Sahabat,
Terkadang begitu banyak pilihan yang ditawarkan kepada kita
Terkadang kita bingung untuk memilih yang mana
Terkadang kita dihadapkan pada kondisi yang membuat kita melihat hanya dari luarnya saja tanpa sempat melihat lebih dalam
Karena banyak hal..
Emosi, rasa cinta yang membutakan, rasa tertantang atas keinginan untuk membuktikan sesuatu dan karena banyak hal lain yang memaksa kita berkeputusan dalam waktu singkat
Terkadang pula kita hanya diberikan satu pilihan dengan hanya dua kemungkinan
Memilih atau memilih untuk tidak memilih
Kedua kemungkinan tersebut membawa konsekuensinya sendiri-sendiri
Dan terkadang apa yang kita pilih bukanlah yang terbaik untuk kita
Yang pada akhirnya memunculkan rasa penyesalan
Rasa penyesalan yang membuat kita ingin memutar waktu dan kembali memperbaiki atau bahkan merubah segalanya
Tapi kau pasti yakin, Sahabat..
Bahwa ada hal-hal yang tak bisa kau ubah karena itu semua telah tertulis
Kau hanya bisa memperbaiki diri..
Ya.. Memperbaiki diri..
Saturday, 16 May 2015
Saya dan Cerita: Antara Kamu dan Sahabatku - Part I
#Gedung Kuning dan Cafe#
Sore itu Kila berjalan menuju tempat kursusnya. Jam dipergelangan tangannya menunjukan pukul 15.30, diayunnya langkah dengan penuh semangat.
Kila selalu seperti itu, penuh semangat berjalan dengan tas ransel krem berbahan seperti kanvas yang masih awet sejak jaman SMP dulu, bukannya Kila tidak punya tas lain hanya saja itu tas favoritnya.
Ada cerita dibalik tas itu, yang menjadi alasan kenapa Kila suka sekali. Tapi mungkin akan diceritakan kemudian hari. Okay.
Sebuah tempat nongkrong anak muda dengan dinding anyaman bambu berwarna coklat dan dekorasi cukup lumayan cantik sudah nampak dari seberang jalan tempat Kila berada yang berarti tempat kursus Kila sudah dekat.
Ya, tempat kursus Kila memang berdekatan dengan sebuah.. Ehm.. Mari kita sebut saja cafe.. Walaupun rasanya terlalu sederhana untuk disebut cafe.. Tapi untuk disebut warungpun terlalu cantik.. Aaah entahlah.. Mari kita sebut saja cafe..
Hampir setiap kali Kila melewati tempat ini pandangannya selalu terganggu dengan lalu lalang orang yang keluar masuk cafe, maklum Kila bukan tipe anak gaul yang hobi keluar masuk cafe, tapi Kila juga bukan gadis cupu.. Karena terganggu itulah dia lebih sering menundukkan kepalanya ketimbang menoleh untuk melihat kegiatan orang-orang itu..
Cafe ini bukan cafe yang ditutupi kaca dibagian depannya hanya setengah dinding bagian bawah ditutupi anyaman dan bagian atasnya terbuka. Jarak tempat yang menjadi dapurnyapun tak begitu jauh dari jalan raya.
Pernah suatu ketika Kila penasaran ingin melihat seperti apa sih sebetulnya isi cafe itu. Kila mencoba menoleh sambil terus berjalan dengan pandangan mengobservasi isi cafe dari luar namun tiba-tiba,
"Hai cewek..", dari arah dapur beberapa orang pegawai langsung memanggil. Kila yang tidak siap dengan itu semua buru-buru tancap gas menuju tempat kursusnya. Riuh masih terdengar dari arah dapur cafe tersebut.
Sejak saat itu langkahnya selalu dipercepat ketika melewati cafe walaupun kadang tidak tampak kerumunan pegawai di dapur, Kila hanya tidak nyaman.
Sampailah Kila di pagar kursusannya. Kursusan dengan cat dinding kuning dihiasi garis biru melintang disepanjang bangunan tepat sepertiga dari tinggi tembok.
Jarum jam mengarah ke angka 9, kurang 15 menit lagi untuk sampai waktu belajar. Kila memanfaatkannya untuk membuka kembali bukunya. Jam segini masih belum banyak anak yang datang ke tempat kursus.
"Kilaaa..", tiba-tiba suara khas yang dikenalnya menyeruak menghancurkan kesunyian.
"Hai, Cha.. Kok tumben udah dateng?", Icha adalah teman sekelas Kila di tempat kursus.
"Iya dooonk.. Ichaaa gitu lho..", Icha menepuk pundaknya, "Murid telatan.. Eeeeh.. Teladan..", Kila menunjukan tatapan bertanya-tanya sebab tidak biasanya Icha datang tepat waktu. Kila melirik kearah jam ditangannya.
"Kalo aku itung ini baru kedua kalinya kamu dateng gak telat.. Dulu yang pertama sih karena ada maunya.. Yang sekarang kenapa?"
"Iiiih Kila, emang harus selalu ada alasan ya?"
"Enggak juga sih.. Ya bagus aja kamu datang gak telat.. Kalo tiap ada kelas selalu kayak gini bagus tuuh..", Icha hanya tersenyum sambil menjulurkan lidahnya. "Ya udah sini..", Kila menunjuk bangku kosong disebelahnya.
Setelah sekitar 10 menit mereka berbincang bel tanda masuk berbunyi.
Tidak berapa lama seorang wanita muda berperawakan sedang memasuki ruangan. Rambutnya yang panjang dikuncir ekor kuda.
"Good afternoon, Class..", sapa wanita itu dengan manis.
"Good afternoon, Miss Mila", jawab seisi kelas yang tidak kalah manisnya.
Pelajaranpun dimulai. Masih terlihat beberapa bangku kosong yang sebenarnya berpenghuni, mungkin mereka sedikit terlambat.
Tok.. Tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu
"Come in..", Miss Mila mempersilahkan orang tersebut masuk. Seraut wajah mulai muncul dari balik pintu.
"Thank you, Miss..", jawab pemuda tersebut. Dengan santai dia berjalan menuju bangkunya. Ya, disalah satu bangku kosong tadi.
"What reason can you give me this time?", miss Milla bertanya pada pemuda itu.
"Ehm.. Ya.. As usual, Miss.. Trafic jam..", dengan santai sambil menata rambutnya yang sedikit berantakan.
Mendengar jawaban pemuda itu miss Mila hanya mengernyitkan dahi sambil mengangkat alisnya lalu melihat kesekeliling kelas seolah bertanya, 'percaya gak kalian?'
Seolah tau pandangan mencurigakan dari tutornya itu dia berkata,
"Eh, seriusan, Miss.. Macet banget deket cafe depan s-", belum selesai pemuda itu menjelaskan terdengar suara berbisik Kila mengingatkan,
"In English..", sejurus kemudian miss Mila mengatakan hal yang sama.
"Speak in English, please.."
"Told you, Nest", seru Kila lagi. Pemuda itu hanya nyengir kuda kepada Kila dan menjawab,
"Okay, Miss.. Really.. There is traffic jam near the cafe.."
Pemuda ini bernama Ernest, penampilannya santai dengan celana jeans dan kaos, serta tas selempang laki-laki berwarna hitam dan sneakers hitam putih.
"Okay, let's just stop this case and continue studying.."
"Siip, Miss..", jawab pemuda itu diikuti kernyitan dahi dari miss Milla, "Ooh.. Sorry.. Okay, Miss.."
Tak berselang lama, sekitar 15 menit kemudian di pintu kembali terdengar ketukan.
"Can I come in, Miss Mila?", terdengar suara pemuda dari luar ruangan.
"Yes, come in.."
Wajah nya muncul dari balik pintu, dengan nafas sedikit terengah-engah.
"Miss Mila, I'm so sorry I'm late..", ucap pemuda itu sambil berusaha mengatur nafasnya.
"Hmm.. Okay, have a sit, Fed..", namanya Fedy, penampilannya selalu rapih dengan tas punggung biru dan sepatu sneakers yang berwarna senada dengan tasnya.
"Thanks, Miss", Fedy langsung menuju kursi yang biasa ia duduki.
"You don't want to ask him the reason, Miss?", tanya Ernest.
"Same reason you gave me I think..", jawab miss Mila sambil tersenyum.
Seluruh penjuru kelas tertawa. Ernest hanya tersenyum.
***
Sore itu Kila berjalan menuju tempat kursusnya. Jam dipergelangan tangannya menunjukan pukul 15.30, diayunnya langkah dengan penuh semangat.
Kila selalu seperti itu, penuh semangat berjalan dengan tas ransel krem berbahan seperti kanvas yang masih awet sejak jaman SMP dulu, bukannya Kila tidak punya tas lain hanya saja itu tas favoritnya.
Ada cerita dibalik tas itu, yang menjadi alasan kenapa Kila suka sekali. Tapi mungkin akan diceritakan kemudian hari. Okay.
Sebuah tempat nongkrong anak muda dengan dinding anyaman bambu berwarna coklat dan dekorasi cukup lumayan cantik sudah nampak dari seberang jalan tempat Kila berada yang berarti tempat kursus Kila sudah dekat.
Ya, tempat kursus Kila memang berdekatan dengan sebuah.. Ehm.. Mari kita sebut saja cafe.. Walaupun rasanya terlalu sederhana untuk disebut cafe.. Tapi untuk disebut warungpun terlalu cantik.. Aaah entahlah.. Mari kita sebut saja cafe..
Hampir setiap kali Kila melewati tempat ini pandangannya selalu terganggu dengan lalu lalang orang yang keluar masuk cafe, maklum Kila bukan tipe anak gaul yang hobi keluar masuk cafe, tapi Kila juga bukan gadis cupu.. Karena terganggu itulah dia lebih sering menundukkan kepalanya ketimbang menoleh untuk melihat kegiatan orang-orang itu..
Cafe ini bukan cafe yang ditutupi kaca dibagian depannya hanya setengah dinding bagian bawah ditutupi anyaman dan bagian atasnya terbuka. Jarak tempat yang menjadi dapurnyapun tak begitu jauh dari jalan raya.
Pernah suatu ketika Kila penasaran ingin melihat seperti apa sih sebetulnya isi cafe itu. Kila mencoba menoleh sambil terus berjalan dengan pandangan mengobservasi isi cafe dari luar namun tiba-tiba,
"Hai cewek..", dari arah dapur beberapa orang pegawai langsung memanggil. Kila yang tidak siap dengan itu semua buru-buru tancap gas menuju tempat kursusnya. Riuh masih terdengar dari arah dapur cafe tersebut.
Sejak saat itu langkahnya selalu dipercepat ketika melewati cafe walaupun kadang tidak tampak kerumunan pegawai di dapur, Kila hanya tidak nyaman.
Sampailah Kila di pagar kursusannya. Kursusan dengan cat dinding kuning dihiasi garis biru melintang disepanjang bangunan tepat sepertiga dari tinggi tembok.
Jarum jam mengarah ke angka 9, kurang 15 menit lagi untuk sampai waktu belajar. Kila memanfaatkannya untuk membuka kembali bukunya. Jam segini masih belum banyak anak yang datang ke tempat kursus.
"Kilaaa..", tiba-tiba suara khas yang dikenalnya menyeruak menghancurkan kesunyian.
"Hai, Cha.. Kok tumben udah dateng?", Icha adalah teman sekelas Kila di tempat kursus.
"Iya dooonk.. Ichaaa gitu lho..", Icha menepuk pundaknya, "Murid telatan.. Eeeeh.. Teladan..", Kila menunjukan tatapan bertanya-tanya sebab tidak biasanya Icha datang tepat waktu. Kila melirik kearah jam ditangannya.
"Kalo aku itung ini baru kedua kalinya kamu dateng gak telat.. Dulu yang pertama sih karena ada maunya.. Yang sekarang kenapa?"
"Iiiih Kila, emang harus selalu ada alasan ya?"
"Enggak juga sih.. Ya bagus aja kamu datang gak telat.. Kalo tiap ada kelas selalu kayak gini bagus tuuh..", Icha hanya tersenyum sambil menjulurkan lidahnya. "Ya udah sini..", Kila menunjuk bangku kosong disebelahnya.
Setelah sekitar 10 menit mereka berbincang bel tanda masuk berbunyi.
Tidak berapa lama seorang wanita muda berperawakan sedang memasuki ruangan. Rambutnya yang panjang dikuncir ekor kuda.
"Good afternoon, Class..", sapa wanita itu dengan manis.
"Good afternoon, Miss Mila", jawab seisi kelas yang tidak kalah manisnya.
Pelajaranpun dimulai. Masih terlihat beberapa bangku kosong yang sebenarnya berpenghuni, mungkin mereka sedikit terlambat.
Tok.. Tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu
"Come in..", Miss Mila mempersilahkan orang tersebut masuk. Seraut wajah mulai muncul dari balik pintu.
"Thank you, Miss..", jawab pemuda tersebut. Dengan santai dia berjalan menuju bangkunya. Ya, disalah satu bangku kosong tadi.
"What reason can you give me this time?", miss Milla bertanya pada pemuda itu.
"Ehm.. Ya.. As usual, Miss.. Trafic jam..", dengan santai sambil menata rambutnya yang sedikit berantakan.
Mendengar jawaban pemuda itu miss Mila hanya mengernyitkan dahi sambil mengangkat alisnya lalu melihat kesekeliling kelas seolah bertanya, 'percaya gak kalian?'
Seolah tau pandangan mencurigakan dari tutornya itu dia berkata,
"Eh, seriusan, Miss.. Macet banget deket cafe depan s-", belum selesai pemuda itu menjelaskan terdengar suara berbisik Kila mengingatkan,
"In English..", sejurus kemudian miss Mila mengatakan hal yang sama.
"Speak in English, please.."
"Told you, Nest", seru Kila lagi. Pemuda itu hanya nyengir kuda kepada Kila dan menjawab,
"Okay, Miss.. Really.. There is traffic jam near the cafe.."
Pemuda ini bernama Ernest, penampilannya santai dengan celana jeans dan kaos, serta tas selempang laki-laki berwarna hitam dan sneakers hitam putih.
"Okay, let's just stop this case and continue studying.."
"Siip, Miss..", jawab pemuda itu diikuti kernyitan dahi dari miss Milla, "Ooh.. Sorry.. Okay, Miss.."
Tak berselang lama, sekitar 15 menit kemudian di pintu kembali terdengar ketukan.
"Can I come in, Miss Mila?", terdengar suara pemuda dari luar ruangan.
"Yes, come in.."
Wajah nya muncul dari balik pintu, dengan nafas sedikit terengah-engah.
"Miss Mila, I'm so sorry I'm late..", ucap pemuda itu sambil berusaha mengatur nafasnya.
"Hmm.. Okay, have a sit, Fed..", namanya Fedy, penampilannya selalu rapih dengan tas punggung biru dan sepatu sneakers yang berwarna senada dengan tasnya.
"Thanks, Miss", Fedy langsung menuju kursi yang biasa ia duduki.
"You don't want to ask him the reason, Miss?", tanya Ernest.
"Same reason you gave me I think..", jawab miss Mila sambil tersenyum.
Seluruh penjuru kelas tertawa. Ernest hanya tersenyum.
***
Wednesday, 13 May 2015
Mr. & Mrs. Bahagia: There are Butterflies in My Stomach - I'm in Love Again
Dear all friend,
Saya gak tau kenapa beberapa minggu ini perut saya seperti ada kupu-kupunya.. Rasanya seperti.. Ya.. Taulah kalau orang lagi jatuh cinta, galau, bingung.. Ya seperti itu..
"Jatuh cinta? Lagi?"
Tunggu tunggu.. Ini gak seperti yang kalian bayangkan.. Well it's like every time I see him I can really bring the feeling like the first time I met him..
"Tuuuh kaaan.. Jatuh cinta lagi.."
Well ya.. Saya jatuh cinta lagi.. Sama orang yang sama.. Yang selalu bersama saya hampir 3 tahun ini..
"Uuuulalaaa.."
Beneran, serius.. Rasanya tuh gimana gitu.. Bahkan this one is stronger than the first first time I met him..
I am so really in love with him.. I really really in love with my husband.. I love him sooo much..
Saya bilang 'sayang' setiap saat.. Sampai kadang takut dia bosan..
"Of course he will not"
Yeah, I know that.. 😄
Eeeh.. Saya ada buat words tentang dia.. But no no, I will not show them to him.. Let me just show him action which shows how in love I am with him..
LOVE LEQUE(1) SOOOO MUUUUUCH
(1) LeQue: Special name I gave him
Saya gak tau kenapa beberapa minggu ini perut saya seperti ada kupu-kupunya.. Rasanya seperti.. Ya.. Taulah kalau orang lagi jatuh cinta, galau, bingung.. Ya seperti itu..
"Jatuh cinta? Lagi?"
Tunggu tunggu.. Ini gak seperti yang kalian bayangkan.. Well it's like every time I see him I can really bring the feeling like the first time I met him..
"Tuuuh kaaan.. Jatuh cinta lagi.."
Well ya.. Saya jatuh cinta lagi.. Sama orang yang sama.. Yang selalu bersama saya hampir 3 tahun ini..
"Uuuulalaaa.."
Beneran, serius.. Rasanya tuh gimana gitu.. Bahkan this one is stronger than the first first time I met him..
I am so really in love with him.. I really really in love with my husband.. I love him sooo much..
Saya bilang 'sayang' setiap saat.. Sampai kadang takut dia bosan..
"Of course he will not"
Yeah, I know that.. 😄
Eeeh.. Saya ada buat words tentang dia.. But no no, I will not show them to him.. Let me just show him action which shows how in love I am with him..
LOVE LEQUE(1) SOOOO MUUUUUCH
(1) LeQue: Special name I gave him
Saturday, 11 April 2015
Saya dan Puisi: Everything has Changed / Semua telah Berubah
This little girl asked me to take thing on the high shelf she cannot reach
I found out next that she was pointing at a picture frame
There are pictures of kids and me
I can see there were lots of love
Yeah, they are my friends and I am their friends
We have shared a lot of things in the pass
We have shared tears and laughter
We went to anywhere we want
We've through ups and downs
Eating street foods
Drinking street drinks
If I had extra money we bought some special ones
All those things
Small things with big and pure heart
We enjoyed that, we loved that
I wish you could see how happy we were
But it has gone now
I thought that a big and pure heart was enough to keep the bond between us
I was just too naive I know
Yeah nowadays big and pure heart is not needed compare to materials
The wild world has contaminated them
They've been affected, herded and carried to the adult world that they should not see
Adult world that filled with politics and intrigue
A world that filled with conflict of interest
Filled with hatred, envy and spite
They shouldn't be involved, shouldn't be affected, shouldn't be fed with those things
Children should be pure and clean
They should be..
Everything had changed..
Gadis kecil ini memintaku mengambilkan sesuatu dari rak tinggi yang tak bisa diraihnya
Aku kemudian mengerti bahwa dia menunjuk ke sebuah bingkai foto
Ada beberapa gambar 'anak-anak kecil' bersamaku
Aku bisa melihat begitu banyak cinta saat itu
Ya.. Mereka temanku dan aku teman mereka
Kami berbagi banyak hal dimasa lalu
Kami berbagi air mata dan kebahagiaan
Kami pergi kemanapun yang kami inginkan
Makan makanan sederhana
Minum minuman sederhana
Bila aku punya uang lebih kami beli makanan spesial
Hal-hal semacam itu
Hal-hal kecil dengan hati yang besar dan suci
Kami menikmatinya, kami menyukainya
Seandainya kalian tahu betapa bahagianya kami saat itu
Tapi sekarang semua hilang
Kukira hati yang besar dan suci saja cukup untuk terus dapat mempertahankan hubungan ini
Aku tahu aku terlalu naif
Sekarang ini hati yang besar dan suci saja tak cukup dibanding materi
Dunia yang kejam mempengaruhi mereka
Mereka dipengaruhi, digiring dan dibawa ke dunia orang dewasa yang seharusnya belum mereka lihat
Dunia orang dewasa yg penuh politik dan intrik
Penuh penunggangan kepentingan
Penuh dengan kebencian serta iri dan dengki
Seharusnya mereka tak dilibatkan, tak dipengaruhi, tak dicekoki hal-hal semacam itu
Seharusnya mereka murni dan bersih
Seharusnya..
Semua telah berubah..
I found out next that she was pointing at a picture frame
There are pictures of kids and me
I can see there were lots of love
Yeah, they are my friends and I am their friends
We have shared a lot of things in the pass
We have shared tears and laughter
We went to anywhere we want
We've through ups and downs
Eating street foods
Drinking street drinks
If I had extra money we bought some special ones
All those things
Small things with big and pure heart
We enjoyed that, we loved that
I wish you could see how happy we were
But it has gone now
I thought that a big and pure heart was enough to keep the bond between us
I was just too naive I know
Yeah nowadays big and pure heart is not needed compare to materials
The wild world has contaminated them
They've been affected, herded and carried to the adult world that they should not see
Adult world that filled with politics and intrigue
A world that filled with conflict of interest
Filled with hatred, envy and spite
They shouldn't be involved, shouldn't be affected, shouldn't be fed with those things
Children should be pure and clean
They should be..
Everything had changed..
Gadis kecil ini memintaku mengambilkan sesuatu dari rak tinggi yang tak bisa diraihnya
Aku kemudian mengerti bahwa dia menunjuk ke sebuah bingkai foto
Ada beberapa gambar 'anak-anak kecil' bersamaku
Aku bisa melihat begitu banyak cinta saat itu
Ya.. Mereka temanku dan aku teman mereka
Kami berbagi banyak hal dimasa lalu
Kami berbagi air mata dan kebahagiaan
Kami pergi kemanapun yang kami inginkan
Makan makanan sederhana
Minum minuman sederhana
Bila aku punya uang lebih kami beli makanan spesial
Hal-hal semacam itu
Hal-hal kecil dengan hati yang besar dan suci
Kami menikmatinya, kami menyukainya
Seandainya kalian tahu betapa bahagianya kami saat itu
Tapi sekarang semua hilang
Kukira hati yang besar dan suci saja cukup untuk terus dapat mempertahankan hubungan ini
Aku tahu aku terlalu naif
Sekarang ini hati yang besar dan suci saja tak cukup dibanding materi
Dunia yang kejam mempengaruhi mereka
Mereka dipengaruhi, digiring dan dibawa ke dunia orang dewasa yang seharusnya belum mereka lihat
Dunia orang dewasa yg penuh politik dan intrik
Penuh penunggangan kepentingan
Penuh dengan kebencian serta iri dan dengki
Seharusnya mereka tak dilibatkan, tak dipengaruhi, tak dicekoki hal-hal semacam itu
Seharusnya mereka murni dan bersih
Seharusnya..
Semua telah berubah..
Saturday, 28 February 2015
Saya dan Puisi: Maha Membolak-balikkan Hati
Tuhan
Hatiku bergejolak, merintih, menangis
Rasanya sembilu
Seperti ada sebuah pisau tajam yang mengiris-iris
Seperti ada sebuah silet tajam yang menyayat-nyayat menggores luka
Seperti ada sebuah paku tajam yang sengaja ditusuk-tusukkan tepat di hati ini
Tuhan aku merasa tak salah dalam perkara ini
Tapi semua seakan menyudutkanku
Iya aku tak punya banyak uang disaku celanaku
Hanya beberapa receh yang tersisa
Iya aku tak punya kedudukan tinggi yang bisa saja membuatku tak dipandang sebelah mata oleh semua
Tapi Tuhan
Aku punya hati
Hati yang juga sakit jika dibedakan dengan yang lain
Hati yang juga bisa remuk jika dibanting
Hati yang juga bisa hancur jika diremas
Tuhan
Bantu aku redakan rasa teriris, tersayat dan tertusuk di hati ini
Semoga kelak semua bisa mengerti dan memahami keadaan yang sebenarnya ketika Engkau buka segalanya
Engkau yang Maha Membolak-balikan Hati hambaMu
Maka biarkan aku tetap berada di jalan lurus ini
Hatiku bergejolak, merintih, menangis
Rasanya sembilu
Seperti ada sebuah pisau tajam yang mengiris-iris
Seperti ada sebuah silet tajam yang menyayat-nyayat menggores luka
Seperti ada sebuah paku tajam yang sengaja ditusuk-tusukkan tepat di hati ini
Tuhan aku merasa tak salah dalam perkara ini
Tapi semua seakan menyudutkanku
Iya aku tak punya banyak uang disaku celanaku
Hanya beberapa receh yang tersisa
Iya aku tak punya kedudukan tinggi yang bisa saja membuatku tak dipandang sebelah mata oleh semua
Tapi Tuhan
Aku punya hati
Hati yang juga sakit jika dibedakan dengan yang lain
Hati yang juga bisa remuk jika dibanting
Hati yang juga bisa hancur jika diremas
Tuhan
Bantu aku redakan rasa teriris, tersayat dan tertusuk di hati ini
Semoga kelak semua bisa mengerti dan memahami keadaan yang sebenarnya ketika Engkau buka segalanya
Engkau yang Maha Membolak-balikan Hati hambaMu
Maka biarkan aku tetap berada di jalan lurus ini
Sunday, 22 February 2015
Saya dan Puisi: Sebuah Keniscayaan
Secantik itukah paras si pendusta
Semenarik itukah asap isyu yang ia hembuskan
Hingga siapapun seperti tersihir
Hingga siapapun seperti terhipnotis
Hingga siapapun seperti kehilangan ingatan
Ingatan akan sejarah yang begitu panjang
Sejarah yang terukir begitu harmonis
Sejarah yang rasa-rasanya terlalu segar untuk hilang begitu saja
Sedahsyat itukah hipnotis yang diserukan
Semewah itukah balasan wangi palsu yang ditawarkan
Hingga siapapun seolah lupa daratan
Hingga siapapun seolah kehilangan pikiran
Melayang-layang hingga semut diseberang terlihat begitu besar dan gajah dipelupuk mata nampak begitu kecil
Semua pasti berputar
JanjiNya adalah sebuah keniscayaan
Maka hanya doa tulus yang mampu melunturkan paras dusta, asap isyu yang berhembus, hipnotis yang diserukan dan wangi palsu yang ditawarkan
Sungguh ketika saat itu siapapun akan tersadar dan menyesali semuanya
Karena sungguh janjiNya adalah sebuah keniscayaan
Sebuah keniscayaan
Semenarik itukah asap isyu yang ia hembuskan
Hingga siapapun seperti tersihir
Hingga siapapun seperti terhipnotis
Hingga siapapun seperti kehilangan ingatan
Ingatan akan sejarah yang begitu panjang
Sejarah yang terukir begitu harmonis
Sejarah yang rasa-rasanya terlalu segar untuk hilang begitu saja
Sedahsyat itukah hipnotis yang diserukan
Semewah itukah balasan wangi palsu yang ditawarkan
Hingga siapapun seolah lupa daratan
Hingga siapapun seolah kehilangan pikiran
Melayang-layang hingga semut diseberang terlihat begitu besar dan gajah dipelupuk mata nampak begitu kecil
Semua pasti berputar
JanjiNya adalah sebuah keniscayaan
Maka hanya doa tulus yang mampu melunturkan paras dusta, asap isyu yang berhembus, hipnotis yang diserukan dan wangi palsu yang ditawarkan
Sungguh ketika saat itu siapapun akan tersadar dan menyesali semuanya
Karena sungguh janjiNya adalah sebuah keniscayaan
Sebuah keniscayaan
Saturday, 7 June 2014
EastSix - Saya dan Sahabat: Our Uniqueness
Sore yang sedang baca postingan ini,
Postingan ini sebenarnya tentang lamunan iseng kami terutama saya waktu SMA dulu, waktu melihat kumpulan tanggal lahir kami masing-masing. Jadi maaf kalau terdengar absurd.. :D
Ini detailnya:
Kali ini saya akan cerita tentang keunikan-keunikan EastSix. Siapa itu EastSix? Diantara yang sedang baca postingan ini ada yang belum tau? Kalau ya, coba deh intip postingan ini biar gak penasaran.. :D >> New Label: EastSix - Saya dan Sahabat.
Postingan ini sebenarnya tentang lamunan iseng kami terutama saya waktu SMA dulu, waktu melihat kumpulan tanggal lahir kami masing-masing. Jadi maaf kalau terdengar absurd.. :D
Diurut berdasarkan usia dari kami berenam.. Salmah (1), atau kami biasa memanggil dia Mema, adalah yang paling tua. Kemudian diikuti oleh Atie (2), Ririn (3), Dewi (4), saya (5) dan Diana (6).
Ini detailnya:
Mema lahir tanggal 21 Juni 1984,
Atie tanggal 26 Oktober 1984,
Ririn tanggal 20 Februari 1985,
Dewi tanggal 22 Juni 1985,
Saya tanggal 16 Oktober 1985 dan
Diana 10 Februari 1986.
Jika diamati kami berenam lahir di tiga bulan saja: Juni, Oktober dan Februari. Itu keunikan pertama. Ya, mulai SMA dulu traktiran ulang tahun kami lebih sering digabung jadi satu, Mema dengan Dewi, Atie dengan saya dan Ririn dengan Diana.
Juni
Mema: 21 Juni 1984
Dewi: 22 Juni 1985
Oktober
Atie: 26 Oktober 1984
Saya: 16 Oktober 1985
Februari
Ririn: 20 Februari 1985
Diana: 10 Februari 1986
Keunikan lain, jika diamati lagi perbedaan tahun kami yang lahir di bulan yang sama adalah 1 tahun. Perbedaan tanggal kalau gak 10 hari ya satu hari, jadi kadang kami adakan traktiran ulang tahun pada tanggal diantara dua tanggal ulang tahun itu.. Yang kasihan ya yang belum ulang tahun tapi sudah harus nraktir.. Hehehe.. Tapi kadang kami memilih tanggal terakhir.. Kali ini yang kasihan adalah yang ulang tahun pertama karena pasti traktirannya jauh dari tanggal ulang tahunnya..
Untuk perbedaan real dari kami yang lahir di bulan yang sama adalah: Mema lebih tua 1 tahun 1 hari dari Dewi, Atie lebih tua 1 tahun kurang 10 hari begitu juga dengan Ririn dan Diana.
Dulu waktu SMA kelas tiga kami masuk kelas yang berbeda, saya di kelas 3 IPA 1, Dewi dan Diana di kelas 3 IPA 2, sedangkan Mema, Atie dan Ririn bergabung di 2 IPS 2. Semacam settingan yang lucu, 1 orang di satu kelas, 2 orang di kelas yang lain dan 3 orang di kelas yang lain lagi.. :D
Soal menikah, yang pertama menikah adalah Atie (2), kemudian Salmah (1), saya (5), Diana (6) lalu Ririn (3).. Dewi (4) masih belum menikah walau sudah ada calon.. Urutan yang cantik menurut saya.. Atie menikah mendahului Salmah, Saya menikah mendahului Diana, dan Ririn menikah mendahului Dewi.. 2 - 1, 5 - 6, 3 - 4..
Terakhir reuni kemarin tiga dari kami: Atie, Salmah dan Diana sudah bawa buntut (anak) sedang tiga lainnya belum.. Soal hijab, tiga dari kami berhijab dan tiga lainnya belum.. (Untuk cerita tentang reuni bisa intip postingan The Reunion Plan, Road to Sidoarjo dan The Reunion).
Segitu dulu postingan yang kali ini dari saya, walau kesannya absurd tapi tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Allah selalu punya rencana untuk umatnya..
Sore buat yang sudah capek-capek baca sampai kalimat ini, thanks a lot.
La Reine Chanson
Juni
Mema: 21 Juni 1984
Dewi: 22 Juni 1985
Oktober
Atie: 26 Oktober 1984
Saya: 16 Oktober 1985
Februari
Ririn: 20 Februari 1985
Diana: 10 Februari 1986
Keunikan lain, jika diamati lagi perbedaan tahun kami yang lahir di bulan yang sama adalah 1 tahun. Perbedaan tanggal kalau gak 10 hari ya satu hari, jadi kadang kami adakan traktiran ulang tahun pada tanggal diantara dua tanggal ulang tahun itu.. Yang kasihan ya yang belum ulang tahun tapi sudah harus nraktir.. Hehehe.. Tapi kadang kami memilih tanggal terakhir.. Kali ini yang kasihan adalah yang ulang tahun pertama karena pasti traktirannya jauh dari tanggal ulang tahunnya..
Untuk perbedaan real dari kami yang lahir di bulan yang sama adalah: Mema lebih tua 1 tahun 1 hari dari Dewi, Atie lebih tua 1 tahun kurang 10 hari begitu juga dengan Ririn dan Diana.
Dulu waktu SMA kelas tiga kami masuk kelas yang berbeda, saya di kelas 3 IPA 1, Dewi dan Diana di kelas 3 IPA 2, sedangkan Mema, Atie dan Ririn bergabung di 2 IPS 2. Semacam settingan yang lucu, 1 orang di satu kelas, 2 orang di kelas yang lain dan 3 orang di kelas yang lain lagi.. :D
Soal menikah, yang pertama menikah adalah Atie (2), kemudian Salmah (1), saya (5), Diana (6) lalu Ririn (3).. Dewi (4) masih belum menikah walau sudah ada calon.. Urutan yang cantik menurut saya.. Atie menikah mendahului Salmah, Saya menikah mendahului Diana, dan Ririn menikah mendahului Dewi.. 2 - 1, 5 - 6, 3 - 4..
Terakhir reuni kemarin tiga dari kami: Atie, Salmah dan Diana sudah bawa buntut (anak) sedang tiga lainnya belum.. Soal hijab, tiga dari kami berhijab dan tiga lainnya belum.. (Untuk cerita tentang reuni bisa intip postingan The Reunion Plan, Road to Sidoarjo dan The Reunion).
Segitu dulu postingan yang kali ini dari saya, walau kesannya absurd tapi tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Allah selalu punya rencana untuk umatnya..
Sore buat yang sudah capek-capek baca sampai kalimat ini, thanks a lot.
La Reine Chanson
Saturday, 31 May 2014
Eastsix - Saya dan Sahabat: The Reunion
Menyambung cerita sebelumnya tentang reunian EastSix di KFC-SunCity, kali ini tentang reunian itu sendiri karena tentang rencana udah saya ceritakan di EastSix - Saya dan Sahabat: The Reunion Plan, dan perjalanan saya menuju lokasi juga sudah diceritakan di EastSix - Saya dan Sahabat: Road to Sidoarjo.
Sesampainya di lokasi saya akhirnya bertemu Ririn, Diana dan Naufal. Siapa Naufal?
Naufal adalah anaknya Diana, umurnya 15 bulan. Kemana yang lain? Ternyata mereka belum datang. Awalnya saya pikir saya yang terlambat sendiri, ternyata oh ternyata.. Masih sama seperti dulu.. Ngaret..
Ririn masih kecil seperti dulu, tapi badannya lebih berisi.. Padet.. Sintal.. Hahaha.. Lebay.. :P Tapi lebih bagus seperti ini dari pada kurus seperti dulu. Diana masih sama, gak ada perubahan yang signifikan.. Tetap seperti dulu.. Dan kata mereka saya tampak besar.. Aduh aduuuh.. Saya memang besar sekarang..
Aslinya mereka sudah liat saya dari mulai saya melintas di depan KFC tadi, tapi mereka belum yakin. Mereka baru yakin kalau itu memang saya setelah saya masuk ~,~" Apaan ya kalian..
Kami mulai ngobrol tentang dulu dan sekarang. Sampai akhirnya Dewi datang, badannya jauh lebih kurus dari Dewi yang dulu.. Mungkin banyak pikiran, karena ditanya langsung ke si empunya badan pun gak tau kenapa dia bisa sampai sekurus itu..
Saya, Ririn dan Dewi akhirnya memesan burger, es krim dan minuman untuk kami bertiga karena Diana dan Naufal sudah beli camilannya sendiri. Sudah lama saya gak makan burger di KFC, ternyata lumayan.. Apa karena saya kelaparan akibat perjalanan hampir 2 jam dari Malang ke Sidoarjo.. :P
Tadinya Atie gak bisa datang, anak-anak sempat kecewa termasuk saya karena saya sudah jauh jauh datang.. Akhirnya dia meng-iya-kan untuk datang.
Yang kemudian datang setelah Dewi adalah Salmah dan Ibra, siapa Ibra?
Ibra adalah anak pertama Salmah. Anak keduanya di rumah bersama Umma-nya.. Namanya Aminah.. Kalau kalian bertanya-tanya kenapa namanya dan wajahnya berbau arab itu karena Salmah memang keturunan Arab jadi ya hidungnya panjang kayak tiang.. #PeaceMem #HidungSayaJugaPanjang #TapiKeDalam :D
Setelah beberapa lama barulah si Atie datang.. Wow.. Badannya memang besar dari SMA tapi kali ini lebih besar, maklum.. Anaknya 2.. Tapi hari itu yang dibawa cuma satu, Bian.. Badannya juga besar tapi lucu banget..
Ada yang lucu disini.. Atie dan Bian pergi pesan makanan tanpa tanya dulu ke kami, begitu sampe lagi di meja, "Lho? Kita ini belum pada makan nungguin kamu kok kamu malah makan duluan?", komentar kami. "Oalah.. Aku pikir sudah pada makan.." #EA Akhirnya berbondong-bondonglah kami memesan makanan, walau perut masih agak kenyang terganjal burger dan minuman yang kami pesan sebelumnya.
Kami ngobrol banyak selama makan, mulai dari keadaan kami masing-masing sampai masalah yang sedang kami hadapi, walau tidak ada yang terang-terangan membuka masalah. Dasar anak-anak kecil, disela-sela kami ngobrol selalu ada saja yang mengganggu. Naufal nangis, Ibra malu-malu, Bian.. Malu maluin.. Hahaha.. Apa aja yang bikin Bian malu maluin.. Ditunggu posting selanjutnya ya..
La Reine Chanson
Sesampainya di lokasi saya akhirnya bertemu Ririn, Diana dan Naufal. Siapa Naufal?
| Ririn, Diana dan Naufal |
Naufal adalah anaknya Diana, umurnya 15 bulan. Kemana yang lain? Ternyata mereka belum datang. Awalnya saya pikir saya yang terlambat sendiri, ternyata oh ternyata.. Masih sama seperti dulu.. Ngaret..
![]() |
| Diana masih seperti dulu |
Ririn masih kecil seperti dulu, tapi badannya lebih berisi.. Padet.. Sintal.. Hahaha.. Lebay.. :P Tapi lebih bagus seperti ini dari pada kurus seperti dulu. Diana masih sama, gak ada perubahan yang signifikan.. Tetap seperti dulu.. Dan kata mereka saya tampak besar.. Aduh aduuuh.. Saya memang besar sekarang..
Aslinya mereka sudah liat saya dari mulai saya melintas di depan KFC tadi, tapi mereka belum yakin. Mereka baru yakin kalau itu memang saya setelah saya masuk ~,~" Apaan ya kalian..
Kami mulai ngobrol tentang dulu dan sekarang. Sampai akhirnya Dewi datang, badannya jauh lebih kurus dari Dewi yang dulu.. Mungkin banyak pikiran, karena ditanya langsung ke si empunya badan pun gak tau kenapa dia bisa sampai sekurus itu..
| Dewi (kanan) jauh lebih kurus dari terakhir kami bertemu #GalauYaWi? Eh, Opal liat kamera :D |
Saya, Ririn dan Dewi akhirnya memesan burger, es krim dan minuman untuk kami bertiga karena Diana dan Naufal sudah beli camilannya sendiri. Sudah lama saya gak makan burger di KFC, ternyata lumayan.. Apa karena saya kelaparan akibat perjalanan hampir 2 jam dari Malang ke Sidoarjo.. :P
Tadinya Atie gak bisa datang, anak-anak sempat kecewa termasuk saya karena saya sudah jauh jauh datang.. Akhirnya dia meng-iya-kan untuk datang.
Yang kemudian datang setelah Dewi adalah Salmah dan Ibra, siapa Ibra?
| Salmah (a.k.a. Mema) dan Ibra |
Ibra adalah anak pertama Salmah. Anak keduanya di rumah bersama Umma-nya.. Namanya Aminah.. Kalau kalian bertanya-tanya kenapa namanya dan wajahnya berbau arab itu karena Salmah memang keturunan Arab jadi ya hidungnya panjang kayak tiang.. #PeaceMem #HidungSayaJugaPanjang #TapiKeDalam :D
Setelah beberapa lama barulah si Atie datang.. Wow.. Badannya memang besar dari SMA tapi kali ini lebih besar, maklum.. Anaknya 2.. Tapi hari itu yang dibawa cuma satu, Bian.. Badannya juga besar tapi lucu banget..
| Bian berdoa sebelum makan, tapi ibunya kok malah ketawa? ~,~" |
Ada yang lucu disini.. Atie dan Bian pergi pesan makanan tanpa tanya dulu ke kami, begitu sampe lagi di meja, "Lho? Kita ini belum pada makan nungguin kamu kok kamu malah makan duluan?", komentar kami. "Oalah.. Aku pikir sudah pada makan.." #EA Akhirnya berbondong-bondonglah kami memesan makanan, walau perut masih agak kenyang terganjal burger dan minuman yang kami pesan sebelumnya.
Kami ngobrol banyak selama makan, mulai dari keadaan kami masing-masing sampai masalah yang sedang kami hadapi, walau tidak ada yang terang-terangan membuka masalah. Dasar anak-anak kecil, disela-sela kami ngobrol selalu ada saja yang mengganggu. Naufal nangis, Ibra malu-malu, Bian.. Malu maluin.. Hahaha.. Apa aja yang bikin Bian malu maluin.. Ditunggu posting selanjutnya ya..
La Reine Chanson
Tuesday, 27 May 2014
Tuesday Questions: More Various Questions #Shocking
Morning all :D
Do you know why I really love Tuesday? Because there will be at least 10 questions come to me that I have to answer based on me and I find it very interesting doing so.. ^_^ Here are the questions and my answers:
What would you do if you had million dollars?
I would build a school, the best school with complete facilities. Anyone especially the poor can join here FREE. Of course I must be so selective in choosing the best students. Not the smart ones but ones who have passion and willingness to learn and study about anything. I would build an orphan house. I would build a craft supplies super market, that is one of my dream I want to make it real. I hope I can make one, the most complete on.
Are you a spender or a saver?
Sometimes I am a spender, sometimes a saver. It depends on my mood.. :P
How much money do you save on a regular basis? (As a peecentage of your income?)
I am not really sure, maybe it's about 15% - 20% Really, I am not sure..
Do you have a personal budget?
Sometimes yes and sometimes no.
When you are on a date, do you think the man should pay or not?
I don't think so, not always man who takes responsibility in paying the bill. In my experience with my hubby before he become my husband, anyone who have money was the one who pay. If I had money I paid, if he had money he paid. That flexible.
What's the most expensive gift you've ever given someone?
I have never given expensive gift. :P
What's the most expesive gift you've ever received from someone?
It is LOVE from my Hubby.. That is the most expensive gift I've ever received.
Have you ever had a blind date?
Nah, never..
If someone offered you a million dollars for a night out, would you do it?
What kind of question is it?? Don't you know I am married?? So only my hubby can ask me for a night out..
Do you invest in the stock market? What kind of investing strategy do you use if you do?
I do not do that, so no strategy at all..
Hhhmmmm.. Various questions asked, but kinda interesting.. Shocking.. Tiring..
I think that's all for now, Fellas..
See ya soon,
La Reine Chanson
Monday, 26 May 2014
Sunday, 25 May 2014
Saya dan Puisi: Hanya Demi Ego
Entah apa yang sudah terlontar dari mulut manis ini
Begitu indahnya hingga semua terbuai
Begitu merdunya hingga semua nyaris sampai
sesuai dengan kehendakku
Tapi apa itu yang sebenarnya?
Apa itu yang sesungguhnya?
Apa itu yang memang benar-benar terjadi?
Tuhan.. Bagaimana jika semua orang tahu?
Bagaimana jika pada akhirnya semua terbuka?
Bagaimana jika pada akhirnya Engkau menguakny?
Bagaimana?
Aku takuuut, Tuhan..
Andai mereka tahu aku mungkin akan tersingkirkan
persis seperti aku menyingkirkan oranga-orang itu dulu
bahkan sampai saat ini..
Andai mereka tahu, semua yang aku miliki mungkin akan sirna
pergi menjauh, persis seperti orang-orang itu
orang-orang yang aku jauhkan dari milik mereka
Andai mereka tahu aku hanya berpura-pura
Andai mereka tahu aku hanya bersandiwara
Semua yang ku lakukan hanya demi pencitraan
Semua yang ku lakukan hanya demi pengakuan
Pengakuan atas keangkuhan, kesombongan, kelemahan
yang tertutup dalam bingkai keanggunan, kelemah lembutan dan paras rupawan
Semua yang kulakukan hanya demi EGO
Begitu indahnya hingga semua terbuai
Begitu merdunya hingga semua nyaris sampai
sesuai dengan kehendakku
Tapi apa itu yang sebenarnya?
Apa itu yang sesungguhnya?
Apa itu yang memang benar-benar terjadi?
Tuhan.. Bagaimana jika semua orang tahu?
Bagaimana jika pada akhirnya semua terbuka?
Bagaimana jika pada akhirnya Engkau menguakny?
Bagaimana?
Aku takuuut, Tuhan..
Andai mereka tahu aku mungkin akan tersingkirkan
persis seperti aku menyingkirkan oranga-orang itu dulu
bahkan sampai saat ini..
Andai mereka tahu, semua yang aku miliki mungkin akan sirna
pergi menjauh, persis seperti orang-orang itu
orang-orang yang aku jauhkan dari milik mereka
Andai mereka tahu aku hanya berpura-pura
Andai mereka tahu aku hanya bersandiwara
Semua yang ku lakukan hanya demi pencitraan
Semua yang ku lakukan hanya demi pengakuan
Pengakuan atas keangkuhan, kesombongan, kelemahan
yang tertutup dalam bingkai keanggunan, kelemah lembutan dan paras rupawan
Semua yang kulakukan hanya demi EGO
Subscribe to:
Comments (Atom)
Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto
Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...
-
Kau yang Menungguku atau Aku yang Menunggumu? (KyMaAyM) adalah sebuah flash fiction (fiksi mini) yang saya post di ig feed saya. Alasan kena...
-
Lelah Menahan Diri? Yuk, Kenali Akar Emosionalnya Lewat Refleksi Harian Pernah nggak sih kamu pengin beli sesuatu—baju, buku, atau makanan f...

























