Tuesday, 24 November 2015

Ini Menurut Saya: Drama Korea | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Baru tiga hari yang lalu saya nulis di blog ini berupa review tentang Stereo Season 1 Vs. Stereon Season 2, rasanya udah kangen banget pingin nulis lagi tulisan sejenis.. Kali ini cerita ringan saja ya, Guys.. Tentang Drama Korea..

Maaf buat yang gak suka atau bahkan alergi sama yang namanya Drama Korea. Jujur aja awalnya saya juga gak suka Drama Korea karena to be honest I am one of those who doesn't really follow what is trend, so called anti mainstream.

Dan ketika saya tiba-tiba menikmatinya itu pasti bukan tanpa alasan. Dan alasannya adalah.. Akan ketahuan kalau kalian baca sampai habis posting ini.. :D

Saya sering liat banyak banget iklan TV tentang beberapa drama Korea, tapi saya gak pernah berniat menontonnya apalagi mengingat jadwalnya karena memang gak minat. Drama Korea pertama yang benar-benar menarik saya adalah "Stairway to Heaven" (STH), itupun nontonnya gak sengaja.


Waktu itu saya sedang nonton TV, karena merasa bosan dengan acara yang itu-itu aja channel saya ganti-ganti terus sampai akhirnya saya terpana ketika melihat jalan cerita STH. Dalam scene yang pertama saya lihat itu ada dua remaja lelaki dan wanita. Si gadis sedang menjemur pakaian dan si lelaki sedang duduk di balkon sambil menatap kearahnya, si lelaki menggambar beberapa sket wajah si gadis lalu membentuk kertas-kertas itu menjadi pesawat dan melemparkannya kearah si gadis.

Fe saya bekerja, ini rasanya si lelaki jatuh cinta pada si gadis. Awalnya terlihat seperti si gadis membalas cintanya tapi kemudian ternyata si gadis mencintainya hanya sebagai kakak sebab memang dia memiliki seseorang lain yang sangat dia cintai sedari kecil.

Saya cuma nonton mulai scene tadi sampai habis tapi hati bertanya-tanya seperti apa awal dan kelanjutannya. Daripada nonton di TV dan nyari tau hari apa dan jam berapa tayangnya, lebih baik cari aja di youtube, toh itu drama Korea lama.. Pasti udah banyak di youtube..

Jadilah saya mulai mencari judulnya, dan.. Ketemu!! Eh sorry, perjalanannya gak semudah itu.. Waktu itu saya gak berbekal judul, karena saya tunggu-tunggu sampai habis ga ada satupun info tentang judulnya.. Ya mungkin ada tapi karena faktor bahasa yang gak saya pahami jadi saya gak ngerti.. Saya nontonnya di TV lokal jadi pun pojok kanan atau kiri atas gak ada tulisan "acara yang sedang berlangsung".

Hanya berbekal nama-nama karakter dalam drama ini saya nekat nyari, mana romanisasi bahasa koreakan sedikit aneh ya.. Pengucapan dan tulisan romanisasinya juga beda.. Mungkin masih lebih mudah Pinyin.. Tapi akhirnya setelah berusaha dengan keras dengan segala daya dan upaya saya berhasil menemukan judulnya.. Yaaaay.. #lebaydikit

Setelah saya cari tau di mbah google ternyata ada 20 episode yang harus saya lahap yang berarti makan waktu kurang lebih 20 jam.. Waaaah.. Girang setengah sedih.. Girang karena nemu dramanya, sedih karena saya orang yang pinginnya melahap sebuah cerita sekali tonton, 20 jam itu hampir seharian yang berarti harus banyak waktu termakan.. But fine, ikuti saja.. Bengkak, bengkak deh mata..

Dan memang iya, mata bengkak.. Udah mirip zombie.. Tapi enggak seharian juga drama ini saya lahap, entahlah mungkin satu setengah hari atau dua hari, yang jelas drama ini sukses bikin saya nangis bombai dan naksir sama aktingnya si bapak gembul yang bernama asli Shin Hyun Joon. Karena bapak satu ini saya jadi mulai cari drama lain yang pernah dia mainkan.


Ketemulah saya dengan drama Korea berjudul Marrying the Mafia 2 dan drama-drama lain yang juga dimainkan oleh pak Hyu Joon. Di drama Cain and Abel, pak Hyun Joon membawa saya pada seorang yang aktingnya juga gak kalah, maka berkenalanlah saya dengan So Ji Sub.


Gitu terus, sambung menyambung dari drama satu ke drama lainnya sampai akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menonton.. Karena udah gak bener nih jadwal harian saya gara-gara drama Korea.. Saya berhenti cukup lama, setelah saya tamatkan drama apa gitu, saya lupa judulnya..

Tapi kejadian yang hampir mirip membawa saya mulai menonton drama Korea lagi, akhirnya saya disibukkan dengan mencari judul drama yang menurut saya jalan ceritanya gak kalah menarik dari drama-drama sebelumnya yang pernah saya tonton.

Awalnya saya gak sengaja nonton, manteng, liat jalan ceritanya, menarik, tonton sampe abis, penasaran, cari keyword yang mudah dicari, lari ke mbah google, nemu judulnya, lari ke uncle youtube, cari yang subtitle Inggris (bukan sok sok an tapi karena emang rada susah nyari yang bahasa Indonesia), nemu, seneng, langsung sikaaaat..

Kali ini berlatar Korea kuno, jaman kerajaan. Hohoho.. Pemeran tokoh utamanya gak ganteng kalo menurut saya, sama seperti pendapat saya tentang pak Dikta (kok saya jadi bawa-bawa Dikta ya..). Iya, gak ganteng tapi MEMPESONA.. Aaaah.. #LebayModeOn Tokoh perempuannya cantik banget, suka sama wajahnya yang seger banget..

Ceritanya tentang pencarian sebuah buku yang didalamnya ada cara untuk berubah secara permanen dari monster serigala (atau apalah namanya, GuMinHo?? Entahlah..) menjadi manusia normal. Yang doyan nonton Korea tahu nih siapa tokoh utamanya dan pasti hapal judulnya..


Yup, Gu Family Book (GFB) dengan tokoh utama Choi Kang-chi yang diperankan oleh Lee Seung Gi.. Pada setujukan kalau dia MEMPESONA, pastiii.. Tapi gak ganteng.. Oke, oke.. Gantenglah.. Suka-suka deh..


Sebenarnya ceritanya dimulai dari orang tua Choi Kang-chi, ibunya seorang manusia dan ayahnya Gu Min Ho -kalo di Indonesia itu namanya manusia jadi-jadian.. Hahaha..-. Kenapa dimulai dari cerita orang tuanya? Karena tokoh-tokoh yang muncul di cerita orang tuanya ini nanti akan muncul juga di kehidupan Kang-chi. Sama seperti ayahnya, nantinya Kang-chi ini jatuh cinta pada manusia. Gadis ini bernama Dam Yeo-wool yang saking machonya Kang-chi pikir dia lelaki.. Itu mata apa kelereng..

Yeo-wool ini yang bikin Kang-chi gak berubah jadi Gu Min Ho meski sedang emosi -Jadi gini, Gu Min Ho itu kalau lagi marah bakal berubah jadi monster, makannya sama temannya ayahnya dulu dia diberi gelang pelindung supaya gak berubah jadi monster saat marah- Yeo-wool diperakan Suzy, cewek yang saya suka banget sama wajahnya.. Cantik dan seger.. Baiklah, selebihnya tentang GFB akan saya bikinin post sendiri aja nanti ya.. Juga tentang STH tadi..


Lanjut ya.. Dari Lee Seung Gi saya dikenalkan kepada Bang Sung-jun, pemeran tokoh Gon.


Gon adalah pengawal Yeo-wool, saya suka karakternya di drama ini dan micro ekspresinya bagus, dapet banget. Nah, ya.. Dari kepoin drama-drama yang pernah dilakoni Lee Seung Gi ini saya juga jadi kenal yang namanya Cho Jung Seok, mereka main bareng di drama The King 2 Hearts (TK2H).


Lee Seung Gi berperan sebagai Lee Jae-ha yang merupakan adik dari Raja Korea Selatan. Persis seperti gambaran pribadi Seung-gi, dalam drama ini dia digambarkan sebagai pribadi yang cenderung santai dan slengean, gak seperti abangnya. Setelah kematian abangnya dialah yang wajib menggantikan tugas sang abang.

Entahlah mungkin saya lebih suka karakter-karakter pembantu yang bikin cerita lebih menarik ketimbang tokoh utama. Cho Jung Seok berperan sebagai Eun Shi-kyung yaitu seorang kepala pengawal dari putri kerajaan, saudara dari Lee Jae-ha yaitu Lee Jae-shin yang diperankan oleh Lee Yoon-ji.


Saya suka karakternya yang terkesan misterius, tertutup, kaku, tapi sebetulnya penuh cinta. Dari drama ini saya lari lagi ke drama lainnya.. Aaaah.. Saya ini manusia apa kutu loncat.. Tapi saya gak pernah berhenti tengah jalan lho kalau nonton apapun yang menarik perhatian, pasti semua saya lahap sampai tamat.

Selesai nonton TK2H saya buru-buru lari ke google mencari Cho Jung-seok dan tertambat pada drama terbarunya, Oh My Ghostess (OMG). Yang ini bergenre drama komedi dan percintaan, ceritanya tentang seorang gadis bernama Na Bong-sun (diperankan oleh Park Bo-young) yang benar-benar gak punya rasa percaya diri, pemurung, pendiam, dan bisa melihat hantu yang bekerja di sebuah restoran. Diam-diam dia menyukai atasannya, seorang chef sekaligus pemilik restoran itu yang bernama Kang Sun-woo yang diperankan oleh Cho Jung-seok.


Disisi lain ada seorang hantu wanita bernama Shin Soon-ae yang konon katanya dia menjadi hantu dan gentayangan karena mati perawan.. Ada aja nih, kayak film Indonesia Hantu Perawan aja..

Hantu perawan ini terus dikejar oleh seorang cenayang, disaat cenayang sedang mengejar hantu perawan itu Bong-sun sedang duduk di halte bus, karena menurut cerita si hantu perawan adalah Yang dan Bong-sun adalah Yin maka si hantu perawan bisa merasuki tubuh Bong-sun. Karena bertolak belakangnya karakter Bong-sun dan si hantu, si hantu cenderung aktif dan penuh semangat sedangkan Bong-sun lambat dan kurang cekatan, membuat drama ini menarik dan dinamis. Aaaah, ini drama terakhir yang saya nonton yang bikin mata saya bengkak dan badan saya rasanya seperti zombie. Entahlah drama Korea apalagi yang ingin saya tonton, yang jelas harus yang menarik.

Waaah.. Ada yang terlewat.. Ini mungkin harusnya muncul setelah cerita tentang bapak Shin Hyun-joon dan sebelum Lee Seung Gi tadi.. Ini drama yang dulu pingin banget saya tonton tapi males ribet nyari-nyari sampe akhirnya saya nyari juga dan nemu meski agak sulit.. Karena saya cuma nonton cuplikannya di TV, tanpa tau nama karakter dan judulnya.. Hebat gak tuh..


Tapi bukan saya namanya kalau sampe gak nemu.. Judulnya Coffee Prince, ini sebenernya jadi mirip Kang-ci dan Yeo-wool tadi karena si cewek dikira cowok, drama ini malah lebih gila karena tokoh utamanya yang bernama Choi Han-kyul yang diperankan Gong Yoo sampai stress karena dia pikir dia jatuh cinta sama cowok.. Kyaaaaa.. Drama Korea ada-ada aja..


Ya, tadi itu tadi pengalaman saya nonton drama Korea. Saya akan buat review tentang masing-masing drama yang pernah saya tonton, mulai dari jalan ceritanya, siapa saja pemainnya, apa saja yang menariknya dari drama-drama itu, bagaimana penokohannya.

Seru lho nonton drama Korea, setidaknya buat saya banyak yang bisa saya petik, bisa jadi tempat belajar. Belajar?? Iya, belajar itu dimana aja dan kapan aja kan? Bisa dari merenung, bisa di sekolah, bangku kuliah, di jalanan, di depan TV. Di depan laptop atau HP dengan drama Korea di layar juga belajar kan? Well, saya memang suka belajar dan melihat sesuatu lebih dalam, jatuhnya jadi pembahasan dalam tentang hal yang ringan.

Aaaah.. Sekian dulu ya, panjang banget tulisan kali ini.. Eh, tapi nanti kalau ada tambahan akan saya buat part duanya.. Hihihi.. Oh iya, tunggu pembahasan dalam saya tentang drama-drama Korea yang saya ceritakan diatas ya..

Weird Love,

Sunday, 22 November 2015

Review: Stereo Season 1 Vs. Stereo Season 2 (Net TV)

Dear Weirdos,

Hari ini adalah hari minggu yang berarti kemarin sore jam 6 Stereo main di Net TV, emang kenapa? Kali ini saya mau review sedikit tentang Stereo Season 2. Kalian pasti sudah tau donk apa itu Stereo? Ya, Stereo adalah serial drama musikal Indonesia yang tayang di Net TV. Kalau dulu tayangnya setiap hari Minggu, untuk Season 2 ini Stereo tayang hari Sabtu di jam yang sama.

Jadi Stereo ini menceritakan tentang sebuah club vocal di Royal University yang hampir gulung tikar karena tak ada yang mau bergabung, tapi kemudian coach Azis, seorang pelatih vocal berusaha mempertahankannya dengan mencari bakat-bakat menyanyi di kampus itu. Ketemulah coach Azis dengan bakat pertama, Dara namanya. Tokoh ini sebenarnya cikal bakal bangkitnya Stereo karena dia dipilih sebagai leader untuk mengaudisi member yang lain. Begitulah..

Konflik di mulai ketika Vigo, yang diperankan oleh Pradikta Wicaksono, yang digambarkan sebagai cowok menyebalkan menyukai Dara dan selalu mengejarnya. Bahkan Vigo menyerobot antrian untuk ikut audisi Stereo. Dengan bakat yang dimilikinya terpaksa Dara menyerah dan menerima Vigo sebagai member. Disusul member lain yaitu Diva, Alex, dan Juwita. Satu 'rumah' bernama Stereo dengan 5 member dan satu pelatih memunculkan banyak konflik, itulah yang menjadi alur cerita.

Tentang Alex, Diva dan Dara yang bersahabat sejak SMA, oh ya, Diva adalah pacar Alex. Juga tentang Juwita yang jatuh cinta pada Alex, dan Vigo yang gak pernah berhenti ngejar Dara walau gak berbalas. Belum lagi mereka dituntut untuk mengikuti super choir sebagai bukti eksistensi mereka. Super Choir inilah yang menjadi benang merahnya.

Oke, segitu saja sedikit penjelasan tentang Stereo Season 1. Yang sama sekali belum pernah ngikutin Stereo di Season 1 boleh nih klik di link ini >> Stereo Net TV

Baiklah mari kita masuk ke topik utama, review Stereo Season 2 dan perbandingan dengan Season 1. Meski baru 2 episode saya rasa para penonton setia Stereo, seperti saya, sudah bisa merasakan perbedaannya dengan Season 1.

Kalau di Season 1 karakter yang muncul hanya kelima member, coach Azis, Bunda -ibu dari Juwita- dan Madam Wati sang Dekan, jadi konflik yang terjadi tidak begitu kompleks, cenderung monoton dan sedikit membosankan karena bagi saya ending setiap episode bisa ditebak. Untuk satu konflik yang terjadi pada satu episode rasanya seperti tergesa-gesa harus diselesaikan dalam episode itu juga dengan penutup konflik baru yang akan muncul di episode selanjutnya. Mungkin hanya satu episode yang saya ingat satu konflik diselesaikan dalam dua episode, yaitu saat coach Azis menantang para member untuk duel nyanyi, para lelaki melawan para wanita.


Stereo Season 2 Ep 2
Pic: instagram @net_stereo
Di season 2 ini karakter yang muncul dari awal cukup banyak, ada Dhana yang pernah muncul di season 1, Amanda, Pak Ben - yang seingat saya juga pernah muncul di season 1 sebagai dosen apa gitu-, Vino, Arka, Vanya, dan cerita semakin kompleks karena konflik semakin banyak. Untuk menjelaskan ada hubungan apa antara Amanda dan Dhana saja butuh waktu 3 episode. Ya, karena di episode pertama ada konflik antara Dhana dan Amanda yang belum jelas apa itu, yang pasti Dhana sebel banget sama Amanda. Di episode kedua ini juga sama, menggantung. Bisa dipastikan di episode ketiga akan terungkap apa hubungan keduanya karena episode kedua ditutup dengan Diva maksa Amanda menjelaskan hubungannya dengan Dhana.

Nah, bagian ini nih yang menurut saya sedikit absurd. Kenapa Diva harus semenggebu itu nanya apa hubungan Amanda dan Dhana. Memang sih Diva sebel atas masuknya Amanda sebagai member tanpa sepengetahuannya, tapi apa iya semenggebu-gebu itu? Memang juga sih di Season 1 ada konflik antara Stereo dan Dhana karena tulisannya yang menyudutkan di majalah kampus, tapi konflik itu sudah ditutup dan berakhir. Ada yang bisa jelasin kenapa Diva semenggebu itu?

Tentang banyaknya karakter di season 2 ini memang lebih memperbanyak konflik antar pemain yang otomatis membuat cerita gak monoton. Saya suka liat Juwita yang mulai menunjukkan dirinya dan mulai mencari pasangan dan lebih banyak tersenyum, karena di season pertama rasanya dia yang paling menderita. Tapi sepertinya Arka, orang yang Juwita sukai, mengeluarkan micro ekspresi yang kontradiksi ketika bertemu Juwita dengan ketika dia melihat poster Stereo didinding. Entah itu hanya perasaan saya saja tapi sepertinya konfliknya akan menarik. Entah berakhir dengan Juwita yang akan sakit hati karena kepalsuan cinta dan penghianatan Arka. #ngomongapasaya

Oh ya, di season 2 ini Stereo punya saingan yaitu Largo yang dibentuk oleh Pak Ben yang didua episode ini sedang mencari anggota. Kelihatan sih siapa aja yang akan gabung di Largo, gak mengherankan Dhana akhirnya dengan dilematis memilih bergabung di Largo. Saya sedikit menyesalkan keputusan Dhana yang dibuat begitu saja dengan mudah, dan Dhana merupakan rekomendasi dari Madam Wati sang Dekan ke Pak Ben. Sebenarnya keputusan ini bisa di buat lebih panjang dan lebih dramatis, meski mungkin memang akan memperpanjang penyelesaian tapi mungkin bisa lebih seru.

Di season 2 ini ada yang sedikit membuat saya dan para penonton setia Stereo pecinta Dara dan Vigo sedih karena tokoh Dara tak ada lagi. Hal ini sedikit aneh bagi saya, karena di Season pertama yang menjadi benang merah kedua setelah Super Choir disetiap episode adalah Dara dan Vigo. Dan Dara lah yang pertama mengaudisi untuk mencari member yang lain, jadi ketika dia menghilang ada yang aneh -Dara diceritakan melanjutkan studi ke luar negeri-. Tapi saya berpikir mungkin ini cara memutus konflik panjang nan monoton antara Dara dan Vigo yang tak habis-habis jika Dara tetap dimasukkan dalam Season 2. So let's move on Dara dan Vigo Lovers.. :D

Mungkin kesimpulan yang saya bikin masih prematur karena season 2 ini baru berjalan 2 episode tapi overall dari dua episode ini sudah bisa dilihat lebih menarik dari Season 1, pertama karena tidak monoton, lebih kompleks, lebih banyak konflik dan lebih banyak yang bisa diceritakan. Yang perlu diperhatikan yang mungkin kedepannya akan menjadi masalah bagi pembuat cerita adalah banyaknya karakter akan terjadi bias antara mana konflik yang harus dipertegas dan menjadi benang merah, dengan mana konflik yang harus dibiarkan mengambang saja sebab setiap karakter memiliki konfliknya masing-masing. Tambahan lagi fokus konflik harus tetap pada Stereo dan membernya karena judul drama musikal ini adalah Stereo.

Baca juga:

Review: Stereo Season 2, Stereo vs. Largo


Weird Love,

Thursday, 8 October 2015

Ini Menurut Saya: Angel Pieters Kecil Mirip..

Dear Good Readers dan Weirdos,

Sudah lama sebenarnya saya pingin nulis tentang kemiripan dua orang ini, tapi entahlah mungkin waktunya baru sekarang.

Oke, pertama saya ceritain dulu awal mula 'ngeh' bahwa mereka mirip. Suatu hari lagi nonton net tv dan entah kenapa tertarik banget sama salah satu serial dengan genre drama musikal semacam Stereo. Bukan Rani namanya kalo gak kupas tuntas dan menghapus ke-kepoan diri, maka mulai lah saya cari tau tentang Stereo.

Para pemerannya keren-keren, oke-oke. Ada nama Vidi Aldiano, Pradikta Wicaksono (to be honest orang ini yang pertama bikin saya penasaran sama drama musikal yang satu ini, dan ketagihan nonton), ada Kila Shafia, Tatjana Saphira, pak Azis dan Angel Pieters.

To be honest lagi dari enam nama itu cuma dua pertama yang memang udah masuk kamus ketenaran dikepala saya, karena jujur saya memang gak gaul dan gak gitu update, gimana mau update nonton tv aja gak suka, nagih soalnya, jadi sekali lagi to be honest saya hidupin tv ya cuma hari minggu aja, jam 6 sore tepatnya, nungguin Stereo. Tapi hari minggu besok itu episode terakhir, terus saya nonton apa lagi donk? Kita lihat nanti..

Balik ke pembahasan utama, begitu saya ngulik tentang Angel Pieters saya baca kalau dia adalah juara Idola Cilik, what? Padahal itu kan dulu tontonan saya juga.. Yang mana yang Angel ini, kok gak inget?? Bukan Angel yang gak tenar, itu sekali lagi murni saya yang pelupa.. Mulailah saya kepoin Angel, saya cari tuh foto-foto jaman Angel masih bau kencur.. (Dulu bau kencur sekarang mungkin bau jahe.. Hihihi.. Bukan, sekarang wangi parfum CK..)

Ketemu!!! Ini dia..


Jujur susah banget nyari foto Angel waktu masih kecil, saya dapet tiga yang paling sreg dihati. Dua yang dibawah ini..



Yang diatas ini malah udah agak dewasaan kayaknya ya..

Setelah liat-liat foto Angel apa lagi yang pake poni jadi keingetan siapa gitu.. Begitu saya coba inget-inget lagi..

Ooooh iyaaaa.. Anjaliiii!!!!

Mulailah saya cari-cari tentang Anjali yang ternyata namanya Sana Saeed.. Dan saya mulai mencari gambar dari Sana Saeed, ini fotonya..




Naaaah..., kalau menurut saya ada kemiripan diantara mereka. Bukan cuma poni, sungguh.. Bentuk wajah, hidung, dan mata mereka miriiip.. Suka suka suka.. Dan yang pasti sama-sama cantik.. Eeeh, cantikan Angel donk.. :)

Postingan kali ini segitu dulu ya..

Weird Love,


Saya dan Puisi: Sang Pembawa Kehancuran

Saat ini aku tetap berusaha meyakinkan semua orang bahwa bukan aku yang bersalah melainkan dia

Aku dengan kemampuanku memanipulasi pikiran mereka, berusaha menggiring mereka pada kesimpulan dan keyakinan bahwa dialah penyebab segala masalah ini terjadi, bukan aku..

Aku tahu suatu hari nanti hal inilah yang akan membawaku pada kehancuran
Tapi itukan masih nanti, itukan masih lama..

Setidaknya saat ini aku bisa puas menghancurkan keutuhan ikatan sedarah ini atas nama egoisme dengan kamuflase kerukunan..

Thursday, 24 September 2015

Ini Menurut Saya: Yuuk aaah.. Selesaikan Masalah!! - Cara Memecahkan Masalah | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos all around the world,

Bagaimana cara menyelesaikan masalah? Sebetulnya topik ini sudah ingin saya bahas berminggu-minggu lalu bahkan mungkin berbulan-bulan lalu, tapi karena satu dan lain hal saya belum sempat mengangkat tema ini.

Beberapa hari lalu saya melihat sebuah postingan di newsfeed facebook saya yang bikin saya jadi merasa harus menulis tentang topik ini, karena menurut saya topik ini menarik. Menurut saya lho ya.. Hihihi.. Tapi serius, mengingat kembali apa yang ingin kita tulis beberapa bulan lalu sungguh melelahkan karena saya cuma punya konsep di kepala yang belum sempat saya tuangkan dalam bentuk tulisan pun coretan.

Okay, mari kita mulai saja..


Di dunia ini siapa sih yang enggak punya masalah? Semua orang pasti punya masalah. Mau itu masalah keuangan, masalah dengan pasangan, masalah di tempat kerja, di sekolah dan masalah dengan manusia-manusia lain, guru, orang tua, sesama teman, saudara, sahabat dan lainnya. Karena sejatinya setiap pribadi memiliki keunikannya sendiri, mulai dari karakter yang berbeda, kemampuan beradaptasi yang berbeda, kemampuan menyelesaikan masalah yang berbeda, nilai diri yang berbeda, bahkan yang kadang dianggap sepele adalah perbedaan cara pandang, sudut pandang, perspektif, point on few, entah apa lagi namanya. Perbedaan itulah yang kadang menyebabkan masalah.

Sebenarnya apa sih masalah itu? Masalah adalah persoalan atau hal yang harus diselesaikan.

Jika saat ini kalian sedang punya masalah, yakinkan diri bahwa orang lain pun punya masalah. Masalahnya ada orang-orang yang mampu menyembunyikan masalahnya untuk konsumsi pribadi dan ada yang menunjukkannya keluar agar semua orang tahu dia punya masalah. Tak ada satupun manusia di dunia yang tak punya masalah. Bahkan ketika kita bangun di pagi hari pun kita menemui masalah, semisal mau apa kita setelah bangun ini mandi atau makan?


Ketika akhirnya memutuskan mandi ternyata air habis, dan kita tahu orang yang bertanggung jawab atas kekurangan air yang terjadi adalah adik kita, sebab memang cuma dia tukang habisin air dan gak pernah hidupin kran waktu mandi. Jadilah kita sebel sama dia. Mending kalau dia mau ngaku kalau tadi dia memang gak hidupin kran, nah kalo dia gak ngaku dan mengelak, jadinya masalah..

Ketika kita memilih tidur lagi tiba-tiba perut terasa lapar, lalu kita menuju meja makan dan melihat hanya ada makanan yang tidak kita sukai, atau bahkan tak ada makanan sama sekali. Jadilah kita mulai mencari siapa yang salah, dan ternyata si bibi karena dia masih sibuk ngobrol sama bibinya tetangga depan rumah. Jadilah kita sebel sama dia. Mending kalau dia mau ngaku kalau dia emang keasyikan ngobrol sama bibinya tetangga depan rumah, nah kalau dia ngelak dan bilang kita yang kepagian bangunnya, jadinya masalah..

Good Readers dan Weirdos, contoh yang saya kasih diatas cuma contoh-contoh kecil yang kadang kala bisa jadi masalah besar. Bagaimana jika masalahnya besar, bisa-bisa jadi masalah yang sangat bueeeesaaaar.. Dari dua contoh diatas jatuhnya jadi saling menyalahkan, padahal sejatinya manusia adalah makhluk egois yang gak pernah mau disalahkan. Sekali dia disalahkan dia akan balik menyalahkan orang lain dengan berbagai alasan dan pembenaran diri.

Lalu bagaimana cara menyelesaikannya? Seperti yang sudah disinggung di atas, ada tipe orang yang menyelesaikan masalah dengan mencari siapa yang salah sehingga seringnya cenderung menyalahkan orang lain dan tidak menyelesaikan masalah inti, masalah menjadi meluas dan melebar. Seperti yang juga sudah disinggung di atas manusia adalah makhluk egois, tak ada seorangpun manusia yang ingin disalahkan kecuali dia benar-benar memiliki kebesaran hati untuk menerimanya. Seperti yang dijelaskan juga oleh mas Kertadrarajawen dalam postingannya di kompasiana ini.


Untuk menyelesaikan masalah jangan pernah mencari siapa yang salah sebab tidak akan ada habisnya. Masing-masing pribadi harus menyadari bahwa setiap orang yang terlibat dalam masalah ikut andil dalam terjadinya masalah, dan fokuslah pada akar permasalahan. Apa itu? Mencari solusi. Bagaimana cara mencari solusi? Caranya dengan duduk bersama dan bermusyawarah untuk mencapai mufakat #berasalagibelajarpkn #emangiya #inibabkerukunan

Contohnya yang tadi aja ya, yang mandi enggak ada air itu lho.. Kalau kamu terus nyalahin adik kamu, adik kamu juga bakal nyalahin kamu balik. Bisa jadi dia bilang, "Salahnya bangun siang.. Pagian dikit lah..". Tuh kan, jatuhnya berantem. Kesampingkan ego, cari solusi. Solusinya adalah setiap orang di rumah harus ingetin adik kamu untuk hidupin kran tiap kali dia masuk kamar mandi, dengan gitu kemungkinan besar adik kamu risih. Awalnya mungkin bakal ngerasa terpaksa melakukan hal yang diperintahkan tapi lama-kelamaan akan jadi kebiasaan. Asal jangan lupa matiin krannya aja kalau sudah selesai, kalau enggak bisa jadi masalah baru. Hihihi..


Eh, ada solusi lain lagi.. Kalau emang kenyataannya kamu yang bangunnya kesiangan, ya coba bangun pagian dikit. Instrospeksi diri itu penting, sebelum menilai orang lain coba nilai diri kita sendiri, sudah sempurnakah kita? Coba untuk lebih objektif menilai diri kita. Kalau salah mengakulah salah, setidaknya dalam hati. Jadi kedua belah pihak yang bermasalah saling memperbaiki diri.


Ya, seperti quote di atas.. Masalah itu seperti mesin cuci, kita dibanting, dibolak-balik tapi akhirnya masalah bisa membuat kita jadi lebih baik. So..




Thursday, 3 September 2015

Ini Menurut Saya: Mas Dalam Islam Poligami Boleh Lho | Our Life Journey

Dear Good Reader and Weirdos all around the world,

Mungkin akhir-akhir ini kalian sering baca judul postingan semacam ini. Ya, ini postingan yang saya baca juga lewat link yang di-post seseorang di FB (maaf saya lupa pertama kali baca postingan ini dari siapa). Ini linknya:


Penggalan tulisan diatas adalah tulisan status seseorang yang sedang jalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan dan melihat seorang suami sedang nyuapin anaknya sedangkan ibunya sedang asyik memilih pakaian. Postingan lengkapnya seperti ini:


Saya mencoba melihat kejadian ini dari beberapa sudut pandang dan pemikiran positif. Bukan berarti pendapat cewek ini tidak benar, karena memang dia orang luar yang tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya. Bisa jadi kemungkinan memang si istri yang ‘gak tau diri’ dengan memasrahkan anaknya kepada suami sedang dia asyik-asyikan memilih baju.

Kalau saya lebih memilih melihatnya dari perspektif lain yang jauh lebih positif, siapa tahu lelaki ini memang sedang memberikan ‘Me Time’ pada istrinya dengan membiarkan dirinya yang meng-handle sang buah hati. Atau mungkin si istri sedang berulang tahun dan meminta dia memilih sendiri kadonya.. Bisa jadi..

Kita lihat lagi, siapa tahu si wanita sedang berada dikumpulan baju lelaki dan sedang memilih baju lelaki, bisa jadi lelaki ini adalah suami yang tak suka berbelanja dan memilih bajunya sendiri sehingga dia meminta istrinya memilihkan baju untuknya, seperti suami saya..

Suami saya paling malas diajak jalan-jalan, kalau sudah berhasil ngajak dia jalan paling males disuruh milih baju padahal buat dia sendiri.. Jadilah saya yang memilihkan untuk dia. Kalau lagi bawa ponakan (maklum belum diberi titipan sama Allah) ya dia yang bawa ponakan.. Tak perlu meminta persetujuan dia tentang baju mana yang harus dibeli, karena jika ditanya dia akan bilang, “Terserah kamu aja..” Yang jika saya juga ragu maka tidak ada satupun baju yang terbeli.. Huft.. Kalau sudah begitu apa saya yang salah.. Tentu tidak..

Jujur kalau saya pribadi melihat lelaki (mau dia super ganteng, ganteng aja atau biasa aja yang sedang) menggendong anak atau melakukan interaksi apapun dengan anak-anak (mau anak sendiri kek, mau ponakannya kek, terserahlah) justru malah lebih kelihatan “WOW”, sexy serius..! Itulah sebabnya kenapa saya suka banget sama suami saya.. Dia sayang banget sama anak kecil.. #curcol

Itu tadi pendapat saya tentang berita yang lagi ramai di sosmed ini. Sekali lagi itu sudut pandang saya, yang suka sekali melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berbagai perspektif. Bagaimana sudut pandang Good Readers dan Weirdos disana?

Kalau pendapat saya tentang poligami bagaimana? Nanti deh saya buat postingan tentang poligami..

Weird Love,

Thursday, 27 August 2015

New Label: I Can Relate to These! | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Kali ini saya mau launch new label yang namanya "I can relate to these!". Ceritanya sejak saya ikut tes MBTI dengan hasil INFJ, saya langsung cari tahu tentang tipe ini dan gabung ke group MBTI dan INFJ baik yang Indonesia maupun yang Internasional. Karena saya gabung di grup-grup itu jadi otomatis saya dapat feed kalau ada yang posting disana. Hampir tiap hari ada aja postingan dari para membernya yang bikin saya merasa seperti, "Waah.. Ini saya banget.. Saya juga pernah ngalami itu..". Ya, I can relate to most quotes there. Bentuknya lebih ke words picture, entahlah apa istilahnya.. Contohnya seperti gambar dibawah ini:


Begitulah.. Sebetulnya saya pingin komen di bawah postingan tersebut di grup sana tapi rasanya enggak enak aja, dan enggak mungkin juga saya cerita panjang tentang bagaimana kejadian yang membuat saya merasa relate to those words, paling saya cuma bilang, "Me too..", "Same here", atau cuma sekedar menambahkan jempol saya disitu.

Seperti quote diatas, saya memang biasanya berharap orang-orang yang bertemu saya bisa as weird as saya karena saya tahu saya memang weird. :D

Weird Love,

Cerita Sedikit: Lagu Pertama dan Terakhir Saya | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Sesuai postingan saya yang satu ini >> Tuesday Questions: What My Biggest Dream is? (Part I) | Our Life Journey, saya ada janji untuk cerita tentang saya yang 'mengaku' pernah bikin lagu.. Hahahahha.. Pingin ketawa rasanya kalo inget momen itu, tapi sekaligus nyesek karena saya gak bisa pamerin lagu itu disini..

Kejadiannya udah lama banget. Ceritanya itu lagu pertama dan terakhir yang pernah aku buat, tapi dia hilang bersama hilangnya hape blackberry saya waktu lagi liburan ke Balekambang. Bukan hilang tapi hanyut terbawa air laut.. Well, ceritanya agak creepy sih tapi gak apa lah biar saya ceritakan.

Saya sering sekali mendengar banyak suara dikepala saya, mulai dari suara teriakan sampai suara bisikan yang lembut yang saya yakini itu bukan suara siapa-siapa tapi suara saya sendiri. Entah mungkin itu suara hati saya, yang jelas saya tahu pasti itu akibat dari saya yang memang suka sekali berpikir tentang banyak hal yang saya lihat, saya dengar dan saya rasakan. Datangnyapun secara tiba-tiba dan sering, semacam saya bisa menyerap energi yang ada disekitar saya.

Entah kenapa pada hari-hari itu yang datang ke kepala saya bukan suara-suara tapi alunan musik, jarang sekali bahkan hampir tidak pernah terjadi. Maksud saya begini, sering sekali setiap saya melihat, mendengar atau merasakan sesuatu tiba-tiba di kepala saya mengalun lagu yang pernah saya dengar yang sesuai dengan keadaan saat itu.

Misalnya saya sedang lihat cowok sedang melamar ceweknya, secara tiba-tiba muncul lagu Janji Sucinya Yovie and Nuno. Semacam itulah, tapi yang kali ini bukan lagu yang pernah saya dengar, ini semacam lagu baru yang memaksa saya untuk melantunkannya dan merekamnya di hape saya. Ya.. Hape blackberry yang kecemplung air laut dan hanyut itu -,-"

Bahkan saya berusaha keras merangkai nada-nadanya. Belum sempurna karena reffrain belum ada, sampai suatu hari ketika saya sedang keluar naik motor bersama suami, hujan mulai turun. Kami terpaksa mampir ke tempat kerja suami karena memang tempat yang paling dekat untuk ikut berteduh ya tempat itu. Kami berdiri dibawah kanopi parkir yang cukup besar, hujan turun deras dan mengganggu pendengaran. Secara tiba-tiba saya mendengar lagi alunan lagu di kepala saya, disitulah saya menyempurnakan lagu dengan reffrain. Saya merekamnya ditengah hujan deras. Entahlah apa ada yang mendengar, suamipun rasanya tak mendengar karena hujan memang begitu deras mengguyur.

Sampai situ semuanya aman, lagu selesai, rekaman tersimpan di hape dan saya take this song for granted. Jadi begitu semua susunan lagu lengkap saya sama sekali tak mengulang untuk mendengarkannya atau setidaknya menyanyikannya lagi untuk direkam utuh satu lagu. Tidak sama sekali. Saat itu yang ada dipikiran saya, "Nanti kalau ada waktu aja saya dengar lagi untuk kemudian saya rekam utuh satu lagu.. Toh sudah aman, sudah saya save semua di hape ini, kalau suatu saat mau denger tinggal putar lagi. Gampang kan..".

Seandainya saya menyempatkan diri mendengar potongan-potongan lagu yang saya rekam mungkin saat ini saya masih ingat sedikit-sedikit bagaimana nadanya dan seperti apa liriknya. Mungkin juga saat ini saya bisa menunjukkan pada Good Readers dan Weirdos semua dengan merekam ulang lagu itu.

Tapi terlambat, lagu itu keburu hanyut di pantai selatan Malang. Huhuhu..

Ceritanya waktu itu kami sekeluarga dan saudara bapak dari Jakarta rekreasi ke pantai Balekambang ini.


Untuk sampai ke Pura kecil diatas karang seperti gambar diatas kami harus melewati sebuah jembatan yang lumayan panjang. Saat itu kami berdiri di jembatan untuk berfoto bersama, hape blackberry itu sedang berada di tangan saya.

Karena ada sodara yang sudah di depan mendahului kami saya memanggil mereka untuk berkumpul dan berfoto dengan melambaikan tangan, gak saya sangka Adit (adik kesayangan saya yang paling ganteng sendiri, saya total kalo muji) menyenggol tangan saya yang menyebabkan hape itu jatuh ke jembatan, karena saking kerasnya menyentuh lantai jembatan beberapa detik kemudian hape itu terpental dan nyemplung ke laut di bawah kami.

Sempat beberapa saat setelah hape itu nyemplung ada yang berinisiatif meloncat turun tapi segera dicegah karena ombak sedang besar besarnya. Entah suara siapa yang menyuruh meloncat.

Oh ya, beberapa saat sebelum kejadian itu saya melihat seseorang berpakaian hitam dan kacamata hitam dibelakang kami. Entah kenapa keberadaannya sungguh mengganggu tapi saya acuhkan.

Beberapa detik hape itu masih terlihat. Satu sapuan ombak hape masih terlihat, sapuan kedua juga masih terlihat meski hanya separuh, sapuan ketiga hape sudah tak nampak lagi.

Detik-detik tiga ombak menyapu kepala saya dipenuhi pikiran tentang kenangan-kenangan yang ada di hape itu, mulai foto-foto yang tersimpan, tulisan-tulisan saya, juga potongan-potongan rekaman lagu itu.

Shock, sedih tapi bersyukur karena gak ada yg berusaha meloncat turun untuk mengambil hape itu. Kalau ada yang meloncat mungkin orang itu sudah keseret ombak..

Nyesek tapi mau gimana lagi, saya cuma bisa meringis senyum-senyum sendiri dan menenangkan orang-orang yang pada shock juga melihat kejadian itu terutama Adit, bukannya saya yang ditenangin.


Lihat foto saya digambar atas ini, udah senyum kan? Saya memang begitu, buat saya deal with my own pain lebih mudah dan bisa diatur nanti yang penting jangan sampe orang merasa bersalah sama saya atas kejadian yang bisa jadi saya juga ikut andil didalamnya.

Begitulah ceritanya, tak ada yang bisa diselamatkan dari hape itu. Tapi it's kinda blessing in disguise, Adit merasa bersalah karena dia suspectnya. Walau saya bilang gak apa, dia berjanji bakal nambahin uang untuk beli hape baru buat saya. Dan.. Saya dapat hape baru.

Begitulah, I learned many lessons from this thing happened to me. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari berbagai hal yang datang dalam hidup bagi orang-orang yang mau berpikir.

Buat saya moral valuesnya banyak banget. Silahkan Good Readers dan Weirdos simpulkan sendiri, saya tak mau menggurui.

Love,

Tuesday, 25 August 2015

Tuesday Questions: What My Biggest Dream is (Part I) | Our Life Journey

Dear Good Readers and semua Weirdos,

Maaf ya semua, mulai posting kali ini akan saya tambah salamnya.. Jadi bukan cuma untuk good readers semua tapi juga untuk para weirdos yang merasa as weird as me or even weirdest. #Smile

Rasanya sudah puluhan Selasa yang saya lewati tanpa menjawab ratusan pertanyaan yang datang ke meja saya. Pertanyaanya bermacam-macam, tapi jelas harus saya saring dan saya pilah-pilah mana yang harus saya jawab dan tidak.

Ada beberapa pertanyaan yang benar-benar menggelitik diri saya, menggelitik karena untuk bisa bikin saya menghabiskan beberapa paragraf untuk menjawabnya. Awalnya saya pikir, enggak ah.. Gak akan saya jawab di blog ini, cukup di buku pribadi saya aja.. Takut pada bosen dan gak suka membacanya, tapi saya pikir-pikir lagi sejujurnya saya lebih suka pertanyaan semacam itu. Pertanyaan yang benar-benar membuat saya berhenti sejenak untuk berfikir, mengingat, merefleksi diri dan sejenisnya untuk menjawab satu pertanyaan saja.

Jadi saya putuskan untuk kali ini saya hanya akan menjawab satu pertanyaan, biarin dulu pertanyaan-pertanyaan lain menumpuk kita kasih makan dulu karakteristik INFJ saya satu ini. Biar lega.. :D

Pertanyaannya adalah..

"WHAT IS YOUR BIGGEST DREAM?"

Kurang dalam gimana coba pertanyaan ini, baiklah akan saya jawab.. Semoga jawaban saya bisa dipahami dan dimengerti. Oh iya, tulisan ini sepertinya akan benar-benar panjang.. Jadi buat yang gak suka baca panjang-panjang tetap boleh kok baca postingan ini, tapi hati-hati mata bisa tiba-tiba rabun.. :p

Kembali ke topik.. Jujur ini pertanyaan sulit buat saya tapi saya merasa tertantang untuk kembali mengingat mimpi-mimpi, impian-impian yang pernah saya punya dulu. Kalaupun boleh menambah satu huruf di belakang Dream akan saya rubah menjadi Dreams dan akan saya bagi dalam beberapa posting.. Haha.. Bisa jadi bahan buat memperbanyak tulisan.

Kalau dibilang IMPIAN sudah pasti dari kecil masing-masing kita punya impian, punya mimpi. Kalau saya boleh bilang mimpi adalah cita-cita.

-Sekali lagi maafin saya kalau penjelasan saya bakal panjang dan mungkin membosankan-

WHAT ARE YOUR DREAMS?

This is one of my dreams..

Saya mulai sadar  saya punya impian saat saya duduk di bangku SMP, saat itu seingat saya di sekolah baru mulai ada yang namanya guru BK, Bimbingan Konseling. Saya suka sekali mendengar penjelasan beliau tentang kepribadian, kebiasaan, kehidupan dan lain sebagainya. Dari situ saya kenal tentang psikologi dan psikolog tapi tentu hanya sebatas pengetahuan anak SMP. Enggak detail, enggak dalam.

Yang saya tahu rasanya menyenangkan bisa mendengar cerita orang-orang yang berbeda setiap harinya, tentang masalah mereka, tentang hal yang membahagiakan buat mereka, tentang kesedihan dan kekecewaan mereka, menjadi penyimpan rahasia mereka, juga mencoba merasakan apa yang dirasakan orang tersebut. Buat saya ini semacam belajar dari orang lain, tanpa harus benar-benar mengalami hal serupa. Jadi ketika kelak kita mengalami hal serupa kita punya banyak referensi jalan keluar dan akan lebih siap menghadapinya.

Saya memang pendengar yang baik, setidaknya itu yang dibilang orang-orang tentang saya. Pendengar yang diam tapi bisa menunjukkan empati yang dalam dari tatapan mata saya, ketika dibutuhkan saran saya akan dengan tulus memberikan saran, seolah-olah saya mengalaminya. Mungkin karena itu sejak dulu saya memang jadi langganan tempat curhat buat teman-teman dan sahabat. Banyak dari mereka yang mempercayakan rahasianya pada saya, sampai saya lupa rahasia apa saja itu. Beberapa masih ada yang tersimpan tapi beberapa hilang terbawa waktu. :D

Ada yang berminat menyimpan rahasianya ke saya? Guarantee.. Your secret's safe with me.. Hahaha.. Terkadang mereka-mereka ini yang jadi inspirasi nulis bagi saya. Entah berupa puisi, tulisan pendek, cerpen, quote, apa saja pokoknya tulisan. Saya memang cuma bisa nulis, gak bisa nulis lagu karena memang gak bisa main alat musik. Tapi cerita tentang bikin lagu saya ada pengalaman bikin lagu untuk pertama dan terakhir kalinya. Penasaran? Pasti nanti saya ceritakan.. :D

Kembali ke impian masa SMP saya. Mengingat menurut saya waktu itu dunia psikologi sangat menarik dan menyenangkan maka saya bercita-cita untuk menjadi psikolog atau apa saja lah yang ada hubungannya dengan psikologi. Tapi karena memang menurut Allah dunia psikologi profesional bukan takdir saya, maka disinilah saya sekarang. Masih meraba-raba tentang dunia psikologi secara teori dan ilmu.

Well, saya masih berharap suatu saat bisa belajar psikologi secara formal sehingga saya jadi bisa figure out yang selama ini hanya saya raba-raba dan saya kira-kira saja. Tapi kalau memang tak ada kesempatan untuk belajar formal setidaknya saya mulai belajar saat ini dari teman-teman di group INFJ dan sejenisnya. Saya banyak belajar dari mereka, terima kasih semua.

Saya rasa segitu dulu tulisan tentang impian saya masa SMP. Cuma segitu? Woooo tenang.. Ini baru part I masih ada part II dan part seterusnya.. Tunggu part selanjutnya ya, Good Readers & Weirdos..

Love,

Monday, 24 August 2015

Cerita Sedikit: Weird Dreams of a Weirdo | Our Life Journey

Dear Good Readers and Limited edition Weirdos,

Kali ini saya mau cerita tentang mimpi saya. Karena saya weirdo wajar donk ya kalau mimpi saya juga weird.. Haha.. Harap maklum..

Jadi gini, tadi malam itu saya mimpi aneh banget. Ada dua mimpi berbeda yang benar-benar gak nyambung. Tapi dua-duanya berjalan seperti cerita.

Mimpi yang pertama ceritanya saya dan keluarga besar sedang rekreasi ke sebuah tempat wisata, lokasinya mirip Jatim Park atau sejenisnya. Sedang asyik ngobrol sama suami dan keluarga tiba-tiba saya melihat ada sosok yang saya kenal bernama Dikta.

Ya, Pradikta Wicaksono yang vokalisnya Yovie Nuno itu. Saya langsung mendekat sambil bilang kalau saya mau minta foto bareng dan dia memperbolehkan. Perlu dicatat dimimpi itu saya gak ganjen kayak abg yang lagi ketemu idolanya ya. Kemudian saya panggil semua keluarga saya dan kami foto-foto bareng Dikta. Akhirnya dimimpi itu Dikta jadi ikut jalan bareng kami semua dan berfoto-foto bareng.

Sampai akhirnya dipintu keluar saya meminta foto berdua saja dengan Dikta menggunakan kamera hape saya, "untuk koleksi pribadi saya", saya bilang begitu. Tapi entah kenapa dia menolak karena lebih enak foto bareng-bareng aja, dan saya setuju.

Mimpi yang pertama ini berakhir disitu bersamaan dengan hasrat ingin pipis yang menggelora. Lalu setelah dari kamar mandi saya kembali terlelap, kali ini mimpi kedua dimulai.

Entah kenapa saya berada di kantor polisi dan seperti telah selesai melakukan tes masuk. Saya lulus tes pertama yaitu tes tulis.

Seorang pak polisi memberi selamat dan mengatakan bahwa ada tes kedua keesokan harinya. Saya heran aja saya kan pendek, harusnya qualifikasi awal saja gak lulus tapi ini lulus bahkan ikut tes tulis. Kalau kata pak polisi tadi saya hanya akan ditugaskan di dalam bukan di lapangan.

Lalu entah kenapa saat itu saya keluar sejenak, saya lihat diri saya sedang pakai pakaian rapi tapi dengan sepatu hak tinggi yang berbeda warna, merah dan hitam. Akhirnya saya memilih sepatu merah dengan hak yang cukup tinggi.

Kemudian ketika masuk kembali ke dalam kantor pak polisi berpesan kalau besok adalah tes fisik, saya diminta memakai pakaian karate tapi menurutnya saya harus memakai banner putih polos yang diikatkan ke pinggang seperti memakai sarung untuk menambah panjang baju yang mungkin tak menutup sempurna ke bagian bawah tubuh yang masih merupakan aurat mengingat saya memakai hijab.

Saya mengiyakan dan bertanya tes fisik seperti apa yang akan saya lalui, beliau mengatakan kalau paling-paling hanya lari dengan jarak yang tak begitu jauh.

Kemudian saya dengar ada ribut-ribut tentang penerimaan ini, katanya banyak yang komplain. Lalu ada yang bilang, "Ya sudah, kita ulangi saja prosesnya".

Sadar hal itu saya jadi kebingungan, "Gmn dg penerimaan saya?" Lagi-lagi pak polisi tadi muncul dan berkata, "Okay kita ulang, tapi khusus yg hari ini jangan", ucapnya. Semua mengiyakan yang berarti saya tetap lolos.

Entahlah... Akhirny saya tersadar dari mimpi.. Mimpi yang benar-benar aneh..

Weird Love,

Sunday, 23 August 2015

Cerita Sedikit: Hidup Tanpa Suara | Our Life Journey

Dear Good Readers and Weirdos,

Ijinkan saya cerita tentang hal yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saya merasa tertohok begitu dalam ketika seseorang masuk ke toko kami. Sebenarnya saya sering lihat dia dan tak asing. "Eh eh eh eh..", ujarnya. Tak ada suara, hanya seperti erangan tapi bukan marah. Bibirnya seperti komat kamit. Saya berusaha dengan seksama memperhatikan bibirnya untuk menebak apa yang diucapkannya.

Ya dia memiliki kekurangan, telinganya tak bisa mendengar, itu yang membuatnya juga kesulitan dalam berbicara. Ternyata saya pahami dia hendak membeli pulsa, saya carikan secarik kertas dan sebuah pena. Lalu saya lihat lagi dia berujar, "eh eh eh..?", sambil tangannya menunjukan angka 5 dan bibirnya komat kamit yang saya pahami dia hendak membeli pulsa 5rb.

Setelah selesai menulis nomor hapenya tangannya kembali menunjukkan jari-jarinya, kali ini dia mengangkat 6 jarinya, kemudian lima jarinya dan dua kali menunjukkan angka nol. Saya pahami dia paham harganya 6.500,- saya-iya-kan dengan mengatakan "iya", lalu dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Terlihat beberapa lembar uang kertas dan sebuah kantong plastik yang berisi recehan. Lalu dia mengeluarkan uang 6rb yang terdiri dari lembaran dan recehan.

Saya tunggu beberapa detik dia tampak kembali bertanya seolah mengatakan, "pulsaku kok belum diproses", karena sedari tadi aku tetap didepannya mengira dia sedang mengeluarkan kekurangan 500 rupiah, sampai akhirnya dia mengulang tangannya menunjukkan angka lima dan dua buah nol. "Ya..", jawab saya. Ternyata dia sedikit kurang paham maksud saya. Lalu saya melangkah menuju laptop untuk memproses.

Seperti biasa selama perjalanan ke laptop yang cuma beberapa langkah pikiran saya melayang. Bagaimana rasanya hidup seperti orang ini? Hidup tanpa suara.. Sunyi, senyap, tak terdengar apapun. Tiba-tiba mata saya terasa panas, hati terasa teriris, entahlah.. Selalu seperti itu..

Sejurus kemudian muncul perasaan betapa kurang bersyukurnya saya atas semua kebaikan dan kelebihan yang Allah berikan kepada saya. Saya harusnya bersyukur masih bisa mendengar dan berbicara dengan baik sehingga orang lain mengerti. Dan saya tak harus.. Hidup Tanpa Suara..

Weird Love,

Boon Pring: Harmoni Bambu, Air, dan Kehidupan Desa Sanankerto

Dari hutan bambu yang sunyi menjelma menjadi ekowisata yang tak hanya menjaga alam, tapi juga menghidupi warga dan mengangkat harkat desa. S...