena kepalsuan cinta dan penghianatan Arka. #ngomongapasaya

Oh ya, di season 2 ini Stereo punya saingan yaitu Largo yang dibentuk oleh Pak Ben yang didua episode ini sedang mencari anggota. Kelihatan sih siapa aja yang akan gabung di Largo, gak mengherankan Dhana akhirnya dengan dilematis memilih bergabung di Largo. Saya sedikit menyesalkan keputusan Dhana yang dibuat begitu saja dengan mudah, dan Dhana merupakan rekomendasi dari Madam Wati sang Dekan ke Pak Ben. Sebenarnya keputusan ini bisa di buat lebih panjang dan lebih dramatis, meski mungkin memang akan memperpanjang penyelesaian tapi mungkin bisa lebih seru.

Di season 2 ini ada yang sedikit membuat saya dan para penonton setia Stereo pecinta Dara dan Vigo sedih karena tokoh Dara tak ada lagi. Hal ini sedikit aneh bagi saya, karena di Season pertama yang menjadi benang merah kedua setelah Super Choir disetiap episode adalah Dara dan Vigo. Dan Dara lah yang pertama mengaudisi untuk mencari member yang lain, jadi ketika dia menghilang ada yang aneh -Dara diceritakan melanjutkan studi ke luar negeri-. Tapi saya berpikir mungkin ini cara memutus konflik panjang nan monoton antara Dara dan Vigo yang tak habis-habis jika Dara tetap dimasukkan dalam Season 2. So let's move on Dara dan Vigo Lovers.. :D

Mungkin kesimpulan yang saya bikin masih prematur karena season 2 ini baru berjalan 2 episode tapi overall dari dua episode ini sudah bisa dilihat lebih menarik dari Season 1, pertama karena tidak monoton, lebih kompleks, lebih banyak konflik dan lebih banyak yang bisa diceritakan. Yang perlu diperhatikan yang mungkin kedepannya akan menjadi masalah bagi pembuat cerita adalah banyaknya karakter akan terjadi bias antara mana konflik yang harus dipertegas dan menjadi benang merah, dengan mana konflik yang harus dibiarkan mengambang saja sebab setiap karakter memiliki konfliknya masing-masing. Tambahan lagi fokus konflik harus tetap pada Stereo dan membernya karena judul drama musikal ini adalah Stereo.

Baca juga:

Review: Stereo Season 2, Stereo vs. Largo


Weird Love,

Thursday, 8 October 2015

Ini Menurut Saya: Angel Pieters Kecil Mirip..

Dear Good Readers dan Weirdos,

Sudah lama sebenarnya saya pingin nulis tentang kemiripan dua orang ini, tapi entahlah mungkin waktunya baru sekarang.

Oke, pertama saya ceritain dulu awal mula 'ngeh' bahwa mereka mirip. Suatu hari lagi nonton net tv dan entah kenapa tertarik banget sama salah satu serial dengan genre drama musikal semacam Stereo. Bukan Rani namanya kalo gak kupas tuntas dan menghapus ke-kepoan diri, maka mulai lah saya cari tau tentang Stereo.

Para pemerannya keren-keren, oke-oke. Ada nama Vidi Aldiano, Pradikta Wicaksono (to be honest orang ini yang pertama bikin saya penasaran sama drama musikal yang satu ini, dan ketagihan nonton), ada Kila Shafia, Tatjana Saphira, pak Azis dan Angel Pieters.

To be honest lagi dari enam nama itu cuma dua pertama yang memang udah masuk kamus ketenaran dikepala saya, karena jujur saya memang gak gaul dan gak gitu update, gimana mau update nonton tv aja gak suka, nagih soalnya, jadi sekali lagi to be honest saya hidupin tv ya cuma hari minggu aja, jam 6 sore tepatnya, nungguin Stereo. Tapi hari minggu besok itu episode terakhir, terus saya nonton apa lagi donk? Kita lihat nanti..

Balik ke pembahasan utama, begitu saya ngulik tentang Angel Pieters saya baca kalau dia adalah juara Idola Cilik, what? Padahal itu kan dulu tontonan saya juga.. Yang mana yang Angel ini, kok gak inget?? Bukan Angel yang gak tenar, itu sekali lagi murni saya yang pelupa.. Mulailah saya kepoin Angel, saya cari tuh foto-foto jaman Angel masih bau kencur.. (Dulu bau kencur sekarang mungkin bau jahe.. Hihihi.. Bukan, sekarang wangi parfum CK..)

Ketemu!!! Ini dia..


Jujur susah banget nyari foto Angel waktu masih kecil, saya dapet tiga yang paling sreg dihati. Dua yang dibawah ini..



Yang diatas ini malah udah agak dewasaan kayaknya ya..

Setelah liat-liat foto Angel apa lagi yang pake poni jadi keingetan siapa gitu.. Begitu saya coba inget-inget lagi..

Ooooh iyaaaa.. Anjaliiii!!!!

Mulailah saya cari-cari tentang Anjali yang ternyata namanya Sana Saeed.. Dan saya mulai mencari gambar dari Sana Saeed, ini fotonya..




Naaaah..., kalau menurut saya ada kemiripan diantara mereka. Bukan cuma poni, sungguh.. Bentuk wajah, hidung, dan mata mereka miriiip.. Suka suka suka.. Dan yang pasti sama-sama cantik.. Eeeh, cantikan Angel donk.. :)

Postingan kali ini segitu dulu ya..

Weird Love,


Saya dan Puisi: Sang Pembawa Kehancuran

Saat ini aku tetap berusaha meyakinkan semua orang bahwa bukan aku yang bersalah melainkan dia

Aku dengan kemampuanku memanipulasi pikiran mereka, berusaha menggiring mereka pada kesimpulan dan keyakinan bahwa dialah penyebab segala masalah ini terjadi, bukan aku..

Aku tahu suatu hari nanti hal inilah yang akan membawaku pada kehancuran
Tapi itukan masih nanti, itukan masih lama..

Setidaknya saat ini aku bisa puas menghancurkan keutuhan ikatan sedarah ini atas nama egoisme dengan kamuflase kerukunan..

Thursday, 24 September 2015

Ini Menurut Saya: Yuuk aaah.. Selesaikan Masalah!! - Cara Memecahkan Masalah | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos all around the world,

Bagaimana cara menyelesaikan masalah? Sebetulnya topik ini sudah ingin saya bahas berminggu-minggu lalu bahkan mungkin berbulan-bulan lalu, tapi karena satu dan lain hal saya belum sempat mengangkat tema ini.

Beberapa hari lalu saya melihat sebuah postingan di newsfeed facebook saya yang bikin saya jadi merasa harus menulis tentang topik ini, karena menurut saya topik ini menarik. Menurut saya lho ya.. Hihihi.. Tapi serius, mengingat kembali apa yang ingin kita tulis beberapa bulan lalu sungguh melelahkan karena saya cuma punya konsep di kepala yang belum sempat saya tuangkan dalam bentuk tulisan pun coretan.

Okay, mari kita mulai saja..


Di dunia ini siapa sih yang enggak punya masalah? Semua orang pasti punya masalah. Mau itu masalah keuangan, masalah dengan pasangan, masalah di tempat kerja, di sekolah dan masalah dengan manusia-manusia lain, guru, orang tua, sesama teman, saudara, sahabat dan lainnya. Karena sejatinya setiap pribadi memiliki keunikannya sendiri, mulai dari karakter yang berbeda, kemampuan beradaptasi yang berbeda, kemampuan menyelesaikan masalah yang berbeda, nilai diri yang berbeda, bahkan yang kadang dianggap sepele adalah perbedaan cara pandang, sudut pandang, perspektif, point on few, entah apa lagi namanya. Perbedaan itulah yang kadang menyebabkan masalah.

Sebenarnya apa sih masalah itu? Masalah adalah persoalan atau hal yang harus diselesaikan.

Jika saat ini kalian sedang punya masalah, yakinkan diri bahwa orang lain pun punya masalah. Masalahnya ada orang-orang yang mampu menyembunyikan masalahnya untuk konsumsi pribadi dan ada yang menunjukkannya keluar agar semua orang tahu dia punya masalah. Tak ada satupun manusia di dunia yang tak punya masalah. Bahkan ketika kita bangun di pagi hari pun kita menemui masalah, semisal mau apa kita setelah bangun ini mandi atau makan?


Ketika akhirnya memutuskan mandi ternyata air habis, dan kita tahu orang yang bertanggung jawab atas kekurangan air yang terjadi adalah adik kita, sebab memang cuma dia tukang habisin air dan gak pernah hidupin kran waktu mandi. Jadilah kita sebel sama dia. Mending kalau dia mau ngaku kalau tadi dia memang gak hidupin kran, nah kalo dia gak ngaku dan mengelak, jadinya masalah..

Ketika kita memilih tidur lagi tiba-tiba perut terasa lapar, lalu kita menuju meja makan dan melihat hanya ada makanan yang tidak kita sukai, atau bahkan tak ada makanan sama sekali. Jadilah kita mulai mencari siapa yang salah, dan ternyata si bibi karena dia masih sibuk ngobrol sama bibinya tetangga depan rumah. Jadilah kita sebel sama dia. Mending kalau dia mau ngaku kalau dia emang keasyikan ngobrol sama bibinya tetangga depan rumah, nah kalau dia ngelak dan bilang kita yang kepagian bangunnya, jadinya masalah..

Good Readers dan Weirdos, contoh yang saya kasih diatas cuma contoh-contoh kecil yang kadang kala bisa jadi masalah besar. Bagaimana jika masalahnya besar, bisa-bisa jadi masalah yang sangat bueeeesaaaar.. Dari dua contoh diatas jatuhnya jadi saling menyalahkan, padahal sejatinya manusia adalah makhluk egois yang gak pernah mau disalahkan. Sekali dia disalahkan dia akan balik menyalahkan orang lain dengan berbagai alasan dan pembenaran diri.

Lalu bagaimana cara menyelesaikannya? Seperti yang sudah disinggung di atas, ada tipe orang yang menyelesaikan masalah dengan mencari siapa yang salah sehingga seringnya cenderung menyalahkan orang lain dan tidak menyelesaikan masalah inti, masalah menjadi meluas dan melebar. Seperti yang juga sudah disinggung di atas manusia adalah makhluk egois, tak ada seorangpun manusia yang ingin disalahkan kecuali dia benar-benar memiliki kebesaran hati untuk menerimanya. Seperti yang dijelaskan juga oleh mas Kertadrarajawen dalam postingannya di kompasiana ini.


Untuk menyelesaikan masalah jangan pernah mencari siapa yang salah sebab tidak akan ada habisnya. Masing-masing pribadi harus menyadari bahwa setiap orang yang terlibat dalam masalah ikut andil dalam terjadinya masalah, dan fokuslah pada akar permasalahan. Apa itu? Mencari solusi. Bagaimana cara mencari solusi? Caranya dengan duduk bersama dan bermusyawarah untuk mencapai mufakat #berasalagibelajarpkn #emangiya #inibabkerukunan

Contohnya yang tadi aja ya, yang mandi enggak ada air itu lho.. Kalau kamu terus nyalahin adik kamu, adik kamu juga bakal nyalahin kamu balik. Bisa jadi dia bilang, "Salahnya bangun siang.. Pagian dikit lah..". Tuh kan, jatuhnya berantem. Kesampingkan ego, cari solusi. Solusinya adalah setiap orang di rumah harus ingetin adik kamu untuk hidupin kran tiap kali dia masuk kamar mandi, dengan gitu kemungkinan besar adik kamu risih. Awalnya mungkin bakal ngerasa terpaksa melakukan hal yang diperintahkan tapi lama-kelamaan akan jadi kebiasaan. Asal jangan lupa matiin krannya aja kalau sudah selesai, kalau enggak bisa jadi masalah baru. Hihihi..


Eh, ada solusi lain lagi.. Kalau emang kenyataannya kamu yang bangunnya kesiangan, ya coba bangun pagian dikit. Instrospeksi diri itu penting, sebelum menilai orang lain coba nilai diri kita sendiri, sudah sempurnakah kita? Coba untuk lebih objektif menilai diri kita. Kalau salah mengakulah salah, setidaknya dalam hati. Jadi kedua belah pihak yang bermasalah saling memperbaiki diri.


Ya, seperti quote di atas.. Masalah itu seperti mesin cuci, kita dibanting, dibolak-balik tapi akhirnya masalah bisa membuat kita jadi lebih baik. So..




Thursday, 3 September 2015

Ini Menurut Saya: Mas Dalam Islam Poligami Boleh Lho | Our Life Journey

Dear Good Reader and Weirdos all around the world,

Mungkin akhir-akhir ini kalian sering baca judul postingan semacam ini. Ya, ini postingan yang saya baca juga lewat link yang di-post seseorang di FB (maaf saya lupa pertama kali baca postingan ini dari siapa). Ini linknya:


Penggalan tulisan diatas adalah tulisan status seseorang yang sedang jalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan dan melihat seorang suami sedang nyuapin anaknya sedangkan ibunya sedang asyik memilih pakaian. Postingan lengkapnya seperti ini:


Saya mencoba melihat kejadian ini dari beberapa sudut pandang dan pemikiran positif. Bukan berarti pendapat cewek ini tidak benar, karena memang dia orang luar yang tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya. Bisa jadi kemungkinan memang si istri yang ‘gak tau diri’ dengan memasrahkan anaknya kepada suami sedang dia asyik-asyikan memilih baju.

Kalau saya lebih memilih melihatnya dari perspektif lain yang jauh lebih positif, siapa tahu lelaki ini memang sedang memberikan ‘Me Time’ pada istrinya dengan membiarkan dirinya yang meng-handle sang buah hati. Atau mungkin si istri sedang berulang tahun dan meminta dia memilih sendiri kadonya.. Bisa jadi..

Kita lihat lagi, siapa tahu si wanita sedang berada dikumpulan baju lelaki dan sedang memilih baju lelaki, bisa jadi lelaki ini adalah suami yang tak suka berbelanja dan memilih bajunya sendiri sehingga dia meminta istrinya memilihkan baju untuknya, seperti suami saya..

Suami saya paling malas diajak jalan-jalan, kalau sudah berhasil ngajak dia jalan paling males disuruh milih baju padahal buat dia sendiri.. Jadilah saya yang memilihkan untuk dia. Kalau lagi bawa ponakan (maklum belum diberi titipan sama Allah) ya dia yang bawa ponakan.. Tak perlu meminta persetujuan dia tentang baju mana yang harus dibeli, karena jika ditanya dia akan bilang, “Terserah kamu aja..” Yang jika saya juga ragu maka tidak ada satupun baju yang terbeli.. Huft.. Kalau sudah begitu apa saya yang salah.. Tentu tidak..

Jujur kalau saya pribadi melihat lelaki (mau dia super ganteng, ganteng aja atau biasa aja yang sedang) menggendong anak atau melakukan interaksi apapun dengan anak-anak (mau anak sendiri kek, mau ponakannya kek, terserahlah) justru malah lebih kelihatan “WOW”, sexy serius..! Itulah sebabnya kenapa saya suka banget sama suami saya.. Dia sayang banget sama anak kecil.. #curcol

Itu tadi pendapat saya tentang berita yang lagi ramai di sosmed ini. Sekali lagi itu sudut pandang saya, yang suka sekali melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berbagai perspektif. Bagaimana sudut pandang Good Readers dan Weirdos disana?

Kalau pendapat saya tentang poligami bagaimana? Nanti deh saya buat postingan tentang poligami..

Weird Love,

Thursday, 27 August 2015

New Label: I Can Relate to These! | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Kali ini saya mau launch new label yang namanya "I can relate to these!". Ceritanya sejak saya ikut tes MBTI dengan hasil INFJ, saya langsung cari tahu tentang tipe ini dan gabung ke group MBTI dan INFJ baik yang Indonesia maupun yang Internasional. Karena saya gabung di grup-grup itu jadi otomatis saya dapat feed kalau ada yang posting disana. Hampir tiap hari ada aja postingan dari para membernya yang bikin saya merasa seperti, "Waah.. Ini saya banget.. Saya juga pernah ngalami itu..". Ya, I can relate to most quotes there. Bentuknya lebih ke words picture, entahlah apa istilahnya.. Contohnya seperti gambar dibawah ini:


Begitulah.. Sebetulnya saya pingin komen di bawah postingan tersebut di grup sana tapi rasanya enggak enak aja, dan enggak mungkin juga saya cerita panjang tentang bagaimana kejadian yang membuat saya merasa relate to those words, paling saya cuma bilang, "Me too..", "Same here", atau cuma sekedar menambahkan jempol saya disitu.

Seperti quote diatas, saya memang biasanya berharap orang-orang yang bertemu saya bisa as weird as saya karena saya tahu saya memang weird. :D

Weird Love,

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...