Thursday, 8 October 2015

Ini Menurut Saya: Angel Pieters Kecil Mirip..

Dear Good Readers dan Weirdos,

Sudah lama sebenarnya saya pingin nulis tentang kemiripan dua orang ini, tapi entahlah mungkin waktunya baru sekarang.

Oke, pertama saya ceritain dulu awal mula 'ngeh' bahwa mereka mirip. Suatu hari lagi nonton net tv dan entah kenapa tertarik banget sama salah satu serial dengan genre drama musikal semacam Stereo. Bukan Rani namanya kalo gak kupas tuntas dan menghapus ke-kepoan diri, maka mulai lah saya cari tau tentang Stereo.

Para pemerannya keren-keren, oke-oke. Ada nama Vidi Aldiano, Pradikta Wicaksono (to be honest orang ini yang pertama bikin saya penasaran sama drama musikal yang satu ini, dan ketagihan nonton), ada Kila Shafia, Tatjana Saphira, pak Azis dan Angel Pieters.

To be honest lagi dari enam nama itu cuma dua pertama yang memang udah masuk kamus ketenaran dikepala saya, karena jujur saya memang gak gaul dan gak gitu update, gimana mau update nonton tv aja gak suka, nagih soalnya, jadi sekali lagi to be honest saya hidupin tv ya cuma hari minggu aja, jam 6 sore tepatnya, nungguin Stereo. Tapi hari minggu besok itu episode terakhir, terus saya nonton apa lagi donk? Kita lihat nanti..

Balik ke pembahasan utama, begitu saya ngulik tentang Angel Pieters saya baca kalau dia adalah juara Idola Cilik, what? Padahal itu kan dulu tontonan saya juga.. Yang mana yang Angel ini, kok gak inget?? Bukan Angel yang gak tenar, itu sekali lagi murni saya yang pelupa.. Mulailah saya kepoin Angel, saya cari tuh foto-foto jaman Angel masih bau kencur.. (Dulu bau kencur sekarang mungkin bau jahe.. Hihihi.. Bukan, sekarang wangi parfum CK..)

Ketemu!!! Ini dia..


Jujur susah banget nyari foto Angel waktu masih kecil, saya dapet tiga yang paling sreg dihati. Dua yang dibawah ini..



Yang diatas ini malah udah agak dewasaan kayaknya ya..

Setelah liat-liat foto Angel apa lagi yang pake poni jadi keingetan siapa gitu.. Begitu saya coba inget-inget lagi..

Ooooh iyaaaa.. Anjaliiii!!!!

Mulailah saya cari-cari tentang Anjali yang ternyata namanya Sana Saeed.. Dan saya mulai mencari gambar dari Sana Saeed, ini fotonya..




Naaaah..., kalau menurut saya ada kemiripan diantara mereka. Bukan cuma poni, sungguh.. Bentuk wajah, hidung, dan mata mereka miriiip.. Suka suka suka.. Dan yang pasti sama-sama cantik.. Eeeh, cantikan Angel donk.. :)

Postingan kali ini segitu dulu ya..

Weird Love,


Saya dan Puisi: Sang Pembawa Kehancuran

Saat ini aku tetap berusaha meyakinkan semua orang bahwa bukan aku yang bersalah melainkan dia

Aku dengan kemampuanku memanipulasi pikiran mereka, berusaha menggiring mereka pada kesimpulan dan keyakinan bahwa dialah penyebab segala masalah ini terjadi, bukan aku..

Aku tahu suatu hari nanti hal inilah yang akan membawaku pada kehancuran
Tapi itukan masih nanti, itukan masih lama..

Setidaknya saat ini aku bisa puas menghancurkan keutuhan ikatan sedarah ini atas nama egoisme dengan kamuflase kerukunan..

Thursday, 24 September 2015

Ini Menurut Saya: Yuuk aaah.. Selesaikan Masalah!! - Cara Memecahkan Masalah | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos all around the world,

Bagaimana cara menyelesaikan masalah? Sebetulnya topik ini sudah ingin saya bahas berminggu-minggu lalu bahkan mungkin berbulan-bulan lalu, tapi karena satu dan lain hal saya belum sempat mengangkat tema ini.

Beberapa hari lalu saya melihat sebuah postingan di newsfeed facebook saya yang bikin saya jadi merasa harus menulis tentang topik ini, karena menurut saya topik ini menarik. Menurut saya lho ya.. Hihihi.. Tapi serius, mengingat kembali apa yang ingin kita tulis beberapa bulan lalu sungguh melelahkan karena saya cuma punya konsep di kepala yang belum sempat saya tuangkan dalam bentuk tulisan pun coretan.

Okay, mari kita mulai saja..


Di dunia ini siapa sih yang enggak punya masalah? Semua orang pasti punya masalah. Mau itu masalah keuangan, masalah dengan pasangan, masalah di tempat kerja, di sekolah dan masalah dengan manusia-manusia lain, guru, orang tua, sesama teman, saudara, sahabat dan lainnya. Karena sejatinya setiap pribadi memiliki keunikannya sendiri, mulai dari karakter yang berbeda, kemampuan beradaptasi yang berbeda, kemampuan menyelesaikan masalah yang berbeda, nilai diri yang berbeda, bahkan yang kadang dianggap sepele adalah perbedaan cara pandang, sudut pandang, perspektif, point on few, entah apa lagi namanya. Perbedaan itulah yang kadang menyebabkan masalah.

Sebenarnya apa sih masalah itu? Masalah adalah persoalan atau hal yang harus diselesaikan.

Jika saat ini kalian sedang punya masalah, yakinkan diri bahwa orang lain pun punya masalah. Masalahnya ada orang-orang yang mampu menyembunyikan masalahnya untuk konsumsi pribadi dan ada yang menunjukkannya keluar agar semua orang tahu dia punya masalah. Tak ada satupun manusia di dunia yang tak punya masalah. Bahkan ketika kita bangun di pagi hari pun kita menemui masalah, semisal mau apa kita setelah bangun ini mandi atau makan?


Ketika akhirnya memutuskan mandi ternyata air habis, dan kita tahu orang yang bertanggung jawab atas kekurangan air yang terjadi adalah adik kita, sebab memang cuma dia tukang habisin air dan gak pernah hidupin kran waktu mandi. Jadilah kita sebel sama dia. Mending kalau dia mau ngaku kalau tadi dia memang gak hidupin kran, nah kalo dia gak ngaku dan mengelak, jadinya masalah..

Ketika kita memilih tidur lagi tiba-tiba perut terasa lapar, lalu kita menuju meja makan dan melihat hanya ada makanan yang tidak kita sukai, atau bahkan tak ada makanan sama sekali. Jadilah kita mulai mencari siapa yang salah, dan ternyata si bibi karena dia masih sibuk ngobrol sama bibinya tetangga depan rumah. Jadilah kita sebel sama dia. Mending kalau dia mau ngaku kalau dia emang keasyikan ngobrol sama bibinya tetangga depan rumah, nah kalau dia ngelak dan bilang kita yang kepagian bangunnya, jadinya masalah..

Good Readers dan Weirdos, contoh yang saya kasih diatas cuma contoh-contoh kecil yang kadang kala bisa jadi masalah besar. Bagaimana jika masalahnya besar, bisa-bisa jadi masalah yang sangat bueeeesaaaar.. Dari dua contoh diatas jatuhnya jadi saling menyalahkan, padahal sejatinya manusia adalah makhluk egois yang gak pernah mau disalahkan. Sekali dia disalahkan dia akan balik menyalahkan orang lain dengan berbagai alasan dan pembenaran diri.

Lalu bagaimana cara menyelesaikannya? Seperti yang sudah disinggung di atas, ada tipe orang yang menyelesaikan masalah dengan mencari siapa yang salah sehingga seringnya cenderung menyalahkan orang lain dan tidak menyelesaikan masalah inti, masalah menjadi meluas dan melebar. Seperti yang juga sudah disinggung di atas manusia adalah makhluk egois, tak ada seorangpun manusia yang ingin disalahkan kecuali dia benar-benar memiliki kebesaran hati untuk menerimanya. Seperti yang dijelaskan juga oleh mas Kertadrarajawen dalam postingannya di kompasiana ini.


Untuk menyelesaikan masalah jangan pernah mencari siapa yang salah sebab tidak akan ada habisnya. Masing-masing pribadi harus menyadari bahwa setiap orang yang terlibat dalam masalah ikut andil dalam terjadinya masalah, dan fokuslah pada akar permasalahan. Apa itu? Mencari solusi. Bagaimana cara mencari solusi? Caranya dengan duduk bersama dan bermusyawarah untuk mencapai mufakat #berasalagibelajarpkn #emangiya #inibabkerukunan

Contohnya yang tadi aja ya, yang mandi enggak ada air itu lho.. Kalau kamu terus nyalahin adik kamu, adik kamu juga bakal nyalahin kamu balik. Bisa jadi dia bilang, "Salahnya bangun siang.. Pagian dikit lah..". Tuh kan, jatuhnya berantem. Kesampingkan ego, cari solusi. Solusinya adalah setiap orang di rumah harus ingetin adik kamu untuk hidupin kran tiap kali dia masuk kamar mandi, dengan gitu kemungkinan besar adik kamu risih. Awalnya mungkin bakal ngerasa terpaksa melakukan hal yang diperintahkan tapi lama-kelamaan akan jadi kebiasaan. Asal jangan lupa matiin krannya aja kalau sudah selesai, kalau enggak bisa jadi masalah baru. Hihihi..


Eh, ada solusi lain lagi.. Kalau emang kenyataannya kamu yang bangunnya kesiangan, ya coba bangun pagian dikit. Instrospeksi diri itu penting, sebelum menilai orang lain coba nilai diri kita sendiri, sudah sempurnakah kita? Coba untuk lebih objektif menilai diri kita. Kalau salah mengakulah salah, setidaknya dalam hati. Jadi kedua belah pihak yang bermasalah saling memperbaiki diri.


Ya, seperti quote di atas.. Masalah itu seperti mesin cuci, kita dibanting, dibolak-balik tapi akhirnya masalah bisa membuat kita jadi lebih baik. So..




Thursday, 3 September 2015

Ini Menurut Saya: Mas Dalam Islam Poligami Boleh Lho | Our Life Journey

Dear Good Reader and Weirdos all around the world,

Mungkin akhir-akhir ini kalian sering baca judul postingan semacam ini. Ya, ini postingan yang saya baca juga lewat link yang di-post seseorang di FB (maaf saya lupa pertama kali baca postingan ini dari siapa). Ini linknya:


Penggalan tulisan diatas adalah tulisan status seseorang yang sedang jalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan dan melihat seorang suami sedang nyuapin anaknya sedangkan ibunya sedang asyik memilih pakaian. Postingan lengkapnya seperti ini:


Saya mencoba melihat kejadian ini dari beberapa sudut pandang dan pemikiran positif. Bukan berarti pendapat cewek ini tidak benar, karena memang dia orang luar yang tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya. Bisa jadi kemungkinan memang si istri yang ‘gak tau diri’ dengan memasrahkan anaknya kepada suami sedang dia asyik-asyikan memilih baju.

Kalau saya lebih memilih melihatnya dari perspektif lain yang jauh lebih positif, siapa tahu lelaki ini memang sedang memberikan ‘Me Time’ pada istrinya dengan membiarkan dirinya yang meng-handle sang buah hati. Atau mungkin si istri sedang berulang tahun dan meminta dia memilih sendiri kadonya.. Bisa jadi..

Kita lihat lagi, siapa tahu si wanita sedang berada dikumpulan baju lelaki dan sedang memilih baju lelaki, bisa jadi lelaki ini adalah suami yang tak suka berbelanja dan memilih bajunya sendiri sehingga dia meminta istrinya memilihkan baju untuknya, seperti suami saya..

Suami saya paling malas diajak jalan-jalan, kalau sudah berhasil ngajak dia jalan paling males disuruh milih baju padahal buat dia sendiri.. Jadilah saya yang memilihkan untuk dia. Kalau lagi bawa ponakan (maklum belum diberi titipan sama Allah) ya dia yang bawa ponakan.. Tak perlu meminta persetujuan dia tentang baju mana yang harus dibeli, karena jika ditanya dia akan bilang, “Terserah kamu aja..” Yang jika saya juga ragu maka tidak ada satupun baju yang terbeli.. Huft.. Kalau sudah begitu apa saya yang salah.. Tentu tidak..

Jujur kalau saya pribadi melihat lelaki (mau dia super ganteng, ganteng aja atau biasa aja yang sedang) menggendong anak atau melakukan interaksi apapun dengan anak-anak (mau anak sendiri kek, mau ponakannya kek, terserahlah) justru malah lebih kelihatan “WOW”, sexy serius..! Itulah sebabnya kenapa saya suka banget sama suami saya.. Dia sayang banget sama anak kecil.. #curcol

Itu tadi pendapat saya tentang berita yang lagi ramai di sosmed ini. Sekali lagi itu sudut pandang saya, yang suka sekali melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berbagai perspektif. Bagaimana sudut pandang Good Readers dan Weirdos disana?

Kalau pendapat saya tentang poligami bagaimana? Nanti deh saya buat postingan tentang poligami..

Weird Love,

Thursday, 27 August 2015

New Label: I Can Relate to These! | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Kali ini saya mau launch new label yang namanya "I can relate to these!". Ceritanya sejak saya ikut tes MBTI dengan hasil INFJ, saya langsung cari tahu tentang tipe ini dan gabung ke group MBTI dan INFJ baik yang Indonesia maupun yang Internasional. Karena saya gabung di grup-grup itu jadi otomatis saya dapat feed kalau ada yang posting disana. Hampir tiap hari ada aja postingan dari para membernya yang bikin saya merasa seperti, "Waah.. Ini saya banget.. Saya juga pernah ngalami itu..". Ya, I can relate to most quotes there. Bentuknya lebih ke words picture, entahlah apa istilahnya.. Contohnya seperti gambar dibawah ini:


Begitulah.. Sebetulnya saya pingin komen di bawah postingan tersebut di grup sana tapi rasanya enggak enak aja, dan enggak mungkin juga saya cerita panjang tentang bagaimana kejadian yang membuat saya merasa relate to those words, paling saya cuma bilang, "Me too..", "Same here", atau cuma sekedar menambahkan jempol saya disitu.

Seperti quote diatas, saya memang biasanya berharap orang-orang yang bertemu saya bisa as weird as saya karena saya tahu saya memang weird. :D

Weird Love,

Cerita Sedikit: Lagu Pertama dan Terakhir Saya | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Sesuai postingan saya yang satu ini >> Tuesday Questions: What My Biggest Dream is? (Part I) | Our Life Journey, saya ada janji untuk cerita tentang saya yang 'mengaku' pernah bikin lagu.. Hahahahha.. Pingin ketawa rasanya kalo inget momen itu, tapi sekaligus nyesek karena saya gak bisa pamerin lagu itu disini..

Kejadiannya udah lama banget. Ceritanya itu lagu pertama dan terakhir yang pernah aku buat, tapi dia hilang bersama hilangnya hape blackberry saya waktu lagi liburan ke Balekambang. Bukan hilang tapi hanyut terbawa air laut.. Well, ceritanya agak creepy sih tapi gak apa lah biar saya ceritakan.

Saya sering sekali mendengar banyak suara dikepala saya, mulai dari suara teriakan sampai suara bisikan yang lembut yang saya yakini itu bukan suara siapa-siapa tapi suara saya sendiri. Entah mungkin itu suara hati saya, yang jelas saya tahu pasti itu akibat dari saya yang memang suka sekali berpikir tentang banyak hal yang saya lihat, saya dengar dan saya rasakan. Datangnyapun secara tiba-tiba dan sering, semacam saya bisa menyerap energi yang ada disekitar saya.

Entah kenapa pada hari-hari itu yang datang ke kepala saya bukan suara-suara tapi alunan musik, jarang sekali bahkan hampir tidak pernah terjadi. Maksud saya begini, sering sekali setiap saya melihat, mendengar atau merasakan sesuatu tiba-tiba di kepala saya mengalun lagu yang pernah saya dengar yang sesuai dengan keadaan saat itu.

Misalnya saya sedang lihat cowok sedang melamar ceweknya, secara tiba-tiba muncul lagu Janji Sucinya Yovie and Nuno. Semacam itulah, tapi yang kali ini bukan lagu yang pernah saya dengar, ini semacam lagu baru yang memaksa saya untuk melantunkannya dan merekamnya di hape saya. Ya.. Hape blackberry yang kecemplung air laut dan hanyut itu -,-"

Bahkan saya berusaha keras merangkai nada-nadanya. Belum sempurna karena reffrain belum ada, sampai suatu hari ketika saya sedang keluar naik motor bersama suami, hujan mulai turun. Kami terpaksa mampir ke tempat kerja suami karena memang tempat yang paling dekat untuk ikut berteduh ya tempat itu. Kami berdiri dibawah kanopi parkir yang cukup besar, hujan turun deras dan mengganggu pendengaran. Secara tiba-tiba saya mendengar lagi alunan lagu di kepala saya, disitulah saya menyempurnakan lagu dengan reffrain. Saya merekamnya ditengah hujan deras. Entahlah apa ada yang mendengar, suamipun rasanya tak mendengar karena hujan memang begitu deras mengguyur.

Sampai situ semuanya aman, lagu selesai, rekaman tersimpan di hape dan saya take this song for granted. Jadi begitu semua susunan lagu lengkap saya sama sekali tak mengulang untuk mendengarkannya atau setidaknya menyanyikannya lagi untuk direkam utuh satu lagu. Tidak sama sekali. Saat itu yang ada dipikiran saya, "Nanti kalau ada waktu aja saya dengar lagi untuk kemudian saya rekam utuh satu lagu.. Toh sudah aman, sudah saya save semua di hape ini, kalau suatu saat mau denger tinggal putar lagi. Gampang kan..".

Seandainya saya menyempatkan diri mendengar potongan-potongan lagu yang saya rekam mungkin saat ini saya masih ingat sedikit-sedikit bagaimana nadanya dan seperti apa liriknya. Mungkin juga saat ini saya bisa menunjukkan pada Good Readers dan Weirdos semua dengan merekam ulang lagu itu.

Tapi terlambat, lagu itu keburu hanyut di pantai selatan Malang. Huhuhu..

Ceritanya waktu itu kami sekeluarga dan saudara bapak dari Jakarta rekreasi ke pantai Balekambang ini.


Untuk sampai ke Pura kecil diatas karang seperti gambar diatas kami harus melewati sebuah jembatan yang lumayan panjang. Saat itu kami berdiri di jembatan untuk berfoto bersama, hape blackberry itu sedang berada di tangan saya.

Karena ada sodara yang sudah di depan mendahului kami saya memanggil mereka untuk berkumpul dan berfoto dengan melambaikan tangan, gak saya sangka Adit (adik kesayangan saya yang paling ganteng sendiri, saya total kalo muji) menyenggol tangan saya yang menyebabkan hape itu jatuh ke jembatan, karena saking kerasnya menyentuh lantai jembatan beberapa detik kemudian hape itu terpental dan nyemplung ke laut di bawah kami.

Sempat beberapa saat setelah hape itu nyemplung ada yang berinisiatif meloncat turun tapi segera dicegah karena ombak sedang besar besarnya. Entah suara siapa yang menyuruh meloncat.

Oh ya, beberapa saat sebelum kejadian itu saya melihat seseorang berpakaian hitam dan kacamata hitam dibelakang kami. Entah kenapa keberadaannya sungguh mengganggu tapi saya acuhkan.

Beberapa detik hape itu masih terlihat. Satu sapuan ombak hape masih terlihat, sapuan kedua juga masih terlihat meski hanya separuh, sapuan ketiga hape sudah tak nampak lagi.

Detik-detik tiga ombak menyapu kepala saya dipenuhi pikiran tentang kenangan-kenangan yang ada di hape itu, mulai foto-foto yang tersimpan, tulisan-tulisan saya, juga potongan-potongan rekaman lagu itu.

Shock, sedih tapi bersyukur karena gak ada yg berusaha meloncat turun untuk mengambil hape itu. Kalau ada yang meloncat mungkin orang itu sudah keseret ombak..

Nyesek tapi mau gimana lagi, saya cuma bisa meringis senyum-senyum sendiri dan menenangkan orang-orang yang pada shock juga melihat kejadian itu terutama Adit, bukannya saya yang ditenangin.


Lihat foto saya digambar atas ini, udah senyum kan? Saya memang begitu, buat saya deal with my own pain lebih mudah dan bisa diatur nanti yang penting jangan sampe orang merasa bersalah sama saya atas kejadian yang bisa jadi saya juga ikut andil didalamnya.

Begitulah ceritanya, tak ada yang bisa diselamatkan dari hape itu. Tapi it's kinda blessing in disguise, Adit merasa bersalah karena dia suspectnya. Walau saya bilang gak apa, dia berjanji bakal nambahin uang untuk beli hape baru buat saya. Dan.. Saya dapat hape baru.

Begitulah, I learned many lessons from this thing happened to me. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari berbagai hal yang datang dalam hidup bagi orang-orang yang mau berpikir.

Buat saya moral valuesnya banyak banget. Silahkan Good Readers dan Weirdos simpulkan sendiri, saya tak mau menggurui.

Love,

Tuesday, 25 August 2015

Tuesday Questions: What My Biggest Dream is (Part I) | Our Life Journey

Dear Good Readers and semua Weirdos,

Maaf ya semua, mulai posting kali ini akan saya tambah salamnya.. Jadi bukan cuma untuk good readers semua tapi juga untuk para weirdos yang merasa as weird as me or even weirdest. #Smile

Rasanya sudah puluhan Selasa yang saya lewati tanpa menjawab ratusan pertanyaan yang datang ke meja saya. Pertanyaanya bermacam-macam, tapi jelas harus saya saring dan saya pilah-pilah mana yang harus saya jawab dan tidak.

Ada beberapa pertanyaan yang benar-benar menggelitik diri saya, menggelitik karena untuk bisa bikin saya menghabiskan beberapa paragraf untuk menjawabnya. Awalnya saya pikir, enggak ah.. Gak akan saya jawab di blog ini, cukup di buku pribadi saya aja.. Takut pada bosen dan gak suka membacanya, tapi saya pikir-pikir lagi sejujurnya saya lebih suka pertanyaan semacam itu. Pertanyaan yang benar-benar membuat saya berhenti sejenak untuk berfikir, mengingat, merefleksi diri dan sejenisnya untuk menjawab satu pertanyaan saja.

Jadi saya putuskan untuk kali ini saya hanya akan menjawab satu pertanyaan, biarin dulu pertanyaan-pertanyaan lain menumpuk kita kasih makan dulu karakteristik INFJ saya satu ini. Biar lega.. :D

Pertanyaannya adalah..

"WHAT IS YOUR BIGGEST DREAM?"

Kurang dalam gimana coba pertanyaan ini, baiklah akan saya jawab.. Semoga jawaban saya bisa dipahami dan dimengerti. Oh iya, tulisan ini sepertinya akan benar-benar panjang.. Jadi buat yang gak suka baca panjang-panjang tetap boleh kok baca postingan ini, tapi hati-hati mata bisa tiba-tiba rabun.. :p

Kembali ke topik.. Jujur ini pertanyaan sulit buat saya tapi saya merasa tertantang untuk kembali mengingat mimpi-mimpi, impian-impian yang pernah saya punya dulu. Kalaupun boleh menambah satu huruf di belakang Dream akan saya rubah menjadi Dreams dan akan saya bagi dalam beberapa posting.. Haha.. Bisa jadi bahan buat memperbanyak tulisan.

Kalau dibilang IMPIAN sudah pasti dari kecil masing-masing kita punya impian, punya mimpi. Kalau saya boleh bilang mimpi adalah cita-cita.

-Sekali lagi maafin saya kalau penjelasan saya bakal panjang dan mungkin membosankan-

WHAT ARE YOUR DREAMS?

This is one of my dreams..

Saya mulai sadar  saya punya impian saat saya duduk di bangku SMP, saat itu seingat saya di sekolah baru mulai ada yang namanya guru BK, Bimbingan Konseling. Saya suka sekali mendengar penjelasan beliau tentang kepribadian, kebiasaan, kehidupan dan lain sebagainya. Dari situ saya kenal tentang psikologi dan psikolog tapi tentu hanya sebatas pengetahuan anak SMP. Enggak detail, enggak dalam.

Yang saya tahu rasanya menyenangkan bisa mendengar cerita orang-orang yang berbeda setiap harinya, tentang masalah mereka, tentang hal yang membahagiakan buat mereka, tentang kesedihan dan kekecewaan mereka, menjadi penyimpan rahasia mereka, juga mencoba merasakan apa yang dirasakan orang tersebut. Buat saya ini semacam belajar dari orang lain, tanpa harus benar-benar mengalami hal serupa. Jadi ketika kelak kita mengalami hal serupa kita punya banyak referensi jalan keluar dan akan lebih siap menghadapinya.

Saya memang pendengar yang baik, setidaknya itu yang dibilang orang-orang tentang saya. Pendengar yang diam tapi bisa menunjukkan empati yang dalam dari tatapan mata saya, ketika dibutuhkan saran saya akan dengan tulus memberikan saran, seolah-olah saya mengalaminya. Mungkin karena itu sejak dulu saya memang jadi langganan tempat curhat buat teman-teman dan sahabat. Banyak dari mereka yang mempercayakan rahasianya pada saya, sampai saya lupa rahasia apa saja itu. Beberapa masih ada yang tersimpan tapi beberapa hilang terbawa waktu. :D

Ada yang berminat menyimpan rahasianya ke saya? Guarantee.. Your secret's safe with me.. Hahaha.. Terkadang mereka-mereka ini yang jadi inspirasi nulis bagi saya. Entah berupa puisi, tulisan pendek, cerpen, quote, apa saja pokoknya tulisan. Saya memang cuma bisa nulis, gak bisa nulis lagu karena memang gak bisa main alat musik. Tapi cerita tentang bikin lagu saya ada pengalaman bikin lagu untuk pertama dan terakhir kalinya. Penasaran? Pasti nanti saya ceritakan.. :D

Kembali ke impian masa SMP saya. Mengingat menurut saya waktu itu dunia psikologi sangat menarik dan menyenangkan maka saya bercita-cita untuk menjadi psikolog atau apa saja lah yang ada hubungannya dengan psikologi. Tapi karena memang menurut Allah dunia psikologi profesional bukan takdir saya, maka disinilah saya sekarang. Masih meraba-raba tentang dunia psikologi secara teori dan ilmu.

Well, saya masih berharap suatu saat bisa belajar psikologi secara formal sehingga saya jadi bisa figure out yang selama ini hanya saya raba-raba dan saya kira-kira saja. Tapi kalau memang tak ada kesempatan untuk belajar formal setidaknya saya mulai belajar saat ini dari teman-teman di group INFJ dan sejenisnya. Saya banyak belajar dari mereka, terima kasih semua.

Saya rasa segitu dulu tulisan tentang impian saya masa SMP. Cuma segitu? Woooo tenang.. Ini baru part I masih ada part II dan part seterusnya.. Tunggu part selanjutnya ya, Good Readers & Weirdos..

Love,

Monday, 24 August 2015

Cerita Sedikit: Weird Dreams of a Weirdo | Our Life Journey

Dear Good Readers and Limited edition Weirdos,

Kali ini saya mau cerita tentang mimpi saya. Karena saya weirdo wajar donk ya kalau mimpi saya juga weird.. Haha.. Harap maklum..

Jadi gini, tadi malam itu saya mimpi aneh banget. Ada dua mimpi berbeda yang benar-benar gak nyambung. Tapi dua-duanya berjalan seperti cerita.

Mimpi yang pertama ceritanya saya dan keluarga besar sedang rekreasi ke sebuah tempat wisata, lokasinya mirip Jatim Park atau sejenisnya. Sedang asyik ngobrol sama suami dan keluarga tiba-tiba saya melihat ada sosok yang saya kenal bernama Dikta.

Ya, Pradikta Wicaksono yang vokalisnya Yovie Nuno itu. Saya langsung mendekat sambil bilang kalau saya mau minta foto bareng dan dia memperbolehkan. Perlu dicatat dimimpi itu saya gak ganjen kayak abg yang lagi ketemu idolanya ya. Kemudian saya panggil semua keluarga saya dan kami foto-foto bareng Dikta. Akhirnya dimimpi itu Dikta jadi ikut jalan bareng kami semua dan berfoto-foto bareng.

Sampai akhirnya dipintu keluar saya meminta foto berdua saja dengan Dikta menggunakan kamera hape saya, "untuk koleksi pribadi saya", saya bilang begitu. Tapi entah kenapa dia menolak karena lebih enak foto bareng-bareng aja, dan saya setuju.

Mimpi yang pertama ini berakhir disitu bersamaan dengan hasrat ingin pipis yang menggelora. Lalu setelah dari kamar mandi saya kembali terlelap, kali ini mimpi kedua dimulai.

Entah kenapa saya berada di kantor polisi dan seperti telah selesai melakukan tes masuk. Saya lulus tes pertama yaitu tes tulis.

Seorang pak polisi memberi selamat dan mengatakan bahwa ada tes kedua keesokan harinya. Saya heran aja saya kan pendek, harusnya qualifikasi awal saja gak lulus tapi ini lulus bahkan ikut tes tulis. Kalau kata pak polisi tadi saya hanya akan ditugaskan di dalam bukan di lapangan.

Lalu entah kenapa saat itu saya keluar sejenak, saya lihat diri saya sedang pakai pakaian rapi tapi dengan sepatu hak tinggi yang berbeda warna, merah dan hitam. Akhirnya saya memilih sepatu merah dengan hak yang cukup tinggi.

Kemudian ketika masuk kembali ke dalam kantor pak polisi berpesan kalau besok adalah tes fisik, saya diminta memakai pakaian karate tapi menurutnya saya harus memakai banner putih polos yang diikatkan ke pinggang seperti memakai sarung untuk menambah panjang baju yang mungkin tak menutup sempurna ke bagian bawah tubuh yang masih merupakan aurat mengingat saya memakai hijab.

Saya mengiyakan dan bertanya tes fisik seperti apa yang akan saya lalui, beliau mengatakan kalau paling-paling hanya lari dengan jarak yang tak begitu jauh.

Kemudian saya dengar ada ribut-ribut tentang penerimaan ini, katanya banyak yang komplain. Lalu ada yang bilang, "Ya sudah, kita ulangi saja prosesnya".

Sadar hal itu saya jadi kebingungan, "Gmn dg penerimaan saya?" Lagi-lagi pak polisi tadi muncul dan berkata, "Okay kita ulang, tapi khusus yg hari ini jangan", ucapnya. Semua mengiyakan yang berarti saya tetap lolos.

Entahlah... Akhirny saya tersadar dari mimpi.. Mimpi yang benar-benar aneh..

Weird Love,

Sunday, 23 August 2015

Cerita Sedikit: Hidup Tanpa Suara | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Ijinkan saya cerita tentang hal yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saya merasa tertohok begitu dalam ketika seseorang masuk ke toko kami. Sebenarnya saya sering lihat dia dan tak asing. "Eh eh eh eh..", ujarnya. Tak ada suara, hanya seperti erangan tapi bukan marah. Bibirnya seperti komat kamit. Saya berusaha dengan seksama memperhatikan bibirnya untuk menebak apa yang diucapkannya.

Ya dia memiliki kekurangan, telinganya tak bisa mendengar, itu yang membuatnya juga kesulitan dalam berbicara. Ternyata saya pahami dia hendak membeli pulsa, saya carikan secarik kertas dan sebuah pena. Lalu saya lihat lagi dia berujar, "eh eh eh..?", sambil tangannya menunjukan angka 5 dan bibirnya komat kamit yang saya pahami dia hendak membeli pulsa 5rb.

Setelah selesai menulis nomor hapenya tangannya kembali menunjukkan jari-jarinya, kali ini dia mengangkat 6 jarinya, kemudian lima jarinya dan dua kali menunjukkan angka nol. Saya pahami dia paham harganya 6.500,- saya-iya-kan dengan mengatakan "iya", lalu dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Terlihat beberapa lembar uang kertas dan sebuah kantong plastik yang berisi recehan. Lalu dia mengeluarkan uang 6rb yang terdiri dari lembaran dan recehan.

Saya tunggu beberapa detik dia tampak kembali bertanya seolah mengatakan, "pulsaku kok belum diproses", karena sedari tadi aku tetap didepannya mengira dia sedang mengeluarkan kekurangan 500 rupiah, sampai akhirnya dia mengulang tangannya menunjukkan angka lima dan dua buah nol. "Ya..", jawab saya. Ternyata dia sedikit kurang paham maksud saya. Lalu saya melangkah menuju laptop untuk memproses.

Seperti biasa selama perjalanan ke laptop yang cuma beberapa langkah pikiran saya melayang. Bagaimana rasanya hidup seperti orang ini? Hidup tanpa suara.. Sunyi, senyap, tak terdengar apapun. Tiba-tiba mata saya terasa panas, hati terasa teriris, entahlah.. Selalu seperti itu..

Sejurus kemudian muncul perasaan betapa kurang bersyukurnya saya atas semua kebaikan dan kelebihan yang Allah berikan kepada saya. Saya harusnya bersyukur masih bisa mendengar dan berbicara dengan baik sehingga orang lain mengerti. Dan saya tak harus.. Hidup Tanpa Suara..

Weird Love,

Cerita Sedikit: Mas Ganteng Saya dan Komputer Murahnya

Dear Good Readers and Weirdos,

Kali ini saya mau cerita tentang suami. Bukan LeQue namanya kalau gak lucu dan bikin ketawa (LeQue adalah panggilan sayang saya ke suami sebelum nikah yang masih kebawa sampai sekarang).

Jadi gini ceritanya, kemarin malam mas ganteng itu sedang pakai kaos kaki mau berangkat kerja. Tiba-tiba dia cerita tentang obrolan dia dan temannya suatu hari.

"Il, ada komputer murah mau gak?", tanya mas ganteng dengan suara normal, khas dia kalau lagi ngobrol serius. Oh iya, nama temannya mas ganteng adalah pak Mail. Temannya yang melihat peluang dapat ceperan dan melihat betapa seriusnya cara mas ganteng berbicara langsung menjawab,

"Mau, mau. Nanti aku hubungi Hari biar dibeli sama dia terus dilempar lagi". Hari itu nama temannya pak Mail.

Saya yang mendengarkan cerita mas ganteng kemudian membayangkan kejadian itu dan mencoba menerka apa yang selanjutnya dikatakan mas ganteng pada temannya. Kemungkinan bisa, 'Ya ambil aja di toko orang', atau 'komputer rusak', atau bisa juga 'komputer mainan'.

Saya masih sibuk dengan apa kemungkinan jawaban lucu yang keluar dari mulut mas ganteng, lalu mas ganteng meneruskan ceritanya sambil duduk dan mengangkat satu kakinya.

"Ini, Il, komputer murah", sambil menunjuk bagian telapak dikaos kakinya yang  bertuliskan KOMPUTER.

Weird Love,

Monday, 17 August 2015

Auto-biography Saya: It's Story about Nirmala (Again) | Our Life Journey

Dear Good Readers,

Beberapa hari yang lalu saya dan keluarga pergi ke sebuah tempat wisata, it's called Sumber Maron (tentang tempat wisata ini mungkin lain waktu saya ceritakan). On our way there entah kenapa tiba-tiba kami membahas tentang Nirmala, sebuah nama yang dulu sempat hendak disematkan pada saya. Ceritanya sempat saya bahas di postingan ini >> Auto-biography Saya: It was Nirmala #wink-wink

Saya tak pernah tahu kenapa bapak pingin memberi nama itu pada saya, sampai hari itu. Ternyata alasan dibalik keinginan memberi nama Nirmala pada saya adalah..

"Sebenar sederhana sekali mikirnya.. Nir itu kan artinya tidak, Mala itu artinya bahaya. Jadi Nirmala itu artinya tidak ada bahaya, bisa juga diartikan jauh dari bahaya..", begitu jelas bapak.

Memang sederhana sih, tapi maknanya dalam juga ya.. :) Semoga walaupun tak menyandang nama itu saya selalu dijauhkan dari mara bahaya.. Aamiin..

Jadi ternyata itulah misteri nama Nirmala selama ini.. #SayaJadiTahu

Weird love,

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...