Thursday, 22 July 2021

Tahukah Kamu bahwa Journaling bisa Meningkatkan Kesehatan Mentalmu? | Our Life Journey

Apa itu journaling?

Journaling adalah kegiatan menuliskan apa yang ada di pikiran dan perasaan kita. Segala hal yang kita lalui bisa kita tuliskan dalam jurnal ini, termasuk semua emosi positif maupun negatif yang kita rasakan. Oleh karenanya journaling dikatakan bermanfaat bagi kesehatan mental.

Apa saja manfaat menulis journal?

Kegiatan menulis journal yang dilakukan dengan terus menerus bisa meningkatkan sel-sel imun, juga bisa mengontrol dan meningkatkan memory.

Lebih spesifik, journaling bermanfaat untuk:


MENGURANGI STRESS

Menulis journal bermanfaat untuk melepaskan kita dari emosi akibat dari pikiran dan perasaan negatif. Penelitian di tahun 2011 menggarisbawahi bahwa journaling pada remaja yang mengalami kekhawatiran dan keraguan driri menunjukkan hasil positif.


MENGELOLA KECEMASAN

Journaling adalah cara yang mudah dan efektif yang bisa membantu kamu mengelola kecemasan. Dengan journaling perkembangan kamu dari kecemasan lebih bisa terpantau, kamu juga bisa lebih mengeksplorasi dan memahami perasaan dan emosimu. Dengan kata lain kamu bisa tahu apakah kecemasan dalam diri kamu sudah berkurang atau belum.


MENGATASI DEPRESI

Journaling bisa meningkatkan mood dan mengendalikan gejala depresi, yang membuat terapi pada penderita depresi berjalan dengan baik. Journaling membuat penderita mengetahui dengan jelas apa yang sesungguhnya mengganggu pikirannya.


Selain ketiga manfaat di atas, journaling juga bisa membantu kamu:

  • Mengidentifikasi masalah dan rasa takutmu
  • Melacak masalah dan mengetahui penyebabnya, juga bagaimana cara mengatasinya secara efektif
  • Mengidentifikasi pikiran & kebiasaan negatifmu
  • Melihat masalah dengan jernih dan membantumu menemukan sudut pandang lain dalam melihat semua yang terjadi dalam hidupmu.
Pict. source: pinterest.com

Friday, 16 July 2021

Flashback: Kuliah berasa nggak lagi Kuliah? Apa Mungkin? | Our Life Journey

BAHASA & SASTRA INGGRIS - Mendengar kata itu mengingatkan saya pada belasan tahun lalu ketika saya masih seorang mahasiswa. Ya, saya mengambil jurusan Bahasa & Sastra Inggris saat berkuliah dulu. Kalau kalian pernah dengar Macbeth dan Hamlet karya William Shakespear atau buku English Grammar karya Bety S. Azar, itu buku-buku yang sempat saya pelajari saat kuliah dulu, bahkan buku Betty Azar sudah seperti makanan wajib bagi kami.

Memang sudah niat masuk jurusan Bahasa & Sastra? Hampir sama dengan beberapa dari kalian mungkin, yang diawal berkata, "Ini bukan jurusan yang saya mau. Saya salah jurusan." Semua terjadi begitu saja. Saya akui saya sangat amat menyukai bahasa Inggris sejak kelas 3 Sekolah Dasar (itu semua karena lingkungan di rumah dan sekolah), tapi menurut saya (saat itu) bahasa bisa dipelajari di lembaga pendidikan non-formal, nggak perlu sampai mengambil jurusan itu untuk pendidikan formal. Kalau kalian seumur dengan saya, stigma pemikiran seperti itu ada di jaman itu. Oleh karena itu, kebanyakan Sekolah Menengah Atas menghapus jurusan Bahasa, dan hanya menyisakan jurusan IPA & IPS. Apa mungkin sampai sekarang? Ada yang bisa bantu jawab?

Bahasa atau Sastra? Kalau boleh memilih antara keduanya, saya lebih tertarik pada Bahasa atau kita biasa menyebutnya Linguistik. Menurut saya secara pribadi, Linguistik lebih mudah dipelajari karena ada aturan-aturan baku yang bisa diikuti. Meski sebenarnya Sastra atau Literature juga punya aturan-aturannya sendiri. Namun di dalam kepala saya saat itu, aturan-aturan dalam Sastra lebih abstrak sementara dalam Bahasa aturan-aturannya lebih konkret.

Pernah ada yang ingat berapa nilai kalian saat kuliah dulu? Secara pribadi, saya hampir selalu mendapatkan nilai A untuk setiap kelas Linguistik. Semetara untuk kelas Sastra ... kalau tidak salah ingat B adalah nilai maximum yang bisa saya capai. Mungkin karena faktor ketertarikan saja, ya. Apapun yang kita sukai biasanya berdampak positif dalam pencapaiannya.

Lalu apa yang menarik dari mempelajari Bahasa & Sastra? Secara umum karya sastra itu merupakan rekaman sejarah. Karya sastra biasanya menggambarkan budaya yang berkembang di sekeliling penulis. Kejadian, setting tempat dan waktu, juga perilaku para karakter dll. dalam karya sastra seringnya adalah cerminan keadaan sekitar dari para penulisnya, yang dipengaruhi juga oleh jiwa dan pikiran mereka. Jadi, kita bisa belajar sejarah dari karya sastra dan itu menarik.

Kalian pernah merasa bersemangat saat berangkat kuliah karena ada mata kuliah yang kalian sukai? Atau pernah berada di kampus, di dalam kelas, tapi tidak merasa sedang kuliah? Rasanya cuma seperti sedang mendengarkan talkshow saja, gitu. Pernah? Saya beruntung pernah merasakannya saat kuliah, Jadi, datang ke kampus sudah seperti mau hang-out aja sama teman-teman. Senang sekali menerima materi baru dari para dosen. Tidak ada lagi rasa seperti dulu saat masih sekolah, rasanya seperti ada beban di kepala saat guru fisika -yang sangat pintar tapi tidak bisa mentransfer ilmunya pada kami- masuk kelas untuk mengajar. Ada guru seperti itu? Ada, lain waktu saya akan bercerita tentang itu. Bukan ghibah tentang gurunya, ya, tapi bahasan ilmiah tentang kemampuan mentransfer ilmu.

Jadi, apa saya menikmati kuliah di jurusan Bahasa & Sastra? Yes, absolutely. And my favorite subject is .... You guess it!

Wednesday, 30 June 2021

Cerita di balik "Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu?" | ig: @niek_2116 | Our Life Journey

Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kenapa muncul cerita itu adalah karena saya ingin mengirim foto gunung Arjuno yang saya ambil saat menaiki kereta Penataran Malang - Surabaya, tapi ingin ada cerita yang bisa jadi bahan di caption. Fyi, itu kali pertama setelah terakhir kali saya naik kereta.

Dalam benak muncul ide bagaimana jika dibuat cerita seorang kekasih yang sedang menunggu kekasihnya? "Klise!" Batin saya. Apa yang lebih tidak klise dari itu? Muncullah kalimat tanya "Kau yang menungguku atau aku yang menunggumu?" Kalimat yang terasa sedikit membingungkan buat saya.

Bisa saja diganti dengan kalimat lain yang lebih simple yang mewakili cerita seperti, "Aku Menunggumu" atau lainnya, tapi agak kurang menantang. Jadi saya putuskan judulnya tetap seperti itu.

Kenapa saling menunggu? Seharusnya ada yang menunggu dan ada yang ditunggu, seseorang yang naik kereta seharusnya ditunggu tapi kenapa dia menunggu? Nah, ini tantangannya, bagaimana bikin cerita ini menarik dan logis.

Sejujurnya di benak, saya membayangkan dua orang di jaman tahunan lalu ketika ponsel masih merupakan barang istimewa. Keduanya berjanji untuk bertemu di stasiun tapi si penjemput salah lokasi. Lucu sebetulnya, tapi saya inginnya cerita itu jadi tragis. Bagaimana caranya? Ya seperti yang kalian baca di ig saya: @rani_niek

Tragis, ya, hanya karena kekeliruan membaca pesan.

Love,

Niek

Monday, 28 December 2020

Tips Menentukan Goals 2021 | Our Life Journey

Kemarin-kemarin saya sempat kebingungan untuk menentukan goal apa aja yang perlu dicapai tahun 2021. Itu semua karena terlalu banyak yang ingin diraih, brainstorming-nya terlalu lama. 🤭

Setelah membaca beberapa artikel, saya mencoba merangkuman tips untuk mempermudah menentukan goals.



Ini seperti membuat peta konsep/mindmap ketika masih sekolah dan kuliah - belasan tahun lalu. (Umur jadi ketahuan, deh 🤭)

Pertama, bagi dulu goals kita dalam 5 aspek besar agar tidak ada yang terlewat. Kelima aspek itu adalah aspek Spiritual, Personal, Professional, Keuangan dan Sosial-keluarga.



Dari 5 aspek tersebut, kembangkan menjadi beberapa hal yang ingin kita raih. Misalnya dalam aspek Spiritual, apa yang ingin Manteman capai tahun depan? Ingin lebih rajin puasa sunnah? Maka tuliskan "Rajin puasa sunnah"



Setelahnya, kembangkan lagi menjadi lebih detail agar lebih mudah mengaplikasikannya. Seperti contoh tadi, puasa sunnah banyak macamnya mau yang mana dulu, nih, yang dilaksanakan?



Misalnya, puasa sunnah Ayyamul Bidh sebagai permulaan, hanya tiga hari dalam satu bulan. Ini bisa jadi awal memulai puasa sunnah lagi setelah lama sekali tidak puasa.

Jangan lupa juga sertakan detail kegiatan atau langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut.



Untuk puasa Manteman perlu tahu jam berapa harus sahur, mau makan apa saat sahur, apa yang harus disiapkan di hari sebelumnya.

Biasanya, nih, ketidak-siapan itu jadi alasan kita untuk menunda-nunda, ujung-ujungnya goal tidak tercapai. Kalau sudah disiapkan dari awal, mau alasan apa lagi coba? 🤭

Alasan lupa? Nah, ini nggak boleh banget. Biasakan untuk meluangkan waktu melihat rencana yang kita buat sebelum tidur dan saat bangun pagi, setidaknya 10-15 menit.

Oh, iya ... semakin rinci goals Manteman, ditambah penyertaan langkah-langkahnya, semakin mudah dan terarah pelaksanaan goals tersebut.

Sesuaikan goals dengan kemampuan Manteman, meski jangan juga bikin target terlalu mudah yang sama persis dengan goals yang bisa kalian capai tahun ini. Dimana kaizen-nya? 🤭



Apalagi, ya? Oh ... ini, nih, yang biasanya sering terjadi ... saking semangatnya ingin berubah, Manteman buat terlalu banyak goals dalam setiap aspek. Jangan!



Kenapa jangan? Udah pada tahu pasti alasannya. Pssst .... Terlalu banyak goals bisa memberi efek buruk, seperti: kepala terasa mendidih, hati bergemuruh, perut panas dan perih .... Hehehe .... 😂😂😂 Overwhelmed gitu deh ....

Ada yang pernah ngerasain hal serupa? 😅😅😅





Friday, 14 August 2020

Kecemasan, Wajar atau Tidak? | Our Life Journey

Kecemasan : Wajar atau Tidak?

Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan atau anxiety, terlebih jika tekanan yang membuat kita cemas memang begitu besar dan mempengaruhi masa depan kita. Seperti mahasiswa tingkat akhir yang cemas saat akan menghadapi sidang skripsi, karena ternyata mahasiswa tersebut meminta bantuan jasa penulisan skripsi. 🤭 Bukan hasil pemikiran sendiri.

Kecemasan adalah sesuatu yang wajar jika ada penyebab yang jelas, yang membuat rasa cemas itu muncul. Namun, jika intensitasnya berlebihan, menjadi tidak terkendali dan mengganggu kegiatan sehari-hari, ini merupakan gejala Gangguan Kecemasan Umum.

Gejala Gangguan Kecemasan Umum diantaranya :

1. Rasa cemas tanpa penyebab yang jelas.

2. Memikirkan secara berlebihan solusi atas keadaan buruk yang belum tentu terjadi.

3. Mudah gelisah, tersinggung dan gugup.

4. Sulit mengambil keputusan.

5. Sulit berkonsentrasi.

Gejala fisik yang ditimbulkan oleh Gangguan Kecemasan Umum, diantaranya :

1. Kelelahan berlebih

2. Insomnia / gangguan tidur

3. Sakit kepala

4. Gemetar

5. Keringat berlebihan

6. Mual

7. Sakit perut

8. Diare yang berulang

Jika mengalami kondisi-kondisi di atas, ada baiknya mengunjungi dokter untuk penanganan yang lebih baik.

Friday, 1 May 2020

Mempersiapkan PSBB, Berikut Beberapa Barang yang Wajib Ada di Rumah

Baru hari ini saya dengar informasi bahwa wilayah Malang Raya akan segera dilaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dengan sigap saya buka Google Chrome dan mencari beritanya.

Sesungguhnya rencana itu sudah terdengar, sejak Surabaya dan sekitarnya mengajukan hal serupa ke Kementerian Kesehatan. Namun hal itu tidak bisa dilaksanakan karena ternyata kota Batu dan kabupaten Malang tidak mengajukan hal serupa. Perlu kesepakatan ketika kepala daerah untuk melaksanakan PSBB di Malang Raya.

Namun kali ini, walikota kota Batu, bupati kabupaten Malang dan wali kota Malang bersepakat mengajukan PSBB, setelah melakukan rapat bersama perwakilan Pemprov Jawa Timur yang difasilitasi oleh Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan III Provinsi Jawa Timur di Malang (Bakorwil). Hal ini dipicu bertambah secara signifikannya jumlah Pasien Dalam Perawatan (PDP) di ketiga wilayah tersebut.

Jika PSBB jadi dilaksanakan di Malang Raya, maka semua pergerakan akan sangat dibatasi. Kami yang berada di ketiga wilayah ini harus mempersiapkan diri untuk mendukung pelaksanaan PSBB. Ada beberapa hal yang harus kami persiapkan untuk menjalani semua ini.

Selain mempersiapkan mental, ada barang-barang yang harus kami persiapkan agar bisa berkegiatan dengan tenang di rumah. Barang-barang tersebut diantaranya:

Sembako

Sudah menjadi keharusan tersedianya sembilan bahan pokok di rumah. Sembako ini meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, garam, telur dan lainnya. Dengan adanya sembako, setidaknya kebutuhan makan selama 14 hari PSBB bisa tercukupi.

Lima kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 bungkus garam, dan 2 kg telur saya rasa cukup untuk persediaan sembako kami, yang hanya berdua di rumah, selama 2 minggu. Untuk sayur, buah dan lauk, rasanya masih bisa membeli ke pasar dlua atau tiga hari sekali. 

Masker & Hand-sanitizer

Masker memang hanya kita gunakan saat ke luar rumah, dan hand-sanitizer hanya digunakan saat kembali dari luar rumah, tapi keberadaan dan ketersediaannya sangat penting ditengah pandemi ini.

Saya memiliki sekitar 6 masker kain. Tidak ada yang beli, keenamnya merupakan pemberian. Ada yang dari saudara, teman dan lainnya. Lumayan, bisa mengirit. Begitu juga dengan hand-sanitizer, ada sebotol pemberian adik.

Obat-obatan standar & P3K

Obat-obatan standar dan P3K juga sangat diperlukan saat PSBB, hingga jika terjadi sesuatu bisa langsung bisa ditangani tanpa harus ke luar dulu untuk membelinya.

Obat-obatan standar, seperti obat flu, batuk, sakit kepala, maag, diare, obat merah, minyak kayu putih, minyak tawon dan lainnya wajib ada. Perban dan kapas juga diperlukan, hanya untuk jaga-jaga.

Vitamin juga termasuk di dalamnya, utamanya vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Tak perlu vitamin-vitamin mahal, vitamin buatan IPI saya rasa cukup. Oh, ya. Jika ada kebutuhan akan supplemen makanan dan ada uang lebih, sepertinya bisa ditambahkan.

Buku Telepon

Kenapa buku telepon? Sebut itu kuno, tapi kita butuh sebuah buku atau setidaknya catatan yang berisi nomor-nomor telepon penting. Kan ada handphone? Ini untuk mengantisipasi saat-saat darurat saja, siapa tahu saat itu baterai handphone kita sedang low, atau kuota internet kita sangat minim. Mencarinya di gadget akan memakan waktu.

Buku atau catatan ini mengantisipasi hal tersebut. Letakkan buku / catatan ini di tempat yang mudah di jangkau, atau bisa di tempelkan di dinding dekat pesawat telepon. Nomor-nomor telepon penting tersebut diantaranya nomor telepon Rumah Sakit, Kantor Polisi, Pemadam Kebakaran dan fasilitas penting lainnya. Pilih fasilitas yang terdekat dari rumah.

Nomor telepon perangkat masyarakat, seperti ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) juga bisa dicantumkan. Hal ini untuk mengantisipasi jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, ada orang terdekat yang bisa dihubungi. Tetangga kiri, kanan, depan dan belakang termasuk di dalamnya, ya. 

Handphone

Benda ini sangat berguna dalam keadaan darurat, dengan catatan baterai cukup dan pulsa memadai, ya. Jangan pernah lupa men-charge-nya ketika mencapai 30%, dan carilah paket-paket murah yang ditawarkan provider Banyak, lho, provider yang menawarkan paket murah sejak awal pandemi Covid-19.

Itu tadi 5 barang yang harus ada selama PSBB berlangsung. Bagaimana menurut kalian? Apa ada yang masih perlu ditambahkan?

Thursday, 30 April 2020

Belajar Keterampilan Bisnis dengan Google Primer | Our Life Journey

Tak terasa sudah hampir dua bulan sejak anjuran #dirumahaja diberlakukan. Apa saja yang sudah kalian lakukan selama pandemi ini? Pasti sudah banyak sekali ya, baik kegiatan yang dilakukan sendiri maupun bersama keluarga di rumah. Yang harus diingat adalah semua hal yang kita lakukan haruslah hal-hal positif.

Apakah kalian sudah mulai bingung mencari kegiatan lain untuk dilakukan? Kalau iya, mengapa tidak mencoba belajar. Banyak ilmu baru yang bisa kalian pelajari meski sedang berada di rumah, keterampilan tentang bisnis misalnya. Semua itu bisa kalian pelajari dari aplikasi bernama Google Primer yang bisa kalian download melalui gadget kalian masing-masing.

Google Primer adalah aplikasi buatan Google yang memberi kalian bermacam-macam keterampilan tentang bisnis dan pemasaran. Aplikasi ini disajikan dalam bentuk lembar presentasi, hingga terlihat begitu ringan dan sederhana. Visualisasi yang menarik dan materi yang disuguhkan secara interaktif, memungkinkan kita untuk belajar dengan mudah, efisien dan lebih efektif.

Ada beragam topik yang bisa kalian pelajari dari Google Primer ini, diantaranya adalah Bisnis dan Pengoperasian, Merek dan Identitas Usaha, juga Pemasaran dan Pengukuran. Dalam bab Bisnis dan Pengoperasian, kalian akan mempelajari perencanaan bisnis, penjualan, manajemen bisnis dan usaha perintis.

Dalam bab Merek dan Identitas Usaha, kalian akan mempelajari bagaimana membangun merek, keterlibatan konsumen dalam produk, website, juga pengalaman pengguna. Sedangkan dalam bab Marketing dan Pengukuran, kalian akan mempelajari pemasaran secara digital, melalui email, gadget, media sosial, dan lain sebagainya, juga menganalisanya.

Aplikasi ini menyimpan history aktifitas kalian, jadi kalian bisa tahu materi yang mana saja yang sudah dipelajari dan mana yang belum. Kalian tetap bisa membaca ulang materi tersebut meski sudah kalian baca berkali-kali.

Saya yakin, ilmu dan keterampilan yang kalian pelajari lewat Google Prime ini bisa kalian terapkan untuk mengembangkan usaha saat Covid-19 berakhir, atau bahkan kalian bisa memulai usaha baru pasca pandemi ini. Sambil menunggu Covid-19 berlalu, tidak ada salahnya belajar.

Menarik bukan? Kalian bisa unduh aplikasi ini secara gratis melalui Google Play atau App Store di Android kalian. Selamat belajar!

Ps:
Oh ya ... Google memiliki program yang membantu wanita Indonesia untuk mengembangkan usahanya sendiri, lho. Program itu diberi nama WomenWill, program ini memberikan fasilitas pelatih gratis kepada wanita. Next akan saya bahas tentang program WomenWill ini, ya.

Wednesday, 29 April 2020

6 Aplikasi Sesuai Fungsi yang Bisa Digunakan Saat Work from Home | Our Life Journey

Work from Home (WFH) atau bekerja di rumah mulai dianjurkan, menyusul anjuran peliburan sekolah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di beberapa kota dengan angka pasien positif Covid-19 tinggi, bekerja dari rumah menjadi keharusan, kecuali untuk beberapa sektor penting tak bisa berhenti beroperasi.

Ketika kondisi normal, segala aktifitas pekerjaan dilakukan di kantor, dengan peralatan lengkap. Namun, ketika kondisi tak biasa, seperti yang terjadi saat ini, kalian pasti membutuhkan beberapa aplikasi yang bisa membantu kalian melakukan setiap pekerjaan.

Berikut beragam aplikasi yang bisa kalian gunakan dan bermanfaat saat harus berkerja dari rumah:

Aplikasi untuk Berkomunikasi: Whatsapp

Sangat familiar bagi kita, whatsapp adalah aplikasi untuk berkomunikasi yang digunakan hampir semua orang. Saya biasa menyebutnya Aplikasi Sejuta Umat. Seperti yang sudah kalian ketahui, banyak kelebihan yang ditawarkan Whatsapp, seperti menelepon, obrolan chat, berkirim gambar, file, pesan suara dan panggilan video dengan 4 orang. Menurut saya aplikasi ini sudah cukup untuk komunikasi dan berkirim file-file kecil yang dibutuhkan untuk berkoordinasi saat WFH.

Aplikasi untuk rapat: Google Meet

Google Meet adalah satu dari banyak aplikasi buatan google yang terintegrasi dengan akun gmail kalian. Dengan menggunakan aplikasi ini, kalian bisa melakukan rapat secara online. Aplikasi ini bahkan bisa memfasilitasi rapat hingga 250 orang. Kamu bisa mematikan video dan suara jika memerlukan komunikasi satu arah, ada juga kolom chat yang bisa dimanfaatkan untuk tetap berkomunikasi.

Aplikasi berbagi file: Google Drive

Google Drive adalah aplikasi dari google, yang bisa kalian manfaatkan untuk menyimpan data tanpa memerlukan ruangan di disk, karena data kalian akan disimpan di cloud. Ruang penyimpanan yang besar, membuat kalian bisa menyimpan sebanyak mungkin data.

Kalian juga bisa saling berbagi file dengan menggunakan drive bersama yang bisa di akses oleh pihak yang kalian ijinkan untuk mengaksesnya. Google drive juga terintegrasi dengan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti DocuSign untuk tanda tangan elektronik, CloudLock untuk lapisan keamanan tambahan, dan LucidCharts untuk mockup.

Aplikasi slideshow: Prezi

Prezi adalah aplikasi untuk presentasi berbasis internet. Konsep awalnya adalah menyampaikan ide dengan lebih menarik. Selain dalam bentuk linier kita juga bisa membuat presentasi dalam bentuk mindmap, yakni pemetaan pikiran dengan menggunakan cabang-cabang dari pikiran utama.

Seperti aplikasi untuk resentasi lainnya, kalian bisa memasukkan tulisan, gambar, serta video. Prezi memiliki fitur ZUI (Zooming User Interface) yang membuat kita bisa memperbesar presentasi yang kita buat, hingga detail presentasi bisa dibuat sesuai keinginan kita. Menariknya, Prezi bisa kalian akses secara online dan offline.

Aplikasi menulis: Google Docs

Google Docs sebenarnya memilik fitur yang tak jauh berbeda dengan Microsoft Word, kalian bisa menulis dan mengedit dengan aplikasi ini. Hal yang membedakan diantara keduanya adalah bahwa Google Docs memiliki fitur berbagi, dimana kalian dan rekan kerja bisa mengedit file yang sama di waktu bersamaan. Jadi, kita bisa menyimpan file yang bisa dilihat oleh rekan kerja kita, atau orang-orang yang kita ijinkan melihat dan mengedit dokumen tersebut. Kita tak perlu susah payah mengirimkannya lewat email.


Aplikasi managemen waktu: Google Calendar

Seperti aplikasi google lainnya, aplikasi yang satu ini juga terintegrasi dengan akun gmail kalian. Hal ini berarti aplikasi google kalian yang lain pun saling terintegrasi. Google Calendar ini bisa kalian manfaatkan untuk mengatur jadwal kegiatan kalian selama WFH. Sebagai contoh, jika kalian memiliki jadwal rapat di hari tertentu, pengingat di kalendar ini akan mengingatkan kalian dengan fitur alarmnya melalui gadget yang terhubung gmail. Kalian juga diarahkan menuju email yang berisi link jadwal rapat, yang bisa mengubungkan kalian ke aplikasi Google Meet.

Demikian tadi 6 aplikasi sesuai fungsi, yang bisa kalian gunakan untuk memudahkan saat Work From Home (WFH). Semoga bermanfaat.

Tuesday, 28 April 2020

Kegiatan Seru Bersama Keluarga di Rumah: Mencoba Berdandan a la Mugshot Challenge | Our Life Journey

Belakangan ini mugshot challenge atau tantangan mugshot sedang booming dan viral di dunia maya. Apa itu mugshot challenge? Mugshot challenge adalah tantang merias wajah dengan menampilkan wajah yang babak belur, seperti baru saja mengalami tindak kekerasan atau berkelahi. Mugshot sendiri adalah foto yang biasanya diambil oleh pihak kepolisian ketika seseorang ditangkap karena terlibat suatu kasus.

Pagi ini saya mencoba melakukan mugshot challenge dengan keponakan, kegiatan ini bisa menjadi kegiatan seru yang bisa kalian lakukan dengan keluarga kalian.

Berikut langkah-langkah yang kami lakukan:

Rias Wajah Seperti Biasa

1. Aplikasikan pelembab wajah untuk melapisi kulit.

*mohon abaikan mata yang aneh ini

2. Kipasi wajah agar pelembab cepat kering.

3. Aplikasikan foundation sesuai warna kulit model.


4. Ratakan ke seluruh wajah dengan menggunakan spons atau beauty blender.

5. Buat alis dengan menggunakan pensil alis. Pilih warna sesuai keinginan kalian.

6. Rapikan dan ratakan alis menggunakan sikat alis, bukan sikat gigi, ya.

7. Aplikasikan eye-shadow di kedua kelopak mata dengan warna sesuai keinginan.

8. Aplikasikan juga blush-on di kedua pipi.

9. Setelah itu, aplikasikan lipstik. Gunakan warna yang serasi dengan eye-shadow dan blush-on.

10. Terakhir untuk riasan dasar, saya tambahkan lip-tint di bagian bibir dalam untuk memunculkan kesan ombre.

Memulai Riasan ala Mugshot

Sekarang, mari kita mulai mugshot look-nya.

1. Siapkan eye-shadow dengan warna-warna gelap dan warna-warna tanah.

2. Campurkan ketiga warna yang saya beri lingkaran merah pada gambar untuk memberi kesan warna luka atau memar bekas pukulan.


Jika eye-shadow palette kalian tidak seperti yang saya tunjukkan ini, kalian bisa memilih warna ungu tua, ungu dan coklat tua yang ada di palette kalian.

3. Aplikasikan di area yang kalian inginkan, kali ini saya aplikasikan di sekitar mata kiri model. Saya menggunakan tangan untuk hasil yang lebih sesuai dengan keinginan.

4. Aplikasikan juga di tempat lain, sesuai keinginan. Kali ini saya aplikasikan memanjang di pipi kiri, untuk kesan tergores.

5.Gunakan warna gelap untuk membuat garis untuk kesan luka terbuka.

Pada palette ini saya menggunakan warna hijau tua nyaris hitam.

6. Tambahkan warna merah muda untuk kesan daging yang terbuka. Tambahkan juga lip-tint di tengahnya.

7. Tambahkan lip-tint lagi untuk kesan kumpulan darah yang hamir menetes.

8. Tadaaaa! Beginilah hasil akhir riasan mugshot kami.

Mugshot Challenge Done! Yippie ...!

Monday, 27 April 2020

Tips Tetap Waras Saat #DiRumahAja | Our Life Journey

Bagi orang-orang yang terbiasa menghabiskan waktunya di dalam rumah dan tak suka bepergian mungkin anjuran untuk #dirumahaja dan menghindari kerumunan adalah hal yang tak sulit. Namun, tidak dengan mereka yang terbiasa berada di luar rumah, hal ini akan sangat sulit dan membosankan.

Sejujurnya, saya saja, yang lebih suka berada di rumah jika tidak sedang berjualan, merasakan kebosanan yang amat sangat di tiga hari pertama #dirumahaja. Rasanya seperti sampah. Keadaan pasca banyak kegiatan di luar ke kondisi berdiam diri di rumah, ditambah rumah yang hanya sepetak, membuat pikiran semakin kacau.

Ruang depan ... kamar ... dapur, ruang depan ... kamar ... dapur, begitu terus selama di rumah, karena memang hanya tiga ruangan itu yang tersedia, tanpa halaman depan dan belakang.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk menjaga kewarasan? Berikut tips yang bisa saya bagikan untuk kalian, agar tetap waras selama di rumah.

1. Berhenti Sejenak Mendengar Berita

Berita yang akhir-akhir ini berkembang, baik di media elektronik maupun online seringnya membuat pikiran yang sudah suntuk karena #dirumahaja, menjadi semakin kusut tak karuan. Terlebih berita-berita yang berisi segala hal negatif yang membuat kepanikan dan rasa takut muncul, pun acara talkshow yang lebih sering berisi perdebatan dan pro-kontra.

Mendengarkan hal-hal seperti itu, hanya akan menambah beban pikiran kita. Berhenti sejenak melakukannya dan mulai fokus mengerjakan hal lain yang lebih positif, bisa membantu kita menjaga pikiran agar tetap waras.

2. Mulai Mencintai Diri Sendiri

Kesempatan yang sulit di dapat dengan berada di rumah saja ini, juga bisa kita manfaatkan dengan mulai mencintai diri sendiri. Meluangkan waktu sejenak untuk melakukan perawatan diri sendiri di rumah, seperti creambath, mewarnai rambut, facial treatment, menicure-pedicure dan perawatan tubuh lain, bisa mengembalikan semangat dalam diri untuk menjalani hari.

Selain melakukan perawatan tubuh, kita juga bisa mulai bereksperimen dengan alat-alat makeup yang kita miliki. Mencoba mendandani diri dengan riasan yang tak biasa seperti mugshot, vampire look dan lainnya bisa sangat menghibur.

Selain yang berhubungan dengan fisik, spiritualitas juga perlu di pertebal agar tetap waras. Kalian bisa mulai menonton kajian-kajian agama online, dari ustadz-ustadzah tersohor negeri ini. Selain itu kalian juga bisa mulai menambah ibadah-ibadah sunnah, dan meniatkan diri untuk mulai membaca atau bahkan mengkhatamkan Qur'an selama #dirumahaja.

Oh, ya ... jika ada anggota keluarga lain, ada baiknya mengajak mereka ikut serta dengan kegiatan mencintai diri sendiri ini, agar lebih seru dan mempererat hubungan satu sama lain.

3. Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Saat kita sibuk dengan kegiatan di luar rumah, pekerjaan rumah tangga seperti tidak selesai-selesai dan tak ada habisnya. Mumpung lagi di rumah aja, nih, ada baiknya mulai mencicil mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah yang biasanya terbengkalai dan terlewatkan.

Membersihkan rumah, memasak sambil mencoba menu-menu baru, merapikan lemari pakaian yang mulai berantakan, menyortir alat makeup yang sudah kadaluarsa dan tak terpakai lagi, juga kegiatan rumah tangga lainnya bisa menjadi alternatif kegiatan selama di rumah. Mendekor ulang kamar tidur maupun ruangan lagi juga sangat bisa dilakukan.

4. Melakukan Hobi & Pengembangan Diri

Melakukan kegiatan yang menjadi hobi juga bisa menjadi alternatif kegiatan agar tetap waras selama di rumah. Jika kalian hobi menonton, banyak film dan drama baru yang bisa kalian tonton. Atau kalian ingin menonton film dan drama yang sudah lama ingin kalian tonton? Inilah saatnya!

Membaca buku-buku dan menonton berbagai video tentang psikologi sangat membantu kita memahami diri sendir dan mengembangkan diri. Menantang diri melakukan sesuatu yang baru, seperti mengikuti pelatihan online, menulis pengalaman selama #dirumahaja, mengikuti tantangan 30 hari juga bisa dilakukan untuk  dilakukan untuk mengembangkan diri --seperti yang sedang saya lakukan saat ini. Atau mungkin kalian ingin mengikuti lomba-lomba? Go ahead!

5. Tetap Terhubung

Manusia selamanya makhluk sosial, tak akan bisa hidup tanpa orang lain. Tetap terhubung dan menjalin silaturahmi dengan sanak, saudara, sahabat dan kerabat secara online sangat membantu kita tetap waras. Kalian bisa menggunakan berbagai aplikasi komunikasi yang tersedia, baik video maupun voice, bisa membuat kita tetap merasa menjadi manusia.

6. Olahraga dan Istirahat yang Cukup

Tips terakhir dari saya, yang tak kalah penting adalah tetap berolahraga dan istirahat yang cukup. Olahraga tak harus dengan peralatan lengkap seperti di gym, dengan alat-alat sederhana, kita bisa melakukannya di rumah. Dan istirahat yang cukup, itu bukan pilihan tapi keharusan. Jangan sampai karena banyak waktu luang, membuat kalian menghabiskan semuanya tanpa beristirahat. Hp aja butuh di charge, apalagi tubuh kita.

Okay, jadi itu tadi 6 tips untuk tetap waras selama di rumah. Tetap sehat, tetap semangat.

6 Perubahan Saat Covid-19 Berakhir | Our Life Journey

Covid-19 atau Corona Virus Deases 2019 yang disebabkan oleh virus Corona, berawal di Wuhan, Cina. Virus ini diduga berasal dari hewan, kelelawar, yang dikonsumsi oleh manusia kemudian berpindah ke tubuh manusia tersebut. Virus ini kemudian menyebar dengan cepat antar manusia mulai Desember 2019.


Sempat beredar spekulasi bahwa virus ini adalah buatan manusia. Namun, menurut hasil penelitian virus Corona di Ohio State University, yang dipimpin oleh Shan-Lu Liu, virus ini bukan buatan manusia.

Cina menjadi negara pertama penyebaran virus ini, kemudian dengan cepat menyebar ke belahan dunia lainnya, seperti Amerika Serikat, Italia, Spanyol, Jerman, Iran, Inggris, Swiss, Belanda, dan sejumlah negara lainnya, termasuk Indonesia.

Di Indonesia total angka positif Covid-19 hingga Sabtu, 25 April 2020, sebanyak 8.607 jiwa. Menurut perkiraan para ahli dari UNS, ITB, UGM, UI, juga BIN, Covid-19 di Indonesia akan mencapai puncaknya pada pertengahan bulan Mei 2020, dan selesai pada akhir bulan Mei atau awal Juni 2020.

Merebaknya penyakit karena virus Corona ini membuat manusia semakin berjarak, hal ini menyebabkan interaksi yang dilakukan pun tidak seperti biasanya. Seruan social distancing, #dirumahaja, WFH (Work From Home), juga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna memperlambat bahkan memitus rantai penyebaran Covid-19, membuat teknologi berperan amat penting, membantu kita untuk tetap saling terhubung meski tak bertatap muka, bahkan bagi anak-anak sekolah dan para mahasiswa.

Banyak hal yang akan berubah saat Covid-19 berakhir, berikut 6 diantaranya:

Bidang teknologi

Dengan adanya penyebaran Covid-19, semua masyarakat dituntut untuk menggunakan teknologi dalam segala bidang kehidupannya. Penggunaan teknologi internet yang semakin besar akan memicu perkembangan infrastruktur digital, karena adanya kebutuhan akan jaringan berkecepatan tinggi, teknologi penyimpanan data di cloud, data center atau big data, managemen keamanan dan infrastruktur broadband. Maka, infrastruktur digital akan berkembang pesat.

Bidang Sosial Masyarakat

Wabah yang menyerang ini menyadarkan masyarakat tentang harus adanya pembatasan diri dengan orang lain, akan tetapi keprihatinan ini memunculkan kesadaran sosial saling membantu dan bergotong-royong keluar dari permasalahan yang terjadi. Hal ini memupuk kesadaran akan kesetiakawanan sosial.

Bidang Kesehatan

Dimulai dengan konsultasi dokter yang tak perlu tatap muka, saling terhubung tanpa bertemu. Konsultasi virtual akan berkembang pesat. Disamping itu deteksi kesehatan secara virtual pun akan berkembang. Hal ini juga akan terhubung dengan pusat data yang bisa memprediksi statistik kesehatan, meski kejujuran masyarakat saat memasukkan data diperlukan. Kecerdasan buatan juga akan semakin banyak digunakan untuk mengembangkan obat-obatan.

Bidang Ekonomi

Anjuran #dirumahaja membuat kegiatan ekonomi konvensional sangat terhambat, semua beralih pada penjualan melalui marketplace. Dengan begitu, banyak bermunculan toko-toko online dan pembayaran secara virtual pun berkembang dengan pesat.

Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, terutama secara informal, Covid-19 merubah tipe pembelajaran dalam kelas, menjadi sistem pembelajaran dalam jaringan (online). Akan semakin banyak bermunculan  pembelajaran-pembelajaran online, pun seminar-seminar online

Bidang Olahraga

Banyaknya perhelatan olahraga yang tertunda, membuat bermunculan kegiatan-kegiatan permainan kompetisi olah raga melalui media elektronik yang biasa disebut e-sports. Setelah Covid-19 berlalu, akan banyak lagi bermunculan e-sports.

Demikian tadi perubahan-perubahan besar yang signifikan, yang mungkin terjadi setelah Covid-19 berlalu. Perkembangan apapun yang akan terjadi, semoga adalah perkembangan ke arah yang lebih baik, pun semoga wabah ini cepat berlalu.

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...